Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

RANCANG BANGUN MEKANISME TRANSMISI DAYA KINCIR ANGIN PENGGERAK POMPA AIR MANUAL Deni Saputra; A. Jannifar; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2853

Abstract

Pada sektor pertanian penggunaan pompa air bahan bakar fosil sangat efektif untuk pengairan sawah karena membantu petani dalam proses pengontrolan air disawah sehingga produksi padi akan terus meningkat tetapi penggunaan pompa berbahan bakar fosil memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat seperti meningkatnya biaya produksi. Berdasarkan pengamatan cuaca dalam beberapa tahun terakhir kecepatan angin yang berhembus di kabupaten Bireuen yaitu 4-6 Km/jam, maka dari itu pemanfaatan energi angin sebagai penggerak pompa melalui kincir angin sangat efektif sebagai pengganti pompa berbahan bakar fosil serta dapat mengurangi biaya produksi petani. Pada proses ini Mekanisme atau rangkaian batang penghubung merupakan suatu rangkaian batang penghubung (linkage), mekanisme jenis ini cocok di gunakan dengan memamfaat energi angin dengan menggunkan blade sovonius dengan memamfaatkan kecepatan angin yang rendah. Pada penelitian ini mekanisme transmisi akan di simulasikan menggunakan Software solidwork dan akan membanding blade savonius terbuka dan tertutup. Hasil dari simulasi menggunakan Software solidwork di peroleh semakin ringan blade savonius semakin cepat daya yang hasilkan ke mekanisme penghubung dengan kecepatan angin yang 3/ 6 m/s. Kata kunci : Mekanisme penghubung, gerakakan rotari, gerakan translasi
RANCANG BANGUN MEKANISME TRANSMISI DAYA KINCIR ANGIN PENGGERAK POMPA AIR MANUAL Deni Saputra; A. Jannifar; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2853

Abstract

Pada sektor pertanian penggunaan pompa air bahan bakar fosil sangat efektif untuk pengairan sawah karena membantu petani dalam proses pengontrolan air disawah sehingga produksi padi akan terus meningkat tetapi penggunaan pompa berbahan bakar fosil memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat seperti meningkatnya biaya produksi. Berdasarkan pengamatan cuaca dalam beberapa tahun terakhir kecepatan angin yang berhembus di kabupaten Bireuen yaitu 4-6 Km/jam, maka dari itu pemanfaatan energi angin sebagai penggerak pompa melalui kincir angin sangat efektif sebagai pengganti pompa berbahan bakar fosil serta dapat mengurangi biaya produksi petani. Pada proses ini Mekanisme atau rangkaian batang penghubung merupakan suatu rangkaian batang penghubung (linkage), mekanisme jenis ini cocok di gunakan dengan memamfaat energi angin dengan menggunkan blade sovonius dengan memamfaatkan kecepatan angin yang rendah. Pada penelitian ini mekanisme transmisi akan di simulasikan menggunakan Software solidwork dan akan membanding blade savonius terbuka dan tertutup. Hasil dari simulasi menggunakan Software solidwork di peroleh semakin ringan blade savonius semakin cepat daya yang hasilkan ke mekanisme penghubung dengan kecepatan angin yang 3/ 6 m/s. Kata kunci : Mekanisme penghubung, gerakakan rotari, gerakan translasi
RANCANG BANGUN MEKANISME TRANSMISI DAYA KINCIR ANGIN PENGGERAK POMPA AIR MANUAL Deni Saputra; A. Jannifar; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2853

Abstract

Pada sektor pertanian penggunaan pompa air bahan bakar fosil sangat efektif untuk pengairan sawah karena membantu petani dalam proses pengontrolan air disawah sehingga produksi padi akan terus meningkat tetapi penggunaan pompa berbahan bakar fosil memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat seperti meningkatnya biaya produksi. Berdasarkan pengamatan cuaca dalam beberapa tahun terakhir kecepatan angin yang berhembus di kabupaten Bireuen yaitu 4-6 Km/jam, maka dari itu pemanfaatan energi angin sebagai penggerak pompa melalui kincir angin sangat efektif sebagai pengganti pompa berbahan bakar fosil serta dapat mengurangi biaya produksi petani. Pada proses ini Mekanisme atau rangkaian batang penghubung merupakan suatu rangkaian batang penghubung (linkage), mekanisme jenis ini cocok di gunakan dengan memamfaat energi angin dengan menggunkan blade sovonius dengan memamfaatkan kecepatan angin yang rendah. Pada penelitian ini mekanisme transmisi akan di simulasikan menggunakan Software solidwork dan akan membanding blade savonius terbuka dan tertutup. Hasil dari simulasi menggunakan Software solidwork di peroleh semakin ringan blade savonius semakin cepat daya yang hasilkan ke mekanisme penghubung dengan kecepatan angin yang 3/ 6 m/s. Kata kunci : Mekanisme penghubung, gerakakan rotari, gerakan translasi
PENGARUH PWHT TERHADAP KEKUATAN IMPACK BAJA ASTM A 106 GRADE B PADA PROSES PENGELASAN SMAW Husni Husni Hidayatullah; Al Fathier; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2858

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil anneling pada proses PWHT dengan holding time 10 menit. dengan temperatur (810oC, 830oC, 850oC) pada spesimen uji impack. untuk mengetahui jenis patahan dari proses anneling pada pengujian impack. untuk mengatahui nilai rata-rata energi yang diserap dan nilai rata-rata harga impack. proses pengelasan mengunakan pengelasan SMAW, mengunakan elektroda E6010 dan E7018, Pengujian yang dilakukan adalah pengujian impack. Hasil pengujian impack pada perlakuan Non-PWHT dengan nilai ratarata energi yang diserap sebesar 186 Joule dan harga impack sebesar 4,65 Joule/mm². Hasil pengujian impack pada temperature 810oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 225 Joule dan harga impack sebesar 5,62 Joule/mm². Hasil pengujian impack pada temperature 830oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 210 Joule dan harga impack sebesar 5,25 Joule/mm. Hasil pengujian impack pada temperature 850oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 225 Joule dan harga impack sebesar 5,27 Joule/mm.Dari semua hasil pengujian impack maka nilai nilai rata-rata energi yang diserap dan harga impack tertinggi terdapat pada temperatur 810oC sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan Non-PWHT. Kata Kunci : Pengelasan SMAW, Proses PWHT, Pengujian Impack
PENGARUH PWHT TERHADAP KEKUATAN IMPACK BAJA ASTM A 106 GRADE B PADA PROSES PENGELASAN SMAW Husni Husni Hidayatullah; Al Fathier; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2858

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil anneling pada proses PWHT dengan holding time 10 menit. dengan temperatur (810oC, 830oC, 850oC) pada spesimen uji impack. untuk mengetahui jenis patahan dari proses anneling pada pengujian impack. untuk mengatahui nilai rata-rata energi yang diserap dan nilai rata-rata harga impack. proses pengelasan mengunakan pengelasan SMAW, mengunakan elektroda E6010 dan E7018, Pengujian yang dilakukan adalah pengujian impack. Hasil pengujian impack pada perlakuan Non-PWHT dengan nilai ratarata energi yang diserap sebesar 186 Joule dan harga impack sebesar 4,65 Joule/mm². Hasil pengujian impack pada temperature 810oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 225 Joule dan harga impack sebesar 5,62 Joule/mm². Hasil pengujian impack pada temperature 830oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 210 Joule dan harga impack sebesar 5,25 Joule/mm. Hasil pengujian impack pada temperature 850oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 225 Joule dan harga impack sebesar 5,27 Joule/mm.Dari semua hasil pengujian impack maka nilai nilai rata-rata energi yang diserap dan harga impack tertinggi terdapat pada temperatur 810oC sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan Non-PWHT. Kata Kunci : Pengelasan SMAW, Proses PWHT, Pengujian Impack
Pengaruh Waktu dan Temperatur Proses Elektroplating Terhadap Ketebalan dan Kekerasan Permukaan Baja ASTM A36 Rizki, Teuku Alfazil; Fakhriza, Fakhriza; Saifuddin, Saifuddin; Fathier, Al
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4486

Abstract

Elektroplating adalah sebuah teknologi pelapisan pada permukaan benda padat Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi pada industri pelapisan logam telah menjadi bidang pekerjaan yang mengalami kemajuan yang sangat pesat mulai dari jenis pelapisan, bahan pelapis yang digunakan, hingga hasil lapisanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh ketebalan pelapisan spesimen baja ASTM A36  yang paling tinggi adalah spesimen 7 dengan nilai ketebalan sebesar 135,475 µm dengan waktu pencelupan selama 50 menit dan temperatur 60oC, sedangkan ketebalan lapisan yang paling rendah terjadi pada spesimen 3 dengan nilai ketebalan sebesar 54,048 µm dengan waktu pencelupan sebesar 20 menit dan temperatur sebesar 90oC. dari nilai ketebalan tersebut dapat disimpulkan bahwa temperatur yang tinggi tidak menentukan tingginya nilai ketebalan pelapisan melainkan lamanya waktu pencelupan. Pada pengujian kekerasan spesimen diperoleh nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen 6 sebesar 450,03 HV pada temperature 90oC dengan waktu prncelupan 35 menit, sedangkan hasil pengujian kekerasan terendah berada pada spesimen 7 sebesar 248.10 HV pada temperatur 60oC dan waktu pencelupan 50 menit. Nilai kekerasan pada spesimen 7 yang ketebalannya paling tinggi namun memiliki nilai kekerasan lebih rendah diakibatkan bahan pelapis yaitu nikel lebih lunak dibandingkan baja ASTM A36 sehingga saat pembacaan pengujian kekerasan nilai yang terbaca merupakan bagian lapisannya. Keywords: Elektroplating, Ketebalan, Kekerasan, Pencelupan, Temperatur.