Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DINAMIKA HARIAN PLANKTON DI TELUK PANGPANG BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIOAL ALAS PURWO Nasuka, Nurul Alfiyatun; As’ari, Hasyim; Kurniawan, Ridho; Ardiyansyah, Fuad; Nurmasari, Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3852

Abstract

National Park Alas purwo is one the conservation areas have a fairly extensive mangrove forest and one of them is the area Bay Pangpang Blok Jati Papak. Mangrove forest have many functions that many marine organisms that occupy the regions one of the region one of which is plankton. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. This study aims to determine the abundance and dynamics of plankton daily in at Bay Pangpang Block Jati Papak Nasional Park Alas Purwo. This study was conducted in May-June, 2016. The method used in this research is purposive sampling to determine the point where the (station), and sampling performed every 2 hours over a period of 24 hours. Abiotic parameters include measurements temperature, pH and light penetration. The research found that 13 spec Nitzchia sp, Oedogonium sp, Vaucheria sp, Eretmocaris, Dracia moluska, Amfipod, Micracia, Glaucothoe peroni, Candacia truncata, Candacia curta, Subbeucalamus crassus, Candacia bradi dan Undinula vulgaris. The highest abundanc species of phytoplankton that Nitzchia sp, while the highest abundance of zooplankton that is Candacia truncata species. The highest dynamics of plankton occurs at the time of sampling 07.00 dean in the number of species found are 7 to fotoplankton species and 16 species of zooplankton.
Potensi Konsorsium Mikroba Endofit Akar Buah Naga (Hylocereus costaricensis) dalam meningkatkan Produktivitas Pertanian Buah Naga Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; As'ari, Hasyim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11126

Abstract

Produktivitas buah naga (Hylocereus costaricensis) dapat dilakukan dengan penerapan Good Agriculture Practices (GAP), yang menjadikan buah naga dapat diproduksi sepanjang tahun. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan konsorsium mikroba endofit akar buah naga sebagai biostater pupuk organik untuk meningkatkan produksi buah naga. Penelitian isolasi mikroba endofit dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas PGRI Banyuwangi, sedangkan penerapan pupuk organik di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, bulan Agustus - November 2023. Tahapan penelitian diantaranya isolasi mikroba endofit akar buah naga, identifikasi morfologi koloni, pewarnaan gram, uji biokimia, dan uji aktivitas biologis (pembentukan IAA). Pupuk organik diformulasikan dengan perbandingan 50 kg kotoran ayam ditambah 1 liter biostater mikroba. Perlakuan pupuk organik dengan dosis P1 (5 kg/tanaman), P2 (10 kg/tanaman), dan P3 (15 kg/tanaman) serta kontrol P0 (tanpa perlakuan), perlakuan sebanyak 1 kali, dan pengamatan dilakukan 30 hari setelah pemupukan, dengan parameter pengamatan jumlah tunas, bunga, buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi bakteri menghasilkan tiga strain bakteri dari genus Bacillus spp. Hasil aplikasi pupuk organik dengan dosis 15 kg/tanaman menunjukkan hasil yang optimal terhadap jumlah tunas, bunga, dan buah. Pengembangan pupuk organik dengan mikroba endofit dapat meningkatkan respons tanaman buah naga terhadap pemupukan, menciptakan potensi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah secara berkelanjutan.
Efektivitas pemanfaatan Zinnia elegans dalam pengendalian hama hayati dengan teknik refugia pada tanaman cabe rawit (Capsicum frustescens) di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi Aswan, Mohammad Syaifudin; Nurmasari, Fitri
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 2 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i2.692

Abstract

Cabe atau cabai rawit adalah salah satu tanaman komoditas dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi di daerah Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Tanaman cabe rawit di Desa Sidowangi dibudidayakan di lahan persawahan dengan produktivitas baik dan pola pertanaman yang teratur berkala. Potensi dan nilai ekonomi cabe rawit yang relatif tinggi menyebabkan cabe rawit menjadi komoditas unggulan di kawasan Kecamatan Wongsorejo, selain jagung dan semangka. Pada kondisi ideal, produktivitas tanaman cabe stabil sepanjang tahun disertai dengan harga yang relatif stabil, meskipun terjadi fluktuasi di bulan-bulan tertentu. Namun keberadaan dan serangan hama pengganggu tanaman berpotensi menyebabkan penurunan produksi yang pada akhirnya akan mengganggu stabilitas persediaan serta kualitas cabe rawit di pasaran. Penanganan hama dengan menggunakan insektisida perlahan sudah mulai dikurangi mengingat efek yang ditimbulkan dari penggunaan insektisida dalam jangka panjang. Karena itu dibutuhkan adanya metode dan teknik penanganan hama yang lebih eco friendly, murah dan mudah diaplikasikan di level petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan tanaman Zinnia elegans sebagai pengendalian hayati dengan teknik refugia pada tanaman cabe rawit. Hasil pengamatan dan analisis data menunjukkan adanya tingkat keanekaragaman serangga yang signifikan pada pertanaman cabe dengan refugia dan pertanaman cabe tanpa refugia.
Efektivitas ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan Cabe Jawa (Piper retrofractum) sebagai Insektisida Alami Hama Kutu Putih (Paracoccus marginatus) pada Tanaman Singkong (Manihot esculenta) Aswan, Mohammad Syaifudin; Nurmasari, Fitri
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1745

Abstract

Tanaman singkong (Manihot esculenta) merupakan salah satu tanaman penting bagi masyarakat di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi oleh petani singkong adalah serangan hama kutu putih (Paracoccus marginatus). Serangan hama kutu putih dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk tumbuh dan menghasilkan cadangan makanan, yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan angka produksi tanaman singkong. Penggunaan insektisida kimia telah lama dilakukan sebagai langkah penanggulangan dampak hama kutu putih. Namun penggunaan insektisida kimia dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, perlu ditemukan pembasmi hama yang minim dampak, salah satunya adalah dengan penggunaan insektisida alami. Banyak ragam dan jenis tanaman yang dapat dijadikan insektisida alami, antara lain cabe jawa (Piper retrofractum), dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan jahe merah dan cabe Jawa sebagai alternatif insektisida alami dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman singkong. Hasil pengamatan dan analisis data menunjukkan bahwa Insektisida Alami dengan kandungan ekstrak Buah Cabe Jawa dengan Konsentrasi 15% menyebabkan kematian imago P. marginatus terbesar dan memiliki rata-rata Kecepatan Kematian tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Identifikasi Ektoparasit Pada Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) Di PT. Suri Tani Pemuka (STP) Sobo, Banyuwangi Kholisah, Siti; Nurmasari, Fitri
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 1 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i1.2316

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas ekspor penting dengan pertumbuhan cepat dan kemampuan adaptasi tinggi, sehingga potensial untuk dibudidayakan. Namun, budidayanya menghadapi tantangan, salah satunya infeksi ektoparasit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ektoparasit pada ikan kakap putih di PT Suri Tani Pemuka serta menganalisis prevalensi, intensitas, dan keanekaragamannya. Ditemukan dua jenis ektoparasit, yaitu Cryptocaryon irritans dan Dactylogyrus sp.. Prevalensi tertinggi C. irritans sebesar 10,42% dan Dactylogyrus sp. sebesar 8,33%. Intensitas infeksi C. irritans tertinggi mencapai 7,2 (infeksi sedang), sedangkan Dactylogyrus sp. menunjukkan intensitas rendah (1). Keanekaragaman tertinggi terdapat di petak 27A (2,37) dengan dominasi Dactylogyrus sp.. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian parasit dalam budidaya kakap putih.