Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Relationship Of Prolonged Party In Particular Women And The Incident Of Neonatorum Asphyxia At Rskdia Pertiwi, Makassar City Maryam, Siti; Ghita, Dwi; Andi Sulfikar; Restika BN, Indah
Indonesian Journal of Nursing and Health Care Vol. 1 No. 1: February (2024)
Publisher : Ammar Dharma Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64914/v785sq03

Abstract

Background: Prolonged labor is a latent phase lasting more than 8 hours. Labor has been ongoing for 12 hours or more but the baby has not been born. Neonatal asphyxia is the failure to breathe spontaneously and regularly at birth or shortly after birth, characterized by hypoxemia, hypercarbia, and acidosis. Asphyxia during delivery can be caused by oxygen deficiency which can result in Prolonged Labor.Objective: to determine the Relationship of Prolonged Labor in Delivering Mothers with the Incidence of Neonatal Asphyxia at RSKDIA Pertiwi Hospital, Makassar City.Methods: The type of research used in this study is quantitative research with a descriptive research method using a cross-sectional study. Sampling was done using accidental sampling technique. The sample in this study were mothers who gave birth at RSKDIA Pertiwi Hospital, Makassar City. The sample in this study were 32 samples. Data processing was carried out using SPSS chi-square. Data collection used observation sheets with research results statistically tested using descriptive statistics frequency and Chi Square Test. Results: Based on statistical tests, it was found that out of 32 samples (100%) mothers who experienced Prolonged Labor were 21 people (65.6%), while mothers who did not experience Prolonged Labor were 11 people (34.4%). The number of babies born with neonatal asphyxia was 25 babies (78.1%), while babies born without Neonatal Asphyxia were 7 babies (21.9%). Based on the Chi-square test, the significance value obtained was ρ = 0.020 < ɑ 0.05 then Ha was accepted and H0 was rejected, meaning there was a Relationship between Prolonged Labor in delivering mothers with the Incidence of Neonatal Asphyxia at RSKDIA Pertiwi Hospital, Makassar City.Conclusion: Based on the results of the research conducted, theories, and previous research, it can be concluded that there is a Relationship between Prolonged Labor in delivering mothers with the Incidence of Neonatal Asphyxia at RSKDIA Pertiwi Hospital, Makassar City.
The Relationship Between Smoking Habits And The Incidence Of Hypertension At Puskesmas Kapasa, Makassar City Kogoya, Demira; Andi Sulfikar; Taher, Rusli; Indah Restika BN
Indonesian Journal of Nursing and Health Care Vol. 1 No. 1: February (2024)
Publisher : Ammar Dharma Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64914/hfqmr672

Abstract

Background: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. One preliminary study conducted at the Kapasa Health Center in Makassar City found that the average person with hypertension has a smoking habit. Research reveals that the prevalence of smokers in the hypertensive group is higher than that of the pre-hypertensive group. Purpose: The purpose of this study is to try to see the relationship between smoking habits and the incidence of hypertension in patients at the Kapasa Health Center in Makassar City.Methods: This study is an analytical descriptive study with a cross-sectional research design to determine the relationship between smoking habits and increased blood pressure in the Kapasa Health Center in Makassar City.Result:  Based on univariate analysis, the results showed that out of 20 respondents of hypertensive patients, there were 17 people who did not have smoking habits (85.0%), while hypertensive patients who had smoking habits were only 3 people (15.0%), so that in this study the most respondents showed non-smoking habits with 17 respondents (85.0%) of 20 respondents.Conclusion:  Based on the results of research and discussion of the relationship of smoking habits to the incidence of hypertension in patients of the kapasa health center in the city of Makassar, it can be concluded that there is no significant relationship between smoking habits and the incidence of hypertension indicated by a p value of .016.
Trend Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja: Literatur Review Restika BN, Indah; Suarnianti, Suarnianti; Syamsuriah, Syamsuriah
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.192

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada remaja menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai negara, termasuk negara berkembang. Peningkatan ini berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup modern, termasuk pola makan tinggi kalori, konsumsi gula berlebih, dan menurunnya aktivitas fisik akibat peningkatan penggunaan teknologi dan waktu layar. Tujuan utama dari literatur review ini adalah mengidentifikasi peningkatan kasus Diabetes melitus tipe 2 pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri literatur relevan yang ditemukan di database Google Scholar, science Direct dan PubMed. Dari pencarian tersebut, didapatkan 13 jurnal yang memenuhi kriteria relevansi. Proses pengolahan data mencakup beberapa tahapan: membaca, memahami, membandingkan, serta menyimpulkan. Output penelitian menjelaskan terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah remaja yang didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2 dalam dua dekade terakhir, terutama di negara-negara dengan prevalensi obesitas yang tinggi. Kesimpulannya, remaja rentan terkena DM tipe 2, karena factor risiko yang kompleks dan beragam. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan kesadaran memprioritaskan gaya hidup sehat dengan mengontrol berat badan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur, serta menghindari kebiasaan merokok dan mengelola tekanan darah secara optimal dapat membantu mengurangi resiko DM.
Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Mahadjani, Febryani; Suarnianti; Restika BN, Indah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 68 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner self justification. Pengukuran enactment menggunakan kuesioner information seeking, obtaining remedies dan taking action. Analisis data menggunakan SPSS 25 dengan uji statistik Chi-Square di dapatkan terdapat Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Information Seeking) dengan nilai p= 0.010. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Obtaining Remedies) dengan nilai p= 0.024. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Taking Action) dengan nilai p= 0.023 Hal ini berarti bahwa adanya Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar
HUBUNGAN KONTROL GLIKEMIK DAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN KEJADIAN HOSPITAL READMISSION PADA PASIEN DIABETES MELITUS Haskas, Yusran; Syahrul, Agil Muhammad; Restika, Indah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i1.890

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan gangguan metabolisme. Diabetes melitus tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dikontrol untuk mencegah terjadinya komplikasi dan risiko kejadian hospital readmission. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kontrol glikemik dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 40 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Menggunakan indicator kurang dan baik. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian di dapatkan terdapat hubungan kontrol glikemik Terhadap kejadian hospital readmission dengan nilai p= 0.001. Hubungan kepatuhan pengobatan Terhadap kejadian hospital readmission dengan nilai p= 0.002. Adanya hubungan kontrol glikemik dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar. Maka dari itu, pasien diabetes melitus sangat penting untuk melakukan kontrol glikemik dan kepatuhan pengobatan guna mencegah perawatan berulang atau hospital readmission.
PENGARUH SELF COMMITMENT DAN LABELLING TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN RESIKO PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PELAMONIA Jannah R.S, Raodhatul; suarnianti, suarnianti; restika, indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i3.744

Abstract

Virus Corona (Covid-19) adalah virus yang menyebabkan penyakit menular kesehatan. Virus yang muncul pada akhir 2019 pertama kali di Wuhan yang saat ini menyebabkan pandemic hampir di seluruh dunia. Gejala utama penyakit Covid-19 yaitu batuk, demam, dan sesak napas. Akibat virus ini berdampak besar kepada tenaga tenaga kesehatan termasuk perawat yang menangani langsung pasien covid, dimana perawat adalah individu yang dilabelling berisiko untuk tertular penyakit akibat pekerjaannya. Maka di haruskan perawat memiliki komitmen yang tinggi dan pengetahuan tentang risiko penularan covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self commitment dan labelling terhadap tindakan pengurangan risiko penularan covid-19 pada perawat di Rumah Sakit TK II Pelamonia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional study, dengan melibatkan sampel 56 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan SPSS dan penyajian data dalam bentuk table menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan α=0.05. Hasil penelitian ini didapatkan pada variable Commitment terhadap risiko penularan covid-19 (information seeking) diperoleh nilai p=0,005. Sedangkan, pada variabel commitment terhadap risiko penularan covid-19 (obtaining remedies) diperoleh nilai 0.001. Dan pada variabel commitment terhadap risiko penularan covid-19 (taking action) di dapatkan nilai p=0.005. Sedangkan pada variabel labelling terhadap (information seeking) diperoleh nilai p=0.002, dan variabel labelling terhadap risiko penularan covid-19 (obtaining remedies) didapatkan nilai p=0.000, dan pada variabel labelling terhadap risiko penularan covid-19 (taking action) di dapatkan nilai p= 0.002 dengan nilai Chi-Square < (p,α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Self Commitment dan Labelling terhadap risiko penularan covid-19 pada Perawat di Rumah Sakit TK II Pelamonia.
Assesment Persepsi Sakit Dan Perilaku Pencarian Perawatan (Health Care Seeking) Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar khadjirah, sitti; Haskas, Yusran; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i4.918

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) yang kita kenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relative. Untuk mengetahui persepsi sakit dan perilaku pencarian perawatan (Health Care Seeking) pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan penelitian survey anallitik, Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menggunakan nilai mean yaitu Positif jika ≥ 66,25 Negative jika skor ≤66,25. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa umur diatas 50 tahun dan jenis kelamin perempuan mayoritas menderita Diabetes Melitus Tipe II, Responden mayoritas memiliki Persepsi sakit Negatif dan Perilaku pencarian Perawatan (Health Care Seeking) mayoritas berkunjung ke petugas Kesehatan dan merasa sembuh setelah mengkonsumsi obat dan meminum obat sampai habis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Persepsi sakit negative yang paling sering dirasakan yaitu kurangnya pengetahuan tentang Diabetes Melitus Tipe II sehingga Responden merasa cemas, takut, dan akan menjadi buruk setelah sakit, dan akan konsekuensi keungan yang seirius. Dalam Perilaku Pencarian Perawatan mayoritas penderita memilih untuk melakukan pengobatan di Petugas Kesehatan, Teratur mengkonsumsi obat dan patuh terhadap menggunakan obat
Analisis Disparitas Prevalensi Tuberculosis Paru Di Tinjau Dari Psikologikal Distress Dan Indikator Status Gizi (Body Mass Index, Lingkar Perut, Lila) Di Puskesmas Antang Kota Makassar Mutmainna, Mutmainna; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i3.1079

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang infeksinya dapat disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan sering ditemukan menyerang paru-paru namun dapat juga menyerang organ lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Disparitas Prevelensi Tuberkulosis Paru. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitaif, dengan rancangan survei yang menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Antang dan Puskesmas Perumnas Antang pada tanggal 06 Juni – 8 Juli 2022.Populasi dalam penelitian ini yang didapatkan sebesar 42 pasien yang melakukan pengobatan Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Antang Kota Makassar dan 39 pasien dan 39 pasien di Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang berobat di Puskesmas Antang Kota Makassar yaitu 42 pasien dan Pusksesmas Antang Perumnas yaitu 39 pasien.Pengumpulan data dengan metode ini menggunakan kuesioner.Pada hasil penelitian ini, 81 responden yang bervariasi dari tingkat tidak distress sampai distress berat. Tingkat stress dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 45.7% pada distress ringan. 81 responden yang bervariasi dari kurus sampai obesitas. IMT dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 55.6% responden yang mengalami Kurus atau underweight. Lingkar perut dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 54.3% responden yang mengalami lingkar perut Abnormal. LiLA dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 76.5 % responden yang mengalami Kurus atau underweight. Kesimpulannya Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Tuberculosis Paru dengan tingkat psikologikal distress.
Analisis Disparitas Prevalensi Tuberculosis Paru Di Tinjau Dari Faktor Sosiodemografi nurhalisah, nurhalisah; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i3.1080

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian dan pembunuh utama penderita HIV di seluruh dunia, Bakteri penyebab tuberkulosis bisa hidup tahan lama di ruangan berkondisi gelap, lembab, dingin, dan tidak memiliki ventilasi yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui disparitas prevalensi tuberculosis paru, kaitannya dengan faktor sosiodemografi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, didapatkan 65 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kueioner dan lembar observasional dan dianalisis dengan T test. Hasil analisis menunjukkan disparitas yang signifikan ( p = 0.001) prevalensi TB paru ditinjau dari faktor sosiodemografi berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan, terdapat disparitas yang signifikan ( p = 0.001) Kesimpulan dalam penelitian ini adalah disparitas prevalensi tuberculosis paru, kaitannya dengan faktor sosiodemografi. Disparitas prevalensi di tinjau dari faktor sosiodemografi berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan terdapat hasil yang signifikan.
Hubungan Self Care Dengan Quality Of Life Serta Screening Risiko Ulkus Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Indah, Nirma; Haskas, Yusran; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i2.1248

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin yang dihasilkannya dengan baik. Penyakit Diabetes Melitus dapat berdampak pada Quality Of Life penderita seperti mempengaruhi kapasitas fungsional dan kesejahtaraan penderita. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan Quality Of Life adalah Self Care yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Self Care dengan Quality Of Life serta Screening risiko ulkus diabetik pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 Suku Bajo di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Bajoe Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Self Care dengan Quality Of Life Diabetes Melitus tipe 2 dengan nilai p=0,004. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan Self Care dengan Quality Of Life serta Screening risiko ulkus diabetik pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.