Claim Missing Document
Check
Articles

Trend Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja: Literatur Review Restika BN, Indah; Suarnianti, Suarnianti; Syamsuriah, Syamsuriah
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.192

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada remaja menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai negara, termasuk negara berkembang. Peningkatan ini berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup modern, termasuk pola makan tinggi kalori, konsumsi gula berlebih, dan menurunnya aktivitas fisik akibat peningkatan penggunaan teknologi dan waktu layar. Tujuan utama dari literatur review ini adalah mengidentifikasi peningkatan kasus Diabetes melitus tipe 2 pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri literatur relevan yang ditemukan di database Google Scholar, science Direct dan PubMed. Dari pencarian tersebut, didapatkan 13 jurnal yang memenuhi kriteria relevansi. Proses pengolahan data mencakup beberapa tahapan: membaca, memahami, membandingkan, serta menyimpulkan. Output penelitian menjelaskan terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah remaja yang didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2 dalam dua dekade terakhir, terutama di negara-negara dengan prevalensi obesitas yang tinggi. Kesimpulannya, remaja rentan terkena DM tipe 2, karena factor risiko yang kompleks dan beragam. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan kesadaran memprioritaskan gaya hidup sehat dengan mengontrol berat badan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur, serta menghindari kebiasaan merokok dan mengelola tekanan darah secara optimal dapat membantu mengurangi resiko DM.
Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Mahadjani, Febryani; Suarnianti; Restika BN, Indah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 68 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner self justification. Pengukuran enactment menggunakan kuesioner information seeking, obtaining remedies dan taking action. Analisis data menggunakan SPSS 25 dengan uji statistik Chi-Square di dapatkan terdapat Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Information Seeking) dengan nilai p= 0.010. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Obtaining Remedies) dengan nilai p= 0.024. Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan (Taking Action) dengan nilai p= 0.023 Hal ini berarti bahwa adanya Pengaruh Self Justification Terhadap Tindakan Pengurangan Risiko Penularan Covid 19 Pada Perawat Di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar
HUBUNGAN KONTROL GLIKEMIK DAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN KEJADIAN HOSPITAL READMISSION PADA PASIEN DIABETES MELITUS Haskas, Yusran; Syahrul, Agil Muhammad; Restika, Indah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i1.890

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan gangguan metabolisme. Diabetes melitus tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dikontrol untuk mencegah terjadinya komplikasi dan risiko kejadian hospital readmission. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kontrol glikemik dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dan metode analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 40 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Menggunakan indicator kurang dan baik. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian di dapatkan terdapat hubungan kontrol glikemik Terhadap kejadian hospital readmission dengan nilai p= 0.001. Hubungan kepatuhan pengobatan Terhadap kejadian hospital readmission dengan nilai p= 0.002. Adanya hubungan kontrol glikemik dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar. Maka dari itu, pasien diabetes melitus sangat penting untuk melakukan kontrol glikemik dan kepatuhan pengobatan guna mencegah perawatan berulang atau hospital readmission.
PENGARUH SELF COMMITMENT DAN LABELLING TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN RESIKO PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PELAMONIA Jannah R.S, Raodhatul; suarnianti, suarnianti; restika, indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i3.744

Abstract

Virus Corona (Covid-19) adalah virus yang menyebabkan penyakit menular kesehatan. Virus yang muncul pada akhir 2019 pertama kali di Wuhan yang saat ini menyebabkan pandemic hampir di seluruh dunia. Gejala utama penyakit Covid-19 yaitu batuk, demam, dan sesak napas. Akibat virus ini berdampak besar kepada tenaga tenaga kesehatan termasuk perawat yang menangani langsung pasien covid, dimana perawat adalah individu yang dilabelling berisiko untuk tertular penyakit akibat pekerjaannya. Maka di haruskan perawat memiliki komitmen yang tinggi dan pengetahuan tentang risiko penularan covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self commitment dan labelling terhadap tindakan pengurangan risiko penularan covid-19 pada perawat di Rumah Sakit TK II Pelamonia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional study, dengan melibatkan sampel 56 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan SPSS dan penyajian data dalam bentuk table menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan α=0.05. Hasil penelitian ini didapatkan pada variable Commitment terhadap risiko penularan covid-19 (information seeking) diperoleh nilai p=0,005. Sedangkan, pada variabel commitment terhadap risiko penularan covid-19 (obtaining remedies) diperoleh nilai 0.001. Dan pada variabel commitment terhadap risiko penularan covid-19 (taking action) di dapatkan nilai p=0.005. Sedangkan pada variabel labelling terhadap (information seeking) diperoleh nilai p=0.002, dan variabel labelling terhadap risiko penularan covid-19 (obtaining remedies) didapatkan nilai p=0.000, dan pada variabel labelling terhadap risiko penularan covid-19 (taking action) di dapatkan nilai p= 0.002 dengan nilai Chi-Square < (p,α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Self Commitment dan Labelling terhadap risiko penularan covid-19 pada Perawat di Rumah Sakit TK II Pelamonia.
Assesment Persepsi Sakit Dan Perilaku Pencarian Perawatan (Health Care Seeking) Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar khadjirah, sitti; Haskas, Yusran; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i4.918

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) yang kita kenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relative. Untuk mengetahui persepsi sakit dan perilaku pencarian perawatan (Health Care Seeking) pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan penelitian survey anallitik, Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menggunakan nilai mean yaitu Positif jika ≥ 66,25 Negative jika skor ≤66,25. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa umur diatas 50 tahun dan jenis kelamin perempuan mayoritas menderita Diabetes Melitus Tipe II, Responden mayoritas memiliki Persepsi sakit Negatif dan Perilaku pencarian Perawatan (Health Care Seeking) mayoritas berkunjung ke petugas Kesehatan dan merasa sembuh setelah mengkonsumsi obat dan meminum obat sampai habis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Persepsi sakit negative yang paling sering dirasakan yaitu kurangnya pengetahuan tentang Diabetes Melitus Tipe II sehingga Responden merasa cemas, takut, dan akan menjadi buruk setelah sakit, dan akan konsekuensi keungan yang seirius. Dalam Perilaku Pencarian Perawatan mayoritas penderita memilih untuk melakukan pengobatan di Petugas Kesehatan, Teratur mengkonsumsi obat dan patuh terhadap menggunakan obat
Analisis Disparitas Prevalensi Tuberculosis Paru Di Tinjau Dari Psikologikal Distress Dan Indikator Status Gizi (Body Mass Index, Lingkar Perut, Lila) Di Puskesmas Antang Kota Makassar Mutmainna, Mutmainna; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i3.1079

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang infeksinya dapat disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan sering ditemukan menyerang paru-paru namun dapat juga menyerang organ lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Disparitas Prevelensi Tuberkulosis Paru. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitaif, dengan rancangan survei yang menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Antang dan Puskesmas Perumnas Antang pada tanggal 06 Juni – 8 Juli 2022.Populasi dalam penelitian ini yang didapatkan sebesar 42 pasien yang melakukan pengobatan Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Antang Kota Makassar dan 39 pasien dan 39 pasien di Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang berobat di Puskesmas Antang Kota Makassar yaitu 42 pasien dan Pusksesmas Antang Perumnas yaitu 39 pasien.Pengumpulan data dengan metode ini menggunakan kuesioner.Pada hasil penelitian ini, 81 responden yang bervariasi dari tingkat tidak distress sampai distress berat. Tingkat stress dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 45.7% pada distress ringan. 81 responden yang bervariasi dari kurus sampai obesitas. IMT dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 55.6% responden yang mengalami Kurus atau underweight. Lingkar perut dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 54.3% responden yang mengalami lingkar perut Abnormal. LiLA dengan nilai tertinggi yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 76.5 % responden yang mengalami Kurus atau underweight. Kesimpulannya Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Tuberculosis Paru dengan tingkat psikologikal distress.
Analisis Disparitas Prevalensi Tuberculosis Paru Di Tinjau Dari Faktor Sosiodemografi nurhalisah, nurhalisah; Suarnianti, Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i3.1080

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian dan pembunuh utama penderita HIV di seluruh dunia, Bakteri penyebab tuberkulosis bisa hidup tahan lama di ruangan berkondisi gelap, lembab, dingin, dan tidak memiliki ventilasi yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui disparitas prevalensi tuberculosis paru, kaitannya dengan faktor sosiodemografi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, didapatkan 65 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kueioner dan lembar observasional dan dianalisis dengan T test. Hasil analisis menunjukkan disparitas yang signifikan ( p = 0.001) prevalensi TB paru ditinjau dari faktor sosiodemografi berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan, terdapat disparitas yang signifikan ( p = 0.001) Kesimpulan dalam penelitian ini adalah disparitas prevalensi tuberculosis paru, kaitannya dengan faktor sosiodemografi. Disparitas prevalensi di tinjau dari faktor sosiodemografi berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan terdapat hasil yang signifikan.
Hubungan Self Care Dengan Quality Of Life Serta Screening Risiko Ulkus Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Indah, Nirma; Haskas, Yusran; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i2.1248

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin yang dihasilkannya dengan baik. Penyakit Diabetes Melitus dapat berdampak pada Quality Of Life penderita seperti mempengaruhi kapasitas fungsional dan kesejahtaraan penderita. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan Quality Of Life adalah Self Care yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Self Care dengan Quality Of Life serta Screening risiko ulkus diabetik pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 Suku Bajo di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Bajoe Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Self Care dengan Quality Of Life Diabetes Melitus tipe 2 dengan nilai p=0,004. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan Self Care dengan Quality Of Life serta Screening risiko ulkus diabetik pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN QUALITY OF LIFE SERTA SCREENING RISIKO ULKUS DIABETIK PADA PENDETITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Muzdalifah, Muzdalifah; Haskas, Yusran; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i2.1250

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus yang merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin yang dihasilkannya dengan baik. Ada 7 perilaku utama dalam perawatan diri, yaitu: makan sehat (diet sehat), aktif (aktivitas fisik yang memadai), pemantauan (kontrol gula darah), minum obat (konsumsi obat anti-diabetes atau insulin, pemecahan masalah, koping sehat dan mengurangi risiko. edukasi self care berdampak positif pada perubahan gaya hidup dalam sikap dan perilaku untuk mencegah komplikas, sehingga menyebabkan peningkatan kualitas hidup baik secara mental maupun fisik. . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self care dengan quality of life serta screening risiko ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2 suku Makassar di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benteng Kab. Kepulauan Selayar. Desain penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan probality sampling dengan jumlah sampel 69 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik di dapatkan p = 0,039 < α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan self care dengan quality of life pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Pada Masyarakat Jeneponto Suku Makassar Lestari, Indah; Suarnianti; Restika BN, Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i1.1281

Abstract

Penyakit TB merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran napas pada semua kelompok usia dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi. Pasien menderita bukan hanya karena gejala penyakit, tetapi juga kerana penurunan kualitas hidup secara umum, sehingga perilaku pencarian pengobatan yang biasa dilakukan khususnya pada masyarakat yang suspek TB paru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita tuberculosis paru pada masyarakat Jeneponto suku Makassar di Puskesmas Bululoe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 penderita tuberculosis paru yang beretnis Makassar. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki treatment seeking behavior baik berjumlah 36 orang, dimana terdapat 61,1% memiliki quality of life yang baik dan 38,9% memiliki quality of life yang kurang. Sedangkan orang yang memiliki treatment seeking behavior kurang berjumlah 39 orang, dimana terdapat 25,6% memiliki quality of life yang baik dan 74,4% memiliki quality of life yang kurang. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita tuberculosis paru pada masyarakat Jeneponto suku Makassar di Puskesmas Bululoe. Diharapkan kepada penderita tuberculosis paru untuk lebih aktif dalam mencari treatment yang baik untuk penyakit tuberculosis melalui berbagai media, karena masih banyak masyarakat yang memiliki treatment seeking behavior kurang.