Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN Andi, Andi; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24742

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) SARNIATI, SARNIATI; HENDARTI, INDRI; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26308

Abstract

PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) Sarniati (1), Indri Hendarti (2), Tris Haris Ramadhan (2)(1) Mahasiswi Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianake-mail : sarniati.agro@gmail.com ABSTRAKKepik labu (L.australis F) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman labu air. Hama kepik labu menghisap buah tanaman labu air dan menyebabkan kualitas buahnya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi kepik labu (L. australis F.) terhadap gejala dan penurunan hasil buah labu air (L. siceraria). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman dan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama kurang lebih 4 bulan. Kepik labu diperoleh dari lapangan, kemudian diperbanyak di laboraturium hingga mendapatkan serangga instar 3 yang digunakan sebagai perlakuan. Tanaman labu air yang ditanam kurang lebih sebanyak 82 tanaman dengan penanaman secara bertahap hingga mendapatkan jumlah buah yang diinginkan yaitu sebanyak 72 buah labu air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 taraf perlakuan, 6 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu T0 (kontrol), T1 (2 ekor kepik), T2 (4 ekor kepik), dan T3 (6 ekor kepik). Variabel yang diamati meliputi gejala serangan, diameter buah, jumlah tusukan, panjang buah, berat bauh, dan perilaku serangga selama diinfestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan hasil terbesar yaitu pada perlakuan infestasi 6 ekor kepik labu sebesar 32,94 %, jumlah infestasi kepik labu yang sudah bisa menurunkan hasil yaitu infestasi sebanyak 2 ekor yang sudah mampu menurunkan hasil buah labu air sebesar 17,74%.Kata kunci: Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis (F), Labu air (L. siceraria).
KEBERADAAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) PADA PERTANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN GAMBUT DENGAN FREKUENSI APLIKASI PESTISIDA YANG BERBEDA Sari, Kurnia; Hendarti, Indri; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34349

Abstract

Kurnia Sari (1) Indri Hendarti (2) Tris Haris Ramadhan (2)(1)students of Agriculture Faculty(2)Lectures of Agriculture Faculty, Tanjungpura University Pontianak Email: kurnia_sari94@yahoo.com ABSTRACT Entomopathogenic nematodes are types of biological agents that live on the ground. The population can decrease exposure to chemicals in the form of pesticides that are too frequent. This study aims to determine the population density of EPN on peat land used for horticultural agriculture with the intensity of application of low, medium, and high pesticides (PI). The design of this study uses a Completely Randomized Design (CRD) with 3 preparations, and 15 replications, so that 45 samples will be obtained. Research parameters regarding bait insect mortality, population of NEP / ml, collection of NEP morphology, biochemical collection of bacterial symbionts, and soil analysis. The results showed that the highest PI was 51.7%, the lowest NEP density was 551 JI / ml and the lowest NEP diversity was only Steinernema carpocapsae. While on medium PI land and low PI land. mortality larvae reached 80.67 % and 78.7 %, and populations of 1.112 JI /ml and 752 JI / ml. The highest diversity was found in the medium PI land with two types of NEP, namely Steinernema carpocapsae and Heterorhabditis bacteriophora. While the abundance of the population of Steinernema carpocapsae is on low PI land. Keywords: NEP, Pesticide Intensity (PI), mortality, population.
KEEFEKTIFAN INSEKTISIDA SIPERMETRIN 100 g/l TERHADAP MORTALITAS ULAT GRAYAK Spodoptera lituraF PADA TANAMAN KEDELAI Kurniawan, Nyoman Budi; Hendarti, Indri; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.40442

Abstract

Spodoptera litura merupakah salah satu hama penting tanaman kedelai yang bisa merusak sampai 80%. Sipermetrin merupakan insektisida non-sistemik dan bekerja sebagai racun kontak dan racun lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan membunuh insektisida sipermetrin terhadap larva S litura.Penelitian ini dilaksanakan di Lahan dan Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompokdengan 4 taraf dan 1 kontrol dengan 5 ulangan yaitu (0,5 ml/l, 1 ml/l, 1,5 ml/l, dan 2 ml/l). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsentrasi insektisida yang efektif dalam mengendalikan larva S litura dengan aplikasi sebagai racun kontak adalah pada konsentrasi 2 ml/l dalam waktu 3 JSA sedangkan sebagai racun perut adalah pada konsentrasi 1,5 ml/l dan 2 ml/l dalam waktu 96 JSA. Kata kunci :insektisida sipermetrin, mortalitas, tanaman kedelai, ulat grayak
Biologi Ostrinia furnacalis (Lepidoptera : Pyralidae) Yang Dipelihara Dengan Pakan Buatan di Laboratorium MAYA, MAYA; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44115

Abstract

ABSTRAKOstrinia furnacalis merupakan hama utama pada pertanaman jagung dan dapat ditemukan di Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Timur, dan Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan reproduksi O. furnacalis yang dipelihara dengan pakan buatan di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang dimulai dari bulan Maret "“ Mei 2020. O. furnacalis dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 9 cm. Pakan yang digunakan berbahan dasar Phaseolus vulgaris L. dengan tambahan bahan-bahan pendukung lainnya menurut metode Salama (1970). Kemudian dilakukan perbanyakan serangga uji sampai mencapai F1. Selanjutnya dilakukan pengamatan kohort yang dilakukan dengan menggunakan 100 ekor instar 1 yang dipisah menjadi 10 ulangan. Satu ulangan terdiri dari 10 ekor larva dan dipisah secara individu per gelas . Variabel yang diamati adalah siklus hidup, mortalitas, nisbah sex, fekunditas, dan fertilitas telur. Hasil penelitian menunjukkan masa perkembangan O. furnacalis dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 25 "“ 36 hari, siklus hidup O. furnacalis dari telur sampai menghasilkan telur kembali berlangsung selama 31 "“ 37 hari rata-rata 33,90 hari, umur dari telur sampai individu mati berlangsung selama 31"“ 43 hari rata-rata 35,38 hari , stadium telur berkisar antara 3 "“ 5 hari rata-rata 4,18 hari. Larva terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (2 "“ 3 hari) rata-rata 2,69 hari, instar II (2 "“ 4 hari) rata-rata 3,10 hari, instar III (2 "“ 4 hari) rata-rata 3,02 hari, instar IV (3 "“ 4 hari) rata-rata 3,47 hari, instar V (6 "“ 12 hari), prapupa (1 "“ 3 hari) rata-rata 1,33 hari dan pupa (5 "“ 10 hari) rata-rata 7,23 hari. Lama hidup imago jantan berkisar antara 1 "“ 5 hari rata-rata 3,33 hari dan imago betina berkisar antara 1 "“ 9 hari rata-rata 4.44 hari. Periode pra peneluran berkisar antara 1 "“ 2 hari rata-rata 1,50 hari dan periode pasca peneluran berkisar antara 1 "“ 2 hari rata-rata 1,19 hari. Fertilitas telur dengan rata-rata 62,23%. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata 222. Kata Kunci : Biologi, O. furnacalis, Pakan Buatan, Phaseolus vulgaris L.
EFEKTIVITAS BERBAGAI DOSIS HERBISIDA CAMPURAN ATRAZIN DAN MESOTRION UNTUK MENGENDALIKAN GULMA DI LAPANGAN Darmawan, Ari; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49361

Abstract

Gulma yang tumbuh di lahan budidaya merupakan tumbuhan pengganggu dan menjadi salah satu kendala di dalam budidaya tanaman, sehingga perlu upaya pengendalian, salah satunya dengan campuran herbisida Mesotrion dan Atrazin. Pencampuran herbisida yang berbeda dapat meningkatkan efektivitas dan memperluas spektrum pengendalian gulma. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas herbisida campuran Mesotrion dan Atrazin dalam mengendalikan gulma di lapangan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dimulai dari bulan Februari-Juni 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf perlakuan yaitu campuran herbisida Mesotrion dan Atrazin p0(kontrol); p1 (1,00 l/ha); p2 (1,50 l/ha); p3 (2,00 l/ha); p4 (2,50 l/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali terdiri dari 1 unit satuan perlakuan. Variabel pengamatan terdiri dari analisis vegetasi, persentase kematian gulma, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian dosis herbisida campuran Mesotrion dan Atrazin sebanyak 2,50 l/ha efektif dalam mengendalikan gulma di lapangan dengan SDR gulma jenis daun lebar 22,13%, SDR gulma jenis rumput 42,45%, SDR gulma jenis teki 35,42%.Kata kunci : atrazin, gulma, mesotrion