Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EFEKTIVITAS BIOENKAPSULAN Metarhizium anisopliae SEBAGAI UMPAN PAKAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA Oryctes rhinoceros PADA MEDIA SERBUK GERGAJI DAN PUPUK KANDANG Aziz, Miftah Lutfi Abdul; Hendarti, Indri; Apindiati, Rita Kurnia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.104468

Abstract

One of the problems in oil palm cultivation is the attack of rhinoceros beetles (Oryctes rhinoceros) which can cause a decrease in oil palm production and productivity. Control of rhinoceros beetles can be done in various ways, one of which is biologically with the fungus Metarhizium anisopliae.This study aims to determine the effectiveness of the bioencapsulation (coating) of the fungus M. anisopliae in sawdust and manure compost media as feed bait in controlling O. rhinoceros pests. This study was conducted from February 27, 2024 to October 25, 2024 at the Plant Pest Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University using the Completely Randomized Design method with 6 levels, the treatment was repeated 5 times that the total units observed in this study were 30 units, 1 research unit contained 10 O. rhinoceros larvae, with the number of larvae tested being 300. The results showed that administering M. anisopliae bioencapsulant to second and third instar O. rhinoceros larvae was effective at a concentration of 108 conidia/ml. This bioencapsulant was able to control the population up to 82% in sawdust compost media (A4) and 76% in cow manure compost media (A5) within 12 days at a dose of 17 g per 10 larvae.
PENGARUH EKSTRAK SERAI DAPUR, BABANDOTAN DAN KOMBINASINYA TERHADAP HAMA KUTU DAUN (Aphis gossypii) CABAI Lara, Lara; Hernowo, Kukuh; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105681

Abstract

Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama pada tanaman cabai yang berpotensi menurunkan hasil produksi. Penggunaan insektisida sintetik secara berlebihan menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak serai dapur, ekstrak babandotan dan kombinasinya terhadap kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan, yaitu kontrol, ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) 10%, ekstrak babandotan (Ageratum conyzoides L.) 10%, serta kombinasi serai dapur 5% + babandotan 5%. Pengujian dilakukan dengan metode pencelupan daun dan pengamatan hingga 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak nabati meningkatkan mortalitas dan kecepatan kematian kutu daun dibandingkan kontrol. mortalitas tertinggi sebesar 36,89%, nilai kecepatan kematian tercepat yaitu 2,43, serta nilai rerata efikasi sebesar 35,37% pada pengamatan 48 jam. Perlakuan kombinasi ekstrak serai dapur dan babandotan menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak serai dapur tunggal, namun masih lebih rendah dibandingkan ekstrak babandotan tunggal.
APLIKASI DOLOMIT DAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VARIETAS VIMA 4 PADA TANAH GAMBUT Tarumpu, Kristoforus Sarabu Sarang; Susana, Rini; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105963

Abstract

Tanah gambut memiliki kendala pH rendah dan tingkat porositas tinggi. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan dan hasil kacang hijau, diperlukan upaya untuk memperbaiki kondisi tanah gambut. Pemberian dolomit dapat meningkatkan pH lahan gambut yang rendah dan pemberian biochar tongkol jagung dapat menurunkan porositas yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik antara dolomit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau var. Vima-4 pada tanah gambut. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dolomit (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (d1 = 15,6 ton/ha), (d2 = 21,1 ton/ha), (d3 = 26,7 ton/ha) dan biochar tongkol jagung (b) dengan 3 taraf perlakuan (b1 = 7,5 ton/ha), (b2 = 15 ton/ha), (b3 = 22,5 ton/ha), diulang tiga kali dengan empat sampel tanaman per unit. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dolomit dan biochar tongkol jagung. Namun, didapatkan dosis dolomit dan biochar tongkol jagung secara tunggal yang efektif yaitu, 15,6 ton/ha dolomit dan 7,5 ton/ha biochar tongkol jagung.
FLUKTUASI POPULASI KUTU DAUN Toxoptera citricidus (Kirkaldy) PADA TANAMAN JERUK SIAM -, Sudarwadi; Hendarti, Indri; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2493

Abstract

Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah salah satu pengendalian hama yang lebih baik dan aman. Keberhasilan dalam PHT sangat tergantung pada pemahaman ekologi hama yang akan dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi populasi kutu daun T.citricidus pada tanaman jeruk siam.. Penelitian dilakukan selama dua bulan dimulai bulan September- Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan cara mengamati langsung di pertanaman jeruk di Desa Pangkalan Kongsi. Tanaman sampel yang diamati 10 % dari keseluruhan jumlah tanaman pada kebun milik petani. Pengamatan dilakukan terhadap ketersediaan sumber makanan yang ada yaitu tunas dan daun muda dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban dan curah hujan serta predatornya yaitu family Coccinellidae dan Syrphidae. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, dapat diketahui bahwa rerata jumlah tunas, daun muda, predator, suhu, kelembaban dan curah hujan dapat mempengaruhi kelimpahan populasi kutu daun T.citricidus. Populasi T.citricidus 637.1 ekor didapatkan pada kondisi rerata jumlah tunas 28.1, predator 28 ekor, suhu 310 C, kelembaban 75 % serta rata-rata curah hujan 253 mm/bulan. Kata Kunci : Perkembangan Populasi, T.citricidus, Faktor Lingkungan
PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA 2,4 D TERHADAP PERTUMBUHAN CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) SECARA In Vitro Perwitasari, Maya; Hendarti, Indri; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5355

Abstract

Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan salah satu cendawan entomopatogen. Cendawan ini banyak ditemukan didalam tanah. Salah satu faktor penghambat pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) adalah adanya senyawa kimia. Herbisida 2,4 D merupakan herbisida sintetik untuk mengendalikan gulma. Herbisida 2,4 D selain beracun terhadap gulma, herbisida ini diduga juga dapat bersifat racun terhadap M. anisopliae (Metsch.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi herbisida 2,4 D terhadap pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dengan metode peracunan media. Konsentrasi herbisida 2,4 D yang digunakan adalah 0,02%, 0,15%, 0,20%, 0,40%, 0,50% tiap-tiap perlakuan diulang lima kali. Pengamatan dilakukan mulai dari hari ke 4 setelah isolasi, dengan selang waktu dua hari selama 14 hari. Variabel pengamatan meliputi rata-rata diameter pertumbuhan, hari terbentuknya spora, jumlah spora dan morfologi cendawan secara makro dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi maka pertumbuhan diameter cendawan semakin terhambat, pembentukan spora menjadi terhambat dan jumlah spora menjadi berkurang, namun konsentrasi herbisida tidak berpengaruh terhadap bentuk spora. Kata Kunci :Daya hambat cendawan, Herbisida 2,4 D, Metarhizium anisopliae
UJI PERSISTENSI ISOLAT BAKTERI ENTOMOPATOGEN TERHADAP LARVA Crocidolomia pavonana (F.) sapransyah, gusti agus; Hendarti, Indri; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5575

Abstract

ABSTRAK Persistensi merupakan faktor yang sangat penting dalam pengendalian hama di lapangan, semakin tinggi tingkat persistensinya semakin tinggi pula keberhasilan dalam mengendalikan hama di lapangan. Pada umumnya insektisida biologi yang bersumber dari mikroorganisme belum diketahui secara pasti tentang persistensinya di lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persistensi bakteri entomopatogen terhadap larva Crocidolomia pavonana (F) pada permukaan tanaman brokoli di lapangan. Metode pengujian yang dilakukan adalah metode force feeding. Serangga uji larva instar II dipaksa untuk memakan daun yang telah disemprtotkan isolat bakteri (residu pada daun). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu selang waktu antara aplikasi bakteri dengan infestasi hama C. pavonana dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil dari pengujian yang dilakukan ternyata bakteri yang diujikan mempunyai daya persistensi yang cukup tinggi di lapangan. Hal ini terlihat dari mortalitas larva C. pavonana pada selang waktu perlakuan 14 hari, kematian yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada larva masih mencapai 52%. Kata Kunci : Bakteri entomopatogen, Crocidolomia pavonana (F), Persistensi.
Uji Patogenisitas Metarhizium anisopliae terhadap Larva Kumbang Janur Kelapa (Brontispa longissima Gestro.) Adawiyah, Annisa Atul; Hendarti, Indri; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9092

Abstract

ABSTRAK Metarhizium anisopliae merupakan cendawan entomopatogen yang dapatmenginfeksi banyak jenis serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas M.anisopliae dalam mengendalikan larva hama kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestro.) Hama kumbang janur kelapa merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa. Penelitian berlangsung selama tiga bulan di Laboratorium Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak. Kegiatan meliputi uji pendahuluan menggunakan 6 perlakuan konsentrasi konidia dengan 3 ulangan dan didapatkan LC50 kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan kisaran di antara LC50 dengan nilai 6,1 x 104Metode aplikasi yang digunakan adalah metode semprot langsung pada 10 larva uji yang sudah ada di lipatan janur dalam cawan petri. Variabel pengamatan meliputi persentase mortalitas larva, viabilitas spora, persentase pupa yang dihasilkan, dan persentase imago yang dihasilkan. Data yang didapatkan terlebih dahulu dikoreksi dengan menggunakan rumusAbbott"™s kemudian dianalisis menggunakan Statistical Analysis System (SAS).Pada konsentrasi 6,1 x 106 konidia/ml dapat menyebabkan kematian 95% sedangkan pada konsentrasi 6,1 x 102 konidia/ml menyebabkan kematian 45%. Semakin tinggi konsentrasi konidia M.anisopliae makapersentase pupa dan imago yang terbentuk semakin rendah sedangkan viabilitas dari konidia yang digunakan termasuk kategori baikdengan nilai 66.32%.
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA steinernema siamkayai ISOLAT TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP spodoptera litura fabricius nuaristi, della; hendarti, indri; rianto, fajar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15841

Abstract

Nematoda patogen serangga (NPS) S. siamkayai merupakan salah satu musuh alami yang berpotensi sebagai agen pengendali hama tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk menguji patogenesitas S. siamkayai isolat tanah podsolik merah kuning terhadap S. litura F. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan (150 Ji/ml, 300 Ji/ml, 600 Ji/ml dan 1200 Ji/ml) dengan 7 kali ulangan. Pengujian patogenesitas dilakukan terhadap larva S. litura F instar 3. Patogenesitas nematoda diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi. Gejala larva S. litura F yang terserang nematoda S. siamkayai menunjukkan gejala perubahan aktivitas larva yang menurun serta ukuran tubuh yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi nematoda, menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, dan tidak terdapat perbedaan antara tingkat konsentrasi. Setelah 15 hari perlakuan konsentrasi 300 Ji/ml menghasilkan jumlah Ji tertinggi yakni 8915. Periode letal mencapai 11,192 hari dan virulensi 0.089. Kata kunci : mortalitas, NPS, periode letal, virulensi,
UJI EFEKTIVITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapcae) DARI TANAH GAMBUT TERHADAP Spodoptera litura Fabricius PADA TANAMAN SAWI MINGGU, AHMAD; HENDARTI, INDRI; SARBINO, SARBINO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.21956

Abstract

Nematoda Patogen Serangga (NPS) merupakan pengendali hama yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bagi insektisida kimia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas isolat Steinernema carpocapsae yang berasal dari tanah gambut. Percobaan dilakukan di rumah kaca tanaman sayuran, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dari bulan April sampai dengan Juni 2017. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kepadatan populasi nematoda yang diuji terhadap larva S. litura F. adalah 150, 300, 600, 1200 dan 2400 JI/ml serta kontrol tanpa pemberian S. carpocapsae maupun S. litura F. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat kepadatan Nematoda S. carpocapsae yang diinvestasikan menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, perlakuan 2400 Ji/ml memiliki waktu kematian tercepat dalam jangka waktu 2 hari dan perlakuaan tersebut menunjukan jumlah nematoda tertinggi dan S. carpocapsae pada tingkat kepadatan populasi S. carpocapsae 600 JI/ml efektif terhadap larva S. litura F. dengan mortalitas larva 56%. Kata kunci : Rumah kaca, Sawi, S. carpocapsae, dan S. litura F.
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (NPS) Steinernema carpocapsae ISOLAT TANAH GAMBUT TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L. LILI, LILI; HENDARTI, INDRI; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22322

Abstract

UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (NPS) Steinernema carpocapsae ISOLAT TANAH GAMBUT TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L.Lili(1), Indri Hendarti(2), dan Tris Haris Ramadhan(2)ABSTRAKNematoda patogen serangga (NPS) merupakan salah satu agens hayati yang berpotensi dalam mengendalikan hama tanaman, contohnya seperti P. xylostella. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh patogenisitas NPS isolat tanah gambut terhadap mortalitas P. xylostella . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan ( 0 Ji/ml (kontrol), 50 Ji/ml, 100 Ji/ml, 200 Ji/ml, 400 Ji/ml dan 800 Ji/ml) dengan 5 kali ulangan. Pengujian dilakukan menggunakan larva P. xylostella instar III. Efektivitas suspensi NPS diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi, jumlah NPS yang keluar, jumlah pupa dan jumlah imago yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan konsentrasi NPS maka semakin tinggi mortalitas P. xylostella. Konsentrasi 800 Ji/ml memiliki nilai mortalitas tertinggi yaitu 94 % sedangkan konsentrasi 50 JI/ml memiliki nilai mortalitas terendah yaitu 40 %. Periode letal yang dihasilkan NPS dalam membunuh serangga uji rata - rata 3 hari setelah infeksi. Rerata jumlah NPS yang keluar menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi NPS yang diberikan maka jumlah NPS yang keluar semakin banyak. Rerata NPS keluar per ekor pada konsentrasi 800 Ji/ml 1170,60 ekor dan konsentrasi 50 Ji/ ml 422,00 ekor. Suspensi NPS sangat mempengaruhi perkembangan P. xylostella sehingga pupa dan imago yang dihasilkan tidak sempurna.Kata Kunci : Mortalitas, NPS isolat tanah gambut, Periode letal, P. xylostella, Virulensi