Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

THE EFFECT OF CRESCENT KICK TRAINING WITH LADDER DRILL AND RESISTANCE BAND TOWARDS CRESCENT KICK SPEED RESULTS OF MALE STUDENTS OF TAPAKSUCI EXTRACURRICULAR IN SMP QUR`AN DARUL IKHLAS PRINGSEWU DISTRICT : PENGARUH LATIHAN TENDANGAN SABIT DENGAN ALAT BANTU LADDER DRILL DAN RESISTANCE BAND TERHADAP HASIL KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER TAPAKSUCI DI SMP QUR`AN DARUL IKHLAS KABUPATEN PRINGSEWU Ramadhan, Zulfan; Joan Siswoyo; Candra Kurniawan; Lungit Wicaksono
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 25 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v25i2.4758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan tendangan sabit dengan alat bantu ladder drill dan resistance band terhadap hasil kecepatan tendangan sabit pada siswa putra ekstrakurikuler tapak suci di SMP Qur’an Darul Ikhlas Kabupaten Pringsewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh yang signifikan latihan tendangan sabit dengan alat bantu ladder drill terhadap hasil kecepatan tendangan sabit pada siswa putra ekstrakurikuler tapak suci di SMP Qur’an Darul Ikhlas Kabupaten Pringsewu dengan nilai T hitung = 10,330 > T tabel = 2,144. 2) ada pengaruh yang signifikan latihan tendangan sabit dengan alat bantu resistance band terhadap hasil kecepatan tendangan sabit pada siswa putra ekstrakurikuler tapak suci di SMP Qur’an Darul Ikhlas Kabupaten Pringsewu dengan nilai T hitung = 12,934 > T tabel = 2,144. 3) ada perbedaan yang signifikan yaitu latihan tendangan sabit dengan alat bantu resistance band lebih berpengaruh daripada latihan ladder drill terhadap hasil kecepatan tendangan sabit pada siswa putra ekstrakurikuler tapak suci di SMP Qur’an Darul Ikhlas Kabupaten Pringsewu dengan nilai T hitung = 2,761 > T tabel = 2,144 Kata kunci: ladder drill, resistance band, tendangan sabit
PENGARUH LATIHAN PUSH-UP TERHADAP KECEPATAN PUKULAN GYAKU-TSUKI CABANG OLAHRAGA KARATE PADA EKSTRAKURIKULER KARATE DI SMA KEBANGSAAN LAMPUNG SELATAN Alfinto Kurniawan; Marta Dinata; Candra Kurniawan; Fransiskus Nurseto
Jurnal Ilmiah Bina Edukasi Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat (DRPM) Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/pf9y3n85

Abstract

The method used was quantitative based on experiments. The instrument used was a stopwatch. The resultsof this study showed that (1) There was a significant effect of the push-up training treatment group on the speed of Gyaku-tsuki strikes in karate extracurricular students at SMA Kebangsaan Kabupaten Lampung Selatan. With a t-test result of 5% significance (0.05), the calculated t-value was 10.555 > the table t-value = 2.145. (2) There is a significant effect of the control group or no treatment on the Gyaku-tsuki punch speed of karate extracurricular students at SMA Kebangsaan Kabupaten Lampung Selatan. With a t-test at the 5% significance level (0.05), the calculated t-value is 3.643 > the table t-value = 2.145. (3) There is a significant difference between the treatment group and the control group in terms of the speed of the Gyaku-tsuki punch among karate extracurricular students at SMA Kebangsaan Kabupaten Lampung Selatan. With a two-tailed test (significance level = 0.025), the calculated t-value is 2.101 > t-table = 2.048.
Simulasi Injeksi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis serta Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia : (Analisis Input-Output) Sabrina Do Miswa; Candra Kurniawan
BESTARI BPS Kalimantan Timur Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 01 (2025): Bestari 9th Edition
Publisher : BPS Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the economic impact of the Free Nutritious Meal (MBG) Program budget injection policy in Indonesia using an input-output (IO) model. Simulations were conducted across 17 economic sectors under four budget distribution scenarios, focusing on Sector A (Agriculture, Forestry and Fisheries) and Sector C (Processing Industry). The results indicate that each scenario produces different effects on output, gross value added (GVA), income, and employment. The scenario with the largest allocation to Sector C significantly boosts its output but is less optimal in the long run. Conversely, scenarios allocating more funds to Sector A generate broader impacts on food security and employment absorption. Policy implications include optimizing MBG budget distribution, providing incentives for farmers and food SMEs, and strengthening food infrastructure and supply chains. Additionally, integrating the MBG program with sustainable food security strategies and nutrition education is essential to enhance its effectiveness. With the right approach, the MBG program can contribute to food security, economic well-being, and the achievement of sustainable development goals in Indonesia.
PENGARUH RESSISTANCE BAND TERHADAP HASIL CAPAIAN RENANG 25 METER GAYA DADA CLUB BABE SWIMMING SCHOOL Wandha azura; Lungit Wicaksono; Candra Kurniawan; Dwi Priyono
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v11i2.4239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan resistance Band terhadap kecapatan renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school. Berdasarkan analisis menujukan bahwa latihan Resistance Band tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemapuan kecepatan renang gaya dada 25 meter pada atlet club babe swimming school. Pada penelitian ini peneliti mengunakan metode penelitian kuantitatif ekperimen. Analisis data dilakukan dengan uji-t menggunakan SPSS 25 untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric dengan mengunakan Resisitance band terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school atlet. Hasil uji-t menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada atlet. Hal ini menujukan dengan nilai t hitung 5.050 t tabel 2.262 berarti ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian hipotetis yang berbunyi ada pengaruh signifikan latihan resisitance band terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school dinyatakan diterima. Artinya penetapan latihan Resistance Band memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school. Sedangkan hasil uji-t kelompok kontrol diunjukan dengan nilai t hitung untuk hasil capaian renang gaya dada 25 meter adalah t hitung 1.826 t tabel 2.262 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelompok kontrol terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini adanya pengaruh latihan Resisitance Band terhadap peningakatan hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school.
PENGARUH RESSISTANCE BAND TERHADAP HASIL CAPAIAN RENANG 25 METER GAYA DADA CLUB BABE SWIMMING SCHOOL Wandha azura; Lungit Wicaksono; Candra Kurniawan; Dwi Priyono
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v11i2.4239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan resistance Band terhadap kecapatan renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school. Berdasarkan analisis menujukan bahwa latihan Resistance Band tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemapuan kecepatan renang gaya dada 25 meter pada atlet club babe swimming school. Pada penelitian ini peneliti mengunakan metode penelitian kuantitatif ekperimen. Analisis data dilakukan dengan uji-t menggunakan SPSS 25 untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric dengan mengunakan Resisitance band terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school atlet. Hasil uji-t menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada atlet. Hal ini menujukan dengan nilai t hitung 5.050 t tabel 2.262 berarti ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian hipotetis yang berbunyi ada pengaruh signifikan latihan resisitance band terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school dinyatakan diterima. Artinya penetapan latihan Resistance Band memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school. Sedangkan hasil uji-t kelompok kontrol diunjukan dengan nilai t hitung untuk hasil capaian renang gaya dada 25 meter adalah t hitung 1.826 t tabel 2.262 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelompok kontrol terhadap hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini adanya pengaruh latihan Resisitance Band terhadap peningakatan hasil capaian renang gaya dada 25 meter pada club babe swimming school.
The Effect Of Ball Feeling Training On The Dribbling Ability Of Futsal Extracurricular Students At Sma It Ar Raihan Bandar Lampung Jihad Akbar; Tarigan, Herman; Candra Kurniawan; Nurseto, Frans
Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jpj.v6i2.4485

Abstract

This study aims to determine the effect of ball feeling training on the dribbling ability of futsal extracurricular students at SMA IT Ar-Raihan Bandar Lampung. Dribbling is one of the important basic techniques in futsal that requires good ball control. However, there are still many students who have not been able to dribbling optimally. Ball feeling training is believed to be able to improve ball control and player sensitivity to the ball while playing. This study used a quasi-experimental method with a preTest-postTest control group design. The research subjects were 22 students who were divided into two groups, namely the experimental group (ball feeling training) and the control group. The research instrument used a zig-zag dribbling Test to measure dribbling ability before and after treatment. The results of the t-Test showed that there was a significant effect on the experimental group with a calculated t value = 4.884> t table = 2.228, which means that ball feeling training significantly improved students' dribbling ability. In contrast, the control group did not show a significant increase with a calculated t value = 0.634 <t table = 2.228. In addition, the comparison Test between the two groups in the final Test showed a significant difference with a calculated t value = 4.114 > t table = 2.086. This finding proves that ball feeling training is effective in improving dribbling skills in adolescent futsal players.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN PROVINSI LAMPUNG Luthfiyyah Arij Wardani; Joan Siswoyo; Candra Kurniawan
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v11i2.4604

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa sekolah menengah atas di perkotaan dan pedesaan Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif tentang tingkat kebugaran jasmani siswa di perkotaan dan pedesaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 2.435 siswa, dengan mangambil sampel sebanyak 100 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes dengan instrumen Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase EF, untuk anak SMA/SMK dari Kemdikbud. Teknik analisis data menggunakan analisis uji t melalui prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan analisis hasil penelitian TKSI yang diperoleh rata-rata nilai kebugaran jasmani siswa laki-laki perkotaan sebesar 15,28 dan pedesaan sebesar 18,4. Sedangkan rata-rata nilai kebugaran jasmani siswa perempuan perkotaan sebesar 14,36 dan pedesaan sebesar 17,04. Siswa pedesaan yang memiliki aktivitas fisik yang lebih banyak, asupan gizi dan makanan yang lebih baik, lingkungan dan kondisi geografis yang mendukung, ternyata memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik daripada siswa perkotaan. Sehingga berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa terdapat perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa perkotaan dan pedesaan.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN PROVINSI LAMPUNG Luthfiyyah Arij Wardani; Joan Siswoyo; Candra Kurniawan
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v11i2.4604

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa sekolah menengah atas di perkotaan dan pedesaan Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif tentang tingkat kebugaran jasmani siswa di perkotaan dan pedesaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 2.435 siswa, dengan mangambil sampel sebanyak 100 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes dengan instrumen Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase EF, untuk anak SMA/SMK dari Kemdikbud. Teknik analisis data menggunakan analisis uji t melalui prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan analisis hasil penelitian TKSI yang diperoleh rata-rata nilai kebugaran jasmani siswa laki-laki perkotaan sebesar 15,28 dan pedesaan sebesar 18,4. Sedangkan rata-rata nilai kebugaran jasmani siswa perempuan perkotaan sebesar 14,36 dan pedesaan sebesar 17,04. Siswa pedesaan yang memiliki aktivitas fisik yang lebih banyak, asupan gizi dan makanan yang lebih baik, lingkungan dan kondisi geografis yang mendukung, ternyata memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik daripada siswa perkotaan. Sehingga berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa terdapat perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa perkotaan dan pedesaan.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN AP CHAGI PADA TAEKWONDO UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG Rahma Cahyani; Candra Kurniawan; Riyan Jaya Sumantri; Joan Siswoyo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41135

Abstract

This study aimed to develop and examine the effectiveness of an agility ladder training model in improving the speed of ap chagi kicks among Taekwondo athletes of the Student Activity Unit at the University of Lampung. The research employed a Research and Development (R&D) approach, including needs analysis, product design, expert validation, product revision, and field testing. The research subjects consisted of taekwondo and learning experts as validators, as well as Taekwondo athletes as trial participants. Data were collected using expert validation questionnaires and ap chagi kick speed tests. Data analysis was conducted using descriptive quantitative techniques with percentage calculations to determine the feasibility and effectiveness of the developed training model. The results indicated that the agility ladder training model was considered feasible based on expert evaluations and effective in improving athletes’ ap chagi kick speed. Therefore, the developed training model can be applied as an alternative training method to enhance taekwondo kick performance in university settings.
ANALISIS TINGKAT RISIKO CEDERA OVERUSE BERDASARKAN FAKTOR LATIHAN PADA PEMAIN SEKOLAH SEPAK BOLA AD’SPORT SOCCER SCHOOL Kiki Wulandari; Joan Siswoyo; Muhammad Fajril Rifaldo; Candra Kurniawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41555

Abstract

This study aims to determine the level of overuse injury risk and to analyze train-ing factors related to the level of overuse injury risk. The population in this study consists of Ad’Sport Soccer School players aged 13-17 years, totaling 30 players, with a total sampling method where the entire population is used as the sample. The research method used is quantitative descriptive. The instrument employed to collect data is a closed questionnaire, with data analysis using descriptive statis-tical percentages. The results of the study indicate that the level of overuse injury risk based on training factors, as assessed from all indicators, falls into the very high category, with a percentage of 33%, corresponding to 10 players. The risk of overuse injury, assessed from the warm-up and cool-down indicators, falls into the very high category at 30%, corresponding to 9 players. The risk of overuse injury, evaluated from the training frequency indicator, is categorized as low at 40%, corresponding to 12 players. The risk of overuse injury, based on the train-ing duration indicator, is categorized as moderate at 40%, corresponding to 12 players. The training intensity indicator is categorized as moderate at 43%, cor-responding to 13 players. The rest and recovery indicator is categorized as low at 30%, corresponding to 9 players. Overall, the risk of overuse injury is catego-rized as moderate at 37%, corresponding to 11 players.