Daniel Budiana
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Cybercrime Dalam Film Searching Tjia Maissy Carreta; Lady Joanne Tjahyana; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Cybercrime direpresentasikan melalui film Searching. Film sebagai komunikasi digunakan sebagai penyampai pesan, dalam penelitian ini digunakan sebagai penyampaian pesan penggambaran cybercrime. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika John Fiske, dengan menggunakan tiga kode-kode televisi, yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti melihat adanya konsep cybercrime yang digambarkan dalam film Searching. Teori yang digunakan adalah representasi, cybercrime dan semiotika John Fiske. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat upaya penciptaan post-truth, masalah keamanan pribadi seperti keamanan identitas dan privasi, masalah hak cipta foto, pelanggaran kebijakan, malware yang digambarkan sebagai cybercrime.
Penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film kartini Kevin Vielden Minanlarat; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.029 KB)

Abstract

Pada norma masyarakat di Indonesia mengenai hak-hak yang didapat oleh kaum adam dan hawa, sebagian besar akan berpihak pada posisi laki-laki dan semakin merugikan peran serta posisi dari perempuan. Setelah banyaknya penindasan dan stereotip terhadap kaum feminim, maka lahirlah stereotipe baru. Hal tersebut ditandai dengan munculnya pergerakan feminisme di seluruh dunia. Adapun pergerakan ini ditandai dengan kampanye yang didalamnya termasuk film. Meskipun masyarakat sekarang yang majemuk, tetapi terdapat film yang masih mengangkat kisah penindasan tradisional kaum feminim. Salah satunya melalui kisah pahlawan nasional Indonesia yaitu Kartini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film Kartini. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah reception analysis dengan menggunakan paradigma encoding-decoding. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka hasil penelitian yang diperoleh adah Mellisa dan Kustivah berada pada penerimaan dominant, sedangkan Barbalina memiliki penerimaan negotiated. Adapun penerimaan mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni Feel of experience, frame of reference, komunikasi sosial, significant others, serta konteks yang dimiliki setiap informan seperti budaya, pekerjaan, dan pendidikan.
Representasi Budaya Jawa dalam Film Tilik Maudy Christina Johanna Wuwung; Daniel Budiana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada 17 Agustus 2020 lalu, media sosial Youtube di Indonesia sempat diramaikan dengan Film pendek yang berjudul Tilik, Film ini mengisahkan sekelompok ibu-ibu yang tinggal dalam satu desa berencana untuk menjenguk Bu Lurah yang dikabarkan masuk rumah sakit. Sekelompok ibu- ibu ini melakukan perjalanan ke rumah sakit menggunakankendaraan truk milik seorang warga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran Budaya Jawa dalam film Tilik. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan adalah semiotika dengan kode televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu realitas, level representasi, dan level ideologi. Peneliti menggunakan karakteristik Budaya Jawa milik Thomas Wiyasa Bratawijaya untuk menemukan penggambaran Budaya Jawa dalam film Tilik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana representasi Budaya Jawa dalam film Tilik dengan menggambarkan orang Jawa sebagai sosok yang diajarkan untuk berbuat baik, taat beragama, saling membantu, dan selalu menjaga perkataannya.
Penerimaan Audience Mengenai Mental Illness Dalam Film The Joker Steyer Noya; Gatut Priyowidodo; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental illness masih menjadi perbincangan yang tabu untuk dibicarakan di Indonesia. Film The Joker menampilkan penggambaran mengenai mental illness yang dimaknai secara berbeda oleh audience. Pemaknaan oleh audience dilatarbelakangi oleh tingkat pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan in-depth interview. Metode yang digunakan adalah Reception Analysis. Informan dari penelitian ini adalah audience yang pernah menonton film The Joker. Keempat informan yang berasal dari latar belakang yang berbeda memiliki penerimaan yang cukup beragam, ada yang dominant dan negotiated. Penerimaan para informan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu field of experience, frame of references dan dampak dari media yang ditonton.
Representasi Rasisme dalam Film Woodlawn Ancilla Evelyn; Gatut Priyowidodo; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Woodlawn merupakan film dengan genre drama olahraga bernuansa religi yang berlatar belakang pada tahun 1973 di Amerika Selatan. Film ini menceritakan tentang proses desegregasi di Brimingham, Alabama di sekolah Woodlawn. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana rasisme yang digambarkan pada film Woodlawn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam film tersebut. Berdasarkan 3 level John Fiske dapat ditarik kesimpulan penggambaran rasisme dibagi dalam dua bidang yaitu pendidikan dan olahraga. Kulit hitam dianggap tidak pintar dalam hal akademis dan dianggap tidak memiliki kemampuan dalam bidang olahraga yang setara dengan kulit putih.
Analisis Isi Kekerasan dalam Film Animasi Despicable Me 3 Poppy Wahyuni; Chory Angela Wijayanti; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.148 KB)

Abstract

Dengan adanya fenomena film animasi anak yang menampilkan kekerasan dan beredar di masyarakat, penelitimenemukan satu film animasi yang menarik untuk diteliti yaitu Despicable Me 3.Film ini menimbulkan konspirasi Freemason dan menimbulkan pro kontra dalm masyarakat, namun mampu meraih beberapa penghargaan dan berada di puncak Box Office Amerika dan bioskop Indonesia pada juli 2017, hingga meraih 3,8 juta penonton dalam dua pekan. Dengan menggunakan metode analisis isi, peneliti menghitung frekuensi dan jenis atau bentuk kekerasan yang muncul dalam film ini supaya dapat mengetahui bentuk kekerasan apa beserta frekuensinya yang muncul dalam film dnegan rating Semua Umur (SU). Dari penelitian ini ditemukan frekuensi kekerasan fisik menduduki yang tertinggi yaitu sebanyak 45 kali dari total 66 kali muncul adegan kekerasan dalam 28 scene dengan total scene 78.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa film ini menampilkan kekerasan meskipun memiliki rating Semua Umur (SU) yang berarti dapat dikonsumsi oleh anak dibawah umur.
Pengaruh Terpaan Media Terhadap Sikap Masyarakat Surabaya Pada Program Religi “Kata Ustadz Solmed” Di SCTV Angga Rakadiwak Tusan; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV merupakan sebuah talkshow siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Sholeh Mahmoed. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terpaan media terhadap sikap masyarakat Surabaya pada program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatif untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan pengaruh variabel terpaan media terhadap sikap masyarakat Surabaya pada program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa terpaan media memberikan pengaruh yang kuat terhadap sikap masyarakat Surabaya pada program religi “Kata Ustadz Solmed” di SCTV. Hal ini disebabkan karena masyarakat Islam Surabaya menunjukkan sikap yang positif terhadap program tersebut dengan menyukai dan mengetahui faktor-faktor yang mendukung program acara tersebut.
Analisis Isi Kekerasan Dalam Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Lukas Hartono; Chory Angela Wijayanti; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.694 KB)

Abstract

Film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss: Part 1 merupakan film komedi Indonesia yang cukup digemari dimasyarakat hal itu ditandai dengan adanya prestasi sebagai film terlaris sepanjang perjalanan perfilman di Indonesia. Akan tetapi film tersebut tidak terlepas dari adanya muatan pesan kekerasan yang timbul didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk kekerasan dan jenis kelamin pelaku dan juga korban kekerasan yang terdapat dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan definisi kekerasan milik Weiner, Zahn dan Sagi dengan indikator kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, kekerasan finansial, kekerasan spiritual, dan kekerasan fungsional yang diutarakan oleh Poerwandari. Selain itu untuk indikator jenis kelamin pelaku dan korban kekerasan dengan indikator laki-laki, dan perempuan yang terdapat dalam Sunarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, kekerasan psikologis menjadi indikator kekerasan yang mendominasi dalam film ini sejumlah 49 pesan kekerasan dari seluruhan adegan dan 64% dari keseluruhan pesan kekerasan. Jenis kelamin pelaku serta korban kekerasan keduanya didominasi oleh pemeran berjenis kelamin laki-laki. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki terjadi sebanyak 70 kali dan tindak kekerasan yang dialami korban kekerasan adalah sebanyak 66 kali dalam total keseluruhan adegan.
Representasi Kekerasan Dalam Film “The Secret Life Of Pets” Fransisca Prayogo; Chory Angela Wijayanti; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.714 KB)

Abstract

Sebagai salah satu media komunikasi massa, film dapat memberikan manfaatnya dalam berbagai materi ajar. Film animasi secara khusus dianggap oleh orang tua sebagai film yang aman untuk anak, Namun sangat disayangkan bahwa film animasi sebenarnya bisa memaparkan tindakan – tindakan kekerasan dan dapat ditiru oleh anak – anak. Film “The Secret Life of Pets” yang merupakan film unggulan dari Illumination Entertaiment di tahun 2016 tentunya tidak luput untuk di kaji. Dimana tujuan penelitian ini nantinya untuk mengetahui representasi kekerasan dalam film “The Secret Life of Pets”. Kekerasan itu sendiri adalah semua bentuk tindakan, intensional atupun pembiaran dan kemasa bodohan yang menyebabkan pihak lain mengalami luka, sakit, penghancuran, dan bukan hanya artian fisik. Dengan menggunakan penelitian semiotika dibantu dengan kode – kode televisi John Fiske, peneliti dapat menemukan lima kategori kekerasan yakni, kekerasan sebagai upaya melindungi, kekerasan sebagai bagian dari naluri, kekerasan sebagai ekspresi kekecewaan, kekerasan yang terjadi tanpa disadari, dan kekerasan yang dilakukan secara legal. Selain itu kekerasan juga didasari karena adanya ideologi feminisme radikal, dan liberalisme utilitarian.
Pemaknaan Khalayak Terhadap Identitas Setya Novanto Di Indonesia Lawyer Club Dalam Kasus Korupsi E-KTP I Nyoman Adhisthaya Sawitra; Gatut Priyowidodo; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pemaknaan khalayak terhadap identitas Setya Novanto di Indonesian Lawyer Club dalam kasus korupsi E-KTP. Teori dasar yang digunakan adalah teori encoding-decoding yang ditemukan oleh Stuart Hall tentang bagaimana khalayak memproduksi sebuah pesan dari suatu teks media tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kapasitas setiap penonton. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan dengan latar belakang berbeda yakni politikus partai Golkar, politisi Gerindra, pengamat politik, dan mantan wartawan politik. Hasil penelitian menunjukkan dimaknai secara berbeda oleh para informan. Pemaknaan tersebut mempengaruhi posisi informan, dimana semua informan berada pada opositional position kecuali pada topik tertentu. Informan 4 berada berada pada dominant position saat memaknai nilai berita dari ILC yakni proximity. Informan 1 dan 2 berada pada Negotiated Position saat memaknai status tersangka Setya Novanto bahwa Setya Novanto merupakan korban di kasus korupsi e-KTP. Berbeda dengan tayangan yang menggambarkan Setya Novanto dikorbankan KPK, kedua informan ini menilai Setya dikorbankan oleh dalang kasus e-KTP yang sebenarnya. Informan 3 berada pada negotiated position saat memaknai nilai berita ILC. Sedangkan terkait identitas Setya Novanto, semua berada pada posisi opositional position. Faktor-faktor yang mempengaruhi posisi penonton dilihat dari faktor latar belakang pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan pengetahuan lainnya terkait tayangan dan politik.
Co-Authors Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritorang Ancilla Evelyn Angelique Diamannov Widodo Angga Rakadiwak Tusan Anggi Panjaitan Antonius Adika Kusuma Antonius Antonius Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Audrey Laksmono Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Cynthia Andriana Tjitra Desi Yoanita Desi Yoanita Dhea Dithya Senduk Fanny Lesmana Fennuel Victoryan Christianto Filbert Bagus Setiawan Florentina Fahriza Kusuma Frado Theo Fransisca Prayogo Gatut Priyowidodo Grazindy Clarisa Armand Hartono, Lukas I Nyoman Adhisthaya Sawitra Ido Prijana Hadi Ido Prijana Hadi Inge Averina Inri Inggrit Indrayani Inri Inggrit Indrayani Isyela Netanya Putri Lantu Ivana Wardana Jandy Edipson Luik Jandy Edipson Luik Jandy Luik Jeffrey Hendrawan Joy Christy Rawung Juan Arthur Samosir Julia Ayu Gracia Kayla Vanessa Immanuel Kevin Vielden Minanlarat Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lukas Hartono Malvin Sebastian Surianto Mamarimbing, Gabriella Valentina Masniari Dewi Cheryl Siregar Maudy Christina Johanna Wuwung Megawati Wahjudianata Megawati Wahjudianata Meiliana Sukwanto Michielle Erica Wilson Minanlarat, Kevin Vielden Nadya Febiola Nathasya Amelia Irawan Nevan Gonza Paramuswari, Lentera Poppy Wahyuni Prayogo, Fransisca Purmiasa, Shella Eunice Rachel Ade Suryaning Kalla Regina Sydney Rosalind Renada Ardio Praba Swara Renaldy Renaldy Setiawan, Filbert Bagus Steyer Noya Thessalonica Dwi Setya Angestuti Triantoro Tipta Santa Tampubolon Tjia Maissy Carreta Valerie Audrey Laurencia Wahjudianata, Megawati Wahyuni, Poppy Winny Pangestu Yuta Kogawa