Daniel Budiana
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Konten Brand Attribute dalam Instagram RANS PIK Basketball Grazindy Clarisa Armand; Jandy Edipson Luik; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan brand attribute yang dilakukan oleh klub basket RANS PIK Basketball. Instagram adalah salah satu media sosial untuk dapat melakukan komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif. Unggahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah unggahan yang dibagikan oleh akun Instagram RANS PIK Basketball pada tanggal 15 September 2021 hingga 30 Maret 2022. Hasilnya ditemukan, RANS PIK Basketball sering mengunggah pada hari Rabu 17,2% dan pada bulan Maret 26.4%, yang paling sedikit unggahan dilakukan pada hari Sabtu dan bulan September. Konten brand attribute yang paling sering muncul adalah pada indikator product-related dengan perolehan jumlah unggahan 181. Sedangkan, yang paling sedikit unggahan dilakukan pada atribut product-related adalah pada head coach dengan frekuensi 21 unggahan. Selain itu, attribute non product-related yang paling banyak diunggah adalah brand mark dengan 77 unggahan. Sedangkan, unggahan yang sedikit dilakukan adalah pada atribut fans 3 unggahan. Hasil dari penelitian ini adalah RANS PIK Basketball sebagai tim yang baru, banyak mengunggah konten dengan brand attribute product-relation dan menonjolkan para pemainnya (star player). Selain itu, untuk menguatkan identitas RANS PIK Basketball juga menonjolkan pada brand mark yang dimiliki dalam indikator non product-related. Konten brand attribute yang dilakukan oleh RANS PIK Basketball berkaitan dengan sport communication as sport in industry.
Representasi Posfeminisme dalam Drama Korea “Vincenzo” Meiliana Sukwanto; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama Korea “Vincenzo” merupakan drama bergenre dark, crime, dan dark comedy, garapan sutradara perempuan Kim Hee Won, yang tayang di tahun 2021. Dalam drama ini, posfeminisme direpresentasikan lewat karakter perempuan, yang diceritakan sebagai sosok dominan, tidak lemah, dan memiliki pengaruh besar dalam setiap masalah. Belakangan ini produk Hallyu, termasuk drama, sering kali menggambarkan posfeminisme melalui karakter perempuan sebagai sosok yang percaya diri dan memiliki eksistensi, serta dapat mengekspresikan diri tanpa terjerat konsep superior-inferior. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi posfeminisme dalam drama Korea Vincenzo.Metode yang digunakan adalah semiotika milik John Fiske, yang terdiri dari 3 level yaitu, level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dengan hasil, perempuan sebagai posfeminisme dalam drama Korea Vincenzo, merupakan perempuan yang aktif di ruang publik dan memiliki intelegensi intrapersonal. 
Representasi Disfungsi Keluarga dalam Film Disney “Encanto” Michielle Erica Wilson; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana disfungsi keluarga direpresentasikan melalui film Disney “Encanto”. Pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode semiotika televisi John Fiske melalui tiga level yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Peneliti menggunakan karakteristik disfungsi keluarga milik Donna F. LaMar dan Michele Meleen untuk menemukan penggambaran disfungsi keluarga, yaitu nonexistent or poor support for individuals, conditions for care, ineffective communication, excessive criticism, excessive expectations, dan the use of blame. Keluarga Madrigal digambarkan sebagai keluarga magis yang dapat diandalkan namun tertekan oleh tuntutan Kepala Keluarga. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana kepala keluarga yang konservatif sebagai feminisme dengan pola asuh otoriter, dan dampak pada anggota keluarganya.
Analisis Resepsi Khalayak Mengenai Konten ‘Thirst Trap’ pada Akun TikTok @eunicetjoaa Florentina Fahriza Kusuma; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai jenis konten diciptakan dan disebarluaskan di media sosial TikTok, salah satunya adalah konten thirst trap. Konten tersebut sengaja dibuat oleh creator-nya untuk menarik perhatian audiens secara seksual. Ada pun seorang creator TikTok yang terkenal akan konten thirst trap-nya bernama Eunice Tjoaa dengan akun @eunicetjoaa. Penerimaan khalayak tentunya akan berbeda- beda. Penelitian ini menggali lebih dalam penerimaan khalayak mengenai konten thirt trap akun TikTok @eunicetjoaa menggunakan metode analisis resepsi. Hasil yang didapat dibedakan menjadi tiga penerimaan yaitu dominant, negotiated, dan oppositional. Penerimaan dominannya adalah khalayak menerima status Eunice Tjoaa sebagai sosok artis TikTok. Kemudian penerimaan negotiated adalah khalayak cenderung menelaah lagi konten thirst trap tersebut yang memberikan respon penerimaan yang campur aduk antara positif dan negative. Dan yang terakhir penerimaan oppositional ditunjukkan oleh ketidaksetujuan khalayak terhadap konten thirts trap sebagai bentuk eskpresi diri.
Penggambaran Bangsawan Kulit Hitam dalam Serial Netflix “Bridgerton” Audrey Laksmono; Jandy Edipson Luik; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ras kulit hitam seringkali dipandang sebelah mata sehingga banyak bermunculan stereotip dikalangan masyarakat yang menyatakan bahwa ras kulit hitam menduduki strata yang paling rendah dari segala bidang (ekonomi, sosial, budaya) jika dibandingkan dengan kulit putih. Tayangan media biasanya digambarkan sesuai realita yang terjadi dalam sosial. Kebanyakan kulit hitam digambarkan sebagai perilaku kriminal, masyarakat budak yang selalu disalahkan. Fenomena ini dikemas ke dalam dunia sinemas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran bangsawan kulit hitam dalam serial “Bridgerton”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah semiotika televisi milik John Fiske dengan tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti menggunakan konsep blackness dalam media milik Ed Guerrero yang melihat kulit hitam memiliki strata lebih rendah daripada kulit putih dari sisi behavior, intelligence, dan emotion. Hasil penelitian ini menunjukkan bangsawan kulit hitam di abad ke-18 tidak digambarkan sepenuhnya sesuai dengan konsep Guerrero. Mereka digambarkan sebagai kaum kapitalis yang memiliki intelegensi tinggi, sangat ekspresif, dan tidak dapat berpikir panjang. Namun hal tersebut tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan sosialnya apabila kulit hitam menduduki strata tertentu, memiliki peran penting dalam masyarakat. Ideologi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kapitalisme.
Representasi Feminisme Dalam Film Penyalin Cahaya Nevan Gonza; Fanny Lesmana; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Penyalin Cahaya yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja menyorot perempuan sebagai tokoh utama yang memiliki sisi tangguh. Rumusan masalah yang ingin dijawab adalah bagaimana representasi feminisme dalam film Penyalin Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode semiotika, khususnya kode-kode televisi John Fiske. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah film Penyalin Cahaya, sedangkan objek dari penelitian ini representasi feminisme. melalui film Penyalin Cahaya menunjukkan gambaran feminisme, sebagaimana upaya yang dilakukan Sur saat mengumpulkan bukti-bukti untuk mendapatkan keadilan, serta ketegasan dan keberanian Anggun dalam memimpin teater Mata Hari, yang telah membuktikan bahwa perempuan dapat kebebasan untuk berkembang dan mencapai kesetaraan hak perempuan. Selain itu, dalam film ini juga terdapat ideologi liberalisme.
REPRESENTASI PATRIARKI DALAM FILM “YUNI” Nadya Febiola; Agusly Irawan Aritorang; Daniel Budiana
Scriptura Vol. 12 No. 2 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.12.2.100-112

Abstract

Patriarchy in Indonesia is still strong, as can be seen from high cases violence against women. Patriarchy occurs from the presence of gender differences. This research is made to discover how patriarchy is represented in the movie ‘Yuni’. ‘Yuni’ is a movie with the setting taken in Serang, West Java, produced by FourColor Films. The movie ‘Yuni’ reveals the practice of patriarchy in everyday life in Indonesia. The type of research used is descriptive qualitative, using a semiotic analysis method by Roland Barthes with scenes from ‘Yuni’ film as the subject of research and analyzed representation of patriarchy in the film ‘Yuni’ as the object of research. The research results in showing that patriarchy is implemented through religion and culture, and that the cause of patriarchy is materialism. Furthermore, 5 aspects such as patriarchy controls women's sexuality, patriarchy limits women's education, patriarchy limits women's job in the domestic sphere, patriarchy encourages early marriage and patriarchy limits women's movement and rights.
Online Public Relations Communication Strategy by Akar Tuli Malang in Campaigning the Use of Indonesian Sign Languange (BISINDO) Jeffrey Hendrawan; Daniel Budiana; Astri Yogatama
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 1 (2023): April 2023
Publisher : Communication Science Department - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.1.50-64

Abstract

This study aims to determine the online public relations strategy for Akar Tuli Malang Community in campaigning the use of Indonesian sign language (BISINDO). BISINDO is a sign system used by Deaf in Indonesia to communicate. Akar Tuli Malang is the first Deaf community in East Java which is a place for Deaf and hearing friends to socialize. In carrying out its goals, Akar Tuli Malang has a public relations division that carries out the task of establishing cooperation with various parties, both internal and external. The method used in this research is a case study with a qualitative approach and is a type of descriptive research. The results of the study show that the design of a strategy that refers to the concept of a public relations strategy according to Pinkleton has six stages of strategy and the Malang Deaf Root has carried out five of them. Consists of conceptualization, monitoring, planning, organization and coordination, administration and evaluation. In carrying out the strategy online, PR utilizes social media Instagram as a medium for conveying campaign messages.
Fashion as Communication: Costume Dasiyah at Film Series Gadis Kretek Thessalonica Dwi Setya Angestuti Triantoro; Daniel Budiana; Agusly Irawan Aritonang
Journal of Content and Engagement Vol 2 Issue 1 (2024): April 2024
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.2.1.41-53

Abstract

Film as an audio-visual medium can convey messages verbally and non-verbally. In the filmseries 'Gadis Kretek', the message is communicated through dialogue and visual displays,namely fashion. Dasiyah, as one of the main characters, has iconic fashion compared to othercharacters. Dasiyah Fashion consists of the entire fashion, hair, make-up, and accessories usedby the actress as a costume used as a medium for character communication. Therefore, theauthor is interested in researching the meaning of denotation, connotation, and myths relatedto fashion from each Dasiyah fashion unit using Roland Barthes' semiotic analysis. So thisresearch can find out the full meaning of how fashion can communicate your character. It wasfound that fashion can express Dasiyah's life journey and her ideals regarding kretek amidstthe patriarchy are still strong in Javanese culture. Apart from that, through her fashion, Dasiyahcan position herself in society with her socio-economic status as an elite Javanese woman withher trading activities. The fashion worn by Dasiyah is not always stagnant, there is aprogressiveness of character that causes fashion alterations not by Javanese standards.
Communication Strategy of Peduly Gotong Royong Foundation in Building Volunteer Re-participation in Surabaya Ivana Wardana; Jandy Edipson Luik; Daniel Budiana
Journal of Content and Engagement Vol 2 Issue 1 (2024): April 2024
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.2.1.15-40

Abstract

Peduly Surabaya is how people called Peduly Gotong Royong Foundation which islocated in Surabaya. Peduly Surabaya started volunteer activities involving external parties inJune 2023. In a month, there are around 3-5 volunteers who return more than twice in thesame month. This statement shows that the level of re-participation in Peduly Surabaya isrelatively high. With a case study method, the case that can be studied from Peduly Surabayais the strategy in attracting volunteers to return to Peduly Surabaya's new volunteer activities.Based on the result, there are six strategies. These six strategies include internal and externalstrategies that are communicated directly or through online media. First, choose amanagement team that is communicative and has high initiative in accordance with Peduly'svalue. Second, consistently communicating various activities online Third, convey the resultsof evaluations and learning from previous activities. Fourth, communication through manymedia. Fifth, familiarize volunteers in creating content about Peduly Surabaya. Sixth,transparency regarding the function of donation contribution