Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Model Pendampingan Ritual Fua Tulu di Gereja Sesawi Oekamusa Fua Tulu Ritual Accompaniment at Sesawi Oekamusa Curch Riana S. C. Banoet; Jopie D. Engel; Ebenhaizer I. Nuban Timo
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 6, No 1 (2020): ANTHROPOS JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v6i1.16986

Abstract

This study aims are to describe and analyse the important value of Fua Tulu Ceremonial for the Society.  This value produce an efficient ritual accompaniment, starting from congregation guilding in Sesawi Oekamusa curch as a part of Mnelalete citizens. The method were used is qualitative approach in which be described. This study applies the development of qualitative research methods and library research. Collecting data is done by interview, observation and theoretical review. The result and discussion of this paper describe and analyze the important social values in this ritual for the community. This exploration can be an effective accompaniment model to improving the communities self confidence, not only of their own personality strength, but also of their environment potency, utilize the togetherness trait of congregation. It is valuable for such positive behavioral, from pessimistic and hopeless sensivity to optimistic and hopefull personal. The curch and also other kind of partnership be recommended to use Fua Tulu accompaniment.  The advance of Fua Tulu as pastoral support could be the strengthness of the curch to addresse the agriculture matters and also to prevent other problems. The author recommends to other researcher to complement this kind of ritual accompaniment.
Mewariskan Memori Kolektif sebagai Pendekatan Pendampingan dan Konseling untuk Meningkatkan Pembangunan Jemaat Adang Irene Febriani Berimau; Jacob Daan Engel; Yulius Ranimpi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.79

Abstract

Each region certainly has its own past stories in the early church. In this case, the individual or group begins to remember something that happened in themselves and he can do memory activities while talking, listening and many other ways of remembering. Congregations in the current era, in understanding the meaning of togetherness in allied life, have begun to erode and fade. The purpose of this study is to describe the collective memory heritage of the congregation and to develop a counselling approach to promote congregational development. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical pattern. From the results of the research, the authors see that the church today is in dire need of counselling assistance in church development. The integrity of a congregation is highly expected for every individual and group through fellowship that is carried out within the scope of the church and society in increasing harmonious and peaceful life. AbstrakSetiap daerah tentu memiliki cerita-cerita masa lalu tersendiri pada jemaat mula-mula. Dalam hal ini, individu atau kelompok mulai mengingat-ingat sesuatu yang terjadi dalam diri pribadinya dan ia dapat melakukan aktivitas mengingat-ingat ketika sedang berbicara, mendengarkan dan masih banyak lagi cara mengingat-ingat lainnya. Jemaat di era saat ini, dalam memahami arti kebersamaan dalam hidup bersekutu sudah mulai terkikis dan memudar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan warisan memori kolektif jemaat Adang dan mengembangkan pendekatan konseling untuk meningkatkan pembangunan jemaat Adang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan pola deskriptif-analitis. Dari hasil penelitian penulis melihat bahwa jemaat Adang saat ini sangat membutuhkan pendampingan konseling dalam pembangunan jemaat. Keutuhan suatu jemaat sangat di harapkan bagi setiap individu maupun kelompok melalui persekutuan yang dilakukan dalam lingkup gereja maupun masyarakat dalam meningkatkan hidup rukun dan damai.
Strategi Pendidikan Agama Kristen bagi Remaja dalam Membentuk Konsep Diri guna Menghadapi Krisis Identitas akibat Penggunaan Media Sosial Jellyan Alviani Awang; Iky S. P. Prayitno; Jacob Daan Engel
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.64

Abstract

The main problem of adolescents in the social media era is The identity crisis. Adolescents who have an identity crisis need achievement identity to determine their self-concept. The phenomenon of social media that shows the illusion of the perfect lifestyle can make adolescents run into an identity crisis due to their inability to comply with social standards. Christian religious education is education to develop a Christian personality and will have a positive impact on adolescents to be able to solve their problems. The result of this study provided attempts to reconstruct the religious education strategy to form and improve a self-concept that shows a Christian character so that they can understanding their existence as a whole as God's creation. Abstrak Masalah utama para remaja di era media sosial adalah krisis identitas. Remaja yang mengalami krisis identitas memerlukan pencapaian identitas agar dapat menentukan konsep diri. Fenomena media sosial yang menampilkan ilusi kesempurnaan gaya hidup dapat menjadikan remaja mengalami krisis identitas akibat ketidakmampuan untuk mengikuti standar sosial. Pendidikan Agama Kristen ialah pendidikan untuk menumbuh kembangkan kepribadian Kristen yang berdampak positif dalam diri remaja agar dapat mengatasi masalah krisis identitas yang dihadapi. Penelitian ini menghasilkan strategi pendidikan Kristen untuk membentuk dan meningkatkan konsep diri yang dapat menampilkan karakter Kristen sehingga dapat memaknai eksistensi dirinya secara utuh sebagai ciptaan Allah. 
Pendampingan Pastoral Keindonesiaan Jacob Daan Engel
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i1.153

Abstract

Indonesian pastoral assistance is affiliated with developing potential and improving the quality of life in cultural encounters in Indonesia. This was motivated by the fact of rejection of Western aid, which is only emphasized as an individual approach without regard to the plural of socio-cultural and religious values of Indonesian society. A descriptive-analytical approach is describing and analyzing cultural encounters in spiritual and religious perspectives becomes a mentoring effort that refers to the improvement, development, and transformation of society. Besides that, the cultural encounter is a pastoral assistance effort to empower, revive, and humanize Indonesian people with different characteristics. Meanwhile, the study found that the meaning of pastoral care in the Indonesian context is cooperation, share feelings and mutual acceptance, harmonious brotherhood, solidarity, and friendship that show respect to one another. Pastoral assistance is also carried out to develop their potential, to empower and improve their quality of life. The development of the potential and quality of life occurs in cultural encounters, which are related to the development of mindsets, feelings, and personal behavior patterns of each individual as well as the community and society. Abstrak Pendampingan pastoral keindonesiaan berafliasi pada pengembangan potensi dan peningkatan kualitas hidup dalam perjumpaan budaya di Indonesia. Hal tersebut dimotivasi oleh fakta penolakan terhadap pendampingan barat, yang hanya menekankan pada pendekatan individualis tanpa memperhatikan nilai-nilai sosial budaya dan agama masyarakat Indonesia yang plural. Pende-katan deskriptif analitis untuk mendeskripsikan dan menganalisis perjumpaan budaya dalam perspektif spiritual dan agama menjadi suatu upaya pendam-pingan yang mengacu pada peningkatan, pengembangan dan transformasi masyarakat. Perjumpaan budaya menjadi suatu upaya pendampingan pastoral dalam rangka memberdayakan, menghidupkan serta memanusiakan manusia Indonesia yang berbeda-beda karakteristiknya. Kajian tersebut menemukan pen-dampingan pastoral dalam konteks Indonesia mempunyai arti gotong ro-yong, berbagi rasa dan saling menerima, persaudaraan yang rukun dan solida-ritas serta pertemanan yang saling menghargai dan menghormati. Pendam-pingan pastoral dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, dalam rangka memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Pengembangan potensi dan kualitas hidup terjadi dalam perjumpaan budaya, yang berkaitan dengan pengembangan pola pikir, perasaan dan pola perilaku pribadi setiap individu maupun komunitas dan masyarakat.
Perancangan dan Implementasi Website Logo Konseling Sebagai Media Konseling Bagi Mahasiswa Evangs Mailoa; Jacob Daan Engel
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/isi.v6i2.2023

Abstract

Fakta berbahaya yang memotivasi penelitian ini meliputi kekerasan fisik, psikis dan seksual pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana. Hal ini menyebabkan mahasiswa menjadi stress, depresi, berperilaku negatif dan merasa tidak layak dikasihi dan dicintai. Banyak mahasiswa yang tidak berani untuk melakukan konseling dikarenakan perasaan takut dan malu ketika bertemu tatap muka secara langsung dengan konselor. Penelitian ini menghasilkan situs www.logokonseling.com yang dikembangkan dari teknologi HTML5, yang terdiri dari fitur interaktif berupa layanan synchronous, asynchronous dan fitur non interaktif berupa layanan self help. Website konseling ini mencoba menjembatani ruang sehingga konseli dan konselor, baik dengan tatap muka secara online ataupun tidak dengan tatap muka. Hasil uji coba terhadap mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, membuktikan website logo konseling layak digunakan karena bermanfaat memperbaiki low spiritual self-esteem mahasiswa dari kepribadian yang buruk dan terpuruk ke perilaku positif dan konstruktif.
Sakralitas Nasionalisme Papua: Studi Kasus Pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua Fred Keith Hutubessy; Jacob Daan Engel
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.938 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47468

Abstract

Kajian ini membahas tentang pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua di Yogyakarta dan persebaran wacana nasionalisme Papua. Situasi problematik Papua pasca integrasi dengan Republik Indonesia telah menjadi perhatian penting bagi dunia internasional. Fenomena kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM)(HAM) sebelum dan sesudah integrasi dengan Indonesia menjadi keprihatinan bersama, khususnya bagi Aliansi Mahasiswa Papua di Yogyakarta. Berbagai aksi yang dilakukan komunitas ini merupakan wujud ekspresi pembebasan sebagai respon atas pelanggaran HAM dan pembungkaman ruang demokrasi terhadap masyarakat Papua selama ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua dilakukan dengan membangun resistensi terhadap konstruksi nasionalisme Indonesia. Hal itu dilakukan komunitas pergerakan melalui pemetaan musuh dalam melakukan perlawanan. Peran kapitalisme, imperialisme dan militerisme diidentifikasi sebagai musuh yang dengan sengaja dibentuk oleh penguasa (pemerintah Indonesia) untuk mendominasi bangsa Papua. Sakralitas sebagai bangsa Papua dianggap sebagai nasionalisme yang sesungguhnya ketimbang yang dikonstruksikan oleh penguasa di Indonesia.
MENIKAHKAN KELUARGA BESAR: Konstruksi Relasi Sosial dalam Ritual Aruno Lahitolo Mananol Clara Monica Anakotta; Izak Lattu; Jacob Daan Engel
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.688 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-01

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa bentuk ritual pernikahan adat Aruno Lahitolo Mananol di Negeri Amahai, Maluku yang menentukan hubungan sosial dan integrasi budaya. Ritual pernikahan berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk mengintegrasi pengantin perempuan ke dalam keluarga besar pengantin laki-laki. Lebih dari itu, ritual aruno lahitolo mananol mengikat secara sosial keluarga besar kedua pengantin. Berdasarkan teori The Rites of Passage Vaan Gennep (1960) penelitian ini melihat ritual pernikahan sebagai transisi dari satu tahapan ke tahapan kehidupan yang lain. Tahapan pernikahan adalah penyatuan pengantin perempuan ke dalam keluarga besar baru. Penelitian ini juga dipengaruhi oleh teori identitas sosial dari perspektif sosiologi karya Steph Lawler (2014) yang berfungsi sebagai titik berangkat untuk memahami integrasi sosial dari dua klan. Data artikel ini diperoleh dari penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitativ melalui wawancara dan observasi peneliti. Artikel ini berkesimpulan bahwa ritual aruno lahitolo mananol menciptakan perasaan terikat pada keluarga atau orang basudara (dibaca: bersaudara) yang melampaui ikatan keluarga biologis sebagai pusat dari integrasi sosial di Negeri Amahai dan Maluku secara umum.Kata kunci: Ritual Pernikahan Adat, Kekeluargaan, Integrasi SosialThis article explores forms of marriage ritual or aruno lahitolo mananol in the Village of Amahai, Maluku that construct social relationships and social integration in the area. The marriage ritual functions as social mechanism to integrate a bride to groom’ clan (mata rumah), but more than that, aruno lahitolo mananol opens avenue for the social integration for bride and groom extensive families. Based on Vaan Gennep (1960) rite of passage theory, the research perceives the marriage ritual as transition from one stage of life to another. The stage is the incorporation state as bride become the member of new clan. Steph Lawler (2014) theory on social identity from sociological perspectives functions as the milestone to understand the social integration of two clans. Data of this article come out from a field research employing qualitative method through interview, and participant observation. The article concludes that ritual of aruno lahitolo mananol creates the sense of kinship (orang basudara) beyond biological siblinghood that central to social integration the village of Amahai and Maluku in general.Keywords: Adat Marriage Ritual, Kinship, Social Integration.
Pengenalan dan Transformasi Diri dalam Kepemimpinan Kristen Berkarakter Jacob Daan Engel
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.334

Abstract

This research aims to understand a person's quality in Christian leadership. This research is motivated by the fact of being incapable of Christian leadership. This research uses library research to find the data through the literature and analysis. The finding is to introduce in self – transforming to be a measure for a unique Christian leader with the characters through social interaction, which is communication and relationship.  
Model Logo Pendampingan Konseling Orang tua terhadap Anak Disabilitas Ribbon Pangaribuan; Jacob Daan Engel
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.145

Abstract

This study aims to describe the mentoring and role of parents toward children with disabilities. Basically, the mentoring logo is an intervention and/or assistance effort into the reality of the counselee's life in order to experience an increase in spiritual health. This becomes so important because the mentoring logo involves a help and healing service both individually and in groups so that it can grow in the process of life in the community. In simple terms, this study aims to provide education to parents, especially in carrying out the following mentoring functions: a guidance function to help children make choices and be able to make decisions, a support function to help children accept conditions, a healing function to guide children to express their feelings, the function of restoring or repairing to help the child to improve relations with the surroundings, the function of nurturing or nurturing to help the child to find his potential. Through a descriptive method through a qualitative approach with interview and observation data collection techniques, the authors found that children with disabilities can grow and develop well in the midst of society, strongly influenced by the mentoring process from parents because parents are the main and first educators for children. Children will receive basic education only from their parents. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendampingan serta peranan orang tua terhadap anak disabilitas. Pada dasarnya, logo pendampingan merupakan upaya intervensi dan atau pendampingan ke dalam realitas kehidupan konseli agar dapat mengalami peningkatan sehat secara spritiual. Hal ini menjadi begitu penting sebab logo pendampingan melibatkan suatu pelayanan pertolongan dan penyembuhan baik secara individu maupun kelempok sehingga dapat bertumbuh dalam proses kehidupan di masyarakat. Secara sederhana penelitian ini bertujuan guna memberikan edukasi terhadap orang tua khususnya dalam menjalankan fungsi pendampingan sebagai berikut: fungsi bimbingan untuk membantu anak dapat menentukan pilihan dan mampu mengambil keputusan, fungsi penopang untuk membantu anak dapat menerima kodisi, fungsi penyembuhan untuk menuntun anak agar dapat mengungkapkan perasaanya, fungsi memulihkan atau memperbaiki untuk membantu anak dapat memperbaiki hubungan dengan sekitar, fungsi memelihara atau mengasuh untuk membantu anak dapat menemukan potensi diri. Melalui  metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi, penulis menemukan bahwa anak disabilitas dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik di tengah-tengah masyarakat, kuat dipengaruhi oleh proses pendampingan dari orang tua, sebab orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak. Bagaiamanapun, anak akan mendapat pendidikan dasar tidak lain dan tidak bukan dimulai dari orang tuanya sendiri.  
Pranikah di HKBP Pangkalpinang Bangka Dari Perspektif Konseling dan Pendampingan Keluarga Epi Panti Sihombing; Jacob Dann Engel
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.1174

Abstract

Abstract:This paper will discuss the influence of pre-marital assistance on families in the context of HKBP Pangkalpinang-Bangka. Lately, separation has become an atmosphere that colors the lives of many families, including church congregations. Divorce is carried out as the last solution for the many conflicts that arise in the family caused by problems of incompatibility, finances, heredity and family interference. A husband and wife decided to end their relationship with the hope that afterward they would be happy. Uniting two people with different attitudes and traits, different ways of life and backgrounds, different strengths and weaknesses, of course, is not an easy thing. For this reason, mentoring in the context of introducing prospective mentoring partners after becoming husband and wife needs to be done. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. From this study it was found that pre-marital is something that need attention in the pattern of family assistance, especially in HKBP Pangkalpinang-Bangka. Pre-marital as a form of church mentoring are very important in ministry to reach the entire congregation. A service that keeps people on the Christian path, both in family, church and community life.Abstrak:Tulisan ini akan membahas tentang pengaruh pendampingan pranikah terhadap keluarga dalam konteks HKBP Pangkalpinang-Bangka. Akhir-akhir ini perpisahan menjadi suasana yang mewarnai kehidupan banyak keluarga tidak terkecuali jemaat-jemaat gereja. Perceraian dilakukan sebagai solusi terakhir atas banyaknya konflik yang muncul dalam keluarga yang disebabkan oleh masalah ketidakcocokan, keuangan, keturunan dan campur tangan keluarga. Pasangan suami-istri memutuskan mengakhiri hubungan rumah tangga dengan harapan setelahnya akan menjadi bahagia. Menyatukan dua orang dengan sikap dan sifat yang berbeda, cara hidup dan latar belakang yang berbeda, kelebihan dan kekurangan yang juga berbeda tentu saja bukanlah hal yang mudah. Untuk itulah, pendampingan dalam rangka pengenalan calon pasangan pendampingan setelah menjadi pasangan suami-istri perlu dilakukan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pranikah menjadi hal yang perlu mendapat perhatian dalam pola pendampingan keluarga khusunya di HKBP Pangkalpinang-Bangka. Pranikah sebagai bentuk pendampingan gereja menjadi sangat penting dalam pelayanan untuk menjangkau seluruh jemaat. Pelayanan yang menjaga umat tetap berada dalam jalur kristiani baik dalam kehidupan berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat.