Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengenalan dan Transformasi Diri dalam Kepemimpinan Kristen Berkarakter Jacob Daan Engel
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.334

Abstract

This research aims to understand a person's quality in Christian leadership. This research is motivated by the fact of being incapable of Christian leadership. This research uses library research to find the data through the literature and analysis. The finding is to introduce in self – transforming to be a measure for a unique Christian leader with the characters through social interaction, which is communication and relationship.  
Onen Culture as a Traumatic Counseling Approach for the Timorese Hoineno Ex-East Timor Yenry Anastasia Pellondou; Jacob Daan Engel; Rama Tulus Pilakoannu; Irene Ludji
IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development) Vol 6 No 2 (2023): March 2023
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/ijebd.v6i2.2202

Abstract

Purpose: Past traumatic experiences often hinder a person's transformation and progress. When mental health is disrupted due to unpleasant events in the past, it is necessary to provide traumatic counseling services. Design/methodology/approach: This research, healing in traumatic counseling, uses Onen culture as its approach. Through observation and interviews, this qualitative research examines the phenomena that occur in the lives of the Timorese Hoineno Ex-Timtim. Findings: The meaning contained in one moment of grief can be a cultural-based traumatic counseling approach for the Timorese Hoineno Ex-Timtim to start a new life after returning to Timor. Paper type: Research paper
Ulos Tujung Sebagai Pendampingan Kedukaan Berbasis Budaya di Tanah Batak Purba, Sanny Rospita; Engel, Jacob Daan
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v6i1.68427

Abstract

Pendampingan berbasis budaya terhadap orang berduka merupakan pendampingan yang memanfaatkan nilai-nilai kebudayaan sebagai pendampingan terhadap orang yang mengalami penderitaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa ritual mate mangkar sebagai bentuk pendampingan berbasis budaya. Adapun jenis penelitian yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan tipe pendekatan deskriptif. Data untuk hasil penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara serta studi kepustakaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pendampingan berbasis budaya terhadap orang berduka di tanah Batak Toba dapat dilakukan dengan memanfaatkan nilai-nilai kebudayaan yang diyakini oleh masyarakat Batak. Ketika masyarakat Batak berduka karena kehilangan seseorang yang mereka kasihi, maka mereka akan melakukan ritual kematian. Salah satu ritual kematian di Tanah Batak, yaitu ritual mate mangkar. Dalam ritual tersebut hulahula akan menudungkan ulos tujung kepada istri yang ditinggalkan oleh suaminya. Ulos tujung menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap kedukaan penduka.
TRADISI MITONI SEBAGAI PEREKAT SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA Boanergis, Yohanes; Engel, Jacob Daan; Samiyono, David
Jurnal Ilmu Budaya Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jib.v16i1.3172

Abstract

The mitoni tradition is a Javanese cultural heritage that is still being held by Javanese people in the village of Tuntang, Tuntang District, Semarang District, Central Java until now. The mitoni ceremony is carried out in the seventh month of Javanese pregnancy. This study aims at examining the spiritual values of the mitoni tradition as socio-cultural “glue.” This research was motivated by dangerous facts, namely the threat of disharmony in the social community. The method applied in this study is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques were used in-depth interviews and observations. Interviews were conducted by giving open questions to community leaders in the village of Tuntang. In this study, the sources of information were traditional leaders as representatives of the Tuntang village community. This research was tested as a socio-cultural adhesive in Tuntang village through spiritual values, namely: 1). Ngruwat sukerta. 2). Cecawis. 3). Sembada. 4). Panampi. 5). Wilujeng. 6). Ngrumat bumi. 7). Pitutur. 8). Rukun. 9). Pitulungan. These spiritual values are symbolic of Javanese ideology which is eschatological. This value serves to maintain social harmony. The results of this study are recommended for religious leaders and traditional leaders to apply this cultural approach, by making mitoni as a socio-cultural “glue.”
LAGEYAN BAWOR DALAM CERITA “BAWOR DADI RATU” SEBAGAI PENDEKATAN PENDAMPINGAN BERBASIS BUDAYA DI ERA GLOBAL Renoardi, Amos; Engel, Jacob Daan; Suwarto, Suwarto
Jurnal Ilmu Budaya Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jib.v20i2.19491

Abstract

This research aims to produce effective culture-based mentoring principles to preserve the value of local wisdom and ethical education in the Banyumasan Javanese community. This research was motivated by the fact that cultural values have been displaced in the modern era while recognizing the importance of exploring the local wisdom of Pakeliran Banyumasan as a value that needs to be explored and preserved. This research uses a qualitative method with an ethnographic approach. Observation, interviews, and documentation were used to collect data in this study, so that the principles of culture-based mentoring based on Bawor's lageyan in the story "Bawor Dadi Ratu" were obtained. The results showed that Bawor's lageyan includes cablaka, mbanyol, semblothongan, ksatria, and cancudan. The five lageyan contain noble values as special capital for the Banyumasan Javanese community to navigate life in the global era. Lageyan ksatria and cancudan are important parts of facing the dualism of modern times that separates humans from nature, so that individuals in society can maintain the value of mutual cooperation. Lageyan cablaka, mbanyol, and semblothongan have become an important part of dealing with the dualism of relationships due to technological developments. Lageyan Bawor emphasizes the principle of legitimacy or partnership that allows the values of mutual feelings, mutual acceptance, unity, harmony, brotherhood, and friendship to be maintained. Lageyan Bawor contains the principle of cultural mentoring as an effort to preserve values and ethical education in the context of relational mentoring.
Mima Para Tarpolarda: falsafah komunitas lokal sebagai pendampingan dan konseling kedukaan di Warjukur-Maluku Uspessy, Helga Theressia; Engel, Jacob Daan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.424 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i2.5200

Abstract

Pendampingan dan Konseling kedukaan berbasis budaya lokal yang disebut Mima Para Tarpolarda memberikan gambaran tentang pendampingan dan konseling yang kontekstual sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa Indonesia. Penggunaan budaya sebagai basis tindakan konseling menegaskan bahwa pendampingan dan konseling bukan hanya dilakukan oleh individu atau konselor professional yang terlatih tetapi dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat dalam kebudayaan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Mima Para Tarpolarda sebagai bentuk  pendampingan dan konseling kedukaan berbasis budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan study pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir atau terjalin berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertama, Mima Para Tarpolarda dapat dijadikan sebagai pendampingan dan konseling kedukaan karena didalamnya terdapat nilai-nilai konseling menyangkut pemberian nasihat, bimbingan dan pertolongan oleh seluruh masyarakat kepada orang berduka. Tindakan yang dilakukan adalah bentuk reaksi kepedulian masyarakat untuk merasakan apa yang dialami oleh saudaranya akibat kematiaan anggota keluarga. Kedua, pendampingan dan konseling kedukaan yang didasarkan pada nilai kearifan lokal Mima Para Tarpolarda memberikan penyembuhan secara holistik dalam kehidupan orang berduka karena seluruh masyarakat memiliki sikap empati dan solidaritas.AbstractLocal culture-based grief guidance and counseling called Mima Para Tarpolarda provides an overview of contextual guidance and counseling in accordance with the values of Indonesian local wisdom. The use of culture as a basis for counseling actions confirms that counseling and counseling is not only done by individuals or professional counselors who are trained but can be done by all people in a particular culture. The purpose of this study is to examine Mima Para Tarpolarda as a form of cultural-based grief guidance and counseling. The research method used is qualitative research methods and data obtained through observation, interviews and literature study. Analysis of the data used is a flowing or intertwined analysis in the form of collecting data processing data, and drawing conclusions. The results obtained from this study are first, Mima Para Tarpolarda can be used as guidance and grief counseling because in it there are counseling values regarding the provision of advice, guidance and assistance by the whole community to the bereaved. The action taken is a form of public awareness reaction to feel what is experienced by his brother due to the death of family members. Second, guidance and grief counseling based on the local wisdom values of Mima Para Tarpolarda provide holistic healing in the lives of the bereaved because the whole community has an attitude of empathy and solidarity.
Mangayu Bagyo: Falsafah Lokal sebagai pendampingan dan Konseling Lintas Agama di Losari Uktolseja, Frans; Engel, Jacob Daan; Lattu, Izak Yohan Matriks
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i1.5274

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh fakta, pertama keharmonisan sosial dalam relasi Islam-Kristen di dusun Losari, Kedua perubahan sosial akibat arus globalisasi yang mengakibatkan kerenggangan relasi sosial di dusun Losari. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji Mangayu Bagyo sebagai pendampingan dan konseling Lintas Agama di dusun Losari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk menganalisis Mangayu Bagyo sebagai perekat dan mengharmonisasikan hubungan Islam-Kristen di dusun Losari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan saat wawancara terhadap hasil wawancara dan observasi sebelumnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, Pertama, Masyarakat dapat menyadari kekuatan falsafah lokal Mangayu Bagyo dalam menjaga relasi Islam-Kristen di dusun Losari. Kedua, bila terjadi kerenggangan dalam relasi sosial, maka Mangayu Bagyo dapat mengatasi dengan meningkatkan dialog dan aksi sosial. Abstract: This research is motivated by the facts, firstly social harmony in the Islamic-Christian relations in Losari hamlet, Second, social changes due to the current of globalization which caused the estrangement of social relations in the Losari village.The purpose of this study is to examine Mangayu Bagyo as interfaith counseling and counseling in the Losari hamlet. The research method used is qualitative to analyze Mangayu Bagyo as an adhesive and to harmonize Islamic-Christian relations in the Losari hamlet. Data collection techniques carried out by interview and observation. Data analysis was carried out during the interview of the results of the interview and previous observations. The results obtained from this study, First, the community can realize the strength of the local philosophy of Mangayu Bagyo in maintaining Islamic-Christian relations in the village of Losari. Second, if there are cracks in social relations, then Mangayu Bagyo can overcome it by increasing dialogue and social action.
Beban Ganda Perempuan Di Desa Sitapongan Provinsi Sumatera Utara Di Kaji Dari Perspektif Konseling Feminis Pardede, Refina; Engel, Jacob Daan; Tampake, Tony
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i2.292

Abstract

This research is motivated by the presence of the double burden phenomenon which very often create gender injustice for women, especially in Sitapongan Village, North Sumatra Province which experiencing a double burden. Apart from playing a role in the domestic realm such as taking care of household, being a wife and being a mother to their children, they also playing a role in the public sphere that is working as farmer. The double burden that experienced by women in this village is caused by the unequal division of gender roles between men and women in their family. The purpose of this research is to analyze the double burden and impacts that experienced by women with double burdens in Sitapongan Village. In this research, the writer used a qualitative research method and ethnographic approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Then, the scalpel in this research is feminist counseling theory because it is can be used as a new change in the world of counseling and can be a tool to see the phenomenon of the double burden experienced by women in Sitapongan Village. Counseling theory with a feminist approach encourages individuals to pay attention to societal patterns of change and encourage social change that emphasizes gender equality as a way to create a change. Furthermore, the purpose of feminist counseling is to increase awareness in the division of gender roles or burdens.Penelitian ini mengangkat fenomena beban ganda yang sering menimbulkan ketidakadilan gender terhadap perempuan di Desa Sitapongan, Sumatera Utara. Perempuan di desa ini tidak hanya menjalankan peran domestik seperti mengurus rumah tangga, menjadi istri, dan ibu, tetapi juga bekerja di ranah publik sebagai petani. Beban ganda ini terjadi akibat pembagian peran gender yang tidak seimbang dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis beban ganda yang dialami perempuan serta dampaknya. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menggunakan teori konseling feminis sebagai kerangka analisis. Teori ini menekankan pentingnya perubahan sosial yang mendorong kesetaraan gender. Konseling feminis berupaya meningkatkan kesadaran akan pembagian peran gender yang adil, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam memahami dan mengatasi beban ganda perempuan.
Pendidikan Agama Kristen dalam Pendampingan terhadap Orang Tua yang Mengalami Empty-Nest Kristiantia, Graseila; Engel, Jacob Daan; Adi, Suwarto
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemahaman Pendidikan Agama Kristen dapat berperan khususnya dalam proses pendampingan yang diberikan kepada orang tua yang mengalami empty-nest, dengan tujuan membantu mereka untuk menganggap diri mereka berharga dan bermakna meskipun tidak lagi tinggal bersama dengan anak-anak. Penelitian ini dilakukan dengan melihat bahwa situasi empty-nest memiliki dampak yang jika dibiarkan tidak mendapatkan pendampingan akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur. Sumber-sumber rujukan digunakan untuk melihat penyebab dan dampak dari situasi empty-nest. Peran Pendidikan Agama Kristen melalui gereja serta dan adanya interaksi antar anggota keluarga yang lain dalam proses pendampingan terhadap orang tua yang mengalami empty-nest, dibutuhkan untuk membantu mereka mampu menumbuhkan kesadaran diri, penerimaan diri, keterbukaan terhadap lingkungan, dan keinginan untuk bermakna.
Online Social Support Terhadap Penyintas Covid-19 dari Perspektif Pendampingan Masyarakat di Karombasan Selatan, Manado-Sulawesi Utara Nendissa, Julio Eleazer; Jacob Daan Engel; Gunawan Yuli Agung Suprabowo
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i2.138

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis online social support bagi penyintas Covid-19 dari perspektif pendampingan masyarakat di Karombasan Selatan, Manado, Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data yaitu wawancara. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan mendapatkan perlakuan tidak baik dari masyarakat seperti dicaci maki, diusir dari rumah, diancam membakar rumah, diasingkan dari pergaulan. Online social support bersifat informasi, emosional, instrumental, penghargaan, jaringan sosial hadir untuk memberikan pendampingan masyarakat seperti gotong royong, tolong-menolong, menopang, mengasihi dan menyayangi, mendengarkan sehingga para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan telah merasakan kenyamanan, diperhatikan, dihormati, disayangi, dicintai, dihargai, dan terobati. Pada akhirnya, online social support dan pendampingan masyarakat bagi para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan berpengaruh positif karena mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik dan kembali lebih kuat tanpa memikirkan lagi pengalaman buruk atau perlakuan tidak pantas.