Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

FAKTOR RISIKO RHEUMATOID ARTHRITIS PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI BEDAH TULANG RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Adetria Heristi; Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.67 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i2.1571

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Di Poliklinik Bedah Tulang RSUD Dr. Soedarso Pontianak untuk pasien rawat jalan, pada tahun 2011 periode Januari-Desember terdapat 614 kunjungan dengan insidensi 76 kasus, pada tahun 2012 terdapat 515 kunjungan dengan insidensi 76 kasus, dan pada tahun 2013 terdapat 345 kunjungan dengan insidensi 46 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  faktor  risiko  kejadian RA di  RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 76 orang (38 kasus dan 38 kontrol) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat obesitas (p value=0,038, OR=2,979, CI 95%=1,164-7,622) dan riwayat hipertensi (p value=0,001, OR=8,485, CI 95%=2,214-32,517) dengan kejadian Rheumatoid Arthritis. Variabel yang tidak berhubungan yaitu riwayat merokok pasif (p value=0,062) dan riwayat diabetes mellitus (p value=1,000). Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan upaya konseling dan edukasi bagi pasien RA serta upaya peningkatan kesehatan dan gaya hidup sehat bagi masyarakat.
Prevalensi Malaria Klinis dan Positif Plasmodium spp. Berdasarkan Mass Blood Survey di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Zaenal Abidin; Andri Dwi Hernawan
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 2 No 2 (2010): Jurnal Aspirator Volume 2 Nomor 2 2010
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.115 KB)

Abstract

Based on clinical diagnosis, the regency of Rokan Hilir in Riau Province is a high malaria endemic areas with annual parasite incidence more than 50 per 1,000 inhabitants, and every year the number of cases continues to rise. To overcome this, the intensification of eradication activities has been conducted with the goal of reducing malaria transmissionrates, cases and deaths due to malaria. To determine the prevalence of positive malaria Plasmodium, in Rokan Hilir regency, has conducted mass blood survey (MBS) in March 2008 in 5 villages which is the highest malaria endemic areas. The number of people who checked his blood sample was 5215 people (18,42% of the total population), 1252 of whom were residents age group 0-9 years.From the examination results are known 267 people (5.12%) positive malaria, including 86 people in the population age group 0-9 years.Furthermore, the survey concluded that the location of high malaria endemic area for 5.12% of samples tested positive for malaria and malaria morbidity in the population age group 0-9 years is 6.87%.
Bionomik Nyamuk Anopheles spp di Desa Sumare dan Desa Tapandullu Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2011 Andri Dwi Hernawan; Syarifuddin Hamal
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 3 No 2 (2011): Jurnal Aspirator Volume 3 Nomor 2 2011
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.293 KB)

Abstract

Abstract. Tapandullu and Sumare Villages are area of malaria high endemic in Mamujudistricts, West Sulawesi province, located in coastal areas. Anopheles mosquitoes in the tworegions are largely unknown, neither species, bionomic density. To find out the fauna andbionomic and dominant Anopheles mosquito, has been conducted a spot survey entomology.Surveys conducted for three consecutive days with the capture of mosquitoes at night anddid a long time outside the home, including around the cattle pen. Catching method is to baitpeople and catching mosquitoes rest. Mosquitoes captured, identified the species, calculateddensity and ovarian surgery performed to calculate the parity rate.From the survey, concluded that chance as a mosquito vector of malaria in both regions arespecies of Anopheles subpictus
EFFECTIVENESS OF LOCAL LANGUANGE BOOKLETS TO ADOLESCENT SMOKING BEHAVIOR Abduh Ridha; Andri Dwi Hernawan
Jurnal LINK Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.522 KB) | DOI: 10.31983/link.v12i2.1197

Abstract

Pasien rumah sakit Dr. Soedarso Pontianak yang mengalami penyakit jantung koroner terbukti perilaku merokok sebagai faktor risiko. Pengetahuan merupakan faktor yang dominan memprediksi perilaku merokok remaja di Pontianak. Peneliti ingin mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan melalui booklet berbahasa daerah terhadap pengetahuan rokok pada siswa SMP di Pontianak.  Rancangan penelitian ini adalah pre-test post-test with control group design. Penelitian ini mengelompokkan subjek kedalam 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan mendapatkan pendidikan kesehatan melalui booklet berbahasa daerah dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG ANAK (USIA 4-6 TAHUN) DI 6 PAUD DESA KUALA DUA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN Muhammad Arif Hendrawan; Andri Dwi Hernawan; Ismael Saleh
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 8 No 1 (2021): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/sel.v8i1.4701

Abstract

Berdasarkan data situasi dan analisis gizi di Indonesia pada tahun 2017, status gizi balita diukur dengan indeks tinggi badan per umur (TB/U). Provinsi dengan persentasebalita pendek dan sangat pendek terbesar adalah Kalimantan Barat (32,5%) dan terendah adalah Sumatera Selatan (14,2%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun di desa kuala 2 wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 242 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 69 orang anak usia 4-6 tahun, diambil menggunakan random sampling serta menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan anak berdasarkan indikator TB/U, yaitu riwayat ASI eksklusif (p=0,004) berat badan lahir rendah (BBLR) (p=0,003), imunisasi dasar (p=0,000), penyakit infeksi (p=0,000). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pertumbuhan anak berdasarkan indikator TB/U yaitu usia saat hamil (p=0,103). Serta terdapat hubungan yang signifikan antara pertumbuhan anak berdasarkan indikator TB/U dengan perkembangan anak (p=0,000).Saran kepada Puskesmas Sungai Durian untuk melakukan kegiatan sosialisasi di masyarakat serta membuat program khususnya tentang pentingnya deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak, sehingga diharapkan dapat mengatasi gangguan tumbuh kembang anak di wilayah kerja puskesmas. According to the Indonesian ministry of health, 2017 the nutritional status of children under five as measured by the height per age index, the province with the largest proportion of short and very short children under five is West Kalimantan (32.5% ) and the lowest was South Sumatra (14.2%). The purpose of this study was to determine the factors that influence the growth and development of children aged 4-6 years in Kuala Village 2, the working area of Sungai Durian Health Center. This study was an observational analytic study with a cross sectional design. The population in this study was probably 242 people. The sample in this study may be 69 children aged 4-6 years, taken using random sampling and using chi-square test statistics. The results showed the factors associated with growth based on the indicator of height / age, namely a history of exclusive breastfeeding (p = 0.004), low birth weight (LBW) (p=0.003), basic immunization (p=0.000), infectious diseases (p = 0.000). Meanwhile, the factor that was not related to children's growth based on the indicator of height / age was the age at pregnancy (p = 0.103). As well as the significant relationship variable between children's growth based on the indicator of height / age with child development (p=0.000) It is suggested to Sungai Durian Public Health Center to carry out socialization activities in the community and create a program specifically on the importance of early detection of child developmental disorders, so that it is hoped that it can overcome child development disorders in the working area of the puskesmas.
Quality Control Mandiri Pada Industri Cincau Hitam Untuk Meningkatkan Higiene Produk Dan Potensi Pemasaran Produk Andri Dwi Hernawan; Fenni Supriadi; Elly Trisnawati
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.604 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1321

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melakukan upaya komprehensif dalam industri grassjelly melalui pelatihan pengendalian diri berkualitas dengan memperkenalkan HACCP (poin-poin kontrol kritis analisis bahaya), dan setelah itu pelatihan tentang prosedur untuk membuat lisensi industri rumah tangga dan mengemas produk-produk cincau, dan kemudian menyediakan bantuan untuk mengusahakan pemasaran untuk memasarkan pangsa yang baru.Hasil dari kegiatan setelah beberapa pelatihan diberikan kepada industri grassjelly menemukan dampak berikut dari kegiatan, pemahaman dan pengetahuan industri grassjelly meningkatkan kebersihan makanan yang dibuktikan dengan penilaian awal ketidaktahuan tentang potensi paparan kimia dan mikrobiologi di awal sebelum kegiatan diubah menjadi kesadaran untuk menciptakan makanan higienis yang lebih baik. Ketertarikan pada pangsa pasar baru di supermarket juga terbukti setelah pengemasan dan prosedur pelatihan untuk produk lisensi rumah tangga telah dilakukan, tetapi fasilitasi lebih lanjut diperlukan untuk membantu manajemen produk lisensi.Pengabdian masyarakat selanjutnya dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan industri supermarket untuk berkolaborasi dengan industri cincau kecil dalam menyediakan stok cincau di supermarket. Sektor pemerintah juga perlu dilibatkan untuk lebih serius melakukan pemantauan keamanan pangan industri cincau.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, KEBIASAAN SARAPAN PAGI, AKTIFITAS FISIK DAN GANGGUAN KESEHATAN DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR (THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS, BREAKFAST HABITS, PHYSICAL ACTIVITY AND HEALTH PROBLEMS WITH SCHOOL Marlenywati .; Andri Dwi Dwi Hernawan; Armita Dewi Hardiyanti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 12, No 2 (2015): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.803 KB) | DOI: 10.29406/br.v12i2.82

Abstract

Prestasi belajar merupakan ukuran untuk menentukan tingkat keberhasilan proses pendidikan. Kurangnya prestasi belajar dapat diakibatkan oleh status gizi, kebiasaan sarapan pagi, akifitas fisik dan gangguankesehatan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengenai status gizi menunjukan bahwa pada tahun2013 prevalensi status gizi pada anak usia 6-12 tahun untuk prevalensi kegemukan sebesar 9,64% dan kurus9,08%. Hasil survey pendahuluan didapat 76% siswa memiliki nilai rata-rata raport rendah, 70% siswadengan IMT gemuk, 40 % siswa tidak rutin sarapan pagi dan sebagian siswa melakukan aktifitas fisiksedang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hubungan antara status gizi, kebiasaansarapan pagi, aktifitas fisik dan gangguan kesehatan dengan prestasi belajar anak sekolah dasar di wilayahkerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Sampel penelitian sebanyak 132 sampel. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square dengan taraf signifikan95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel kebiasaan sarapan pagi (0,001) dangangguan kesehatan (p value=0,025) dengan prestasi belajar. Tidak terdapat hubungan yang bermaknaantara status gizi (p value=0,651), aktifitas fisik (p value=0,751) dengan prestasi belajar anak sekolah dasardiwilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Disarankan untuk petugas  giziPuskesmas Kecamatan Pontianak Selatan untuk meningkatkan edukasi, informasi dan komunikasimengenai sarapan pagi dan upaya promotif dan preventif kepada orang tua siswa dan siswa tentangpentingnya sarapan pagi melalui media leaflet, poster dan banner sesuai dengan waktu dan jumlah energiyang dibutuhkan dan mengadakan kerjasama lintas sektor antara pihak puskesmas dengan UKS sekolahuntuk memantau kesehatan anak dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar dapatmengetahui perkembangan tubuh anak. Kata kunci: Sarapan, Gangguan Kesehatan, Prestasi Belajar
Intervensi TB-Paru Melalui Edukasi dan Konseling di Desa Pasir Panjang Wilayah Binaan Puskesmas Antibar Kabupaten Mempawah Andri Dwi Hernawan; Lia Erlina; Bayu Ari Biatmojo
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 16, No 2 (2019): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.147 KB) | DOI: 10.29406/br.v16i2.1814

Abstract

Tuberculosis Paru atau TB Paru merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian dalam penanganan dan pengendalian program kesehatan di wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat. Identifikasi lebih lanjut factor determinan penyebab TB Paru di lokasi tersebut dengan rancangan kasus control didapatkan bahwa factor perilaku menjadi penyebab dominan penularan TB Paru di lokasi tersebut. Kegiatan intervensi ini dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang TB Paru melalui edukasi kesehatan.Kegiatan intervensi dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan masyarakat yang komprehensif melalui aktivitas pemberian informasi yang terstruktur tentang TB Paru dan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan penguatan terhadap agent of change (kader kesehatan dan pengawas menelan obat). Harapan dari kegiatan nantinya kader kesehatan dan PMO dapat mempraktekan teknik melakukan konseling sehingga mampu mentransfer informasi tentang TB Paru ke masyarakat.Hasil kegiatan intervensi yang dilakukan dengan sasaran anak usia sekolah untuk memberi pemahaman tentang TB Paru dan cara pencegahannya melalui kegiatan cerdas cermat mendapatkan hasil sangat baik dengan hasil penilaian skor cerdas cermat diatas 70%. Untuk kegiatan edukasi dan pelatihan konseling pada kader kesehatan dan PMO didapatkan hasil yang cukup baik dimana tingkat peningkatan pengetahuan tentang TB Paru sebesar 86,5% dari pengetahuan awal sebesar 47,3%.Rekomendasi untuk pihak puskesmas dan desa perlu peningkatan kemampuan kader lebih lanjut melalui supervisi dan pendampingan dari puskesmas secara rutin. Desa juga perlu memberikan dukungan pada kader kesehatan dan PMO melalui pemberian penghargaan baik secara moril maupun material terhadap konseling yang dilakukan kader dan PMO.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Dini Hadiarti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 2 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.932 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i2.896

Abstract

Mempawah Hulu, which is predominantly populated by indigenous Dayak Kanayatn tribe, is one of underdeveloped sub-district in Landak Regency. The main issues are in health, education, and economic sectors, for instances: low educated villagers (the majority of the villagers do not graduate from secondary school); urgent clean and healthy living behavior (PHBS); economic condition in the middle to the low category. Therefore, the community service in this area was focused on empowering the community in those problematic sectors. To solve the issues, we heightened public role in society and enforced the authority institution which including Mempawah Hulu Regency Administration along with three local villages authorities and Puskesmas (Public Health Center) Karangan. Through these activities, not only ‘Alert Village’ was activated but also PHBS agents, ‘Alert Village’ agents, Healthy Generation (Genre) ambassador, as well as initiation of ODF hamlet were established. In the education sector, the local library was built which was associated with the establishment of the green school and study group. In the social-economic sector, a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group were formed as well as few entrepreneurs manufacturing products from local commodities. It was expected that the whole initiated programs would be sustainable in three villages, namely Pahokng, Caokng, and Tunang. Keywords: empowerment, alert village, entrepreneurship, Dayak Kanayatn
PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN MELALUI PENGUATAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Sri Nugroho Jati
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 1 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.291 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i1.596

Abstract

Sambas district is the district with the lowest HDI among the 14 districts in West Kalimantan. The highest education level of most people is only Elementary School, while public health issues are very complex, while most families are poor. Those facts show that Kabupaten Sambas is one of the districts that need attention in development in all sectors, including health, education, and economy. Sebawi, one of the region in Sambas district, still requires efforts to improve the human resource. The aim of KKN-PPM in Sebawi is to have a community empowerment in the areas of health, education, and socio-economic. The activities included strengthening 'desa siaga', increasing access to education, and intensive mentorship for the home industry in three selected villages, namely Sepuk Tanjung, Rantau Panjang and Sebawi. The results showed that the major program such as 'desa siaga' and entrepreneurship run very well. We successfully revitalized management and operational team of 'Desa Siaga'. and also convinced the villagers to provide ambulance facility in their village. We also established a new group of entrepreneurs consisted of housewife and dropout students. We hope that the new entrepreneur group can promote economic growth in the villages.  Hopefully, the program can be sustainable and will be monitored periodically. Keywords: community empowerment, alert village, poor families