Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

FAKTOR RESIKO KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PEKERJA SEKTOR FORMAL (STUDI KASUS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. SEODARSO PONTIANAK) Karmilawati, Karmilawati; Hernawan, Andri Dwi; Alamsyah, Dedi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 4, No 2 (2017): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.194 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v4i2.862

Abstract

Penyakit jantung koroner adalah penyebab tunggal terbesar kematian di negara maju dan di negara berkembang. berdasarkan data dari RSUD Dr. Soedarso Pontianak tahun 2017 dari bulan januari – bulan juli tercatat kasus penyakit jantung koroner sebanyak 206 kasus. Selain itu melalui screening kriteria inklusi kasus didapatkan data penyakit jantung koroner sebanyak 56 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner pada pekerja sektor formal (studi Kasus pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Soedarso Pontianak).Penelitian ini mengunakan desain case control. Sampel penelitian sebanyak 60 responden (30 kasus dan 30 kontrol) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara stress kerja (p value= 0,000 ; OR= 10,796 dengan CI 95%=3,263-35,718) dan beban kerja (p value =0,000 ; OR= 16,00 dengan CI 95%=4,515-56,698) dengan kejadian penyakit jantung koroner. Variabel yang tidak berhubungan yaitu aktivitas fisik (p value = 0,313), variabel confounding yaitu riwayat keluarga (p value = 0,117) dan kebiasaan merokok (p value = 0,284Disarankan kepada RSUD Dr.Soedarso Pontianak Memberikan informasi pada masyarakat mengenai faktor risiko yang berhubungan terhadap kejadian PJK, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan melakukan pencegahan pada usia sedini mungkin.
FAKTOR SOSIAL BUDAYA DAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah di Kota Singkawang) Julhana, Risa Alisanra; Hernawan, Andri Dwi; Saleh, Ismael
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 2 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.277 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i2.332

Abstract

Background : Low birth weight is defined as a birth weight of a liveborn infant of less than 2,500 g. It is considered as a major factor in the increase of mortality, morbidity, and disability in infants and children neonates. Also, it psychologically and physically raises long and short terms impacts for their future lives. The number of the low birth weight cases in Singkawang was 151 (3,9%) of 3.875 infants. In 2013, the same cases occurred at work area of Puskesmas Singkawang Tengah; 77 (5,93%) low birth weight cases and 3 mortality cases due to the low birth weight. Determinant factors of low birth weight cases were maternal, prenatal, and fetal factors. Therefore, this study is regarded important to be conducted as infants with low birth weight have significant contribution to mortality cases and are vulnerable to experience mental and physical developmental disorder.Objective : This study aimed at figuring out the correlation of social culture, prenatal care factors, and low birth weight cases.Methods : An observational analytic, as well as case control design, was carried out in this study. The respondents were divided into two groups; 22 case groups and 44 control groups. These sampling were grouped by using matching technique which includes age and parity. Then, the data were statistically analyzed by using Chi square test.Result : The study revealed two findings. First, the were correlation of parental roles (p value = 0,006; OR = 5,400), eating habits (p value = 0,015; OR = 4,333), and prenatal care (p value = 0,023; OR = 4,457). Second, there was no correlation of herbal medicine consumption and low birth weight cases.Conclusions : From the findings, the local public figures are encourage to socialize low birth weight preventions by providing grouped counseling and individual communication. Thus, the local people can increase their knowledge on nutrition and prenatal care information. At last, the cases of low birth weight can slowly be reduced.Keywords : parental roles, eating habits, herbal medicine, prenatal care, low birth weight
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RENFORCING DAN AKSESABILITAS POSYANDU DENGAN KUNJUNGAN IBU MEMBAWA ANAK BALITA KE POSYANDU DI DESA RASAU JAYA 1 Fauziah, Fauziah; Mardjan, Mardjan; Hernawan, Andri Dwi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 1, No 1 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2027.437 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor renforcing dan aksesabilitas posyandu dengan  kunjungan ibu membawa anak balita keposyandu di desa  rasau jaya 1. Desain dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional kemudian dilakukan analisis dengan uji chi square dengan á  = 5% (0,05). Tehnik pengambilan sampel Proposional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 176 ibu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada hubungan antara dukungan keluarga (p = 0,010), dengan kunjungan ibu membawa balita ke posyandu. Sedangkan dukungan kader posyandu (p = 0,341), dukungan TOMA (p = 0,144) jarak tempat tinggal (p = 0,477 ) dan sumber informasi (p = 0,683) menunjukkan tidak ada hubungan dengan kunjungan ibu membawa balita ke posyandu
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN Putriani, Annisa; Saleh, Ismael; Hernawan, Andri Dwi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 1, No 1 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.666 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v1i1.102

Abstract

Latar Belakang:Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru-paru meradang. Pneumonia sangat berpotensi menular didalam rumah dengan kondisi yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Pneumonia dapat muncul karena beberapa faktor risiko seperti faktor lingkungan meliputi kepadatan hunian kamar, kelembaban, luas ventilasi, polusi udara didalam dan luar rumah, penggunaan racun nyamuk, serta keberadaan sekat dapur.Persentase penyakit Pneumonia pada tahun 2010 di Kalimantan Barat terdapat 4,77% dan tahun 2011 terdapat 4,71%, sementara UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatantahun 2013bulan Januari-Juli terdapat 124balitaPneumonia. Tujuan : penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Metode :penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian Case Control dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden terdiri dari 34 responden kelompok kasus dan 34 pada kelompok kontrol. Hasil : penelitian menunjukkan bahwatidak ada hubungan antara kepadatan hunian kamar (p value = 0,327), polusi udara (p value = 0,183), luas ventilasi (p value = 0,186), tingkat kelembaban (p value = 0,051), penggunaan racun nyamuk (p value = 0,709), keberadaan sekat dapur (p value = 0,045; OR = 0,244) dan polusi asap rokok (p value = 0,242) dengan kejadian Pneumonia pada balita di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Saran :kepada orangtua balita agar menghindarkan anak dari paparan polusi asap rokok, membangun rumah atau memilih rumah sesuai peraturan pemerintah sertamemperbaiki kondisi fisik dapur agar memenuhi syarat.
UJI EFEKTIVITAS BOOKLET BERBAHASA DAERAH DAN METODE CERAMAH TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ROKOK (Studi di MTs Aswaja Pontianak dan SMP Assalam Pontianak) Iskandar, Iskandar; Ridha, Abduh; Hernawan, Andri Dwi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 2 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.927 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i2.333

Abstract

Background: The high number of smokers among teenagers Indonesia increasingly alarming, the data indicates that the increase occurs every year. the importance of self-protection against non adolescents should be done more seriously by the government, so that we are not getting a lot of teenagers who behave smoke. Health promotion is one of the steps that need to be given to adolescents. Selection of media in health promotion should also be appropriate in order to facilitate the message delivered to teenagers. One medium that is suitable for teenagers is the booklet, because booklet may contain more material and interesting shapes dibandingka with other health promotion media.Aim : This study aimed to examine the effectiveness of the local language booklet and lecture method in increasing knowledge about smoking in adolescents.Method : This research uses experimental design. Samples are 69 respondents (34 treated and 25 controls) were taken using simple techniques proporsive sampling. Using repeated ANOVA test with a confidence level of 95%.Result : The results showed there were no differences in knowledge significantly in pretest between the booklet and lecture (p value = 0.153), there are differences in knowledge significantly between groups booklets and lectures on the posttest 1 (p value = 0.000), There was an increase in knowledge on the group booklet between pretest and posttest 1 (p value = 0.000). An increase knowledge on the booklet group between posttest 1 and posttest 2 (p value = 0.049). increased knowledge of the lecture group between pretest and posttest (p value = 0.000). Value the effectiveness of both methods was calculated using the formula eta squared result in a lecture 0.73 and 0.47 on the lecture method, which means that both methods have great effectiveness in increasing knowledge about smoking in adolescents.Suggestion: Suggested to Pontianak City Health Department to improve health promotion against teenagers using media health promotion in the form of booklets speaking regions, because of the results of the study show the effectiveness of the booklet reached 73% while 47% lectures For many teens are exposed to information about smoking.Keywords : Booklet Regional Languages, Methods Lecture
PENGARUH PEMBERIAN JUS CAMPURAN MENTIMUN (Cucumis sativus Linn) DAN JERUK MANIS (Citrus aurantium) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH Dwi Hernawan, Andri; Lingga, Lingga; Arfan, Iskandar
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 5, No 2 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.842 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v5i2.1281

Abstract

Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Kognitif pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam Rsud Dr. Soedarso Kota Pontianak Faisyal, Januar; Hernawan, Andri Dwi; Alamsyah, Dedi
Jumantik Vol 6, No 2 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v6i2.2023

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme karbohidrat ditandai dengan (hiperglikemia) dan (glikosuria). Diabetes Melitus dapat menyebabkan resiko gangguan kognitif melalui gangguan pada pembuluh darah. Data RSUD Dr. Soedarso di tahun 2016 terdapat 73 penderita diabetes melitus pada rentang umur 30-40 tahun yang berobat di poli penyakit dalam, di tahun 2017 terdapat 90 pasien, dan di tahun 2018 terdapat 94 pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada penderita diabetes melitus tipe 2 di poli penyakit dalam RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 orang yang diambil dengan tehnik total sampling. Uji statisktik yang digunakan uji chi-square tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p value=0.000), status pekerjaan (p value=0.023), status gula darah (p value=0.000), lama menderita DM (p value=0.001) dengan kejadian gangguan fungsi kognitif. Disarankan bagi pasien untuk melakukan aktivitas yang dapat menstimulus otak, lebih sering melakukan aktivitas fisik, melakukan sosialisasi, melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, makan makanan sehat yang rendah gula serta melakukan pola hidup sehat.
DETERMINAN PERILAKU MEROKOK REMAJA DI KOTA PONTIANAK Ridha, Abduh; Hernawan, Andri Dwi
JURNAL BORNEO AKCAYA Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51266/borneoakcaya.v2i2.50

Abstract

Non-communicable diseases cause 60% of deaths in Indonesia. Non-communicable disease risk groups getting younger. One reason is the age of new smokers become younger from year to year. School proved to be an effective setting for smoking reduction program in adolescents group. Schools is one of Free Smoking Area that regulated by the Government of Pontianak by Perda 10 tahun 2010. The main objective of this research is develop a model of relationship between health education, the influence of interpersonal (family and friends), advertising exposure, and knowledge with smoking cessation among high school students in Pontianak. The study was designed with cross-sectional. The study was conducted on high school students in Pontianak, West Kalimantan, in the period May 2013-April 2014. Data were analyzed by multivariate analysis using logistic regression to get the model. From multivariable analysis is known if the teens which have a family of smokers, smoker friends, exposure to cigarette advertising in the high category, has a habit of watching tv on mid night as well as having the knowledge that it has a low probability of smoking behavior by 99.3%. Based on the same formula, of the five factors that influence smoking behavior variables knowledge is the dominant factor. Cigarette advertising is the smallest triger. Model of adolescent smoking behavior of high school in Pontianak is mathematically capable of predicting the behavior of smoking to 99.3%, with the calibration of 0939 and 0777 amounted to discrimination.
EFEKTIFITAS BOOKLET BERBAHASA DAERAH PADA PERILAKU MEROKOK REMAJA: Studi Pilot pada Sekolah Menengah Pertama di Pontianak Ridha, Abduh; Hernawan, Andri Dwi
Journal of Health Education Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien rumah sakit Dr. Soedarso Pontianak yang mengalami penyakit jantung koroner terbukti perilaku merokok sebagai faktor risiko. Pengetahuan merupakan faktor yang dominan memprediksi perilaku merokok remaja di Pontianak. Peneliti ingin mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan melalui booklet berbahasa daerah terhadap pengetahuan rokok pada siswa SMP di Pontianak.  Rancangan penelitian ini adalah pre-test post-test with control group design. Penelitian ini mengelompokkan subjek kedalam 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan mendapatkan pendidikan kesehatan melalui booklet berbahasa daerah dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan pada posttest 1 antara kelompok perlakuan dan kontrol (nilai p<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan pada posttest 2 antara kelompok perlakuan dan kontrol (nilai p<0,05). Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kelompok perlakuan (nilai p<0,05).
HUBUNGAN POLA MAKAN, PEMBERIAN ASI, IMUNISASI DAN AKTIVITAS KE POSYANDU DENGAN KEJADIAN BAWAH GARIS MERAH PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG EMPAT KAYU LAPIS SEKADAU Ayu Rizky; Andri Dwi Hernawan; Indah Budiastutik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.405 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i4.1758

Abstract

Balita Bawah Garis Merah adalah balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau di bawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat. Angka kejadian BGM pada balita di Puskesmas Simpang Empat Kayu Lapis Sekadau tahun 2014 sebesar 4,72%. Data primer tahun 2015 didapat balita BGM sebesar78,6%. Penelitian bertujuan mengetahui pola makan, pemberian ASI, imunisasi dan aktivitas ke posyandu yang berhubungan dengan kejadian BGM pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat Kayu Lapis Sekadau. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 70 responden ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan   uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan protein (p value=0,001, PR=0,833, CI 95%=0,097-0,286), ASI Eksklusif (p value=0,005, PR=6,462, CI 95%=1,869-22,345), durasi pemberian ASI (p value=0,005, PR=6,462,   CI   95%=1,869-22,345),   rutin   ke   posyandu   (p   value=0,042, PR=1,385, CI 95%=1,174-1,634) dengan kejadian BGM pada balita. Variabel yang tidak berhubungan yaitu imunisasi (p value=1,333). Disarankan kepada ibu balita untuk lebih memperhatikan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan tanpa tambahan makanan lain, serta memberikan makanan yang mengandung karbohidrat (nasi, roti, singkong, jagung, mie, sagu dan bihun), protein (daging, telur, ikan lele, tahu, jamur, buncis, kecambah dan brokoli) dan lemak (minyak kelapa, susu, dan mentega)  yang dapat bermanfaat dalam pemenuhan status gizi balita. Dan ibu lebih aktif berkunjung ke posyandu di setiap desanya dalam memantau status gizi balitanya.