Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu vaksinasi Meningitis Meningokokus calon jamaah umroh di KKP Pontianak RHEZKA IMANIAR FITRANTO; Andri Dwi Hernawan; Mardjan Mardjan
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 5 No 2 (2019): JHECDs Vol. 5, No. 2, Desember 2019
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jhecds.v5i2.2165

Abstract

Berdasarkan peraturan dari Pemerintah Indonesia, pemberian vaksinasi Meningitis Meningokokus bagi calonjamaah umroh wajib dilakukan minimal 30 hari sebelum keberangkatan, hal ini dilakukan agar antibody para jamaah dapat terbentuk dengan sempurna pada saat keberangkatan umroh. Namun dalam praktiknya, proporsi jamaah umroh yang melakukan vaksinasi tidak tepat waktu di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak cukup tinggi dan semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu vaksinasi pada calon jamaah umroh di KKP Kelas II Pontianak, penelitian dilakukan dengan desain Cross Sectional dan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 84 responden, yang selanjutnya dianalisa dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p-value=0,028), sikap (p-value=0,002) dan keterpaparan informasi (p-value=0,043), serta tidakterdapat hubungan antara kondisi kesehatan (p-value=0,427) dan dukungan travel (p-value=0,283) dengan ketepatan waktu vaksinasi Meningitis Meningokokus pada calon jamaah umroh di KKP Kelas II Pontianak. Diseminasi informasi tentang pentingnya pelaksanaan vaksinasi yang tepat waktu melalui berbagai media cetak dan elektronik hendaknya dapat lebih ditingkatkan, sehingga calon jamaah umroh dapat mengetahui dan menyadari pentingnya ketepatan waktu dalam pemberian vaksinasi Meningitis Meningokokus.
Factors Associated with Dengue Fever Prevention Practices (Community Survey in Endemic Areas, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, Indonesia) Iskandar Arfan; Ayu Rizky; Andri Dwi Hernawan
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 11, No 4: December 2022
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v11i4.21784

Abstract

Prevention practices and the factors that influence them are important to know for spread control and effective strategic planning. This study aims to find factors related to the practice of preventing dengue fever in people in endemic areas of Kuburaya Regency, West Kalimantan Province, Indonesia. This is an observational study with a cross-sectional design. The research sample was 379 households in endemic areas using a questionnaire. Collecting data using a questionnaire with interviews. Bivariate analysis used chi-square test, multivariate analysis used logistic regression. Most respondents have less prevention practices (59.9%), variables related to dengue fever prevention practices are income, education, knowledge about prevention and health education (mass media), In the regression analysis only variables are education, knowledge about prevention, education mass media health related to dengue fever prevention practices. The results of this study indicate that in formulating an approach to dengue fever prevention, strategies that must be developed in preventing dengue fever are to cultivate prevention practices and increase prevention campaigns using mass media, and can focus on areas that have low education and low knowledge of dengue fever prevention
Hubungan Antara Paparan Asap Rokok dengan Kadar Hemoglobin pada Perokok Pasif di Desa Keraban Kecamatan Subah Kabupaten Sambas Slamet Triyono; Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan
Jumantik Vol 6, No 1 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.018 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v6i1.1999

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin lebih rendah dari 12 gr/dl pada perempuan. Data WHO (2016) menyatakan anemia pada perempuan sebesar 578 juta di Afrika, Asia Tenggara dan Mediterania Timur memiliki prevalensi tertinggi, lebih dari 35%. Salah satu penyebab anemia adalah paparan asap rokok  karena mengandung CO dan Tar, jika terhirup seseorang dapat  menyebabkan penurunan kadar hemoglobin pada perempuan (perokok pasif). Tujuan penelitian mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan penurunan kadar hemoglobin. Desain penelitian adalah observasionoal analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah perokok pasif sebanyak 73 orang. Pengumpulan data melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch GCHB. Data dianalisis menggunakan uji Chi square (α = 95%). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara durasi terpapar asap rokok dengan kadar hemoglobin (p value = 0,027) (PR=3,6421; CI 95% 1,144-11,596) dan tidak ada hubungan antara lama terpapar dengan hemoglobin (p value = 0,065) (PR = 2,434 CI 95% 1,050-5,643). Saran bagi kepala keluarga agar tidak merokok di dalam rumah maupun disekitar orang yang bukan perokok. Bagi perokok pasif (istri) agar memotivasi perokok aktif untuk tidak merokok di dalam rumah serta mengurangi komsumsi rokok. Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bahaya merokok bagi kesehatan individu dan orang lain serta mengajak masyarakat untuk berPHBS dengan tidak merokok di dalam rumah.
Penyuluhan dan Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) Untuk Pencegahan Stunting Iskandar Arfan; Andri Dwi Hernawan; Sayyidun Nisa Asy-Syifa; Ayu Rizky
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1835

Abstract

Penyakit stunting masih menjadi permasalahan di indonesia termasuk di Kalimantan Barat Kota Pontianak. Puskesmas Parit Mayor merupakan salah satu puskesmas di kota Pontianak yang juga sebagai salah satu penyumbang kasus stunting. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada kader posyandu yang dimiliki puskesmas mengenai pemberian makan bayi dan anak (PMBA) serta memberikan keterampilan dalam mengolah makanan untuk anak. Sasaran Pengabdian ini adalah 15 orang (kader kesehatan) Puskesmas Parit mayor Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Kalimantan Barat. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, serta demontrasi pembuatan makanan sehat balita. Hasil kegiatan pasca pengabdian pengetahuan kader posyandu meningkat mengenai PMBA dengan hasil rata-rata skor pretest 6.5 menjadi 8.7 saat postest dari total 10 pertanyaan. Dan kader telah mampu  mempraktikkan dengan baik cara mengolah makanan anak pencegah stunting. Diharapkan kader dapat melanjutkan dan mentranfer wawasan dan keterampilan yang didapat kepada masyarakat dan bagi pihak terkait khususnya puskesmas untuk terus memotivasi dan membina kader agar dapat mengoptimalkan upaya pencegahan stunting di masyarakat salah satunya mengenai PMBA yang dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan status gizi untuk bayi dan anak.
DETERMINAN PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Hendri Fitrian; Linda Suwarni; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.896 KB)

Abstract

Kehamilan Yang Tidak Diinginkan dan Infeksi Menular Seksual, termasuk HIV dan AIDS di kalangan remaja sangat mengkhawatirkan. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah perilaku seks pranikah remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan perilaku seks pranikah remaja di Kota Pontianak tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pada 281 remaja SMP dan SMA (studi di Kecamatan Pontianak Barat) dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 70.8% orangtua tabu dalam membicarakan tentang seksualitas, 66.2% remaja terpapar pornografi, dan 34.2% mengakui pernah melakukan perilaku seks pranikah (kissing, necking, petting, intercourse). Variabel jenis kelamin (PR=1.276), riwayat pacaran (1.459), paparan pornografi (PR=1.335), dukungan orangtua dalam pacaran (PR=1.396), norma subjektif (PR=0.787), efikasi diri (PR=1.514), riwayat onani/masturbasi (PR=2.079), pengetahuan tentang seksualitas (PR=1.195) dan niat berperilaku (PR=2.004) merupakan determinan perilaku seks pranikah remaja (p value < 0.05). Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar orangtua masih tabu dalam membicarakan seksualitas, dan paparan pornografi pada remaja yang cukup tinggi, sehingga diperlukan peran orangtua dalam melakukan monitoring kepada anak remaja sebagai prevensi perilaku seks pranikah remaja
Efektifitas Pelatihan Konseling dan Penyusunan Menu MP-ASI terhadap Keterampilan Kader dalam Mendampingi Ibu Andri Dwi Hernawan; Marlenywati Marlenywati; Abduh Ridha
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.707 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.57

Abstract

Abstract: Effectiveness of Training Counseling and Preparation Menu MP-ASI Against Cadre In Mentoring Skills Mother. The aim of this research is to obtain information the effectiveness of counseling training and training for the menus breast milk given to Posyandu cadre to cadre skills in providing assistance to mothers with toddlers decreased body weight. This study uses a quasi-experimental design one group pre and post-test design. The total sample of 43 cadres Posyandu. Effectiveness was assessed by comparing the pre-test to post-test are given using the t-test dependent t-test. The results showed that there were significant differences in the level of knowledge about balanced nutrition before training to do after training (p-value = 0.001). Obtained significant differences between the Posyandu cadre counseling skills prior to training after training performed (p-value = 0.001).Abstrak : Efektifitas Pelatihan Konseling Dan Penyusunan Menu MP-ASI Terhadap Keterampilan Kader Dalam Mendampingi Ibu. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi efektifitas pelatihan  konseling dan pelatihan penyusunan menu MP-ASI yang diberikan kepada kader posyandu terhadap keterampilan kader dalam memberikan pendampingan ibu dengan berat badan balita menurun. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment one group pre and post test design. Jumlah sampel sebanyak 43 kader posyandu. Efektifitas dinilai dengan membandingkan hasil pre-test dengan post-test yang diberikan menggunakan uji t dependent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang sebelum dilakukan pelatihan dengan sesudah dilakukan pelatihan (p value = 0,001). Diperoleh perbedaan signifikan keterampilan konseling kader posyandu antara sebelum dilakukan pelatihan dengan sesudah dilakukan pelatihan (pvalue = 0,001).
Pengetahuan, Peran Orang Tua dan Persepsi Remaja terhadap Preferensi Usia Ideal Menikah M. Taufik; Harni Sutiani; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.225 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.77

Abstract

Abstract: Knowledge, Parental Roles, And Adolescents Perception Toward Preference Of  Ideal Age Of Marriage . Marriage is a bond born of inner and between a man and a woman as the husband and wife with the aim of forming a happy family and eternal. Necessary preparations towards domestic life. Age is one of the most important considerations to get married, as it associates with maturity and proper relation-ship to commit someone’s life to someone else.  Right age is also essential to determine the physical, mental, and financial readiness. This study aimed at de-termining the correlation of knowledge on maturity in marriage ,  parental roles, perception on early marriage, and the preference of  ideal age of marriage  in Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Using cross sectional ap-proach, 240 adolescents aged 15-19 years participated in this study.  This study was conducted from October-December 2016. The samples were selected by us-ing rapid survey method. The data were analyzed and processed through computerization, and statistically tested by  using chi square test. The study shows that there were correlations of  knowledge on maturity in marriage (p-value = 0,003), parental roles (p value = 0,002) and perception on early marriage (p val-ue = 0.037) with ideal age of marriage. From the findings, students are encour-aged  to take part  in positive activities such as boy scouts, the red cross youth, adolescent counseling and information center, and mosque teens, for parents can follow youth community development to provide information that is complete and correct to the teens about the growth and development of adolescents as well as premarital preparation, National Population and Family Planning Board (BKKBN) need to work together to control and reduce the number of early.Abstrak: Pengetahuan, Peran Orang Tua Dan Persepsi Remaja Terhadap Preferensi Usia Ideal Menikah. Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri untuk  membentuk keluarga bahagia dan kekal. Diperlukan persiapan menuju kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah usia yang tepat, hal ini dimaksudkan agar siap dan matang dari segi fisik, psikis, mental dan ekonomi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan, peran orang tua dan persepsi tentang per-nikahan usia dini dengan preferensi usia ideal menikah remaja di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 240 remaja usia 15–19 tahun yang dilaksanakan bulan Oktober–Desember 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey cepat. Pengolahan dan analisis data menggunakan komputerisasi. Uji Statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan (p value = 0,003), peran orang tua (p value =0,002) dan persepsi tentang pernikahan usia dini (p value = 0,037) dengan preferensi usia menikah remaja. Remaja disarankan mengikuti  kegiatan seperti pramuka, PMR, remaja masjid, PIK Remaja, bagi orang tua dapat mengikuti Bina Keluarga Remaja agar memberikan informasi lengkap dan benar tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja serta persiapan pranikah, BKKBN dan instansi terkait bersinergi dalam menekan terjadinya angka pernikahan pada usia tidak ideal.
Analisis Spasial Sebaran Kasus dan Lingkungan Berpotensi Penularan Tuberkulosis Paru Selviana Selviana; Andri Dwi Hernawan; Irvan Khitama
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.059 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.71

Abstract

Abstract: Analysis Of Spatial Distribution Of Potentially Transmission Case And Environment Tuberculosis Pulmonary. This research aimed to get the description of spatial distribution case and pulmonary tuberculosis infection environmental potentially in health care center area of Sungai Durian, Kubu Raya Regency. It was a descriptive observational survey which used total sampling. Next, the data was analyzed and presented in case mapping spatial distributional form and used Geographic Information System to present the pulmonary tuberculosis infection environmental potentially. The result showed that the distribution of case in Kuala Dua village was 42%, Limbung 17%, Arang Limbung 17%, mekar Sari 11%, Tembang Kacang 8%, and Teluk Kapuas 8%, whereas Kuala Dua Village, Arang Limbung, Desa Limbung and Mekar Sari had the highest precentation in pulmonary tuberculosis case besides they had the dense distribution which known as the new case. The spatial analysis showed that bedroom temperature 60%, bedroom humidity 66,7%, bedroom lighting 56,7%, bedroom ventilation 73,3%, and dwelling density 60% did not fulfill the health requirement. Health service access about 46,7% was not accessible.Abstrak : Analisis Spasial Sebaran Kasus Dan Lingkungan Berpotensi Penularan Tuberkulosis Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi gambaran spasial sebaran kasus dan lingkungan berpotensi TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif observasional, dengan menggunakan total sampling. Selanjutnya data dianalisa dan disajikan dalam bentuk spasial pemetaan sebaran kasus dan lingkungan berpotensi penularan TB paru dengan menggunakan Geographic Information System (GIS). Hasil penelitian menunjukan sebaran kasus pada Desa Kuala Dua 42%, Limbung 17%, Arang Limbung 17%, Mekar Sari 11%, Tembang Kacang 8% dan Teluk Kapuas 8%, dimana Desa Kuala Dua, Arang Limbung, Desa Limbung dan Mekar Sari memiliki persentasi tinggi pada kasus TB paru selain itu juga memiliki penyebaran yang rapat, diketahui 17% diantaranya kasus baru. Analisis spasial menunjukan suhu kamar tidur 60%, kelembaban kamar tidur 66,7%, pencahayaan kamar tidur 56,7%, ventilasi kamar tidur 73,3% dan kepadatan hunian rumah 60% tidak memenuhi syarat kesehatan. Akses pelayanan kesehatan 46,7% tidak terjangkau.
Hubungan antara Asupan Gula, Lemak, Garam, dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Usia 20 – 44 Tahun Studi Kasus Posbindu PTM di Desa Secapah Sengkubang Wilayah Kerja Puskesmas Mempawah Hilir Novia Tri Herawati; Dedi Alamsyah; Andri Dwi Hernawan
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2152

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kabupaten Mempawah jumlah kasus hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Mempawah Hilir. Hasil observasi 7 orang (70%) mempunyai lemak tinggi, gula tinggi dan asupan garam berlebih, 2 orang (20%) kurang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan sebanyak 1 orang (10%) mengkonsumsi lemak, gula dan garam sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dan terdapat 7 orang (70%) mengalami hipertensi. Jenis makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak tinggi seperti pengkang, Patlau, Pacri Nanas, Lemang, Bontong dan Botok. Desain penelitian secara observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usia produktif 20-44 Tahun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 orang. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Dari keempat variabel yang diteliti yaitu asupan gula (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 1,930 (1,278-2,915), lemak (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 9,375 (2,501-35,143), garam (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 2,911 (1,545-5,486) dan aktifitas fisik (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 9,333 (3,204-27,190) berhubungan dengan kejadian hipertensi. Diharapkan mengurangi konsumsi gula, lemak dan garam serta melakukan aktivitas fisik yang benar dan teratur.
Hubungan Pemeliharaan Anjing dengan Risiko Gigitan Hewan Penular Rabies di Sajingan dan Entikong (Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia) Safaldy, Aizhar; Hernawan, Andri Dwi; Trisnawati, Elly; Arfan, Iskandar
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2285

Abstract

Rabies remains a public health issue in the Indonesia–Malaysia border region. In early 2025, 16 suspected rabies-transmitting animal bite (GHPR) cases were reported in Sambas, while Sanggau also shows consistently high numbers. This cross-sectional study was conducted from January to March 2024, involving 348 purposively selected dog-owning households. Data were collected through questionnaires and observations and analyzed with Chi-Square and multivariate logistic regression. Keeping other animals, interaction with stray dogs, and irregular feeding were significantly linked to GHPR. The most influential factor was interaction with stray dogs (OR = 4.690). When all three factors occurred together, the predicted probability of GHPR reached 98.5%. Rabies prevention should focus on reducing contact between owned and stray dogs, supported by regular feeding, vaccination, and health monitoring.