Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK YANG BERPERILAKU MENYONTEK DI SMA B LAMONGAN Lia Damayanti; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.969 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p99-113

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi belajar peserta didik yang memiliki perilaku menyontek di SMA B Lamongan. Apa yang membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran namun ketika mengerjakan tugas maupun ujian melakukan kegiatan menyontek. Fokus penelitian adalah motivasi belajar peserta didik berperilaku menyontek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah enam peserta didik SMA B Lamongan yang berasal dari kelas X, XI, XII dan dari jurusan IPA maupun IPS. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif analisis Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan teori pengkondisian operan Burhus Frederch Skinner. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar peserta didik yang berperilaku menyontek di SMA B Lamongan berasal dari motivasi ekstrinsik berupa penghargaan dalam belajar yang diberikan oleh guru. Penghargaan tersebut berupa hadiah seperti uang dan pulsa, poin yang diakumulasi yang nantinya dapat digunakan untuk menghindari ulangan harian selanjutnya, serta bonus nilai yang dapat digunakan untuk tambahan nilai dalam perebutan peringkat kelas. Disisi lain terdapat konsekuensi yang menyumbang motivasi belajar peserta didik yaitu membeli alat kelas dan melakukan hafalan apabila mendapatkan nilai rendah. Sedangkan pada motivasi ekstrinsik berupa kondisi lingkungan belajar tidak menjadi salah satu penyebab dalam motivasi belajar.
Penerapan Pendidikan Antikorupsi Melalui Kantin Kejujuran di SMA Antartika Sidoarjo Erlinda Fatimah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.281 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p319-333

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan kantin kejujuran di SMA Antartika Sidoarjo, mengetahui hubungan yang terjalin antara perspektif moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour dalam penerapannya di kantin kejujuran SMA Antartika Sidoarjo, dan mengetahui tantangan yang dihadapi dalam penerapan kegiatan kantin kejujuran di SMA Antaratika Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif, dimana data didapatkan dengan kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam kepada guru dan siswa. Lokasi penelitian ini di SMA Antartika Sidoarjo. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif data yaitu, data dijabarkan dalam beberapa kategori dan analisis korelasi untuk dapat mengetahui hubungan yang terjadi antar kategori dengan menggunakan teori pendidikan karakter oleh Thomas Lickona. Ada tiga hal yang dapat menentukan karakter seseorang yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Hubungan yang terjadi antara kategori yang diteliti juga menunjukan hal yang baik. Untuk hubungan antara kategori moral knowing dengan moral feeling didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.876, moral knowing dengan moral action didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.764, moral feeling dengan moral action adalah sebesar 0.864 maka, hubungan tiap kategori kuat. Dalam pelaksanaan dari kantin kejujuran sudah baik dilihat dari persentase nilai pelaksanaan tiap kategori yang mencapai rata-rata 80%. Dalam pelaksanaan, para peserta didik sudah melaksanakan kegiatan dengan baik karena para peserta didik menggunakan moral sebagai dasar dalam berperilaku, adanya hubungan yang kuat antar kategori yang diteliti, serta ditemukannya beberapa tantangan yang harus dihadapi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Kata Kunci: Korupsi, Pendidikan Karakter, Thomas Lickona Abstract The study aims to describe the application of the honestly canteen at the Antarctica Sidoarjo High School, to determine the relationship between the perspectives of moral knowing, moral feeling, and moral behavior in its application in the honesty canteen of SMA Antarctica Sidoarjo, and to find out the challenges faced in implementing honesty canteen activities at SMA Antartika Sidoarjo. The approach used is quantitative and qualitative, where data were obtained by questionnaires, observations, and interviews with teachers and students. The location of this research in SMA Antartika Sidoarjo. The data collected were analyzed using descrivtive data analysis, the data explained in several categories and correlation analysis to determine the relationship between categories using Thomas Lickona’s tehori of character education. There are three things that can determine a person’s character are moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour. For the relationship between the moral knowing and moral feeling categories a correlation coefficint of 0.876, moral knowing and moral action a correlation coefficint of 0.764, moral feeling and moral action categories a correlation coefficint of 0.864 then, the relationship between each category is strong. In the implementation of the honesty canteen is good seen from the percentage value of the implementation of each category which reaches an average of 80%. In practice the students have carried out the activities well because students use morals as a basis behavior, there was a strong relationship between the categories studied, ass wel as the discovery of several challenges that must be faced in order to provide maximum result. Keywords : Corruption, Character Knowledge, Thomas Lickona
STRATEGI SEKOLAH DALAM PENERAPAN NILAI RELIGIUS DAN TANGGUNG JAWAB DI MAN SIDOARJO Viochita Navyanda Rindianingkasih; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.401 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p349-366

Abstract

Penerapan nilai karakter sangat penting bagi generasi penerus bangsa karena nilai menjadi suatu hal yang dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan nilai karakter dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo, mendeskripsikan daya dukung yang dimiliki oleh sekolah dalam membentuk karakter religius dan tanggung jawab. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar Albert Bandura (1997) yang terdiri atas fase attention, retension, reproduction dan motivasion. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo menggunakan teknik modeling yang diterapkan dalam program sekolah dan program pembinaan. Program sekolah meliputi program BTQ, tahfidz qur’an dan boarding school. Tujuan penerapan nilai religius di MAN Sidoarjo sebagai bentuk pendidikan karakter yang diupayakan oleh sekolah agar peserta didik dapat membentengi diri dengan ilmu agama, karena semakin hari jaman akan semakin berkembang sehingga segala informasi dan budaya dapat masuk di Indonesia secara bebas, sedangkan nilai tanggung jawab diterapkan untuk meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik.
Strategi Penanaman Sikap Toleransi Di Sekolah Inklusi SMPN 3 Krian Sebagai Perwujudan Education For All Naila Suroyyah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.13 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p367-381

Abstract

Abstrak Sekolah dengan orientasi inklusif merupakan lembaga yang efektif dalam mengatasi diskriminasi, mengembangkan sikap dan perilaku toleran. Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah inklusi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus wajib mengedepankan sikap toleransi sehingga penanaman sikap toleransi pada diri siswa sangat penting untuk diimplementasikan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan strategi penanaman sikap toleransi yang dilakukan guru PPKn, guru BK, dan guru pembimbing khusus serta hambatan yang terjadi dalam penanaman sikap toleransi di sekolah inklusi SMPN 3 Krian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar sosial Albert Bandura (1997) yang terdiri dari empat fase yaitu attention, retension, reproduction, dan motivasion. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam penanaman sikap toleransi di sekolah inklusi SMPN 3 Krian dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu penanaman sikap toleransi juga melalui program sosialisasi setiap tahun ajaran baru, pemantapan materi siswa inklusi di ruang belajar ceria serta program Go Clean agar terjalin interaksi yang baik antar siswa. Hambatan yang terjadi dalam proses penanaman sikap toleransi siswa reguler terkadang bertindak jail. Di sisi lain siswa berkebutuhan khusus sulit untuk mengontrol diri karena keterbatasan yang dimilikinya. Kata Kunci: Sikap toleransi, Siswa Reguler, Siswa ABK Abstract Schools with an inclusive orientation are effective institutions in overcoming discrimination, developing tolerant attitudes and behaviors. In teaching and learning activities in inclusive schools, regular students and students with special needs must prioritize an attitude of tolerance so that it is very important to implement an attitude of tolerance in students. The purpose of this study is to describe the strategy of inculcating tolerance attitudes carried out by PPKn teachers, BK teachers, and special supervisors as well as obstacles in inculcating tolerance in inclusive schools at SMPN 3 Krian. The theory used in this study is Albert Bandura's (1997) social learning theory which consists of four phases, namely attention, retention, reproduction, and motivation. This research method uses a qualitative approach with a descriptive design. Data analysis using the Miles and Huberman model includes data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the strategy used in inculcating a tolerance attitude in the inclusion school of SMPN 3 Krian was carried out through classroom learning activities. In addition, the cultivation of tolerance is also carried out through a socialization program every new academic year, strengthening the material for inclusive students in cheerful study rooms and the Go Clean program so that there is good interaction between students. Obstacles in the process of inculcating a tolerance attitude of regular students sometimes act mischievously. On the other hand, students with special needs find it difficult to control themselves because of their limitations. Keywords: Tolerance, Regular Students, Students With Special Needs
STRATEGI PENANAMAN KARAKTER MANDIRI DAN DISIPLIN MELALUI METODE PEMBIASAAN DI SMPN 3 PETERONGAN JOMBANG Vita Febrian; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.009 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p412-426

Abstract

AbstrakPendidikan karakter saat ini menjadi poin penting untuk dikembangkan pada peserta didik sebab pendidikan karakter dapat mencerminkan perilaku dan tindakan seseorang. Saat ini di era globalisasi pendidikan karakter memiliki tantangan yang lebih besar karena generasi muda mulai mengalami penurunan moral. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam menerapkan karakter mandiri dan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara dalam strategi penanaman karakter mandiri dan disiplin melalui metode pembiasaan di SMPN 3 Peterongan Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati lokasi penelitian, gambaran lokasi penelitian serta kondisi lingkungan sehingga peneliti bisa menentukan subjek dan fokus penelitian yang akan diambil. Wawancara mendalam digunakan untuk menggali informasi ke beberapa informan dengan kriteria tertentu oleh peneliti. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Operan Conditioning oleh BF Skinner yang memuat mengenai respon tingkah laku peserta didik dapat dipengaruhi stimulus sebelumnya yang melibatkan pengendalian konsekuensi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam membentuk karakter peserta didik melalui beberapa tahap. Pertama tahap perencanaan pendidikan karakter mandiri dan disiplin di SMPN 3 Peterongan dengan melakukan penanaman pendidikan karakter melalui intrakurikuler, penjadwalan sarana dan prasarana serta reward dan punishment. Kedua tahap implementasi pendidikan karakter melalui pengembangan diri di SMPN 3 Peterongan dilakukan dengan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler, pengembangan diri melalui 3S serta pengembangan kelompok kerja (Pokja).Kata Kunci: Pendidikan karakter, Pembiasaan, Mandiri dan disiplin AbstractCharacter education is currently an important point to be developed for students because character education can reflect a person's behavior and actions. Currently, in the era of globalization, character education has a bigger challenge because the younger generation is starting to experience a moral decline in a worse direction. The problem in this study is how the school's strategy in implementing independent and disciplined characters. This study aims to find out how to develop independent and disciplined character strategies through habituation methods at SMPN 3 Peterongan, Jombang Regency. This study uses a qualitative descriptive method, using data collection techniques using observation, in-depth interviews and documentation. Observation is used to observe the research location, description of the research location and environmental conditions so that researchers can determine the subject and focus of research to be taken. In-depth interviews were used to dig up information to several informants, the informants had been determined with special criteria by the researcher. The theory used in this study is Operant Conditioning by BF Skinner which contains the behavioral responses of students that can be influenced by previous stimuli which involve controlling consequences. The results of the study indicate that the strategy in shaping the character of students goes through several stages. The first stage is planning for independent and disciplined character education at SMPN 3 Peterongan by planting character education through intracurricular, scheduling facilities and infrastructure as well as reward and punishment. The two stages of implementing character education through self-development at SMPN 3 Peterongan are carried out with self-development through extracurricular activities, self-development through 3S and development of working groups (Pokja).Keywords: Character education, Habituation, Independent and disciplined
STRATEGI KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SURABAYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN TOLERANSI PADA ANAK JALANAN DI SURABAYA Ririn Setiyowati; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.575 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p443-458

Abstract

Abstrak Permasalahan penelitian ini bagaimana strategi pelaksanaan pendidikan karakter religius dan toleransi anak jalanan yang dilaksanakan oleh komunitas Save Street Child Surabaya (SSCS). Teori yang digunakan adalah konstruktivisme oleh Vygotsky. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan empat penelitian ini berada di base camp SSCS tepatnya berada di Semampir Selatan II blok A No. 45, Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, kota Surabaya Jawa Timur. Waktu penetian dalam bulan Maret sampai April 2021. Informan dalam penelitian ini adalah Volunteer dari Komunitas SSCS. Fokus dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui strategi yang telah dirancang oleh komunitas SSCS terhadap pendidikan karakter religius dan toleransi pada anak jalanan. Strategi pelaksanaan pendidikan karakter religius bagi anak jalanan yang dilakukan komunitas SSCS dengan menyisipkan doa sebelum dan sesudah kegiatan juga doa-doa sehari-hari. Strategi yang lain adalah belajar membaca Al-Qur’an dan berbuka bersama anak jalanan Strategi karakter toleransi dengan memberi pemahaman, contoh tindakan oleh volunteer komunitas SSCS. Pemahaman toleransi dalam keluarga, toleransi dalam bergaulan antarteman, toleransi dalam masyarakat, toleransi dalam lingkungan. Strategi yang dilakukan oleh SSCS memberikan konstribusi dalam kehidupannya menjadi lebih baik dalam tata pergaulan dengan masyarakat. Dalam pembelajaran komunitas SSCS memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan, pengetahuan, pengalaman dan pemahaman anak jalanan. Komunitas SSCS memiliki tujuan agar yang dilakukan dapat diterima oleh anak jalanan dan segala sesuatu yang dilakukan komunitas dapat bermakna bagi anak jalanan. Kata Kunci: Anak jalanan, komunitas SSCS, karakter religius dan toleransi Abstract The problem of this research is how the strategy for implementing religious character education and tolerance for street children is carried out by the Save Street Child Surabaya (SSCS) community. This research used the constructivism theory by Vygotsky. The type of this research is used qualitative descriptive. The data collection techniques are used observation, deep interviews, and documentation. The data analysis techniques in the form of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing these four studies are located at the SSCS base camp, precisely in Semampir Selatan II block A No. 45, Medokan Semampir, Sukolilo District, Surabaya City, East Java. The time of this research is from March to April 2021. The informants in this study are volunteers from the SSCS Community. The focus of this research is to find out the strategies that have been designed by the SSCS community towards religious character education and tolerance for street children. The strategy for implementing religious character education for street children is carried out by the SSCS community by inserting prayers before and after activities as well as daily prayers. Another strategy is to learn to read the Holy Qur'an and break the fast with street children. A tolerance character strategy by providing understanding, examples of actions by SSCS community volunteers. Understanding tolerance in the family, tolerance in socializing between friends, tolerance in society, tolerance in the environment. The strategy carried out by SSCS contributes to a better life in social relations with the society. In the learning, the SSCS provides assistance according to the needs, knowledge, experience, and understanding of the street children. The SSCS community has a goal to make what they do can be accepted by street children and everything that the community does can be meaningful for street children. Keywords: Street children, SSCS community, religious character and tolerance
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNING MADRASAH PADA MATA PELAJARAN PPKn DALAM PERSPEKTIF GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SIDOARJO Mochammad Iqbal Hidayatullah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.274 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p586-601

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis implementasi pembelajaran daring berbasis E-Learning Madrasah pada mata pelajaran PPKn dalam perspektif guru di MAN Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori model pembelajaran daring Terry Anderson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian ini adalah empat orang yaitu dua informan dari tim IT madrasah dan dua informan guru mata pelajaran PPKn. Lokasi penelitian ini bertempat di MAN Sidoarjo di Jalan Stadion Nomor 2, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pembelajaran daring berbasis E-Learning Madrasah kurang optimal digunakan oleh guru mata pelajaran PPKn di MAN Sidoarjo yang dipengaruhi inkonsistensi penggunaan secara berkelanjutan selama pembelajaran daring. Faktor pengalaman penggunaan yang masih kurang user friendly bagi guru mata pelajaran PPKn, baik secara fitur maupun sistem yang ada pada aplikasi E-Learning Madrasah, dan kurang didukung dengan pemanfaatan secara optimal aplikasi dalam proses pembelajaran siswa. Kemampuan guru mata pelajaran PPKn dalam mengimplementasikan aplikasi E-Learning Madrasah yang masih rendah dalam mengoperasikan sehingga cenderung memilih aplikasi yang lebih praktis dan mudah digunakan seperti WhatsApp atau Zoom Meeting, meskipun secara sarana dan prasarana sudah mendukung yang dimiliki oleh madrasah cukup baik dalam pembelajaran daring.
PENGEMBANGAN E-BOOK INTERAKTIF MATERI MEWASPADAI ANCAMAN TERHADAP KEDUDUKAN NKRI BAGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA Rinne Dwi Safitri; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.53 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p668-682

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran berupa e-book interaktif materi Mewaspadai Ancaman terhadap Kedudukan NKRI bagi siswa kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang layak secara teoritis dan empiris. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yakni define, design, develop, dan disseminate namun dibatasi hanya sampai tahap develop. Kelayakan teoritis diperoleh dari hasil validasi yang dilakukan oleh dosen ahli media, dosen ahli materi, dan guru PPKn SMA. Kelayakan teoritis ditinjau dari kelayakan penyajian, kelayakan materi/isi, kelayakan kebahasaan, dan kelayakan media. Kelayakan empiris diperoleh dari respons siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode telaah dan validasi melalui angket validitas serta angket respons siswa. Uji coba terbatas dilakukan kepada 20 siswa kelas XI IPS 2 secara online. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. E-book interaktif dikatakan layak apabila memenuhi kriteria persentase skor rata-rata mencapai nilai ≥ 61% berdasarkan hasil validasi ahli dan respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan teoritis berdasarkan validitas mencapai 96,05% dengan kategori sangat layak, sedangkan kelayakan empiris berdasarkan respons siswa mencapai 94,40% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, e-book interaktif materi Mewaspadai Ancaman terhadap Kedudukan NKRI bagi siswa kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang telah dikembangkan layak secara teoritis dan empiris untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci: e-book, e-book interaktif, ATHG.
PEMBENTUKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PPKn SECARA HYBRID LEARNING DI SMP NEGERI 9 SURABAYA Yulda Cahyaning Utami; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p1068-1082

Abstract

The purpose of this study was to describe the strategies, obstacles, and solutions of civics teachers in shaping the responsibility character of students through hybrid learning at SMP Negeri 9 Surabaya. This study uses a qualitative approch with a descriptive method. The informants in this study were three people, one teacher and two student of VII class. The data analysis of this research refers to the Miles and Huberman model which includes data collection, data reduction, and drawing conclusions based on Thomas Lickona’s character theory, namely moral knowledge (moral knowing), moral feeling (moral feeling), adn moral action (moral action) related to each other. The results showed that the character building of students’ responsibility in SMP Negeri 9 Surabaya was carried out by civic teachers through first, providing student learning motivation by providing understanding of student material, creating learning content and giving attention to students in receiving and doing assignments. Second, through examples of good habits including the teacher as a role model and habituation both before and after learning. Third, helping students learn from mistakes through punishment and self evaluation. The obstacles experienced by civic teachers in implementing this strategy stem from students’ social and economic factors, the live event learning policy for a maximum of four hours, and school policies that require parents to drop off and pick up students during live event learning. The solutions provided to overcome these obstacles are by providing device loans to students, tolerating delays in participating in learning and collecting assignments, as well as utilizing time in learning Keywords: Responsibility character, learning, Hybrid learning.
The Influence of Self-Instruction Techniques on Students’ Self-Efficacy and Career Choices Ayu Dini Ardianti; Harmanto Harmanto; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto; Lilik Anifah
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 3 (2024): Volume 8, Nomor 3, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i3.1042

Abstract

The high number of vocational school graduates who are employed often find that their competencies and skills do not align with their work. Providing vocational school students with career direction and guidance is crucial so they can focus on developing the necessary skills for suitable job opportunities. This study aims to investigate the impact of self-instruction techniques on students' self-efficacy and career decisions at SMK Negeri 1 Kras, Kediri Regency. The research employed a posttest-only control group design with 71 students divided into two guidance and counseling groups. One group received guidance and counseling using self-instruction techniques, while the other group followed conventional methods. Data collection was done through questionnaires, and hypothesis testing was conducted using MANOVA data analysis. The research findings indicate three key points: 1) Self-instruction significantly affects students' self-efficacy, 2) Self-instruction significantly influences students' career choices, and 3) Self-instruction plays a vital role in students' career decisions. Teaching self-directed techniques concurrently impacts students' self-efficacy and career choices, positively influencing students in making well-informed career decisions.