Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berpikir Ktitis dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di SMAN Negeri 14 Surabaya Salsabila Qothrun Nada; Harmanto Harmanto; Maskanijanto Maskanijanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5924

Abstract

Pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang mendasar pada setiap jenjang pendidikan formal yang memiliki peranan penting dalam membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas X-3 SMAN 14 Surabaya yang diakibatkan oleh pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang konvensional. STAD merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang menuntun peserta didik untuk dapat bekerja sama, memiliki tanggung jawab, dan mampu menyampaikan pendapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatakan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari 2 siklus. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini mengaharkan pada kesimpulan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila masih tergolong rendah, (2) dari sebelum perlakuan, setelah siklus 1 sampai siklus ke 2 kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila mengalami penignkatan yang cukup signifikan.
Efektivitas Unit Usaha PPOB BUMDes Tambak Kalisogo terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Dwindya Ililiyun; Melda Fadiyah Hidayat; Harmanto Harmanto; Eva Hany Fanida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7614

Abstract

Desa dikatakan sebagai pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dikarenakan mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat yang secara tidak langsung membuat desa memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan pengembangan dan kapasitas desa melalui suatu badan usaha yang disebut dengan BUMDes. Badan Usaha Milik Desa atau yang disingkat menjadi BUMDes merupakan unit usaha yang dikelola oleh desa dan diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat desa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Pengelolaan BUMDes diserahkan sepenuhnya kepada desa untuk dikelola sebesar-besarnya dengan tujuan menyejahterakan masyarakat desa dengan anggaran yang berasal dari PADes dan didampingi oleh pemerintah daerah setempat. Namun, terkadang pengelolaan ini tidak dapat mencapai tujuan awal yang telah direncanakan sebelumnya sehingga dapat dikatakan bahwa BUMDes tidak berjalan secara efektif di beberapa daerah. Untuk mengetahui efektivitas dari suatu program, diperlukan pengukuran efektivitas untuk mengukur apakah program yang dimaksudkan dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Penelitian ini membahas mengenai efektivitas salah satu unit usaha PPOB BUMDes Sinar Mitra Gemilang di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa unit usaha PPOB BUMDes Sinar Mitra Gemilang belum dapat dikatakan efektif karena tidak mencapai keseluruhan indikator efektivitas program.
Pengaruh Model Pembelajaran Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi Terhadap Keterampilan Literasi Sosial Budaya dan Pemahaman Moderasi Beragama Siswa Rofidah Tamami; Harmanto Harmanto; Nuansa Bayu Segara
Cendekia Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.588

Abstract

This research aims to see the effect of the LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi) learning model on improving students' socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation in social science learning. This research is quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research population was students at MTs Putra Putri Simo, Lamongan. The research sample consisted of 8th grade students, consisting of 60 students, with 30 people in the experimental class and 30 people in the control class. The research instrument is in the form of pretest questions, which are carried out before implementing the LOK-R learning model to measure initial socio-cultural literacy skills and initial understanding of religious moderation in students. The results of the research and hypothesis testing show that: (1) there has been a significant increase in students' socio-cultural literacy skills using the LOK-R learning model; (2) there has been a significant increase in students' understanding of religious moderation using the LOK-R learning model; and (3) there are differences in socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation simultaneously between students who take part in learning using the LOK-R learning model and students who take part in learning using the guided inquiry learning model. So it is concluded that there is an influence of using the LOK-R learning model has an influence on improving socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation among students in social studies learning at MTs Putra Putri Simo, Lamongan.
Analisis Sikap Kolaboratif Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas Rima Ristiarni; Harmanto Harmanto; Raden Roro Nanik Setyowati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan siswa SMA bersikap kolaboratif saat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mengidentifikasi sikap yang muncul dalam sikap kolaboratif, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat gambaran sikap. Sikap kolaboratif siswa SMA. dimana kategorisasi sikap kolaboratif tersebut mengacu pada skala sikap kolaboratif yang terbagi dalam sikap kerja sama tim, komunikasi, tanggung jawab, kepercayaan, kemampuan beradaptasi, saling menghargai, dan pemecahan masalah bersama. Data dipenelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap 15 siswa SMA Sidoarjo, observasi oleh guru dan pengisian kuesioner oleh 30 siswa. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis dalam penelitian ini memberi 3 simpulan yaitu (1) Sikap Kolaboratif paling banyak siswa bersikap kolaboratif adalah kerja sama tim, komunikatif, dan tanggungjawab, serta kemampuan beradaptasi. Selain itu, kurangnya keterampilan dalam mengelola sikap kolaboratif dan faktor sosial seperti kurang pandai bergaul serta kurang komunikatif akibat sifat yang suka menyendiri dan individu juga menjadi alasan siswa bersikap kurang komunikatif; (2) Guru masih menggunakan metode ceramah dan bahan ajar konvensional saat pembelajaran 3) Diharapkan dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif dapat meningkatkan sikap kolaboratif peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila, faktor akademik juga memainkan peran penting, terutama terkait dengan kesulitan memahami pelajaran dan tekanan akademik seperti tugas-tugas di rumah dan persaingan dengan teman sejawat
Pengembangan E-book Digital sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Literasi Digital Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 2 Surabaya: Pengembangan E-book Digital sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Literasi Digital Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 2 Surabaya LAILA VIKA SAFITRI VIKA; HARMANTO HARMANTO; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 14 No 2 (2026): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v14n2.p136-147

Abstract

This research aims to develop digital e-book learning media on the meaning of the motto Bhinneka Tunggal Ika for grade XI students at SMK Negeri 2 Surabaya. The research problem was identified through field observations and interviews, which showed that learning was still dominated by lecture methods using conventional teaching materials, causing students to have difficulty understanding the philosophical meaning of the Bhinneka Tunggal Ika motto in context. This study used the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model, involving 35 students in class XI RPL 2 as test subjects. Data collection was conducted through observation, interviews, teacher validation questionnaires, and student response questionnaires. The results showed that the developed digital e-book obtained a teacher validation score of 90.67% in the “Highly Valid” category, meeting the eligibility standards in terms of material suitability, content accuracy, presentation systematics, visual appearance, language, and media usability in learning. Meanwhile, student responses to the digital e-book showed an average score of 78.33% in the “Valid” category, indicating that this learning medium is effective, interesting, easy to use, and helps students understand the meaning of the Bhinneka Tunggal Ika motto through the integration of multimedia and contextual interactive features. This digital e-book also makes a significant contribution.
Relaksasi Tidur Siang sebagai Kegiatan Kokulikuler untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam Murid Kelas VII A SMP Negeri 39 Surabaya Zaidatul Chusnul Rahayu; Putri Eka Safitri; Aghis Arwa Bekti; ⁠Mirza Nuriyah Fahma; Arlis Noviantika Dwimita; Harmanto Harmanto; Binti Ismiyah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan kokurikuler berperan penting dalam memperkuat dan memperdalam pembelajaran intrakurikuler. Salah satu bentuk kegiatan kokurikuler yang diterapkan di SMP Negeri 39 Surabaya adalah relaksasi tidur siang bagi murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan relaksasi tidur siang, dampaknya terhadap pembelajaran mendalam (deep learning), serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu orang guru mata pelajaran dan tiga orang murid Kelas VII A SMP Negeri 39 Surabaya. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kegiatan relaksasi tidur siang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan relaksasi tidur siang dilaksanakan secara terstruktur melalui tahap persiapan, pelaksanaan relaksasi, dan pemulihan. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental murid, meningkatkan kesiapan belajar, serta menciptakan suasana belajar yang lebih berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Kegiatan ini juga memperkuat dimensi kemandirian dan kolaborasi melalui piket yang melibatkan murid secara aktif. Faktor pendukung program meliputi komitmen murid, dukungan sarana sekolah, dan fleksibilitas pelaksanaan kokurikuler. Adapun faktor penghambat yang ditemukan adalah kendala pengaturan waktu serta gangguan lingkungan sekitar kelas. Dengan demikian, relaksasi tidur siang dapat menjadi inovasi kegiatan kokurikuler yang mendukung kesejahteraan murid sekaligus memperkuat terciptanya pembelajaran mendalam di sekolah.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora Dalam Merancang Dan Menggunakan Pendekatan Deep Learning Di Lab School Unesa Beti Indah Sari; Siti Maizul Habibah; Harmanto Harmanto; Listyaningsih Listyaningsih; Rianda Usmi; Budi Santosa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/31yjvs15

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran sosial humaniora dalam merancang dan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh 55 guru dari berbagai sekolah mitra  yang tergabung dalam Lab School UNESA dan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sangat relevan dalam pembelajaran sosial humaniora karena mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Kegiatan ini menggunakan metode lokakarya dan praktik penyusunan perangkat ajar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung transformasi pembelajaran sosial humaniora yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Tradisi Yadnya Karo Suku Tengger Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Bhaitani Tosari Pasuruan Alifa Ashadiyah Dimastiwi; Harmanto Harmanto; Wisnu Wisnu
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 6, No 1 (2022): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.608 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v6i1.60061

Abstract

Pada penelitian ini mengembangkan lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk pembelajaran IPS di kelas VIII dengan kompetensi dasar (3.2) “Menganalisis Pengaruh Interaksi Sosial Dalam Ruang yang Berbeda Terhadap Kehidupan Sosial dan Budaya Serta Pengembangan Kehidupan Kebangsaan” di SMP Bhaitani Tosari Pasuruan dengan materi “Pluralitas Masyarakat Indonesia” yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tradisi lokal Suku Tengger, “Yadnya Karo”. Pengembangan LKPD ini didasarkan atas kegiatan pembelajaran IPS di SMP Bhaitani Tosari yang belum menggunakan LKPD, serta banyak siswa yang belum memaknai tradisi leluhur mereka, Yadnya Karo. Sehingga sangat penting tradisi lokal diintegrasikan dalam materi pembelajaran agar peserta didik mampu memaknai tradisi lokal melalui kegiatan pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian pengembangan LKPD berbasis tradisi Yadnya Karo Suku Tengger pada mata pelajaran IPS di kelas VIII, menunjukkan bahwa penggunaan LKPD terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik. Selain itu LKPD ini juga membantu peserta didik untuk memaknai tradisi lokal yang ada di sekitar lingkungan peserta didik. Peserta didik juga menyatakan senang dan merasa tertarik untuk belajar IPS materi Pluralitas Masyarakat Indonesia menggunakan LKPD berbasis tradisi lokal Yadnya Karo Suku Tengger.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU BAGI PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KEDIRI Harmanto Harmanto; Bambang Yulianto; Binar Kurnia Prahani; Muhammad Abdul Ghofur; Puspita Sari Sukardani; Siti Maizul Habibah; Irhamna Nirbhaya Carreca
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.913

Abstract

Recognition of Prior Learning (RPL) is an approach that enables individuals to gain formal acknowledgement of competencies acquired through non-formal education. For higher education institutions, particularly private universities, effective RPL management can broaden access to education for a broader population. However, limited understanding and resources often hinder the optimal implementation of RPL in private institutions. This community service activity aims to enhance the RPL management capacity of private universities in Kediri through comprehensive training and mentoring. Survey results indicate that private university managers require further training in technical, managerial, and promotional aspects of RPL. Additionally, there is a need to integrate nationalistic values into the RPL program to strengthen students' character. Through a holistic approach, this activity provides recommendations for additional training in assessment methods, RPL promotion, and policy implementation based on Key Performance Indicators (KPIs). The outcomes of this activity are expected to support private universities in improving the quality of RPL services, contributing to more inclusive and high-quality access to higher education.Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan pendekatan yang memungkinkan individu memperoleh pengakuan formal atas kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan nonformal. Bagi perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, pengelolaan RPL yang efektif dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat luas. Namun, keterbatasan pemahaman dan sumber daya seringkali menghambat implementasi RPL yang optimal di perguruan tinggi swasta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan RPL perguruan tinggi swasta di Kediri melalui pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Hasil survei menunjukkan bahwa pengelola perguruan tinggi swasta memerlukan pelatihan lanjutan dalam aspek teknis, manajerial, dan promosi RPL. Selain itu, perlu diintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam program RPL untuk memperkuat karakter mahasiswa. Melalui pendekatan holistik, kegiatan ini memberikan rekomendasi pelatihan tambahan dalam metode penilaian, promosi RPL, dan implementasi kebijakan berbasis Indikator Kinerja Utama (KPI). Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas layanan RPL, yang berkontribusi pada akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkualitas.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Menguatkan Moralitas dan Tanggung Jawab Akademik Siswa Atlet Nur Azizah Rahayu Ningsih; Raden Roro Nanik Setyowati; Harmanto Harmanto; Rianda Usmi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Pancasila dalam menguatkan moralitas dan tanggung jawab akademik pada siswa atlet sepak bola regional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 18 Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa atlet sepak bola sebagai subjek penelitian. Analisis penelitian didasarkan pada Teori Peran Biddle dan Thomas yang mencakup aspek norma, harapan, wujud perilaku, serta penilaian dan sanksi. Selain itu, penelitian juga menggunakan Teori Pendidikan Karakter Thomas Lickona yang menekankan tiga komponen utama, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila berperan dalam menguatkan moralitas dan tanggung jawab akademik siswa atlet melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila, pembimbingan personal yang responsif terhadap kebutuhan siswa, serta penerapan kontrak belajar sebagai sarana penguatan disiplin dan tanggung jawab akademik. Upaya tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa atlet dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan aktivitas olahraga, sekaligus mendorong terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kewajiban belajar. Meskipun demikian, pelaksanaan peran tersebut masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kelelahan fisik siswa akibat jadwal latihan yang padat, keterbatasan perhatian guru terhadap siswa atlet karena banyaknya peserta didik yang harus dibimbing, serta kesulitan siswa dalam mengatur waktu antara kegiatan akademik dan olahraga. Dengan demikian, guru Pendidikan Pancasila memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter siswa atlet yang seimbang antara prestasi akademik, prestasi olahraga, dan penguatan nilai-nilai moral.