Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementation of Social Science Theory in Civic Education for School Students Kurnia Imtichatus Sholichah; M. Turhan Yani; Harmanto Harmanto; Agus Suprijono
Jurnal Syntax Transformation Vol 5 No 8 (2024): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v5i8.1004

Abstract

Civic education plays an important role in shaping Indonesian students into democratic, responsible and active citizens in social, political and economic life. Through an understanding of the political system, rights and responsibilities, community participation, social and cultural awareness, critical thinking, ethics, global citizenship and communication skills, citizenship education provides a foundation for students' active engagement and understanding of global roles. The purpose of this study is to identify and analyze the theories in social science that underlie citizenship education, as well as analyze how the application of social science can assist students in understanding and exercising their rights and responsibilities as citizens. This research uses a qualitative method with a literature study approach to examine the relationship between civic education and social science theories. The results show that the integration of social sciences such as sociology, psychology, education, politics and law in the civic education curriculum strengthens students' understanding of their rights and responsibilities. In addition, social sciences help advance civic engagement and responsibility, equipping students to face challenges in the 21st century. In conclusion, the application of Social Sciences in citizenship education prepares students to become informed and responsible citizens, capable of contributing positively in local and global communities.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Ktitis dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di SMAN Negeri 14 Surabaya Salsabila Qothrun Nada; Harmanto Harmanto; Maskanijanto Maskanijanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5924

Abstract

Pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang mendasar pada setiap jenjang pendidikan formal yang memiliki peranan penting dalam membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas X-3 SMAN 14 Surabaya yang diakibatkan oleh pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang konvensional. STAD merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang menuntun peserta didik untuk dapat bekerja sama, memiliki tanggung jawab, dan mampu menyampaikan pendapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatakan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari 2 siklus. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini mengaharkan pada kesimpulan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila masih tergolong rendah, (2) dari sebelum perlakuan, setelah siklus 1 sampai siklus ke 2 kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila mengalami penignkatan yang cukup signifikan.
Efektivitas Unit Usaha PPOB BUMDes Tambak Kalisogo terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Dwindya Ililiyun; Melda Fadiyah Hidayat; Harmanto Harmanto; Eva Hany Fanida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7614

Abstract

Desa dikatakan sebagai pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dikarenakan mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat yang secara tidak langsung membuat desa memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan pengembangan dan kapasitas desa melalui suatu badan usaha yang disebut dengan BUMDes. Badan Usaha Milik Desa atau yang disingkat menjadi BUMDes merupakan unit usaha yang dikelola oleh desa dan diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat desa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Pengelolaan BUMDes diserahkan sepenuhnya kepada desa untuk dikelola sebesar-besarnya dengan tujuan menyejahterakan masyarakat desa dengan anggaran yang berasal dari PADes dan didampingi oleh pemerintah daerah setempat. Namun, terkadang pengelolaan ini tidak dapat mencapai tujuan awal yang telah direncanakan sebelumnya sehingga dapat dikatakan bahwa BUMDes tidak berjalan secara efektif di beberapa daerah. Untuk mengetahui efektivitas dari suatu program, diperlukan pengukuran efektivitas untuk mengukur apakah program yang dimaksudkan dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Penelitian ini membahas mengenai efektivitas salah satu unit usaha PPOB BUMDes Sinar Mitra Gemilang di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa unit usaha PPOB BUMDes Sinar Mitra Gemilang belum dapat dikatakan efektif karena tidak mencapai keseluruhan indikator efektivitas program.
Pengaruh Model Pembelajaran Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi Terhadap Keterampilan Literasi Sosial Budaya dan Pemahaman Moderasi Beragama Siswa Rofidah Tamami; Harmanto Harmanto; Nuansa Bayu Segara
Cendekia Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.588

Abstract

This research aims to see the effect of the LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi) learning model on improving students' socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation in social science learning. This research is quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research population was students at MTs Putra Putri Simo, Lamongan. The research sample consisted of 8th grade students, consisting of 60 students, with 30 people in the experimental class and 30 people in the control class. The research instrument is in the form of pretest questions, which are carried out before implementing the LOK-R learning model to measure initial socio-cultural literacy skills and initial understanding of religious moderation in students. The results of the research and hypothesis testing show that: (1) there has been a significant increase in students' socio-cultural literacy skills using the LOK-R learning model; (2) there has been a significant increase in students' understanding of religious moderation using the LOK-R learning model; and (3) there are differences in socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation simultaneously between students who take part in learning using the LOK-R learning model and students who take part in learning using the guided inquiry learning model. So it is concluded that there is an influence of using the LOK-R learning model has an influence on improving socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation among students in social studies learning at MTs Putra Putri Simo, Lamongan.
Analisis Sikap Kolaboratif Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas Rima Ristiarni; Harmanto Harmanto; Raden Roro Nanik Setyowati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan siswa SMA bersikap kolaboratif saat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mengidentifikasi sikap yang muncul dalam sikap kolaboratif, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat gambaran sikap. Sikap kolaboratif siswa SMA. dimana kategorisasi sikap kolaboratif tersebut mengacu pada skala sikap kolaboratif yang terbagi dalam sikap kerja sama tim, komunikasi, tanggung jawab, kepercayaan, kemampuan beradaptasi, saling menghargai, dan pemecahan masalah bersama. Data dipenelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap 15 siswa SMA Sidoarjo, observasi oleh guru dan pengisian kuesioner oleh 30 siswa. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis dalam penelitian ini memberi 3 simpulan yaitu (1) Sikap Kolaboratif paling banyak siswa bersikap kolaboratif adalah kerja sama tim, komunikatif, dan tanggungjawab, serta kemampuan beradaptasi. Selain itu, kurangnya keterampilan dalam mengelola sikap kolaboratif dan faktor sosial seperti kurang pandai bergaul serta kurang komunikatif akibat sifat yang suka menyendiri dan individu juga menjadi alasan siswa bersikap kurang komunikatif; (2) Guru masih menggunakan metode ceramah dan bahan ajar konvensional saat pembelajaran 3) Diharapkan dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif dapat meningkatkan sikap kolaboratif peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila, faktor akademik juga memainkan peran penting, terutama terkait dengan kesulitan memahami pelajaran dan tekanan akademik seperti tugas-tugas di rumah dan persaingan dengan teman sejawat