Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Gizi Seimbang, Vaksin dan Protokol Kesehatan bagi Remaja SMP PERTIWI 2 Padang Saat Pandemi Covid-19 Fivi Melva Diana; Najmiatul Fitria; Sri Nani Jelmila; Sari Yulanda
Warta Pengabdian Andalas Vol 29 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.29.3.156-162.2022

Abstract

Indonesia is experiencing health problems in adolescents, namely the high rate of malnutrition and anaemia in adolescents in Indonesia. Another impact from the Covid-19 pandemic also affects the consumption and immunity of teenagers. Consumption and body immunity are factors that can affect nutritional status. The Covid-19 pandemic changes eating patterns, as well as inhibits and reduces the movement or physical activity of adolescents. Therefore, it is necessary to carry out balanced nutrition education, vaccines, and the application of health protocols during the Covid-19 pandemic. This community service aimed to educate students about balanced nutrition, vaccines, and the application of health protocols to adolescents during the Covid-19 pandemic using leaflets and posters to students at SMP PERTIWI 2 Padang. The method to see respondents' knowledge level was carried out pre-test and post-test on balanced nutrition education, vaccines and the application of health protocols for adolescents at SMP PERTIWI 2 Padang used a questionnaire with 20 questions. This service showed that the respondents' knowledge increased by 11.4%, 80%, in the pre-test to 91.4% in the post-test. This activity can be continued in collaboration with SMP PERTIWI 2 Padang by monitoring nutritional status and product development for teenagers at SMP PERTIWI 2 Padang.
The Effects of Fatty Acid in Population Related to Body Mass Index Fivi Melva Diana; Mery Ramadani Ramadani; Najmiatul Fitria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v16i1.1045

Abstract

Normal body mass index (BMI) is related to a person's health condition. Consumption of fatty acids is used to keep some problems of BMI abnormalities. The study aimed to assess the relationship between fatty acids and changes in BMI. A systematic review to assess articles related to fatty acids and bmi changes. Database searches are conducted through PubMed. Researchers looked for Omega 3, EPA, DHA, Omega 6, AA as fatty acids. Only articles on humans were included in the study. Articles that are not written in English and without full text are not included. Six articles were included in the study. Clinical trials are used in all included studies. Most studies describe the relationship of fatty acids to pregnancy weight gain in pregnant women. Types of fatty acids that play an essential role are Omega 3, EPA, DHA, ALA, omega 6.Not all fatty acids have a positive impact on humans. There are negative symptoms that need to be addressed, especially outside of BMI.
HUBUNGAN KONSUMSI ULTRAPROCESSED FOOD, KEBIASAAN TIDUR, DAN PRAKTIK PEMESANAN MAKANAN ONLINE DENGAN OBESITAS PADA ORANG DEWASA Hana Fauziyyah; Fivi Melva Diana; Welly Femelia
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v11i2.23129

Abstract

Pendahuluan: World Obesity Federation memperkirakan 2,7 miliar orang dewasa di seluruh dunia akan kelebihan berat badan pada tahun 2025 jika tren buruk pola makan saat ini terus berlanjut. Pola makan masyarakat berdasarkan Badan Pusat Statistik Kota Padang Panjang tahun 2020 menampilkan kelompok komoditi makanan dan minuman jadi menjadi penyumbang energi kedua terbesar setelah padi-padian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi ultraprocessed food, kebiasaan tidur, dan praktik pemesanan makanan online dengan obesitas pada orang dewasa di wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang. Bahan dan Metode: Jenìs penelitian ini adalah survey analitik menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuesioner dan pengukuran antropometri. Penelitian ini melibatkan 136 orang dewasa menggunakan Proporsional Random Sampling. Analisis data dengan Uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hampir separuh responden menderita obesitas (45,6%) dan memiliki konsumsi ultraprocessed food yang tinggi (43,4%), sebagian besar memiliki kebiasaan tidur yang buruk (55,1%) dan memiliki praktik pemesanan makanan online yang buruk (59,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ultraprocessed food (p=0,034; OR=2,10) dengan obesitas pada orang dewasa. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan tidur (p=0,187) dan praktik pemesanan makanan online (p=0,075) dengan obesitas pada orang dewasa. Kesimpulan: Di antara orang dewasa di wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang, obesitas berhubungan dengan konsumsi ultraprocessed food yang tinggi. Disarankan bahwa konsumsi berlebihan dari makanan kemasan yang ultraprocessed food seperti makanan ringan, roti dan kue, susu kemasan dan olahannya, cepat saji, dan mie harus diperhatikan agar mengurangi risiko tinggi untuk obesitas. Kata kunci : Obesitas, Ultraprocessed Food, Kebiasaan Tidur, Pemesanan Makanan Online
NUGGET BERBASIS SUSU KERBAU DENGAN PENAMBAHAN IKAN BILIH (Mystacoleucus padangensis) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TUMBUH KEMBANG BALITA: Uji Organoleptik dan Analisis Zat Gizi Nugget Berbasis Susu Kerbau dengan Penambahan Ikan Bilih (Mystacoleucus Padangensis) sebagai Makanan Tambahan Tumbuh Kembang Balita Yahdillah, Honey; Diana, Fivi Melva; Helmizar, Helmizar
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.269-277

Abstract

Background: Bilih fish (mystacoleucus padangensis bleeker) is a local food source in West Sumatra with the potential to be one of the processed food products that can contribute to reducing stunting. Bilih fish contains complete nutrients for the growth and development of toddlers. Objectives: This research aims to (1) develop the formulas of buffalo milk-based nuggets with the addition of bilih fish, (2) select the best nugget formula based on an organoleptic test, and (3) analyse the nutritional content through tests (proximate, zinc, and calcium) in the formulas of buffalo milk-based nuggets with the addition of bilih fish as supplementary food for the growth and development of children aged 1-3 years (toddlers). Methods: The research design employed was experimental studies. The experimental design for the nugget formula was a Completely Randomised Design (CRD). The nugget formula was created with four treatment levels: F0 = standard formula (buffalo milk nugget + 0 g bilih fish), F1 (buffalo milk nugget + 10 g bilih fish), F2 (buffalo milk nugget + 30 g bilih fish), and F3 (buffalo milk nugget + 50 g bilih fish). The organoleptic test was conducted with 30 semi-trained panelists and 2 replications. The data collected were analysed by applying the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. Results: The best formula was F1, indicated by a bright yellow colour, savoury taste, aromatic smell, and tender texture. There were no significant differences among F0, F1, F2, and F3. The nutritional analysis results for F1 include water (46.90%), ash (2.32%), protein (11.77%), fat (7.60%), calcium (5.52 mg), and zinc (16.63 mg) per 100 g of nuggets. Conclusions: The best formula is F1 (buffalo milk nugget + 10 g bilih fish).
Uji Organoleptik dan Zat Gizi Formula Bareh Randang dengan Penambahan Dadih Terhadap Penurunan Hiperkolesterolemia Lastrie Asrya; Fivi Melva Diana; Zulkarnain Agus
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i12.p1912-1927.2024

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji organoleptik dan kandungan zat gizi formula bareh randang dengan penambahan dadih terhadap penurunan hiperkolesterolemia. Metode: Jenis penelitian ini eksperimen dengan melakukan percobaan langsung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf penambahan dadih yaitu 0 gr, 15 gr, 25 gr dan 35 gr per satu formula adonan yang dilakukan dengan dua kali pengulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 orang panelis. Data dianalisis dengan uji kruskal wallis dan Uji lanjut mann whitney. Uji laboratorium dilakukan uji kandungan zat gizi proksimat dan uji BAL. Hasil : Berdasarkan uji organoleptik formula terbaik didapatkan dengan penambahan dadih 25 gr. Dari hasil uji kruskal wallis menunjukkan adanya perbedaan nyata p<0,05 terhadap warna, rasa dan teksture sedangkan pada aroma tidak terdapat perbedaan nyata P>0,05. Dari pengujian kandungan BAL ditemukan bahwa pada produk bareh randang mengandung BAL 108CFU/g yang bermanfaat sebagai makanan probiotik. Kesimpulan: Dalam pembuatan produk bareh randang sebaiknya menggunakan penambahan dadih 25 gram.Kata kunci: hiperkolesterolemia; dadih; bareh randang; organoleptik; zat gizi
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI ANAK BATITA DI KECAMATAN KURANJI KELURAHAN PASAR AMBACANG KOTA PADANG TAHUN 2004 Fivi Melva Diana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v1i1.6

Abstract

From the epidemiological study of nutritional problems (SMG) in west Sumatra by the year of 2002 that 28,5% under five years babies were suffered under nutrition (based on BB/U , -2 SD) and 5,4% of them were malnutrition. Meanwhile in the city of Padang, based on BPS susenas reports in 2002,that 8,54% less than three years babies were malnutrition.From the reports of Padang health Officials in 2002, the highest malnutrition prevalence was in Kuranji district, which were 5,63%. This study were conducted at Pasar Ambacang sub-district,in the district of Kuranji,city of Padang.The research Variables were motherhood patterns, nutritional status and mother’s characteristics (education,age, knowledge and job status). The used design was cross sectional study design. Data processed and analyzed using SPSS software with chi square statistical test. The result showed that there is no significant relationship between motherhood patterns with nutritional status based on mothers characteristics ( p > 0.05), and based on previous explanation we could summarize that motherhood patterns and nutritional status does not have significant relationship with mother’s characteristics. From this study we could conclude that there were a significant correlation between mothers job status with motherhood eating patterns of under three years babies, and we suggested to the mothers, eventhough they worked, the still have to maintain the quality of the motherhood times in order to enhance the nutritional status and growth.
FUNGSI DAN METABOLISME PROTEIN DALAM TUBUH MANUSIA Fivi Melva Diana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i1.43

Abstract

Latin America and developing countries 15-30% of natural child less age nutrition 0 until 4 year in the year 2005. In Indonesia, Yogyakarta (15, 1%) and the highest of Gorontalo (46, 11%),In West Sumatra ugly nutrient that is (30, 4%). Padang 2,2% children under five with ugly nutrient. One of the district in Padang having number of children under five with status of nutrient highest good is district of Nanggalo. Malnutrtition happened because lack of energy and protein. In our body Protein have many function for baby and adult, protein as energy source after carbohidrat, for growing and metabolism in our body.Protein has been metabolism by pepsine in gaster.
PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA Fivi Melva Diana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.79

Abstract

Di Amerika Latin dan negara-negara berkembang kira-kira 1 5-30% anak usia kurang dari 4 tahun mengalami gizi buruk berdasarkan data tahun 2005. Di Indonesia berdasarkan data Susenas 2005 prevalensi terendah masalah gizi buruk dan gizi kurang adalah Yogyakarta (15,1%) dan tertinggi Gorontalo (46,11 %). Di Sumatera Barat prevalensi gizi kurang dan gizi buruk yaitu (30,4%). Hasilpemantauan status gizi (PSG) kota Padang tahun 2007 menunjukkan bahwa di Padang 2,2% balita dengan gizi buruk. Tujuan dari penulisan studi literatur ini adalah untuk mengetahui perkembangan anak, ciri-ciri perkembangan anak, prinsip perkembangan anak, faktor-faktor perkembangan anak dan bagaimana cara memonitor perkembangan anak. KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan ) merupakan suatu instrumen deteksi dini dalam perkembangan anak.
PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANAK PADA POSYANDU YANG TERINTEGRASI PAUD DENGAN POSYANDU TIDAK TERINTEGRASI PAUD Fivi Melva Diana; Denas Symond; Yurizal Yurizal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.82

Abstract

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WYiO/World Health Organization) menunjukkan kesehatan masyarakat Indonesia terendah di ASEAN yaitu peringkat ke-142 dari 170 negara. Data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 200, prevalensi gizi buruk di Indonesia adalah 5,4%, gizi kurang 13,0% dan masalah kependekan (stunting) 36,8%. Provinsi Sumatera Barat prevalensi gizi buruk balita sebesar 6,0%, gizi kurang sebesar 13,9% dan masalah kependekan 36,5%. Anak yang menderita KEP mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan dengan anak yang status gizinya normal. Pengoptimalan tumbuh kembang anak salah satunya dapat dikembangkan melalu posyandu yang terintegrasi PAUD. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tumbuh kembang anak balita pada posyandu yang terintegrasi PAUD dan yang tidak terintegrasi PAUD. Penelitian data sekunder ini menggunakan disain crosssectional, bersumber dari penelitian "Model PengembanganAnak Usia Dini yang Holistik dan Terintegrasi pada Posyandu, Pos PAUD, Pos Integrasi dan Pos KB/TPA di KabupatenTanah Datar dan Kota Sawahlunto Propinsi Sumatera Barat Tahun 2009." Populasi adalah anak usia 2-5 tahun yang berjumlah 146 orang. Semua populasi dijadikan subjek penelitian. Data sekunder terdiri dari data perkembangan dan data Z Score BB/U, TB/U dan BB/TB anak usia 2-5 tahun, kemudian diolah dengan menggunakan program komputer. Analisis bivariat dengan uji Chisquare untuk mengetahui perbedaan proporsi status gizi dan perkembangan anak usia 2-5 tahun pada posyandu terintegrasi dengan tidak terintegrasi PAUD. Hasil penelitian ini menemukan proporsi anak usia 2-5 tahun mempunyai perkembangan tidak sesuai usianya lebih tinggi pada posyandu tidak terintegrasi PAUD sebesar 46,6%, dimana pada usia 2-3 tahun sebesar 70,6%, usia 3-4 tahun sebesar 62,5% dan usia 4-5 tahun sebesar 66,7%. Persentase anak dengan status gizi kurang dan kurus lebih tinggi pada posyandu tidak terintegrasi PAUD , sedangkan persentase anak pendek lebih tinggi pada posyandu terintegrasi PAUD. Disimpulkan ada perbedaan perkembangan dan status gizi anak usia 2-5 tahun berdasarkan indikator BB/TB pada posyandu terintegrasi dan tidak terintegrasi PAUD (p < 0,05). Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar dan Kota Sawahlunto bagian promosi kesehatan sebaiknya meningkatkan informasi dan promosi kesehatan tentang posyandu terintegrasi PAUD terutama untuk anak usia 2-5 tahun agar tumbuh kembang anak dapat dicapai dengan optimal.
OMEGA 3 Fivi Melva Diana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.98

Abstract

Di Indonesia terjadi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang pada balita dan gizi lebih terjadi pada orang dewasa. Penyebab tingginya angka kejadian gizi ganda di Indonesia salah satunya diduga karena kelebihan dan kekurangan konsumsi makanan sumber omega 3, EPA, DHA yang secara alami terdapat pada ASI, ikan dan minyak ikan. Omega 3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang mempunyai banyak manfaat dintaranya dapat mencegah CVD (Cardiovascular Disease) dan untuk optimal tumbuh-kembang anak jika dikonsumsi sesuai anjuran yang telah ditentukan. Tulisan ini membahas tentang defenisi omega 3, sumber, klasifikasi danmanfaat omega 3,EPADHA. Oleh sebab itu disarankan kepada semua orang baik balita maupun orang dewasa untuk lebih memperhatikan konsumsi makanan sumber omega 3,EPA,DHA sesuai anjuran agar tercapai derajat kesehatan yang optimal. Hal ini jika terlaksana denagan baik dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang promosi kesehatan.