Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBEDAAN FUNGSI KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP ISTRI ANTARA ISTRI BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA Anika Candrasari; Ari Natalia Probandari
Biomedika Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v5i1.903

Abstract

Along economic progress and increase in women education, so many housewives today serve not only as manager of their household, but also work outside home. It will have various social implications, such as stress due to work overloads, increased teenage delinquency due to lack of parental attention, lack of marriage or family values. This study aimed to analyze the differences of family function and wife’s quality of life among wife with and without occupation. Location of study was Bolon village, District Colomadu, Karanganya, Central Java. The study used an observational analytic design, with a cross-sectional approach. The study population was wives. Sampling used 128 wives. The instruments were APGAR, SCREEM family function and WHOQOL. From t test, it showed signifi cant differences family function and wife’s quality of life among wife with and without occupation (APGAR p = 0.023, SCREEM p = 0.001 and wife’s quality of life p = 0.043).Keywords: family function, quality of life, wife, work.
Perbedaan Kualitas Pelayanan Berdasarkan Waktu Tunggu serta Rasio Rujukan Pasien Dokter keluarga Ida Srisurani Wiji Astuti; Bhisma Murti; Ari Natalia Probandari
STOMATOGNATIC - Jurnal Kedokteran Gigi Vol 12 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality services doctor are represented by referral ratio and waiting time. In fact, the referral ratio in Jember shows higher than national value (15%). This study will analiyze the difference between payment system method, Fee For service and capitation in family doctor’s quality services. This is an observasional study with cross sectional approach. Knowing the level of satisfaction, 214 patients who visited family doctor as both general and health insurance patients are testing by questionnare. In otherwise, 21 family doctors in Jember are represented referrals ratio by using referrals data. Using Kolmogorof Smirnov and Man Whitney data analysis, the results showed a significant number.In addition, physicians with capitation payment method referred more patients by 3 times in average compared to physicians with Fee For service payment method. This was seen from the p-value (0.002) < α(0,05). Similarly, waiting time variable with p-value (0,028) less than α (0,05). Capitation patients need more time ± 3,77 minute thanFee For service.This mean there is significant different between capitation and Fee For service patient in waiting time.
Perbedaan Pengaruh Konseling Dan Penyuluhan Permasalahan Menyusui Terhadap Pengetahuan, Motivasi, Dan Kemampuan Menyusui Selama Satu Bulan Pertama Pasca Persalinan Dewi Martha Indria; Ari Natalia Probandari; Didik Tamtomo
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v7i2.8893

Abstract

Permasalahan menyusui umumnya menjadi penyebab dihentikannya pemberian ASI (AirSusu Ibu), durasi pemberian ASI menjadi lebih singkat dan secara dini dilakukan upaya untuk menggantikanatau memberikan suplementasi menggunakan susu formula atau Makanan Pendamping ASI (MPASI). Berdasarkan  studi  terdahulu,  pendidikan  kesehatan  yang  dilakukan  dengan  pendekatan  tertentu  ternyata mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan menyusui dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari dilakukannya konseling dan penyuluhan mengenai permasalahan menyusui yang dilakukan saat trimester akhir kehamilan terhadap pengetahuan, motivasi, dan kemampuan menyusui selama satu bulan pertama pasca persalinan.Metode: Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mojolangu dan Puskesmas Kendalkerep mulai darikurun  waktu  Desember   2013   –  April  2014.  Rancangan  penelitian  yang  dipakai  adalah  penelitian eksperimental  dengan   membagi  sampel   ke  dalam  dua   kelompok  perlakuan,   yaitu   kelompok  yang mendapatkan konseling melalui kunjungan rumah dan kelompok penyuluhan yang terdiri dari masing-masing jumlah responden 23 orang. Penelitian melakukan penilaian hasil kuesioner pretest dan posttest mengenai pengetahuan dan motivasi menyusui serta pengamatan/observasi langsung kemampuan menyusuinya dengan praktik menyusui. Analisis data dilakukan dengan uji t-test dan uji Mann-Whitney (univariat dan bivariat), serta analisis multivariat menggunakan ANCOVA (Analysis of Covariance).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik konseling maupun penyuluhan mengenai permasalahan menyusui yang diberikan pada trimester akhir kehamilan secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan menyusui selama  satu  bulan pertama  pasca persalinan dengan nilai p  =  0,000  (p <  0,05). Namun,  jika dibandingkan antara konseling dan penyuluhan maka diantara keduanya tidak ada perbedaan yang bermakna. Sedangkan terkait motivasi menyusui dan kemampuan menyusui tidak didapatkan perbedaan pengaruh pada kedua kelompok perlakuan secara signifikan. Walaupun dari hasil rerata nilai, tampak bahwa rerata nilai motivasi dan observasi kemampuan menyusui pada kelompok konseling lebih baik daripada kelompok penyuluhan.
Penggunaan sistem informasi geografis untuk pola spasial tuberkulosis dengan dan tanpa diabetes mellitus di kulon progo hendra rohman; Hartono Hartono; Ari Natalia Probandari
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.7922

Abstract

Latar Belakang: Penderita DM lebih rentan terkena TB. Penderita TB paru dengan dan tanpa DM di Kulon Progo tahun 2014 sebanyak 174 orang. Pengolahan register TB masih terbatas pada analisis tabuler. Pengelolaan penderita TB paru terkait dengan keberlangsungan pengobatan masih terbatas. Analisis TB masih berupa agregasi data di tingkat kelurahan, belum berupa pemetaan penderita.Metode Penelitian: Survei cross-sectional menggunakan sistem informasi geografis, dengan populasi wilayah dan penderita TB Paru 2014, sampel sebanyak 162 orang. Variabel terikat adalah TB paru, dan TB paru dengan riwayat DM (TB-DM). Variabel bebas adalah jarak ke sarana pelayanan kesehatan, pendapatan dan DM. Analisis spasial menggunakan SaTScan, GeoDa, dan ArcGIS.Hasil: Pola spasial distribusi penderita TB paru dengan dan tanpa DM sebagian besar berada di wilayah dengan intensitas curah hujan tinggi, dan terdapat clustering di pedesaan, dengan pendapatan rendah, jauh dari sarana pelayanan kesehatan. Space time permutation model menunjukkan terdapat 5 cluster TB paru, namun tidak signifikan. Hasil spatial error model menunjukkan, secara spasial, pendapatan dan jarak ke sarana pelayanan kesehatan memiliki hubungan dengan kejadian TB paru. Di wilayah prevalensi tinggi DM teridentifikasi jumlah sumber daya medis yang sedikit. TB-DM berada di wilayah prevalensi tinggi DM, dan sebagian besar di pedesaan. Terdapat hubungan yang signifikan antara populasi DM dengan kejadian TB-DM, namun secara spasial tidak. Kejadian TB paru dengan pengobatan ulang, sebagian besar di pedesaan, dan akses sulit, pencarian tempat pengobatan di beberapa sarana pelayanan kesehatan hingga pindah di 4 tempat yang berbeda. Kesimpulan: Kejadian TB paru terjadi seiring dengan musim hujan. Pola clustering kejadian TB paru di pedesaan, dengan pendapatan rendah, dan jauh dari sarana pelayanan kesehatan, spatial error model menunjukkan ketergantungan spasial. Hubungan antara populasi DM dengan kejadian TB-DM signifikan, namun secara spasial tidak.Kata Kunci: diabetes mellitus, distance perception, geographic information system, low income, mycobacterium tuberculosis 
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DOSEN MAHASISWA KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN AKTUALISASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR DI JURUSAN ORTOTIK PROSTETIK POLTEKKES SURAKARTA Ananta Novan Zubaidi; Nunuk Suryani; Ari Natalia Probandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.784 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.238

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya motivasi belajar siswa dituding sebagai penyebab rendahnya kualitas lulusan sebuah pendidikan. faktor motivasi menjadi dilematis, karena dengan rendahnya motivasi belajar, sebenarnya tidak mungkin mahasiswa dapat menguasai bahan pembelajaran dengan baik, namun harus diluluskan demi kelangsungan institusi pendidikan tersebut. Hal ini menjadi relevan, karena secara tidak langsung didukung oleh kebanyakan mahasiswa yang tujuan utamanya dalam mengikuti belajar hanya sekedar untuk memperoleh ijazah saja dan bukan untuk ilmu pengetahuannya. Subjek dan Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Lokasi penelitian di jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Surakarta. Dengan sampel mahasiswa mahasiswa jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Surakarta tahun 2015/2016 sebanyak 60 mahasiswa dengan variabel dependen adalah motivasi belajar dan variabel independen komunikasi interpersornal dosen-mahasiswa, keaktifan organisasi dan aktualisasi diri, dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linear.Hasil : Terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan antara komunikasi interpersonal dosen-mahasiswa dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 3,36 dengan signifikansi 0,001 < 0,05. Terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan antara keaktifan organisasi dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 2,24 dengan signifikansi 0,029 < 0,05. Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara aktualisasi diri dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 2,19 dengan signifikansi 0,033 < 0,05 Komunikasi interpersonal, keaktifan organisasi, dan aktualisasi diri mempunyai hubungan yang positif dan secara satistif signifikan ketika bersama-sama dengan motivasi belajar mahasiswa Ortotik Prostetik (OP) Poltekkes Surakarta dengan nilai F hitung sebesar 7,94 dengan p value 0,000 < 0,05.Kesimpulan : Komunikasi interpersonal, keaktifan organisasi, dan aktualisasi diri secara bersama-sama mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi belajar mahasiswa Ortotik Prostetik (OP) Poltekkes Surakarta.
Validation of the Indonesian version of the Kansas city cardiomyopathy questionnaire in heart failure patients Syifa Mahmud Syukran Akbar; Habibie Arifianto; Heru Sulastomo; Niniek Purwaningtyas; Ahmad Yasa; Ari Natalia Probandari; Khusnun Alifah
Heart Science Journal Vol. 7 No. 2 (2026): The Evolving Landscape of Heart Failure
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hsj.2026.007.02.11

Abstract

BACKGROUND: Heart failure is one of the leading contributors to morbidity and mortality globally, and it has a significant impact on patients' quality of life. Accurate assessment of health-related quality of life (HRQoL) is essential in the management of heart failure patients; however, measurement tools in the local language remain limited. OBJECTIVES: The purpose of this study was to validate the Kansas City Cardiomyopathy Questionnaire (KCCQ) among Indonesian patients suffering from heart failure. METHODS: This study was an analytic observational cross-sectional study conducted from July to August 2023 at the cardiology outpatient clinics of UNS Hospital and Dr. Moewardi Hospital, Central Java. The adaptation process included forward-backward translation and preliminary testing. Validity was evaluated using Pearson correlation, and reliability was measured with Cronbach’s alpha. RESULTS: A total of 115 heart failure patients were included in this study. All 23 items in the Indonesian version of the KCCQ showed strong correlation values (r ≥ 0.154; p < 0.001) and excellent internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.933). Domain analysis also demonstrated high reliability across all subscales. The KCCQ score had a strong negative correlation with the NYHA classification (r = -0.713; p < 0.001), but a weak and non-significant correlation with LVEF (r = 0.156; p = 0.097). CONCLUSION: The Indonesian version of the KCCQ is valid and reliable for assessing health-related quality of life in patients with heart failure.