Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MODEL NILAI TANAH DI KELURAHAN WAY HUI KECAMATAN JATI AGUNG Kinasih, Sekar; Dewi, Citra; Murdapa, Fauzan; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2877

Abstract

Kelurahan Way Hui memiliki lokasi strategis karena berbatasan langsung dengan kota Bandarlampung juga salah satu jalan utama yang di akses menuju gerbang Tol Trans Sumatera. keberadaan Institut Teknologi Sumatera berdampak langsung pada bidang properti, seiring dengan harga tanah yang terus meningkat diperlukan Analisa terhadap model nilai tanah di Kelurahan Way Hui untuk memperoleh model yang sesuai terhadap nilai tanah juga mengetahui nilai tanah tertinggi di kelurahan Way Hui. Penelitian ini menggunakan data penawaran dan transaksi tanah tahun 2021 dengan besarnya penyesuaian merujuk pada SE-55/PJ.6/1999. Penggunaan variabel terikat nilai tanah dan variabel bebas yaitu faktor fisik dan aksesbilitas. Pembentukan model nilai tanah menggunakan bentuk fungsional dipilih berdasarkan nilai koesifien determinasi tertinggi, selanjutnya model terpilih dilakukan beberapa tahapan uji asumsi klasik.Model nilai tanah yang sesuai untuk kelurahan Way Hui yaitu model linier dengan persamaan NT = β0 1232537,985 + 192,270 LT + (-850,653) UNV + 248,391 JPT + 4355,899 JU + 227142,963 LJ + 345199,6 kemampuan model menjelaskan pengaruh variabel bebas sebesar 63,2%. Luas tanah (LT), jarak ke ITERA (UNV), jarak ke pintu tol (JPT), jarak ke jalan umum (JU) dan lebar jalan (LJ) berpengaruh secara signifikan. Nilai tanah tertinggi berpusat pada Jl. Airan Raya sebesar Rp3.124.178Kata kunci: Analisis Linier Bergands, Model, Nilai, Tanah, Way Hui
KAJIAN PENERAPAN PENGUKURAN GPS METODE RAPID STATIC MENGGUNAKAN PENGOLAHAN SOFTWARE GAMIT TRACK PADA PENGUKURAN BIDANG TANAH Akbar, Nicolas; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2878

Abstract

Pengukuran bidang tanah di Indonesia maraknya pada saat ini menggunakan pengukuran GPS metode Real Time Kinematik (RTK) dengan metode pengkoreksian Networked Transport of RTCM via internet protocol (NTRIP) yang mengandalkan pengiriman koreksi via jaringan internet. Pada daerah tertentu terdapat kendala pada proses tersebut dikarenakan beberapa faktor salah satunya jaringan internet yang terbatas. Metode Pengamatan GPS dengan proses post processing dapat menjadi alternatif dalam mengatasi hal tersebut karena proses koreksi dilakukan saat pengolahan.Metodologi penelitian meliputi proses pengamatan data GPS dengan metode rapid static dengan interval 1 detik dan lama pengamatan 10 menit di setiap titiknya secara kontinu kemudian melakukan pencatatan waktu mulai dan selesai alat merekam pada masing-masing titik batas bidang tanah, selanjutnya data tersebut diproses pada software GAMIT TRACK. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan RMSE dan juga perbandingan terhadap toleransi pengukuran bidang tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa koordinat hasil pengolahan GAMIT TRACK menghasilkan kualitas yang cukup baik, ini dibuktikan dengan nilai selisih koordinat terhadap pengukuran terestris ETS yaitu 0,0413 meter pada Easting (dx) dan 0,0266 meter pada Northing (dy) dengan nilai RMSEr sebesar 0,0501 meter. Perbandigan untuk nilai panjang sisi bidang tanah rata-rata mempunyai selisih sebesar 0,0065 meter dengan nilai RMSE 0,0645 m.  Uji hasil pengukuran bidang tanah pengolahan GAMIT TRACK terhadap toleransi pengukuran BPN untuk ketelitian dengan peta skala 1:1000 yakni 0,3 meter atau lebih baik,maka ketelitian pengukuran tersebut masih masuk toleransi. Uji toleransi perbedaan pengukuran hasil panjang sisi yakni dibawah 10 sentimeter maka perbedaan hasil pengukuran panjang sisi masih masuk toleransi. Uji toleransi hasil perbedaan pengukuran luas bidang tanah BPN yakni tidak lebih dari 0,5 √luas atau dalam hal ini ≤ 8,99 m² maka hasil pengukuran luas bidang tanah masih masuk toleransi pengukuran luas BPN.Kata Kunci : Bidang Tanah, ETS,. GAMIT TRACK, GPS, Rapid Static
ANALISA POLA DEFORMASI STASIUN CORS BIG SEKITAR PUSAT GEMPA DI KABUPATEN PANDEGLANG 14 JANUARI 2022 Rizkandi, Ridho; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.3038

Abstract

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadi tempat bertemunya empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana gempa bumi. Pada 14 Januari 2022 terjadi gempa bumi di barat daya Sumur Kabupaten Pandeglang. Gempa bumi yang terjadi berkekuatan 6,7 Magnitudo dengan kedalaman 10 Km (BMKG, 2022). Untuk itu perlu dilakukannya penelitian deformasi yang terjadi di wilayah terdampak gempa untuk mengetahui perubahan pergeseran dan pola arah yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data Rinex 7 Stasiun CORS BIG, Data Rinex 12 Stasiun IGS, file precise ephemeris final orbit dan, file broadcast ephemeris. Data tersebut akan diproses menggunakan GAMIT/GLOBK untuk mendapatkan nilai Velocity dari data tersebut. Setelah itu nilai Velocity dari data tersebut dilakukan uji statistik untuk mengetahui apakah sebelum dan sesudah gempa mengalami perubahan pola pergeseran arah dan kecepatan secara signifikan.Hasil peneltian ini adalah nilai kecepatan pergeseran stasiun CORS sebelum gempa 14 januari 2022 adalah -1,119 mm/13hari sampai 6,15 mm/13hari untuk arah timur, -3,599 mm/13hari sampai 7,163 mm/13hari untuk arah utara, sedangkan nilai kecepatan pergeseran stasiun CORS sesudah gempa 14 januari 2022 adalah -2,842 mm/13hari sampai 5,907 mm/13hari untuk arah timur, -7,945 mm/13hari sampai 5,165 mm/13hari untuk arah utara.Sedangkan Nilai perubahan kecepatan pergeseran horizontal terbesar antara sebelum dan sesudah gempa adalah stasiun CPSR dengan nilai 3,985 mm dimana stasiun CPSR berada di area terdampak gempa paling berat. Sedangkan nilai perubahan kecepatan pergeseran horizontal terkecil antara sebelum dan sesudah gempa adalah stasiun CRKS dengan nilai 0,145 mm.Kata Kunci: Gempa, GAMIT/GLOBK, Kecepatan, CORS.
KAJIAN TINGGI ORTHOMETRIK PENGUKURAN RTK NTRIPLEVELLING HASIL REDUKSI GEOID GLOBAL DAN SRGI Phalosa, Giovani Findal; Fadly, Romi; Fajriyanto, Fajriyanto
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i1.3567

Abstract

Dewasa ini metode pengukuran RTK-NTRIP semakin sering digunakan dalam berbagai pengukuran, seperti pengukuran topografi, pengukuran situasi atau detail serta lain sebagainya. Metode RTK-NTRIP tersebut memberikan kemudahan dalam mendapatkan nilai koordinat secara langsung. Namun tinggi yang dihasilkan pengukuran RTK-NTRIP ini masih merujuk ke tinggi ellipsoid belum merujuk ke tinggi orthometrik. Oleh karena itu diperlukan proses reduksi dari tinggi ellipsoid ke tinggi orthometrik. Untuk dapat mereduksi tinggi elipsoid ke tinggiorthometrik dapat menggunakan nilai undulasi yang disediakan secara nasional maupun global. Metode yang digunakan adalah metode RTK NTRIP-Levelling. Dengan menggunakan data lintang bujur hasil pengukuran RTK-NTRIP maka dapat dihasilkan nilai undulasi dan tinggi orthometrik SRGI dan EGM 2008 Perhitungan sipat datar berupa nilai beda tinggi sebagai data pembanding yang dianggap benar untuk mendapat nilai ketelitian atau RMSE. Berdasarkan analisis akurasi data pengukuran didapat bahwa masing-masing selisih beda tinggi orthometrik SRGI dan EGM dikurang dengan beda tinggi levelling yang dianggap benar menghasilkan nilai ketelitian atau RMSE sebesar 0,085234883 pada ∆H SRGI-WP dan 0,079914692 pada ∆H EGM-WP. Sehingga untuk mendapat ketelitian vertikal dikalikan LE90 = 1,6499, maka didapatkan hasil 0,140629033 pada ∆H SRGI dan 0,13185125 pada ∆H EGM-WP yang mana keduanya masuk kedalam ketelitian geometri peta RBI pada kelas 1 dengan skala 1:1000, sehingga baik digunakan untuk pengukuran tinggi orthometrikKata kunci: EGM2008, Elipsoid, Orthometrik, RTK-NTRIP, SRGI
PENGARUH JUMLAH TITIK IKAT PADA PENGAMATAN GPS METODE RAPID STATIC SHORT BASELINE MENGGUNAKAN GAMIT TRACK Suwanta, Thomas Aquino; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i2.4575

Abstract

Penggunaan jumlah titik ikat dan panjang baseline yang dipakai pada pengamatan GPS sangat mempengaruhi ketelitian yang diperoleh, karena itu untuk melihat nilai akurasi/ ketelitian dan pengaruh dari masing-masing jumlah titik ikat yang digunakan maka dilakukan penelitian pengaruh jumlah titik ikat yang digunakan pada pengamatan GPS short baseline. Data yang digunakan adalah data pengamatan statik selama 6 jam dan data pengamatan rapid static selama 20 menit. Dimana data pengamatan statik digunakan untuk mendefinisikan titik yang digunakan sebagai titik tetap dan titik pengamatan dan juga sebagai data pembanding dari pengamatan rapid static. Adapun titik ikat yang digunakan berjumlah 4 buah, yakni ULPC, PKOR, CMPG, SDN3 dan titik pengamatan yang dipakai adalah GGMA dan TNMP. Perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data adalah perangkat lunak GAMIT/GLOBK untuk mengolah data pengamatan statik dan GAMIT TRACK untuk mengolah data pengamatan rapid static. Adapun panjang baseline yang digunakan berjarak kurang dari 10 Km dari titik pengamatan. Metode analisis yang digunakan adalah RMSExy untuk menentukan nilai akurasi posisi horizontal dan RMSEz untuk menentukan nilai akurasi posisi vertikal. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa jumlah titik ikat yang digunakan berpengaruh terhadap ketelitian yang diperoleh. Dari perhitungan RMSE dapat diketahui bahwa ketelitian horizontal yang dihasilkan pada pengamatan rapid static berada pada orde milimeter (mm) sampai sentimeter (cm), yakni sebesar 0,954 cm sampai 0,954 cm dan untuk ketelitian vertikal berada pada orde sentimeter (cm) hingga desimeter (dm), yakni sebesar 3,6 cm sampai 10,943 cm.Kata kunci : akurasi, GAMIT TRACK, GPS, rapid static, short baseline
ANALISIS KARAKTERISTIK PASANG SURUT MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY DI TANJUNG LESUNG PROVINSI BANTEN Fitria, Mizha Nur; Zakaria, Ahmad; Fadly, Romi; Dewi, Citra
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i2.4577

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah yang rentan mengalami perubahan fisik diakibatkankegiatan masyarakat dan proses oseanografi. Selain itu, kondisi fisik laut memiliki gelombang pasang surut yang berbeda – beda pada setiap periode. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan informasi terkait karakteristik pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut air laut meliputi komponen pasang surut, tipe pasangsurut dan datum elevasi muka air laut di Tanjung Lesung Provinsi Banten. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komperatif terhadap time series data oseanografi. Analisis data pasang surut menggunakan metode admiralty untuk menentukan komponen harmonik pasang surut yaitu S0, M2, S2, N2, K1, O1, M4, MS4, K2, P2 dan perhitunganbilangan formzahl untuk menentukan tipe pasang surut, menggunakan software MCR (matlab compiler runtime) untuk menentukan datum elevasi muka air laut dan pengujian data menggunakan RMSE (root mean square error). Data yang digunakan yaitu data pengamatan pasang surut di Tanjung Lesung pada tahun 2008 – 2012 yang diperoleh dari instansi resmi milik Universitas Hawai. Hasil penelitian menyatakan bahwa wilayah pantai Tanjung Lesung memiliki tipe pasang surut campuran ganda (mixed tide prevelailing semidiurnal tide). Elevasimuka air tertinggi (HHWL) sebesar 433 cm dan elevasi muka air terendah (LLWL) sebesar 133 cm dengan level muka air rata – rata (MSL) sebesar 283 cm. Karakteristik pasang surut air laut dapat digunakan untuk pengelolaan wilayah pesisir dan sebagai gambaran kondisi pantai Tanjung Lesung pada masa mendatang.Kata kunci: Admiralty, Karakteristik pasang surut, Tanjung Lesung.
Analisis Nilai Chi Square pada Pengolahan Koordinat CORS ULPC Nurrahman, Dimas Fitra; Fajriyanto, Fajriyanto; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v4i1.5675

Abstract

ULPC (Universitas Lampung CORS) merupakan stasiun CORS aktif milik Universitas Lampung yang terletak diatas kubah Gedung G Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika yang bekerja sama dengan PT. CHC Navigation Shanghai sejak bulan Desember 2021. CORS ULPC beroperasi selama 24 jam penuh merekam dan menyalurkan data yang memungkinkan pengguna menggunakan data untuk penentuan posisi baik dalam post processing maupun secara real time. Penelitian ini dibuat untuk menentukan nilai koordinat CORS ULPC berdasarkan perbandingan nilai chi square <10 dengan nilai chi square >10 untuk menentukan seberapa besar perbedaan kualitas data yang dihasilkan denganmmenggunakan data RINEX selama 30 DOY yang dipilih pada tahun 2022. Titik ikat menggunakan stasiun IGS berjumlah 10 buah seperti BAKO, COCO, IISC, DGAR, ALIC, TOW2, GUUG, LHAZ, KARR, PTGG. Pada pengujian uji t antara nilai chi square <10 dan nilai chi square >10 dengan hasil terdapat perubahan dan perbedaan yang signifikan. Ketelitian koordinat nilai chi square <10 berada pada nilai 0,01267 meter dan ketelitian koordinat nilaichi square >10 berada pada nilai 1,16607 meter sehingga terdapat perbedaan cukup besar antara nilai chi square <10 dan nilai chi square >10. Oleh karena itu nilai chi square dapat menjadi salah satu metode untuk menentukan data yang outlier.Kata kunci: CHI-SQUARE, CORS, GNSS, ULPC, RINEX 
PENERAPAN METODE LEAST SQUARE UNTUK PERAMALAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT MENGGUNAKAN DATA PASANG SURUT DI STASIUN ANCOL KOTA JAKARTA Zakaria, Ahmad; Indriani, Rina; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v4i2.6788

Abstract

Kota Jakarta merupakan salah satu kota yang rentan terhadap kenaikan muka air laut. Wilayah Jakarta sebagian besar berada di bawah permukaan laut, dan sebagian besar daerahnya sudah mengalami penurunan tanah (subsidence) yang salah satunya disebabkan oleh pengeboran air tanah yang berlebihan. Kombinasi antara penurunan tanah dan kenaikan muka air laut membuat Jakarta semakin rentan terhadap banjir dan genangan air laut yang dapat berdampak pada tenggelamnya kota Jakarta. Penelitian skripsi ini menganalisis trend perubahan kenaikan muka air laut Jakarta Utara menggunakan datapengamatan Pushidrosal dan dilakukan peramalan sebagai data pembanding untuk mengetahui nilai korelasi keakuratannya. Data yang digunakan yaitu dengan panjang data 30 harian atau 720 jam selama 1 tahun terhitung dari bulan Juni sampai bulan November sebagai data peramalan dengan metode least square. Hasil pengolaahan metode least square diperoleh karakteristik pasang surutdi Sekitar Perairan Ancol Jakarta adalah tipe pasut harian tunggal atau Diurnal tide dengan nilai formzahl rata-rata 3,3. Nilai HHWL tertinggi 254,6 cm, LLWL terendah 59,2 cm, dan rata-rata MSL sebesar 149,7 cm. Nilaitrend linier pada periode tahun 2019 sampai 2022 bernilai negatif, ini menunjukkan bahwa muka airlaut diperairan mengalami penurunan sebesar -1,549 cm/tahun dengan persamaan y=- 0,3262x + 156,41. Nilai RMSE yang diperoleh sebesar 9,556 cm, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9334 cm. Hal ini menjelaskan bahwa metode least square dapat diterapkan untuk peramalan kenaikan muka air laut karena ada hubungan yang kuat antara data pengamatan dan peramalannya. Kata kunci: Ancol Jakarta, Metode Least Square, dan Pasang Surut
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL PENGOLAHAN DATA PASANG SURUT MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DAN ADMIRALTY DI PELABUHAN BAKAUHENI LAMPUNG Setia, Vika; Fadly, Romi; Zakaria, Ahmad
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v4i2.6789

Abstract

Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang antar pulau Sumatra dengan pulau Jawa. Kondisi yang mempengaruhi operasional pelabuhan salah satunya ialah pasang surut, keterbatasan informasi terkait pasang surut pada Pelabuhan Bakauheni dapat dipenuhi menggunakan metode least square dan admiralty dalam hal penentuan karakteristik pasang surut seperti mencari tipe pasang surut, elevasi muka air laut dan peramalan pasang surut yang ada di sekitar perairan Pelabuhan Bakauheni. Penelitian ini menggunakan data pasang surut selama 3 bulan masing – masing tahun (2016-2019) dari website Pushidrosal Stasiun Bakauheni. Dengan menguraikan 9 komponen pasang surut menggunakan program anfor (metode least square) dan program admiralty (metode admiralty) akan di dapat amplitudo, mencari perhitungan bilangan formzahl untuk menentukan tipe pasang surut, menggunakan program Rampas (metode least square) untuk mencari elevasi peramalan. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada metode least square dan admiralty memiliki tipe pasang surut yaitu campuran condong ke harian ganda dalam penentuan tipe pasang surut metode Admiralty lebih akurat untuk data pendek, sedangkan metode Least Square lebih akurat untuk data panjang. Nilai MSL pada metode least square dan admiralty adalah 287,2 cm. Nilai HHWL pada metode least square dan admiralty sebesar 475,8 cm dan 400,6 cm. Nilai LLWL pada metode least square dan admiralty sebesar 98,5 cm dan 173,6 cm. Peramalan di tahun 2017 sangat baik sementara peramalan di tahun 2018 dan 2019 hasilnya kurang baik ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara data pengamatan dan peramalannya. Kata kunci: Metode Admiralty, Metode Least square dan Pelabuhan Bakauheni
ANALISIS KENAIKAN PERMUKAAN AIR LAUT DI TELUK BAYUR SUMATERA BARAT DARI DATA PASANG SURUT Lepiana, Tenti; Zakaria, Ahmad; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v5i1.6819

Abstract

Teluk Bayur merupakan wilayah pesisir yang terdapat di Sumatera Barat, yang mana rentan mengalami kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut merupakan salah satu akibat dari pemanasan global, dan mengakibatkan tergenagnya rumah warga dan ruas jalan sehingga tidak dapat di lalui. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kenaikan muka air laut di Teluk Bayur, mengetahui elevasi tertinggi, terendah, tunggangpasut dan menganalisis kenaikan muka air laut dari tahun 2009 – 2018, dengan pemanfaatan data pasang surut. Metode Admiralty yang mana berguna untuk pengolahan data pasang surut selama 10 tahun dari tahun (2009 – 2018). Data tersebut di peroleh dari website University of Hawaii. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa wilayah pesisir di Teluk Bayur terdapat 9 komponen pasang surut yaitu ?0 ?2 ?2 ?2 K1 O1 M4 MS4 K2 P1 dan memiliki tipe pasang surut Campuran Ganda (Mixced tide praveiling semidiurnal tide). Elevasi muka air laut tertinggi (HHWL) yaitu 32,65 dm dan elevasi muka air laut terendah (LLWL) sebesar 8,54 dm dengan level muka air laut rata – rata(MSL) sebesar 18,8 dm. Kenaika muka air laut di Teluk Bayur menggunakan data pasang surut menghasilkan persamaan y = 0.0352x + 18.293 dengan ?2 = 0.0874 yang artinya perairan Teluk Bayur mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan. Kata kunci: pasang surut, admiralty, teluk bayur