Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK PAUD SE-KECAMATAN SINDANGAGUNG Zulfa Fauziah; Sun Suntini; Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v21i2.495

Abstract

Pemerolahan bahasa adalah suatu periode ketika seorang individu memperoleh bahasa baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi, (2) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek sintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam aspek morfologi yang mendominasi yaitu pengunaan afiksasi, sedangkan yang paling sedikit adalah kata majemuk. Afiksasi yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu sufiks, prefiks, konfiks, dan klofiks. Namun yang mendominasi yaitu sufiks [-nya]. Ditemukan pula pengunaan afiks nonbaku seperti /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/. Selanjutnya hasil analisis dalam aspek sintaksis yang mendominasi yaitu kalimat deklaratif, sedangkan yang paling sedikit adalah imperatif. Struktur kalimat yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu struktur kalimat tidak lengkap seperti SP, PO, PK, SPO, SPK, POK dan struktur kalimat lengkap SPOK. Namun yang mendominasi SP dan yang paling sedikit yaitu SPOK. Tidak hanya itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa penggunaan kalimat pada anak usia 4-5 tahun lebih banyak mengunakan empat sampai lima kata dalam satu kalimat.
Eksplorasi Pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Digital: Studi Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat Ida Hamidah; Aan Anjasmara; Arip Hidayat
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8058

Abstract

This study aims to explore the profile of digital text reading comprehension instruction among students at private universities in West Java, focusing on the instructional process, learning outcomes, and learning needs. The study is grounded in the issue of low digital reading comprehension skills, which remains a significant challenge amid the increasing demands of digital literacy in the information age. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing data collection techniques including observation, interviews, documentation, and reading comprehension tests. The research subjects consisted of students from the Indonesian Language and Literature Education program at several purposively selected private universities. The findings reveal that the instructional process for digital reading comprehension remains conventional and does not yet optimally incorporate digital literacy strategies. Test results indicate that students’ abilities in understanding digital texts—ranging from literal and inferential to critical and creative comprehension—are generally in the low to moderate category. Furthermore, students' needs include adaptive reading strategies suited to the nature of digital texts, digital literacy training, and contextual and interactive instructional models. These findings highlight the urgency of developing instructional models that integrate discovery-based learning approaches with constructively responsive strategies to address the challenges of reading in digital environments. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil pembelajaran membaca pemahaman teks digital pada mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, dengan meninjau aspek proses pembelajaran, hasil belajar, dan kebutuhan pembelajaran. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman teks digital menjadi dasar dilakukannya studi ini, mengingat tuntutan literasi digital yang semakin tinggi di era informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan membaca. Subjek penelitian meliputi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari beberapa perguruan tinggi swasta yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran membaca pemahaman teks digital masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan strategi literasi digital secara optimal. Hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memahami teks digital, baik secara literal, inferensial, kritis, maupun kreatif, berada pada kategori rendah hingga sedang. Selain itu, kebutuhan mahasiswa mencakup perlunya strategi membaca yang adaptif terhadap karakteristik teks digital, pelatihan literasi digital, serta model pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Temuan ini mengindikasikan urgensi pengembangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pendekatan berbasis penemuan dan respons konstruktif terhadap tantangan membaca di lingkungan digital.
DISCOVERY LEARNING FOR DIGITAL READING: DESIGNING A CONSTRUCTIVE-RESPONSIVE MODEL AND ITS INSTRUCTIONAL IMPLICATIONS Ida Hamidah; Fahrus Zaman Fadhly; Siti Sa'diah
Indonesian EFL Journal Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v11i3.57

Abstract

The rise of digital reading in higher education has reshaped how students engage with texts, requiring critical navigation and evaluation of multimodal, non-linear information. Despite the growing complexity of digital texts, current instructional models often lack the responsiveness needed to support student comprehension in digital environments. Existing approaches are either too rigid or fail to integrate pedagogical strategies that account for digital reading challenges. This study aimed to design a Discovery Learning-based instructional model grounded in Constructive-Responsive principles to enhance digital reading skills among university students. Using a research and development approach, the study applied the 4D model—Define, Design, Develop, and Disseminate—with data collected through expert validation, field trials, and student feedback at four private universities in West Java, Indonesia. The resulting model integrates six stages of Discovery Learning with adaptive scaffolding, allowing students to explore digital texts actively while developing metacognitive regulation and critical evaluation skills. The model improved students’ comprehension, source evaluation, and digital navigation abilities. This instructional model addresses gaps in digital reading pedagogy by offering a flexible and student-centered framework. It holds potential for broad application in digital literacy instruction and may inform future curriculum and instructional design in higher education. 
Pelatihan Penggunaan Media Audio Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas Atas di SDN Karangmangu Sun Suntini; Ida Hamidah; Ifah Hanifah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 8 (2026): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/peyhrs54

Abstract

Kemampuan memahami informasi lisan menjadi salah satu kompetensi dasar yang menentukan keberhasilan siswa sekolah dasar dalam berbahasa, tetapi pembinaannya kerap terabaikan dan jarang ditunjang media yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru SDN Karangmangu, Kabupaten Kuningan, dalam memanfaatkan media audio interaktif pada pembelajaran menyimak yang selama ini masih berlangsung secara konvensional. Kegiatan menggunakan metode pelatihan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang dilaksanakan selama tiga hari, meliputi koordinasi dan sosialisasi program, pelaksanaan pelatihan, serta refleksi dan evaluasi, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi bersama mitra, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan terlaksana dengan baik dan memperoleh dukungan penuh dari pihak sekolah. Pelatihan meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis, dan penguasaan strategi pembelajaran menyimak guru, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan komitmen guru untuk menerapkan media audio interaktif secara mandiri sebagai bagian dari kegiatan literasi sekolah yang berkelanjutan.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Analisis Puisi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Ida Hamidah; Raihan Shafira; Moh Ade Rohana
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.197

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dirancang untuk mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta mengevaluasi secara mendalam peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil analisis puisi pada siswa kelas IX C SMP Negeri 2 Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sebuah pendekatan reflektif dan siklik yang mengadopsi model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus, yang mencakup serangkaian pertemuan pembelajaran yang terstruktur dan terfokus pada penerapan model Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang diintegrasikan secara sinergis dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan secara budaya dan berpusat pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dan terukur dalam kemampuan menulis teks laporan hasil analisis puisi siswa. Peningkatan ini dibuktikan dengan adanya perubahan positif pada nilai rata-rata siswa, yang meningkat dari 62,47 pada tahap prasiklus menjadi 92,85 pada tahap siklus I. Perubahan ini mengindikasikan bahwa intervensi pembelajaran yang diterapkan memiliki dampak yang substansial terhadap pemahaman dan keterampilan siswa dalam menganalisis dan melaporkan hasil analisis puisi. Lebih lanjut, peningkatan ini tidak hanya terbatas pada pergeseran nilai rata-rata, tetapi juga tercermin dalam peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa, yang meningkat secara dramatis dari 38,24% pada prasiklus menjadi 97,06% pada siklus I. Data ini menegaskan bahwa sebagian besar siswa telah mencapai tingkat penguasaan yang memadai setelah intervensi. Temuan penting dari penelitian ini adalah penekanan pada pentingnya mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pembelajaran puisi. Strategi pembelajaran yang dikembangkan dan diterapkan melibatkan penggunaan karya penyair Jawa Barat sebagai materi pembelajaran yang relevan secara budaya, serta mengaitkan makna puisi dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi intrinsik siswa, memperdalam pemahaman mereka terhadap nuansa dan kompleksitas materi puisi, dan pada gilirannya, meningkatkan keterampilan menulis mereka secara signifikan. KATA KUNCI: Keterampilan menulis, puisi, teks laporan, Pembelajaran berbasis proyek, Culturally Responsive Teaching.   Improving Writing Skills of Poetry Analysis Report Texts through Project Based Learning Model with Culturally Responsive Teaching Approach   ABSTRACT: This research was designed to describe the process of learning planning and implementation, and to thoroughly evaluate the improvement in the skill of writing poetry analysis report texts in class IX C students of SMP Negeri 2 Kuningan. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR), a reflective and cyclical approach adopting the Kemmis and McTaggart model. This research was conducted in one cycle, which included a series of structured learning sessions focused on the application of the Project-Based Learning (PjBL) model synergistically integrated with the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. This integration aims to create a culturally relevant and student-centered learning environment. The research results show a significant and measurable increase in students' ability to write poetry analysis report texts. This improvement is evidenced by a positive change in the students' average score, which increased from 62.47 in the pre-cycle stage to 92.85 in Cycle I. This change indicates that the implemented learning intervention had a substantial impact on students' understanding and skills in analyzing and reporting poetry analysis results. Furthermore, this improvement was not only limited to the shift in the average score but was also reflected in a dramatic increase in the percentage of students' learning completeness, which rose from 38.24% in the pre-cycle to 97.06% in Cycle I. This data confirms that most students achieved an adequate level of mastery after the intervention. A key finding of this research is the emphasis on the importance of integrating local cultural elements into poetry learning. The developed and implemented learning strategies involved the use of works by West Javanese poets as culturally relevant learning material, and linking the meaning of poetry to students' daily life contexts. This approach proved effective in increasing students' intrinsic motivation, deepening their understanding of the nuances and complexities of poetry material, and in turn, significantly improving their writing skills. KEYWORDS: Writing skills, poetry, report text, Project Based learnig, Culturally Responsive Teaching.  
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK PAUD SE-KECAMATAN SINDANGAGUNG Zulfa Fauziah; Sun Suntini; IDA HAMIDAH
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.220

Abstract

ABSTRAK: Pemerolahan bahasa adalah suatu periode ketika seorang individu memperoleh bahasa baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi, (2) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek sintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam aspek morfologi yang mendominasi yaitu pengunaan afiksasi, sedangkan yang paling sedikit adalah kata majemuk. Afiksasi yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu sufiks, prefiks, konfiks, dan klofiks. Namun yang mendominasi yaitu sufiks [-nya]. Ditemukan pula pengunaan afiks nonbaku seperti /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/. Selanjutnya hasil analisis dalam aspek sintaksis yang mendominasi yaitu kalimat deklaratif, sedangkan yang paling sedikit adalah imperatif. Struktur kalimat yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu struktur kalimat tidak lengkap seperti SP, PO, PK, SPO, SPK, POK dan struktur kalimat lengkap SPOK. Namun yang mendominasi SP dan yang paling sedikit yaitu SPOK. Tidak hanya itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa penggunaan kalimat pada anak usia 4-5 tahun lebih banyak mengunakan empat sampai lima kata dalam satu kalimat. KATA KUNCI: Anak usia dini; morfologi; pemerolehan bahasa; sintaksis. >  INDONESIAN LANGUAGE ACQUISITION IN PRESCHOOL CHILDREN IN SINDANGAGUNG SUB-DISTRICT   ABSTRACT: Language processing is a period when an individual acquires a new language. The formulation of the problems in this study are; (1) How is Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in morphological aspects, (2) How is Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in syntactic aspects. This study aims to analyze how Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in morphological and syntactic aspects. This research uses descriptive qualitative method, with data collection techniques through documentation and interviews. The results of the analysis show that the dominant morphological aspect is the use of affixation, while the least is compound words. The affixations that appear in children aged 4-5 years are suffixes, prefixes, confixes, and clofixes. However, the dominant one is the suffix [-nya]. Non-standard affixes such as /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/ were also found. Furthermore, the results of the analysis in the syntactic aspect that dominates are declarative sentences, while the least is imperative. The sentence structures that appear in children aged 4-5 years are incomplete sentence structures such as SP, PO, PK, SPO, SPK, POK and complete sentence structure SPOK. However, SP dominates and the least is SPOK. Not only that, the results of the analysis also show that the use of sentences in children aged 4-5 years uses more four to five words in one sentence. KEYWORDS: Early childhood; morphology; language acquisition; syntax.
PERBANDINGAN SOAL HOTS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X TERBITAN KEMENDIKBUDRISTEK DAN ERLANGGA Nurliana Safitri; IDA HAMIDAH; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.229

Abstract

ABSTRAK: Penyusunan soal dalam buku teks menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian karena melalui soal-soal tersebut, siswa diasah untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan tingkat kognitif soal berdasarkan kategori LOTS (Lower Order Thinking Skills), MOTS (Middle Order Thinking Skills), dan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK terbitan Kemendikbudristek dan Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis berdasarkan kata kerja operasional, serta indikator keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka terhadap dua buku teks, yakni buku terbitan Kemendikbudristek edisi 2023 dan buku terbitan Erlangga edisi 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Kemendikbudristek memuat 149 soal dengan distribusi tingkat kognitif soal LOTS sebesar 10,07%, MOTS sebesar 40,27%, dan HOTS sebesar 49,66%. Sementara itu, buku Erlangga memuat 328 soal, dengan distribusi soal LOTS sebesar 8,84%, MOTS sebesar 61,59%, dan HOTS sebesar 29,57%. Dengan demikian, buku Kemendikbudristek lebih menonjol dari sisi proporsi soal HOTS yang dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sebaliknya, buku Erlangga unggul dari sisi kuantitas dan soal-soal MOTS yang mencakup lebih dari satu indikator keterampilan berpikir. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kedua buku memiliki keunggulan masing-masing, yakni buku Kemendikbudristek pada proporsi soal HOTS dan buku Erlangga pada pendekatan bertingkat melalui penguatan MOTS. KATA KUNCI: Soal HOTS KKO; kemampuan berpikir kritis; kemampuan berpikir kreatif; kemampuan pemecahan masalah. >  A COMPARATIVE STUDY OF HOTS BASED QUESTIONS IN GRADE X SENIOR HIGH SCHOOL INDONESIA LANGUAGE TEXTBOOKS PUBLISHED BY KEMENDIKBUDRISTEK AND ERLANGGA   ABSTRACT: The formulation of questions in textbooks is a crucial aspect that deserves serious attention, as these questions serve to sharpen students’ abilities in critical thinking, creative thinking, and problem solving. This study alms to describe and compare the cognitive levels of questions based on the categories of LOTS (Lower Order Thinking Skills), MOTS (Middle Order Thinking Skills), and HOTS (Higher Order Thinking Skills) in Grade X Indonesian language textbooks published by Kemendikbudristek and Erlangga. This research employed a qualitative approach with data analysis techniques based on operational verbs derived from the revised Bloom’s Taxonomy, as well as indicators of critical thinking, craetive thinking, and problem solving skills. Data were collected through documentation and literature study involving two textbooks, the Kemendikbudristek edition (2023) and the Erlangga edition (2021). The findings show taht the Kemendikbudristek textbook contains 149 questions, with a cognitive level distribution of 10,07% LOTS, 40,27 MOTS, and 49,66% HOTS. Meanwhile, the Erlangga textbook contains 328 questions, with 8,84%% LOTS, 61,59% MOTS, and 29,57% HOTS. These results indicate that the Kemendikbudristek textbook emphasizes HOTS questions more directly and consistenly alligns them with high order thinking competencies. In contrast, the Erlangga textbooks excels in quantity and in integrating HOTS elements across MOTS level questions, covering multiple indicators of higher order thinking. The comparison reveals that each textbook offers unique strengths, Kemendikbudristek in its proportional emphasis on pure HOTS questions, and Erlangga in its structured approach through reinforced MOTS that address complex thinking skills. KEYWORDS: HOTS question; KKO; creative thinking skill; critical thinking skill; problem solving skill.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GIMKIT PADA PEMBELAJARAN KARYA TULIS ILMIAH Ida Hamidah; Toirwanto Toirwanto; Ade Hidayat
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.328-338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi karya tulis ilmiah dan keaktifan belajar melalui penggunaan media gimkit dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus pada kelas XI-10 di salah satu sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data meliputi tes pilihan ganda, observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan, serta kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta didik yang ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 60,15 pada prasiklus menjadi 84,03 setelah perlakuan. Peningkatan juga terjadi pada nilai tertinggi dari 70 menjadi 100 dan nilai terendah dari 40 menjadi 75. Selain itu, hasil angket dan observasi menunjukkan adanya peningkatan pada indikator keaktifan belajar seperti bersemangat, menjawab pertanyaan, bertanya, berdiskusi, dan melaksanakan tugas, dengan peningkatan persentase keaktifan mencapai lebih dari 85 persen. Dengan demikian, penggunaan media gimkit terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
Develovment of literacy teaching materials in elementary schools based on local wisdom in Kuningan Ifah Hanifah; Ida Hamidah; Sun Suntini; Ton Thi Thuy Trang; Zulfitriyani Zulfitriyani
BAHASTRA Vol. 45 No. 2 (2025): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop literacy teaching materials based on local wisdom for upper-grade elementary school students as a means of supporting the School Literacy Movement. The research addresses the gap in the availability of teaching materials that integrate local wisdom values, particularly in the Kuningan region, which are essential for promoting holistic literacy development. Literacy materials rooted in Kuningan’s local wisdom are crucial, as they enhance students’ understanding by presenting content closely related to their daily lives, such as local culture, traditions, and values. This development research was conducted at SDN 1 Ciloa, SDN Sukaraja, and MI PUI Cilimus in Kuningan. The development process adopted the Joli and Bolitho models, which include stages of needs identification, needs exploration, contextual realization, pedagogical realization, physical production, testing, and product evaluation. Data collection involved both qualitative methods—such as interviews and observations—and quantitative methods from questionnaires and tests. The results reveal four key findings. First, the existing literacy materials do not meet students' needs in terms of design and content. Second, the developed materials are comprehensive, addressing linguistic, cognitive, and socio-cultural dimensions while incorporating complete teaching components. Third, feasibility tests—both theoretical (conducted by experts) and empirical (involving teachers and students)—indicate that the materials are appropriate for use. Fourth, effectiveness testing shows that the materials are effective when implemented in classroom learning. Thus, the developed literacy teaching materials based on local wisdom are not only feasible but also effective in enhancing literacy learning among elementary students in Kuningan.