Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMOFER JERAMI PADI YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN MOL BERBASIS LIMBAH Kamso, Kamso; Hindratiningrum, Novita; Fitria, Restuti
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 3 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2023.5.3.p406-413

Abstract

KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMONIASI FERMENTASI (AMOFER) JERAMI PADI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL ONGGOK DENGAN LEVEL YANG BERBEDA Adla, Wildan Habba; Hindratiningrum, Novita; Reyhan, Muhammad
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Jerami padi adalah hasil samping dari tanaman padi yang berpotensi besar sebagai sumber pakan untuk ternak ruminansia. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak terkendala oleh nilai nutrisi yang rendah terutama kandungan protein kasar rendah dan serat kasar yang tinggi sehingga kecernaan rendah. Salah satu cara meningkatkan kualitas jerami padi yaitu dengan pembuatan amofer, yang merupakan paduan proses amoniasi dan fermentasi. Amoniasi fermentasi pada Jerami padi merupakan suatu cara pengolahan secara anaerob dengan memanfaatkan peran mikroorganisme. Mikroorganisme sebagai starter fermentasi jerami padi dapat menggunakan bahan dasar limbah yang tersedia di lingkungan sekitar, salah satunya adalah onggok. Limbah onggok merupakan sumber karbohidrat mudah larut atau Ready Available Carbohydrat (RAC) yang menjadi sumber zat makanan untuk mikroba dalam mempercepat pertumbuhan bakteri penghasil asam, khususnya asam laktat. Bakteri asam laktat berperan penting dalam fermentasi melalui penurunan pH, pengawetan bahan, peningkatan kualitas nutrisi, pengendalian mikroorganisme patogen, peningkatan stabilitas dan mutu hasil fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi menggunakam starter mikroorganisme lokal onggok dengan level yang berbeda. Materi dan Metode. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan jika terdapat perbedaan perlakuan dilakukan uji lanjut analisis DMRT. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 : Amofer jerami padi tanpa starter (kontrol), P1 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa gula merah 4%, P2 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa molasses 4%, P3 : Amofer jerami padi menggunakan EM4 4%. Variabel yang diamati adalah kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi yang diukur menggunakan metode analisis proximat. Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter MOL limbah tomat pada amofer jerami padi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik. Uji lanjut DMRT menunjukkan kandungan bahan kering tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 93,82±0,28% dan kandungan bahan organik tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 82,00±0,87%. Penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda dapat menyebabkan hasil perlakuan yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda pada amoniasi fermentasi jerami padi berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, namun pada bahan organik menunjukkan hasil yang sama.
Pemanfaatan Limbah untuk Pembuatan Mikroorganisme Lokal sebagai Biostarter Silase Daun Singkong Pakan Kambing di Kelompok Tani Ternak Bangun Jaya II Yuwono, Triat Adi; Hindratiningrum, Novita; Sukowati, Dwi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 1 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i1.24978

Abstract

Ketersediaan pakan hijauan berkualitas secara kontinyu merupakan masalah yang dihadapi oleh anggota Kelompok Tani Ternak Bangun Jaya II Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Peternak anggota Kelompok Tani Ternak Bangun Jaya II banyak yang menggunakan daun singkong dan onggok dalam pemberian pakan kambingnya. Daun singkong tersedia melimpah ketika musim penghujan sedangkan daya simpannya sangat terbatas sehingga perlu dilakukan pengawetan, salah satunya melalui proses ensilase. Proses fermentasi melalui pembuatan silase membutuhkan keterlibatan mikroorganisme sebagai biostarter. Biostarter fermentasi pakan dapat diperoleh melalui pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbasis limbah yang tersedia di lingkungan sekitar seperti limbah organik. Salah satu limbah organik dan banyak tersedia khususnya di Banyumas adalah onggok. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah penerapan teknologi fermentasi menggunakan MOL onggok dalam rangka pengawetan daun singkong guna menyediakan pakan berkualitas dan kontinu. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah metode pendekatan dengan menggunakan diskusi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan program guna mengevaluasi program. Kegiatan ini telah mencapai hasil yang baik dari segi (1) peningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peternak; (2) kualitas biostarter MOL berbasis inggok dan hasil fermentasi daun singkong. Peningkatan pengetahuan, pemahaman peternak diukur dengan pre test dan pos test dan diperoleh selisih nilai rata-rata sebesar 64,4%. Kualitas biostarter yang dipraktikkan oleh anggota KTT juga menunjukkan hasil yang bagus ditinjau dari warna dan baunya. Kualitas silase hasil praktek juga menunjukkan hasil yang memuaskan dilihat dari segi kualitas fisik (warna, aroma dan tekstur) dan kualitas kimianya (kandungan bahan kering, protein kasar, serat kasar dan lemaknya).