Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH ARUS MODAL SWASTA JANGKA PENDEK TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DAN LAJU INFLASI DI INDONESIA PERIODE 2010.Q1-2024.Q1 Irnawanti Irnawanti; Taufiq Chaidir
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 6 (2024): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.13258

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalis pengaruh arus modal swasta jangka pendek terhadap nilai tukar rupiah dan laju inflasi Indonesia selama periode 2010.Q1-2024.Q1 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series kuartalan. Selain itu, menguji pengaruh variabel kontrol, yaitu tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, jumlah uang beredar (M2), nilai ekspor dan impor. Model ekonomitrika yang digunakan adalah persamaan simultan dengan regresi linear berganda dua tahap (Two Stage Least Squares). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus modal swasta jangka pendek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah dan laju inflasi di Indonesia. Selain itu, variabel kontrol yang digunakan juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Temuan ini menekankan perlunya manajemen arus modal yang hati-hati untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan memiliki konsekuensi signifikan bagi para pembuat kebijakan saat mereka mengembangkan rencana untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi.
Pengaruh Suku Bunga Federal Reserve System dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi di Indonesia M. Rizky Juniardi Wahid; Taufiq Chaidir
eCo-Fin Vol. 7 No. 1 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga Federal Reserve System (Fed Rate) dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia selama periode 2010-2024. Dengan menggunakan pendekatan Error Correction Model (ECM), studi ini menganalisis hubungan jangka pendek dan panjang di antara ketiga variabel tersebut. Temuan menunjukkan bahwa kenaikan Fed Rate secara signifikan memengaruhi nilai tukar rupiah dan inflasi melalui mekanisme inflasi impor (imported inflation). Namun, pengaruh signifikan nilai tukar terhadap inflasi hanya terlihat dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana kebijakan moneter global memengaruhi perekonomian Indonesia, yang penting untuk menyusun kebijakan moneter yang lebih responsif terhadap dinamika global.Bank Indonesia perlu menerapkan kebijakan moneter yang lebih berfokus dalam menjaga kestabilan rupiah dengan memperkuat perekonomian dalam negeri
Factors Influencing Islamic Financial Literacy among Muslim University Students in Mataram City Bunga Fajriati; Akhmad Jufri; Taufiq Chaidir
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL ECONOMINA, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i5.2111

Abstract

This study aims to analyze the level of Islamic financial literacy and examine the influence of financial socialization, money attitude, religiosity, and income on Islamic financial literacy among Muslim students in Mataram City. This research employs a quantitative approach using a survey method. The population consists of Muslim students enrolled in public universities in Mataram City, with a sample of 150 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that the level of Islamic financial literacy among students is relatively high, with most respondents categorized as well literate and sufficiently literate. The results of hypothesis testing show that financial socialization, money attitude, and religiosity have a positive and significant effect on Islamic financial literacy, with financial socialization emerging as the most influential factor. Meanwhile, income has a positive but insignificant effect. These findings suggest that Islamic financial literacy is influenced more by non-economic factors, particularly social learning processes, individuals’ attitudes toward money, and the internalization of religious values, rather than by economic capacity. This study provides important implications for universities, families, and relevant stakeholders to strengthen Islamic financial education and socialization through value-based and socially oriented approaches
Gender Gap in Workforce Participation in West Nusa Tenggara Province Gusti Ayu Arini; Ida Ayu Putri S; Tuti Handayani; Saripta Wijimulawiani; Taufiq Chaidir
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.53026

Abstract

Gender participation gap in the workforce is influenced by various factors, including income, age, education, marital status, family size, culture, and social norms. In Nusa Tenggara Barat (NTB), understanding these factors is crucial to addressing gender disparities in employment participation. Despite widespread acknowledgment of cultural and social norms affecting gender roles, their actual impact on workforce participation remains unclear. This study aims to analyze the impact of income, age, education, marital status, family size, culture, and social norms on the gender participation gap in the workforce in NTB. This explanatory research uses a survey sampling method, with 140 respondents. The data is analyzed using multiple linear regression to test and estimate the hypotheses. The hypothesis testing reveals that income significantly affects the gender participation gap in the workforce. However, age, education, marital status, family size, and the cultural and social norm control factors were not found to have a significant impact on the gap in NTB. Culture and social norms, although expected to influence gender roles and household work division, did not significantly contribute to the differences in work hours between men and women. The study concludes that while income plays a significant role in gender workforce participation in NTB, cultural and social norms are not as influential as anticipated. Further research may explore the deeper effects of these norms on gender roles and expectations in the workforce.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pelaku Usaha Mikro di Kota Mataram Salmaa Putri Amalia; Mansur Afifi; Taufiq Chaidir
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal usaha, jam kerja, lama usaha, tingkat pendidikan, lokasi usaha, dan penggunaan teknologi terhadap tingkat pendapatan pelaku usaha mikro sektor kuliner di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 99 pelaku usaha mikro kuliner yang berlokasi di Pantai Ampenan, Taman Sangkareang, dan Loang Baloq, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan modal usaha, jam kerja, lama usaha, tingkat pendidikan, lokasi usaha, dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan usaha mikro. Secara parsial, modal usaha, jam kerja, lama usaha, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha mikro. Namun, penggunaan teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pendapatan usaha mikro masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor konvensional, sementara pemanfaatan teknologi belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dalam pengelolaan modal dan pemanfaatan teknologi secara efektif guna meningkatkan pendapatan usaha.
Adopsi Teknologi Finansial Sebagai Sistem Pembayaran Non Tunai: Pembuktian Model UTAUT2 Plus pada UMKM di Kota Mataram Taufiq Chaidir; Muaidy Yasin; Jalaludin Jalaludin
Oportunitas Ekonomi Pembangunan Vol 5 No 1 (2026): Oportunitas, March 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/oportunitas.v5i1.2878

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan model UTAUT2 Plus dengan religiusitas sebagai variabel moderasi dalam menjelaskan adopsi teknologi finansial sebagai sistem pembayaran non-tunai pada UMKM di Kota Mataram. Secara spesifik, penelitian menguji pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, motivasi hedonik, nilai harga, dan kebiasaan terhadap niat dan perilaku mengadopsi fintech, serta peran moderasi usia, jenis kelamin, pengalaman pengguna, dan religiusitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanasi. Sampel terdiri dari 135 pelaku UMKM yang tersebar di enam kecamatan di Kota Mataram, dipilih dengan teknik probability random sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi yang memfasilitasi dan kebiasaan berpengaruh signifikan terhadap niat mengadopsi fintech. Kebiasaan juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku mengadopsi fintech, demikian pula terhadap niat berperilaku terhadap perilaku penggunaan. Sebaliknya, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, motivasi hedonik, dan nilai harga tidak terbukti berpengaruh signifikan. Variabel moderasi (usia, jenis kelamin, pengalaman pengguna, dan religiusitas) tidak terbukti memoderasi hubungan dalam model. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa faktor fungsional seperti ketersediaan infrastruktur dan pembentukan kebiasaan lebih dominan dibandingkan dengan faktor hedonik dan sosial dalam mendorong adopsi fintech di kalangan UMKM di Kota Mataram. Temuan ini mengimplikasikan perlunya peningkatan literasi digital, infrastruktur teknologi, dan strategi pembentukan kebiasaan penggunaan melalui program loyalitas dan kemudahan akses untuk memperluas adopsi fintech sebagai sistem pembayaran non-tunai. Kata Kunci: UTAUT2, fintech, sistem pembayaran non-tunai, UMKM, religiusitas.