Claim Missing Document
Check
Articles

Potentially Competitiveness of Cassava Commodity in Internasional Trade:A Case of Central Sulawesi Economy Yulianti kalaba; Sisfah Yuni; Dafina Howara; Abdul Muis; Marwan Yantu
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 1 No 1 (2014): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v1i1.281

Abstract

Cassava commodity has strong linkages with other industries. This is indicated by coefficient of its multiplier effect being greater than one. That means that investment of IDR 1 billion for the commodity will affect total economic activity of Central Sulawesi as big as the coefficient. The aim of this study is to estimate potentially competitiveness of cassava commodity of Central Sulawesi in international trade. In particular, the aim of this study is to estimate (i) potentially competitive advantage of cassava commodity; (ii) potentially comparative advantage of cassava commodity; (iii) level of governmental protection to price of tradable input for cassava; (iv) level of governmental protection to cassava outputs; and (v) level of simultaneously protection to cassava output sand tradable inputs for cassava. PAM method was used by using time series data of during 2000 – 2013 from BPS and FAO. The results of analysis shows that cassava commodity from Central Sulawesi has potentially competitiveness in international trade. This is showed by (i) potentially competitive advantage was indicated by PCR is less than one; thus cassava farm can be developed on a large scale; (ii) potentially comparative advantage was indicated by DRC is less than one; This means that in developing for cassava farm can be done by saving the resources; (iii) NPCR is equal to zero to show that government policies to tradable inputs is very protective, but actually that was caused by farmers didn’t apply fertilizers and pesticides; thus developing for cassava farm can be done by organic farm, so cassava farm can be became as entry point in green economy of Central Sulawesi; (iv) NPCO is less than one meaning that government policies for output prices is in-protective, so cassava farmers didn’t enjoy actual prices of cassava output; and (v) EPC is less than one meaning that beside government policies for prices of cassava output is in-protective, government policies for tradable inputs is also in-protective; thus although the farmers didn’t enjoy the surplus prices, however they can pay tradable inputs being lower than actual prices of the tradable inputs.
ANALISIS TITIK PULANG POKOK PRODUK OLAHAN COKELAT PADA INDUSTRI RAPOVIAKA SIMPLE DI KOTA PALU Darwis, Darwis; Muis, Abdul; Howara, Dafina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were (i) to determine the production level of Simple Rapoviaka Chocolate Industry at which the break-even point was achieved, and (ii) to determine the income and revenue of the industry at the break-even point. Respondents were purposively selected, including the industry management and its two employees who could provide information about the production process to ensure the accuracy and relevance of the data collected for the research purposes. The research used the Break-Even analysis as its analytical approach. The findings revealed that the break-even point for five variants of chocolate bars is achieved when the production reaches 209 packages, each priced at IDR 18,000 generating a monthly sales of IDR 3,762,000. Similarly, the break-even point for eight variants of chocolate bars is attained at a production of 419 packages, also priced at IDR 18,000 per package generating a monthly sales IDR 7,542,000.
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI USAHATANI PADI SAWAH DIDESA TORIBULU SELATAN KECAMATAN TORIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ramadhani, Ramadhani; Howara, Dafina; Arfah, Siti Yulianty Chansah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i2.2067

Abstract

This study was conducted in South Toribulu Village, Toribulu Subdistrict, Parigi Moutong District, to address the previously unknown levels of farmers' adoption of Integrated Crop Management (ICM). The primary objective was to assess the extent to which farmers in this area have adopted ICM practices for paddy rice cultivation. The research was carried out from December 2020 to February 2021, with the study location selected purposively. The sampling method used was a Simple Random Sampling, encompassing 69 farmer groups, each consisting of 25 members, leading to a total population of 1,725 rice farmers. The findings revealed that the adoption level of high-quality seeds was classified as high. In contrast, the adoption levels for components such as superior varieties, planting systems, fertilizer application, alternate irrigation, integrated pest management (IPM), and weeding were classified as moderate, although there were slight variations in scores across these components. The use of organic matter received an average score of 29.59, while the harvest and post-harvest practices scored 35.73, both of which were categorized as low. Overall, the adoption of Integrated Crop Management for paddy rice was classified as moderate in Toribulu Selatan Village, with an average score of 43.21.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA INDUSTRI PALU MANDIRI ROTAN DI KECAMATAN PALU UTARA Riska, Riska; Howara, Dafina; Sulaeman, Sulaeman
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i3.2199

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Kelayakan Finansial pada industri Palu Mandiri Rotan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (Purpossive), dengan pertimbangan bahwa industri Palu Mandiri Rotan ini adalah salah satu industri pengolahan rotan, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019, Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purpossive) ini berjumlah 4 responden dan lokasi penelitian dilakukan kecamatan Palu Utara (Mamboro). Dengan mengunakan rumus investasi, Net Present Value (NPV) Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) Internal Rate of Return (IRR) Payback Period ( PP) Analisis sensitivitas. Hasil perhitungan Net Present Value (NPV) yang diperoleh sebesar Rp. . 796.009.430 lebih besar dari 0, Net Benefit Cost Ration ( Net B/C ) Sebesar, 5,91 lebih besar dari 1, Internal Rate Of Return ( IRR ) sebesar 5% persen dan Payback Pariode memiliki masa pengembalian selama 1,2 tahun ( 1 tahun 2 bulan).Dengan tingkat sensitivitas.
ANALISIS PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA DI DESA POI KECAMATAN DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI Gamal, Eka Triwahyuni; Howara, Dafina; Wibawa, I Gede Laksana; Ma'mur, Sitti Hardiyanti Mulaputri
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i4.2302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani dan efisiensi pemasaran. Permasalahan dalam penelitian ini yakni terdapat selisih harga yang cukup tinggi ditingkat produsen (petani) dan PT Japfa (usaha industri pakan ternak) sebagai rantai pemasaran akhir dalam penelitian ini. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode acak sederhana. Penentuan responden pedagang menggunakan metode Snowball sampling Hasil analisis pemasaran menunjukkan bahwa ada dua saluran pemasaran jagung hibrida di Desa Poi yaitu Petani – Pedagang pengumpul – Pedagang besar – PT Japfa, Petani – Pedagang besar – PT Japfa. Hasil analisis margin pemasaran jagung hibrida saluran I yaitu MT = Rp.424/Kg sedangkan saluran II yaitu M = Rp.107/Kg. Bagian harga yang diterima petani jagung hibrida pada saluran I yaitu sebesar 90,97% sedangkan pada saluran II yaitu sebesar 97,72%. Efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 8.44% sedangkan nilai efisiensi untuk saluran II adalah sebesar 5.25%, sehingga saluran pemasaran kedua lebih efisien karena bagian harga yang diterima petani lebih besar dan total biaya pemasaran yang dikeluarkan lebih rendah.
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK SAMBAL IKAN ROA PADA INDUSTRI CENDANA FOOD DI KOTA PALU Indryani, Komang Dea; Howara, Dafina; Alamsyar, Al
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 3 (2024): November
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i3.2363

Abstract

Industri Cendana Food merupakan salah satu Industri di Kota Palu yang mengolah ikan roa menjadi sambal ikan roa. Produksi ikan roa ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui jumlah maksimum dan minimum bahan baku ikan roa, untuk mengetahui jumlah persediaan pengaman bahan baku ikan roa, dan untuk mengetahui tingkat pemesanan ikan roa Industri Cendana Food di Kota Palu. Penelitian ini dilaksakan di Industri Cendana Food yang berlokasi di Jalan Bantilan Kecamatan Palu Barat Kota Palu Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Desember 2023 sampai Januari 2024. Penentuan responden ini dilakukan secara sengaja (Purposive), dengan jumlah responden sebanyak 2 (dua) orang yakni, satu orang pemilik Industri, 1 orang karyawan bagian produksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah minimum stock, maximum stock, safety stock dan tingkat pemesanan kembali. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Analisis persediaan bahan baku ikan roa pada sambal ikan roa di Industri Cendana Food di Kota Palu dengan menggunakan metode (minimum maximum) pada Bulan Januari-Desember 2022 minimum 101 kg/bulan dan maximum 189 kg/bulan. Persediaan pengaman (Safety Stock) bahan baku yang selalu tersedia pada Industri Cendana Food sebesar 14 kg/bulan. Tingkat Pemesanan yang harus dilakukan yaitu sebesar 88 kg/bulan, dengan total biaya persediaan yaitu Rp 6.300.000.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA BALANE KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI Sufiani, Sufiani; Howara, Dafina; Nurdin, Muh Fahrudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i6.2438

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besaran variabel luas lahan, bibit, pupuk NPK mutiara, pupuk urea, tenaga kerja dan pengalaman berusahatani dalam memengaruhi produksi cabai rawit di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi pada bulan januari-maret 2022. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja (purposive). Alat analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi cobb-douglas. Hasil analisis produksi menunjukan bahwa Fhitung = 2599,440 > Ftabel = 2,38 pada α = 5% dengan nilai signifikan 0,000 membuktikan menolak hipotesis nol, artinya variabel bebas luas lahan, bibit, NPK Mutiara, Urea, tenaga kerja, dan Pengalaman Berusahatani secara simultan (secara bersama-sama) berpengaruh nyata terhadap produksi cabai rawit di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. Secara parsial variabel luas lahan (X1) berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,970%, bibit (X2) berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,016%, NPK Mutiara (X3) berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,027%, Urea (X4) berpengaruh nyata meningkatkan produksi sebesar 0,020%, dan Pengalaman Berusahatani (X6) berpengaruh nyata terhadap produksi cabai rawit sebesar 0,004%, sedangkan tenaga kerja (X5) berpengaruh tidak nyata menurunkan sebesar -0,010% terhadap produksi cabai rawit di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi.
ANALISIS NILAI TAMBAH KEDELAI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGGA ASROFI DI DESA KARAVE KECAMATAN BULUTABA KABUPATEN PASANGKAYU Kurniawan, Adrian; Howara, Dafina; Alamsyar, Al
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2462

Abstract

Industri Tahu umumnya merupakan industri rumah tangga dengan nilai investasi kecil dan jumlah tenaga kerja sedikit. Namun demikian, industri Tahu telah menjadi sumber penghidupan bagi sebagian rakyat kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pendapatan dan nilai tambah dari kedelai setelah diolah menjadi tahu. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Tahu Asrofi, Desa Karave Kecamatan Bulutaba Kabupaten Pasangkayu. Penentuan lokasi ini melalui pencarian secara sengaja (Purposive). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022, responden yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 3 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis nilai tambah (Metode Hayami).Berdasarkan hasil penelitian, produksi tahu pada industri rumah tangga Asrofi selama Bulan Januari Tahun 2022 menggunakan 1.100 kg kedelai dan menghasilkan 985 Kg/tahu, dengan penerimaan total yang dipeoleh pada Bulan Januari Tahun 2022 sebesar Rp.24.600.000, dengan pendapatan bersih yaitu sebesar Rp.5.373.467. Hal ini berarti industri tersebut masih cukup baik untuk diusahakan karena masih memberi keuntungan bagi pemilik usaha. Besarnya nilai tambah yang tahu yang diperoleh yaitu sebesar Rp.9.573/Kg. Hal ini menunjukan bahwa setiap satu Kilogram kedelai setelah mengalami proses produksi mampu memberikan nilai tambah sebesar Rp.9.573 dengan Keuntungan sebesar Rp.8.930.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA KOPRA PUTIH PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA ALAM DI KOTA PALU Rifaldi, Rifaldi; Laapo, Alimudin; Howara, Dafina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan dalam mengelola kelapa menjadi kopra putih. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Industri Rumah Tangga Alam di Kota Palu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Porposive) dengan pertimbangan bahwa Industri Rumah Tangga Alam merupakan tempat yang memiliki produksi tertinggi di Kota Palu. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada Bulan Oktober sampai Desember Tahun 2021. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan yang diperoleh Industri Rumah Tangga Alam yaitu sebesar Rp.24.824.000,00/Bulan, Rata-Rata biaya variabel yang digunakan yaitu sebesar Rp.19.331.605,14/Bulan dan rata-rata biaya tetap yaitu sebesar Rp.944.076,16/Bulan. Sedangkan rata-rata pendapatan usaha kopra putih Industri Rumah Tangga Alam yaitu sebesar Rp.4.548.318,70/Bulan dan kelayakan usaha kopra putih menunjukan sebesar 1,22.
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN NELAYAN SIDAT SEBELUM DAN SAAT PENGERUKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DANAU POSO DI KECAMATAN PAMONA PUSELEMBA KABUPATEN POSO Torokano, Debora Yuliestina; Howara, Dafina; Khatima, Husnul
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan nelayan sidat sebelum dan saat pengerukan Daerah Aliran Sungai Danau Poso di Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Penentuan responden menggunakan metode sensus, dengan jumlah 35 orang responden, terdiri atas 20 orang responden sebelum pengerukan dan 15 orang saat pengerukan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa jumlah rata-rata dari pendapatan nelayan sidat sebelum pengerukan lebih besar yaitu Rp. 5.814.031,64 dari jumlah rata-rata pendapatan saat pengerukan yaitu Rp. 2.239.283,64. Hasil analisis perbandingan pendapatan diperoleh bahwa terdapat perbedaan pendapatan nelayan sidat sebelum dan saat pengerukan berlangsung, pendapatan nelayan sebelum pengerukan lebih besar dibanding pendapatan saat pengerukan Daerah Aliran Sungai Danau Poso.