Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perencanaan Gazebo sebagai Pengembangan Ruang Sosial di Kawasan Masjid Ali Wal Asri Kota Bengkulu: Bahasa Indonesia Tiya Suryadi Putri; Moh. Faisal Faris; Suci Lestari; Ayu Komalasari Dewi
Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 (2026): Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 2026
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v6i1.234

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat. Peningkatan aktivitas jamaah pasca renovasi ruang dalam di Masjid Ali Wal Asri menimbulkan kebutuhan terhadap fasilitas penunjang pada area luar masjid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bantuan teknis perencanaan gazebo sebagai ruang semi-terbuka yang dapat mendukung aktivitas sosial, interaksi jamaah, dan kegiatan non-ritual lainnya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi lapangan, wawancara, identifikasi kebutuhan pengguna, analisis tapak, serta penyusunan konsep desain. Hasil kegiatan menghasilkan rancangan gazebo yang menyesuaikan karakter arsitektur masjid melalui penggunaan bentuk atap limasan, material bernuansa natural, serta konsep ruang terbuka yang mendukung kenyamanan termal dan interaksi sosial. Selain itu, desain juga dilengkapi elemen kolam dan lanskap sebagai bagian dari pendekatan arsitektur tropis untuk meningkatkan kualitas visual dan kenyamanan ruang. Keberadaan gazebo diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi ruang luar masjid sebagai ruang sosial, edukatif, dan interaktif bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bantuan teknis perencanaan dapat menjadi solusi dalam pengembangan fasilitas penunjang masjid yang lebih kontekstual, fungsional, dan berkelanjutan. Kata Kunci : Gazebo, Masjid, Ruang Sosial, Pengabdian Masyarakat
Implementasi Prinsip Net Zero Energy Building (NZEB) pada Bangunan Tinggi di Iklim Tropis: Studi Kasus TechnoPark Tower, Hanoi Lestari, Suci; Dewi, Ayu Komalasari; Putri , Tiya Suryadi; Faris, Moh. Faisal
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI 2026
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need to reduce the impact of climate change has pushed the development of buildings that use less energy, including the idea of Net Zero Energy Building (NZEB). NZEB means a building can produce as much energy as it uses in a year, usually from renewable sources. This study looks at how NZEB is applied in TechnoPark Tower, Hanoi, as an example of a tall building in a tropical climate. The method used is descriptiveanalytical, based on literature review, observation of design strategies, and evaluation of the building’s energy performance.The results show that the biggest challenge in tropical high-rise buildings is the high need for cooling, because of strong sunlight and high humidity. To deal with this, the building uses passive design strategies such as proper orientation, double-layer façades, and shading elements to reduce heat from the sun. These are supported by active systems like efficient air conditioning, smart energy control, and the use of renewable energy such as solar panels. Because the roof area is limited, additional solar systems are also used outside the main building area. In conclusion, applying NZEB in high-rise buildings needs a good mix between design and technology. TechnoPark Tower shows that even in tropical conditions, energy efficiency can still be achieved, and it can be a useful example for future building design.