Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Uji Toksisitas Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol Daun Bintaro (Cerbera odollam G) terhadap Artemia salina Leach Tanti Nurani; Asep Supriadin; Adisty Virakawugi Darniwa
Gunung Djati Conference Series Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan ancaman serius bagi manusia karena sel-sel tubuh yang tumbuh secara abnormal menyerang organ tertentu dan berkembang biak dengan cepat, merusak sel-sel tubuh. Tanaman bintaro (Cerbera Odollam G) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, dan tanin, yang dilaporkan memiliki sifat antimikroba, analgesik dan menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap berbagai jenis kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa mrtabolit sekunder yang terkandung pada ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol daun bintaro (Cerbera Odollam G) serta mengetahui tingkat toksisitas ekstrak ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol daun bintaro (Cerbera Odollam G) terhadap larva Artemia salina L dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan nilai LC50. Penelitian ini menggunakan 450 ekor larva udang (Artemia salina L) yang terbagi menjadi tiga kelompok ekstrak, lima konsentrasi yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 ppm serta tiga kali pengulangan dengan perlakuan masing-masing 10 ekor larva udang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol daun bintaro menunjukan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil mortalitas pada larva didapatkan nilai probit untuk mengetahui nilai LC50 yang ditunjukan pada ekstrak n-heksana sebesar 1,00033 ppm sedangkan pada ekstrak etil asetat dan metanol adalah sebesar 40,66053 ppm dan 74,15075 ppm yang menunjukan ekstrak daun bintaro berpotensi sebagai antikanker.
BIOBRIKET DARI KULIT BUAH KOPI (COFFEA ARABICA) DAN KAYU KALIANDRA (CALLIANDRA CALOTHYRSUS) DENGAN PEREKAT GETAH PINUS (PINUS MERKUSII) Siska Tridesianti; Adisty Virakawugi Darniwa; Musa’adah; Eneng Siti Aisyah; Yani Suryani
Gunung Djati Conference Series Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa merupakan salah satu sumber energi yang melimpah dan dapat diperbarui. Salah satu pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi adalah biobriket menggunakan campuran kulit buah kopi dan kayu kaliandra dengan perekat getah pinus. Limbah kulit buah kopi di Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 777,12 ribu ton sedangkan kayu kaliandra merupakan tanaman dengan rasio pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 97,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik biobriket dari pencampuran kulit buah kopi dan kayu kaliandra berdasarkan pada nilai kalor dan laju pembakaran yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 2 kontrol (100% limbah kulit kopi dan 100% kayu kaliandra) dan 5 perlakuan perbandingan kulit buah kopi dan kayu kaliandra (B1 90:10, B2 70:30, B3 50:50, B4 30:70, dan B5 10:90). Pengujian yang dilakukan yaitu uji massa jenis (kerapatan), kadar air, nilai kalor dan laju pembakaran. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu massa jenis (kerapatan) terbaik adalah 0,64 g/cm3 pada perlakuan B1 dan B2, kadar air terendah sebesar 3,13% pada perlakuan B1, nilai kalor tertinggi 6.750 kal/g pada perlakuan B5, dan laju pembakaran terlama yaitu 1,72 g/menit pada perlakuan B1. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komposisi terbaik biobriket dari pencampuran kulit buah kopi dan kayu kaliandra terhadap nilai kalor yang dihasilkan yaitu perlakuan B5 (10:90) dengan nilai kalor 6.750 kal/g dan komposisi terbaik biobriket dari pencampuran kulit biji kopi dan kayu kaliandra terhadap laju pembakaran yang dihasilkan yaitu perlakuan B1 (90:10) dengan nilai laju pembakaran 1,72 g/menit.
The Enhancing Single Cell Protein Production of Saccharomyces cerevisiae Using Soybean Hull Waste with Dextrose Variations Musa'adah .; Adisty Virakawugi Darniwa; Dede Kartika Sari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol. 11 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v11i2.12356

Abstract

Single Cell Protein (SCP) is a microprotein derived from the dry biomass of non-pathogenic microorganisms and offers a promising alternative protein source for both humans and animals. One of the advantages of SCP production is its potential to utilize organic waste as a growth medium, thereby contributing to environmental sustainability. Soybean hull waste has been identified as a nutrient-rich substrate capable of supporting the growth of various microorganisms used in SCP production. This study aimed to optimize the growth medium for S. cerevisiae by utilizing soybean hull waste supplemented with varying concentrations of dextrose, in order to determine the most effective dextrose level for SCP production. The experiment involved cultivating S. cerevisiae in filtrates of soybean hull waste supplemented with five different dextrose concentrations: 0% (FD0), 1% (FD1), 2% (FD2), 3% (FD3), and 4% (FD4), as well as a standard Yeast Potato Dextrose (YPD) medium used as a control. Fermentation was initiated with an inoculum concentration of 1.3×10⁶ CFU/mL across all treatments then incubated at 28–30°C for 72 hours. Biomass, moisture content and protein content of yield were measured at the end of the fermentation. The results showed the dextrose conc. significantly affected pH levels, biomass yield, moisture, and protein content of the final product. Higher dextrose conc. generally led to better yield. Among the treatments, FD4 (4% dextrose) produced the highest biomass (0.091 g/10 mL) and protein content (18.43%). These finding showed that soybean hull waste can serve as a sustainable growth medium for the S. cerevisiae-SCP production, with 4% dextrose supplementation yielding the most optimal results.