Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Introducing Mulato Hybrid Grass as an Alternative High-Quality Forage Source for Ruminants in the Bakti Mekar Jaya Forest Farmer Group, Bojongsoang District, Bandung Regency Wulansari, Asri; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.62093

Abstract

Breeding, feeding and management are important components of the success of a livestock business. Feeding, especially in providing feed with good quantity, quality and continuity, is one of the biggest inputs and challenges in livestock business. Until now, providing feed, especially forage, is still a big challenge in ruminant livestock farming. Mulato grass is a potential alternative forage source because it has good quality, is drought resistant, has high biomass, and is popular with livestock. This community activity (PKM) aims to announce hybrid mulato grass to breeders as a potential forage alternative for ruminants. The object or target in this community service activity is the Bakti Mekar Jaya Forest Farmers Group. The counseling method was used in this activity. The stages of implementing activities consisted of the preparation stage, assessment stage (pre-test), counseling stage and evaluation stage (post test). The results achieved in this extension activity provide benefits for livestock, including: (1) obtaining alternative sources of forage for the livestock being kept; (2) minimizing the risk of a shortage of forage during the dry season; (3) gain knowledge about cultivating hybrid mulato grass. The continued phase of this PPM activity involves observing the development of Mulato hybrid grass to serve as a supplementary feed source.
Literature Review: Pengolahan Data Statistik dan Uji Signifikansi pada Persentase Penurunan BOD, COD, dan TSS Limbah Cair dengan Penambahan Bakteri Probioti Firmansyah, Indra; Utomo, Budi; Ikhsan, Cahyono
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v2i3.3947

Abstract

Limbah cair merupakan salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan yang dapat mengancam ekosistem, sehingga diperlukan proses pengolahan yang efektif untuk mengurangi dampaknya. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, dan salah satu alternatif teknologi terbaru adalah penambahan bakteri probiotik ke dalam proses pengolahan. Bakteri probiotik terbukti memiliki kemampuan menurunkan kadar parameter kualitas air limbah, yaitu BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan TSS (Total Suspended Solids). Berdasarkan hasil telaah, ditemukan tiga jenis probiotik yang paling banyak digunakan, yaitu Lactobacillus, Bacillus, dan kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah data dan menguji apakah penurunan nilai parameter BOD, COD, dan TSS setelah penambahan bakteri probiotik signifikan secara statistik, mengklasifikasikan persentase penurunan nilai tersebut ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, serta menguji perbedaan signifikan dalam penurunan parameter antara ketiga jenis bakteri secara statistik. Metode yang digunakan adalah pengolahan data sekunder yang diperoleh dari jurnal-jurnal relevan, kemudian diproses menggunakan IBM SPSS Statistics. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penambahan bakteri probiotik berhasil menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS secara signifikan berdasarkan uji Wilcoxon Rank-Test (p < 0,05), dengan BOD turun dari 2.100 mg/L menjadi 70 mg/L dan COD dari 132 mg/L menjadi 38,1 mg/L. (2) Distribusi nilai persentase penurunan menunjukkan bahwa mayoritas data untuk ketiga parameter (BOD, COD, dan TSS) berada pada kategori sedang, yang mencerminkan efektivitas pengolahan yang baik secara umum. Namun, beberapa data di kategori rendah menunjukkan perlunya optimalisasi, sementara kategori tinggi menunjukkan potensi hasil optimal. (3) Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar jenis bakteri (Lactobacillus, Bacillus, dan kombinasi keduanya) terhadap penurunan BOD, COD, dan TSS (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa pemilihan jenis bakteri tidak mempengaruhi efektivitas, sehingga fokus sebaiknya diarahkan pada pengelolaan proses pengolahan limbah cair.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Andredera Cordifolia) Sebagai Vaksin Alami Terhadap Produktivitas Ayam Broiler Wulansari, Asri; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/yvvfy693

Abstract

Meningkatnya permintaan daging ayam broiler di Indonesia menekankan pentingnya manajemen kesehatan yang efektif untuk memastikan produktivitas dan kualitas daging yang optimal. Antibiotik atau vaksin yang secara tradisional digunakan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan pertumbuhan memiliki risiko residu dalam produk daging, sehingga mendorong eksplorasi alternatif alami. Ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dikenal memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan meningkatkan kekebalan tubuh, serta menunjukkan potensi sebagai pengganti vaksin alami pada ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak ekstrak daun binahong terhadap produktivitas ayam broiler, termasuk bobot badan, rasio konversi pakan (FCR), dan konsumsi pakan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan pada lima kelompok perlakuan, masing-masing menerima konsentrasi ekstrak binahong yang berbeda atau vaksin konvensional. Hasil menunjukkan bahwa FCR dan konsumsi pakan memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05). Dosis tinggi ekstrak binahong memiliki efek signifikan dalam menurunkan FCR tetapi tidak berbeda dengan kelompok kontrol, sehingga menunjukkan potensinya sebagai alternatif pengganti antibiotik dalam manajemen broiler.
Postpartum Serum Non-Esterified Fatty Acids, Milk Yield, Feed Intake and Plasma Natural Antibodies in Cows with Subclinical Mastitis Mayasari, Novi Mayasari; Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Firmansyah, Indra
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105442

Abstract

Somatic cell count (SCC) is commonly used as an indicator of subclinical mastitis, yet its association with postpartum performance, non-esterified fatty acid (NEFA) concentration, and immune status remains unclear. This study evaluated 18 Holstein Friesian cows grouped by milk SCC: low (<160,000 cells/ml), moderate (160,000–400,000 cells/ml), or high (>400,000 cells/ml). Daily milk production, feed intake, plasma NEFA levels, and natural antibodies (IgG and IgM) against keyhole limpet hemocyanin (KLH) were measured. ANOVA was used to detect differences among groups. Despite consistent feeding regimens and standardized sampling, cows with high SCC (4.79) tended to exhibit lower IgG titers than those with low (6.16) and moderate (6.42) SCC, suggesting reduced immune function under higher SCC levels. However, milk yield, feed intake, IgM titers, and postpartum NEFA levels showed no significant differences among the three groups. These findings indicate that elevated SCC may impair systemic IgG antibody responses but exerts limited effects on production and metabolic parameters. In conclusion, while SCC appears to influence immune status, its relationship with NEFA concentrations, milk production, and feed intake is less pronounced under these experimental conditions.