Claim Missing Document
Check
Articles

MEKANISME KOPING PADA PASIEN DM TIPE II DENGAN GANGREN DIABETIK DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUDZA BANDA ACEH Cut Husna
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.247 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6411

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan penyakit kronik menahun yang dapat menimbulkan stres sehingga memerlukan mekanisme koping yang adaptif untuk dapat mempertahankan kualitas hidup. Koping didefinisikan sebagai usaha kognitif dan perilaku yang dilakukan untuk mengatur kebutuhan eksternal dan internal tertentu yang membatasi sumber seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik di Ruang Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif exploratif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling pada 32 pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk dichotomous yang terdiri dari 20 item pernyataan. Data di analisa secara deskriptif dengan menentukan persentase dengan kategori adaptif dan maladaptif. Hasil penelitian diperoleh mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik untuk prilaku menyerang berada pada kategori adaptif sebanyak 32 responden (100%), menarik diri pada kategori adaptif sebanyak 23 responden (71,9%),kompromi kategori adaptif sebanyak 29 responden (90,6%), kompensasi pada kategori adaptif sebanyak 31 responden (96,9%), dan menyangkal pada kategori adaptif sebanyak 29 responden (90,6%). Secara umum mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik berada pada kategori adaptif yaitu 27 orang (84,4%). Diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan interaksi yang lebih baik kepada pasien, karena perlakuan tersebut akan menumbuhkan mekanisme koping positif dan harapan hidup yang lebih baik.Kata kunci: mekanisme koping, adaptif, maladaptif, diabetes mellitus tipe II, gangren diabetik.ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease which can induce stress so that it needs the adaptive coping mechanism to maintain the quality of life. Coping is defined as cognitive effort and behavior undertaken to manage the specific external and internal needs that restrict the human resource. This study aimed to knowthe description of coping mechanism in type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene in the endocrine clinic room of the District General Hospital dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh, 2011. The study design is descriptive explorative study with Cross Sectional Study approach. Sampling techniques is purposive sampling in 32 type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene. Data collection technique was used questionnaire with dichotomous form consisting 20 items of statement. The data was analyzed in descriptive with determine the percentage of adaptive and maladaptive categories. The results showed thecoping mechanism of type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene for behavior attack in adaptive category was 32 participants (100%), retire in adaptive category was 23 participants (71.9%), compromise in adaptive category was 29 participants (90.6%), compensation in adaptive category was 31 participants (96.9%), and deny in adaptive category was 29 participants (90.6%). Generally, coping mechanism in type IIdiabetes mellitus patient with diabetic gangrene in adaptive category was 27 people (84.4%). It is expected to nurses in order to give better interaction for the patients because such treatment will lead to positive coping mechanism and expectation of a better life. Keywords: coping mechanism, adaptive, maladaptive, type II diabetes mellitus, diabetic gangrene
SELF-MANAGEMENT IN PATIENTS WITH ASTHMA BRONCHIAL Cut Husna
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.448 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6349

Abstract

ABSTRACTThe burden of asthma affects the patients, families, society in terms of lost work, lessened quality of life,hospitalizations, and death. Continuing adult asthma morbidity is evident in the increasing number ofoutpatient and emergency visits to asthma. Many factors described as possible causes for the increasedmorbidity and mortality includes poor patient understanding of the disease process in appropriatemedication use, non adherence with prescribe preventive medication, and poor inhaler technique. Becauseof the asthma impact of rising severity, morbidity and mortality for human being, self-management is animportant things developed for asthma patients to improve self-care and maintain healthy life. Many ofpeople are associated with self-management, particularly patients, caregivers, health care providers, andpolicy providers to make a planning partnership in caring asthma patients. The self-management that involvefour components namely assessing and monitoring asthma severity and asthma control, education forpartnerships in care, control of environment factors and comorbid condition, and medications. The design ofstudy was descriptive explorative for three patients in Songkla Nagarind Hospital, Hatyai, Thailand. The aimof study was to describe the phenomenon of self-management in patients with asthma by using fourquestionnaires that consisted of ASQ, ACQ, ACECC, and MARS. Data collection divided into two parts waspretest and posttest, except for asthma severity only for pretest because its focused to identify level of asthmaseverity. The study was analyzed by using descriptive statistic with mean (X) and standard deviation (SD).The result of the study showed that asthma severity for mild, moderate, and severe levels for patients 1, 2 and3. Moreover, asthma control was moderate level, control of environment factor and comorbid conditions wasmoderate level, and medication adherence was moderate level as well. These components could be improvein asthma care and significantly reduce asthma trigger and statistically can be viewed as effective cost waysto maintain quality of life in asthma patients.Keyword: self-management, asthma bronchial, patients’ admitted, hospital
EFEKTIVITAS EDUKASI MITIGASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT Cut Husna; Muzar Hafni; Fithria Fithria; Syarifah Rauzatul Jannah
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.344 KB) | DOI: 10.24815/jts.v%vi%i.14174

Abstract

Bencana adalah serangkaian peristiwa yang dapat mengancam jiwa serta mengganggu kehidupan masyarakat. Efek bencana dapat dikurangi dengan pemberian edukasi mitigasi bencana yang dinilai sebagai bentuk dari antisipasi terhadap bencana. Antisipasi bencana dilakukan dengan peningkatan kesiapsiagaan bencana individu yang meliputi pengetahuan, rencana keadaan darurat, sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kesiapsiagaan bencana sebelum dan sesudah edukasi mitigasi bencana. Jenis penelitian berupa quasi experiment dengan desain one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner baku dari LIPI-UNESCO/ISDR, 2006 dan beberapa item telah dimodifikasi oleh peneliti. Intervensi dalam penelitian ini adalah edukasi mitigasi bencana berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.Analisa data menggunakan independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kesiapsiagaan bencana sebelum dan setelah edukasi mitigasi bencana dengan p = 0,000 (α=0,05).Edukasi mitigasi bencana dinilai efektif terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada keluarga pasien di rumah sakit. Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar dapat memnberikan edukasi mitigasi bencana di rumah sakit untuk peningkatan kesiapsiagaan bencana pada pengunjung rumah sakit terutama keluarga pasien.Kata Kunci: Edukasi, Mitigasi, Kesiapsiagaan, Bencana, Keluarga Pasien, Rumah SakitABSTRACTDisasters are a series of events that can threaten life and disrupt people's lives. The impact of disasters can be reduced by providing disaster mitigation education which is considered as a form of anticipation of disasters. Disaster anticipation is carried out by increasing individual disaster preparedness which includes knowledge, emergency planning, disaster warning systems and resource mobilization. The purpose of the study was to determine the differences in the level of disaster preparedness before and after disaster mitigation education. This type of research is a quasi-experiment with the design of one group pre-test post-test. The sampling technique is proportional stratified random sampling with a total of 45 respondents. Data collection techniques were carried out using a standard questionnaire from LIPI-UNESCO/ISDR, 2006 and several items were modified by researchers. The intervention in this study was disaster mitigation education based on the National Disaster Management Agency (BNPB). Data was analyzed using independent t-test. The results showed that there were differences in the level of disaster preparedness before and after disaster mitigation education with p = 0,000 (α = 0.05). Disaster mitigation education is considered effective against earthquake and tsunami disaster preparedness for patients' families in hospitals. It is recommended to health workers to be able to provide disaster mitigation education in hospitals to increase disaster preparedness for visitors to hospitals, especially patients' families.Keywords: Education, Mitigation, Preparedness, Disaster, Patient's Family, Hospital
KECEMASAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Ferinadia Ferinadia; Cut Husna; Syarifah Rauzatul Jannah; Fithria Fithria
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.405 KB) | DOI: 10.52199/inj.v10i1.15654

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok yang tinggi dan masalah merokok juga dialami oleh remaja. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko merokok dikalangan remaja adalah adanya kecemasan yang timbul pada seorang remaja akibat ketidakmampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada masa remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kecemasan dengan perilaku merokok pada remaja di sekolah menengah di Aceh Besar. Jenis penelitian menggunakan correlation study. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah siswa laki-laki  dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebesar 88 siswa. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan tehnik pengumpulan data berupa self-report. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kecemasan dengan perilaku merokok (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada pihak puskesmas dan pihak sekolah agar melakukan upaya penyuluhan tentang bahaya merokok dan   tehnik mengurangi kecemasan pada remaja diantaranya penyuluhan tentang mekanisme koping adaptif sehingga dapat mengurangi resiko merokok pada remaja.  Kata Kunci: Kecemasan, Perilaku Merokok, Remaja. ABSTRACT Indonesia is one of the countries with a high number of smokers and this problem is also experienced by adolescents. One of the factors that can increase the risk of smoking among adolescents is the anxiety that arises due to the inability in adapting to various changes that occur in adolescence. The purpose of this study was to determine the relationship of anxiety with smoking behavior among adolescents in senior high school in Aceh Besar, Indonesia. It was a correlation study. The participants in the study were male students with a total sampling technique and 88 students were included. Data was collected by using a questionnaire self-report. Data was analysis using Chi-Square test and the results of the study showed that there was a relationship between anxiety and smoking behavior (p-value = 0,000). It is recommended to the community health center and the school staff to carry out counseling about the dangers of smoking and techniques to reduce anxiety in adolescents including counseling about adaptive coping mechanisms. These efforts aim to reduce the risk of smoking in adolescents  Keywords: anxiety, smoking behaviors, adolescent.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PENANGANAN MASALAH PSIKOLOGIS DAN SPIRITUAL PADA PASIEN PASCA BENCANA: A COMPARATIVE STUDY Husna, Cut; Elvania, Jeni
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.489 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.511

Abstract

Bencana dapat berdampak pada masalah fisik, psikologis, psikososial dan spiritual. Dampak psikologis dapat berupa depresi, marah, putus asa, bunuh diri dan post trauma stress disorder (PTSD). Gangguan spiritual dapat berupa menyalahkan Tuhan, menghindari interaksi dengan orang lain dan merasa bersalah. Hal ini membutuhkan pengetahuan dan sikap perawat dalam penanganan masalah psikologis dan spiritual tersebut. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 124 perawat di Ruang Penyakit Dalam (n=92) dan Ruang Rawat Bedah (n=32). Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk skala Dichotomous terdiri dalam 22 pernyataan dan Likert scale terdiri dari 24 pernyataan. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan analisa bivariat dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam penanganan masalah psikologis (p-value 0,106 α=0,05) dan spiritual (p-value 0,059 α=0,05). Ada perbedaan sikap perawat dalam penanganan masalah psikologis (p-value 0,001 α=0,05) dan spiritual (p-value 0,008 α=0,05). Hasil penelitian dapat direkomendasikan kepada pembuat kebijakan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan terkait masalah psikologis dan spiritual untuk meningkatkan kompetensi dan sikap profesional perawat dalam memberikan asuhan keperawatan untuk respons bencana. 
Nurses’ Disaster Mitigation Competencies in Public Health Center during Pandemic Covid-19 Husna, Cut; Jayanti, Afrida; Fithria, Fithria
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.176 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.842

Abstract

Mitigation is an effort to reduce disaster risk through physical development, public awareness, and community capacity building in facing disaster. The public health center (Puskesmas) as a facility is the spearhead of individual and community health services, especially in disaster situations. Nurses as the frontline in providing health services are expected to have competence in dealing with disasters. Increased disaster mitigation for nurses could be done by understanding disaster risk, disease prevention, health promotion, and policy development and planning. This study aims to determine the nurses’ competencies in disaster mitigation in the public health center. This research is a descriptive explorative with a cross-sectional study design. The total sampling method was carried out at two Puskesmas totaling 42 respondents. Data collection using Google-form in a dichotomy scale developed by researchers totaling 23 questions adopted from ICN-WHO, 2009. The questionnaire tested reliability with Cronbach Alpha = 0.7. The results of the study showed that the nurse's disaster mitigation competencies were at a good level (54.8%). For the sub-scales understanding of disaster risk (47.6%), disease prevention (76.2%), health promotion (61.9%) and policy development and planning (35.7%) are good competencies. It is recommended to health workers and community health centers to improve disaster risk management by making policies and plans that are organized by involving across professions, sectors, and all components of society.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH: A COMPARATIVE STUDY Husna, Cut; Nur Rauzah; Samsul Bahri, Teuku; Darliana, Devi; Cyntia Kasih, Laras
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.803 KB)

Abstract

Penyebaran pandemi COVID-19 menyebabkan masalah kesehatan terbesar pada semua negara di dunia. COVID-19 menimbulkan gejala pada berbagai sistem tubuh seperti gangguan sistem pernapasan, pencernaan, neurologis, dan muskuloskeletal. Proses penularan COVID-19 sangat cepat yang diperburuk dengan kondisi faktor komorbid dari pasien menyebabkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia dan di dunia. Perawat sebagai frontliners dan care providers pada pasien COVID-19 harus didukung dengan pengetahuan dan sikap yang memadai dalam merawat pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada perawat Instalasi PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dan perawat Instalasi PINERE RSUD Meuraxa (RSUM) Banda Aceh, Indonesia. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Instalasi PINERE RSUDZA dan RSUM Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 110 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dalam bentuk skala Dichotomous dan kuesioner sikap dalam skala Likert masing-masing terdiri dari 20 pernyataan. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan menggunakan K-R 20 (Kuder Richardson 20) dengan nilai 0,97 dan kuesioner sikap menggunakan Cronbach alpha dengan nilai 0,96. Analisis data menggunakan bivariat dengan menggunakan uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,554>0,05) dan tidak ada perbedaan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,163 >0,05) pada kedua ruang PINERE tersebut. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya kesamaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada kedua rumah sakit tersebut.
HUBUNGAN DIABETES BURNOUT SYNDROME DENGAN SELF-CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH Zhafarina Zhafarina; Teuku Samsul Bahri; Cut Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang membutuhkan penanganan secara tepat untuk mencegah komplikasi. Penatalaksanaan diabetes melitus membutuhkan waktu yang lama sehingga terjadi diabetes burnout syndrome dan kejadian ini dapat mempengaruhi pelaksanaan self-care pada pasien diabetes. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan diabetes burnout syndrome dengan self-care pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 133 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Diabetes Burnout Scale dengan nilai reliabilitas dalam versi bahasa Indonesia adalah 0,80 dan kuesioner Diabetes Self-Care Scale (DSCS) dengan nilai reliabilitas dalam versi bahasa Indonesia yaitu 0,91. Data dianalisis menggunakan uji bivariat dengan menggunakan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara diabetes burnout syndrome dengan self-care pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh. Hal ini terjadi karena penyakit kronik ini tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol, apabila mengalami kejenuhan maka dapat mempengaruhi kemampuan self-care nya sehingga dapat menimbulkan komplikasi.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR AKIBAT BANJIR Epi Susanti; Cut Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi yang sangat rawan terjadi bencana alam, khususnya bencana banjir. Banjir memberikan berbagai macam dampak bagi masyarakat, diantaranya muncul berbagai macam penyakit seperti infeksi pernapasan akut, demam berdarah, malaria, diare, penyakit kulit, dan lainnya. Pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menular akibat banjir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular akibat banjir di Gampong Lon Asan Kecamatan Lembah Seulawah Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif melalui desain cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Guttman dan skala Likert. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular akibat banjir berada pada kategori baik (96,5%), sikap masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular akibat banjir termasuk berada pada kategori baik (97,6%), tindakan masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular akibat banjir berada pada kategori benar (97,6%). Diharapkan masyarakat dapat mempertahankan pengetahuan, sikap dan perilakunya dalam upaya pencegahan penyakit menular akibat banjir. Penelitian ini juga mengharapkan agar pemerintah terkait dapat membuat program-program seperti promosi kesehatan yang dapat mempertahankan pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat untuk terus termotivasi dalam mencegah penyakit menular akibat banjir melalui program kerja Puskesmas.Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, tindakan, banjir, penyakit menular
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN COVID-19 Nur Rauzah; Cut Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tingginya angka morbiditas dan mortalitas  kasus COVID-19 menjadikan penanganan kasus ini sebagai prioritas utama bagi petugas pelayanan kesehatan. Perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19 diharuskan memiliki pengetahuan dan sikap yang memadai dalam merawat pasien COVID-19. Pengetahuan dan sikap yang memadai ini dapat melindungi dirinya dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 di rumah sakit Banda Aceh. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Instalasi PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 64 responden. Alat pengumpul data berupa kuesioner pengetahuan dalam bentuk skala Dichotomous dan kuesioner sikap dalam skala Likert masing-masing terdiri dari 20 pernyataan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat memiliki pengetahuan yang baik (82,2%) dan sikap positif (65,6%) dalam merawat pasien COVID-19. Kepada pihak rumah sakit perlu meningkatkan pelatihan tentang menajemen COVID-19 kepada seluruh perawat agar dapat meningkatkan kompetensi dalam merawat pasien COVID-19.