Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Prayitno, Prayitno; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8253

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya mengeksplorasi model kepemimpinan di wilayah dengan tantangan ekstrem, di mana keterbatasan infrastruktur berupa status blank spot internet dan ketersediaan listrik tenaga surya yang hanya sebesar 500 watt menuntut resiliensi manajerial agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN Tiomneri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan telaah dokumen Subjek penelitian ini melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari satu orang Kepala Sekolah (KS), satu orang Wakil Kepala Sekolah (WK) bidang kurikulum, dan enam orang guru . Analisis data dilakukan dengan model interaktif (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta didukung member check dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan kepemimpinan pembelajaran melalui lima tanggung jawab utama, yaitu: 1) mendefinisikan dan mengkomunikasikan visi misi sekolah dengan menyelaraskan arah program sekolah, penegasan target kerja, dan penguatan komitmen guru agar pembelajaran tetap berorientasi pada tujuan; 2) mengoordinasikan kurikulum melalui fasilitasi perencanaan perangkat ajar, rapat/kerja kurikulum, koordinasi lintas mata pelajaran, serta dorongan inovasi pembelajaran yang kontekstual; 3) melaksanakan supervisi pembelajaran melalui kunjungan kelas, umpan balik, pendampingan, dan tindak lanjut perbaikan perangkat serta praktik mengajar; 4) memantau kemajuan belajar peserta didik melalui evaluasi hasil belajar, pembahasan capaian, serta program remedial dan pengayaan sebagai dasar perbaikan pembelajaran; dan 5) memelihara iklim belajar positif dengan penguatan disiplin, budaya kolaborasi, komunikasi kerja, serta dukungan pembinaan yang mendorong guru terus berkembang. Faktor pendukung mencakup dukungan komite/orang tua, komitmen guru, forum MGMP sekolah, pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, dan motivasi peserta didik. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan praktik kepemimpinan pembelajaran pada konteks SMAN Tiomneri sebagai sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas dalam Meningkatkan Kompetensi Sosial Emosional Siswa Ansi, Sadly; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Masreng, Robert; Gultom, Monika; Mangolo, Ewendi W.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8254

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada urgensi kebutuhan akan model supervisi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga kolaboratif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas dalam meningkatkan kompetensi sosial emosional siswa di SMP Negeri 1 Malagai, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah dan seluruh guru di SD Negeri Guninggame. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, peserta didik, serta komite/ketua adat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik, dan member checking. Hasil Penelitian: (1) implementasi PPK berbasis kelas dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; pada perencanaan guru mengintegrasikan nilai karakter dan indikator sosial-emosional dalam tujuan, materi, dan strategi, pada pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan kelas, aktivitas kooperatif, serta pengelolaan kelas yang menekankan disiplin positif, sedangkan evaluasi dilakukan melalui observasi sikap, refleksi sederhana, dan tindak lanjut pembinaan yang realistis sesuai kondisi sekolah. (2) nilai-nilai lokal setempat diintegrasikan sebagai konteks pembelajaran dan pembiasaan (misalnya kebersamaan, saling menolong, penghormatan terhadap aturan/adat kampung) sehingga memperkuat pengalaman sosial siswa di kelas. (3) faktor pendukung utama meliputi komitmen guru, budaya kebersamaan, dukungan komunitas, dan komunikasi sekolah dan orang tua; sementara faktor penghambat dominan mencakup keterbatasan listrik/internet, sarana belajar, beban administrasi, serta tantangan kedisiplinan yang berdampak pada ruang perencanaan dan dokumentasi penilaian. (4) implementasi PPK berbasis kelas berimplikasi pada penguatan kompetensi sosial emosional siswa, terutama kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati/kepedulian sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa pada konteks 3T Papua Pegunungan, keberhasilan PPK lebih ditentukan oleh konsistensi praktik keteladanan, pembiasaan, dan pengalaman sosial yang kontekstual daripada kelengkapan administrasi semata.