Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Prayitno, Prayitno; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8253

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya mengeksplorasi model kepemimpinan di wilayah dengan tantangan ekstrem, di mana keterbatasan infrastruktur berupa status blank spot internet dan ketersediaan listrik tenaga surya yang hanya sebesar 500 watt menuntut resiliensi manajerial agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN Tiomneri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan telaah dokumen Subjek penelitian ini melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari satu orang Kepala Sekolah (KS), satu orang Wakil Kepala Sekolah (WK) bidang kurikulum, dan enam orang guru . Analisis data dilakukan dengan model interaktif (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta didukung member check dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan kepemimpinan pembelajaran melalui lima tanggung jawab utama, yaitu: 1) mendefinisikan dan mengkomunikasikan visi misi sekolah dengan menyelaraskan arah program sekolah, penegasan target kerja, dan penguatan komitmen guru agar pembelajaran tetap berorientasi pada tujuan; 2) mengoordinasikan kurikulum melalui fasilitasi perencanaan perangkat ajar, rapat/kerja kurikulum, koordinasi lintas mata pelajaran, serta dorongan inovasi pembelajaran yang kontekstual; 3) melaksanakan supervisi pembelajaran melalui kunjungan kelas, umpan balik, pendampingan, dan tindak lanjut perbaikan perangkat serta praktik mengajar; 4) memantau kemajuan belajar peserta didik melalui evaluasi hasil belajar, pembahasan capaian, serta program remedial dan pengayaan sebagai dasar perbaikan pembelajaran; dan 5) memelihara iklim belajar positif dengan penguatan disiplin, budaya kolaborasi, komunikasi kerja, serta dukungan pembinaan yang mendorong guru terus berkembang. Faktor pendukung mencakup dukungan komite/orang tua, komitmen guru, forum MGMP sekolah, pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, dan motivasi peserta didik. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan praktik kepemimpinan pembelajaran pada konteks SMAN Tiomneri sebagai sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas dalam Meningkatkan Kompetensi Sosial Emosional Siswa Ansi, Sadly; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Masreng, Robert; Gultom, Monika; Mangolo, Ewendi W.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8254

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas dalam meningkatkan kompetensi sosial emosional siswa di SMP Negeri 1 Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kajian ini didasarkan pada urgensi model supervisi kolaboratif yang efisien untuk mengatasi berbagai hambatan instruksional di daerah terpencil. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, hingga tokoh adat setempat. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan uji keabsahan melalui teknik triangulasi dan member checking. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PPK berbasis kelas dilaksanakan melalui integrasi nilai karakter dalam perencanaan, praktik keteladanan serta disiplin positif dalam pelaksanaan, serta evaluasi reflektif yang kontekstual. Nilai kearifan lokal seperti semangat kebersamaan dan aturan adat diintegrasikan untuk memperkuat pengalaman sosial siswa di lingkungan kelas. Faktor pendukung utama mencakup komitmen guru dan dukungan komunitas, sedangkan hambatan dominan meliputi keterbatasan akses listrik, internet, sarana belajar, serta beban administrasi. Implementasi ini terbukti memperkuat lima pilar kompetensi sosial emosional siswa, yakni kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Disimpulkan bahwa dalam konteks wilayah 3T Papua Pegunungan, keberhasilan pendidikan karakter lebih ditentukan oleh konsistensi praktik keteladanan dan pengalaman sosial yang nyata dibandingkan sekadar pemenuhan kelengkapan administrasi formal. Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan yang adaptif terhadap realitas lokal demi menjamin mutu pembelajaran yang berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA SEKOLAH Jhon Elias Dubu; Yulius Mataputun; Urip Wahyudin; Indah Slamet Budiarti; Kusdianto Kusdianto; Ida Mariati Hutabarat
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10064

Abstract

The implementation of Character Education Strengthening in remote areas is often hampered by geographic isolation and extreme limitations in physical facilities. This study focuses on the strategy of internalizing character values ​​through school culture at SD Inpres Malagai, Lanny Jaya Regency, Papua Mountains. The research steps used a qualitative approach with a case study design through data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews, and documentation of eleven key informants. Data were analyzed interactively including the stages of reduction, presentation, and systematic conclusion drawing. The research findings show that although the institution operates with a minimal ratio of only eight educators to serve 249 students without electricity, character formation continues to be effective through the method of teacher role models as a living curriculum. Religious values, integrity, and mutual cooperation have been successfully integrated harmoniously with the local wisdom of the Lani Tribe. Quantitatively, the limited learning space with only two units remaining in good condition does not hinder the routine of ten minutes of literacy before learning, although extracurricular activities are still hampered by regional security risks. The main conclusion of this study confirms that the strength of social capital and personal dedication of educators in the concept of resilience pedagogy is able to overcome infrastructure barriers in marginal areas to produce a generation of integrity without relying on modern technological facilities.