Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

LEVEL KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENALARAN STATISTIS Nila Kesumawati; Dina Octaria
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 12 JANUARI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.875 KB)

Abstract

Statistical reasoning is the ability to explain why and how conclusions are obtained. Statistical reasoning is very necessary in everyday life, as well as in basic statistics and research statistics. Statistical reasoning is divided into 5 levels, namely 1) LPS 0 (does not have statistical reasoning), 2) LPS 1 (prestructure reasoning), 3) LPS 2 (transitional reasoning), 4) LPS 3 (procedural reasoning), 5) LPS 4 (integrated reasoning). This study aims to determine the level of students' ability to work on statistical reasoning questions. This research was carried out in the second semester students with the number of research subjects 80 students in the mathematics education study program at the University of PGRI Palembang. The research method used is descriptive research, with data collection techniques using tests and interviews. The results of the study show that the ability of students to solve statistical reasoning problems is at level 3 (procedural reasoning).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Ketren Ocmita Yanda; Jumroh Jumroh; Dina Octaria
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2019): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.953 KB) | DOI: 10.31851/indiktika.v2i1.3428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain faktorial 2x3. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Shailendra Palembang. Teknik pengambilan  sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terpilih adalah siswa kelas VIII.1dan siswa kelas VIII.2. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan uji Analisis Varians dua jalur. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII SMP Shailendra Palembang, (2) Terdapat perbedaan antara kemampuan pemahaman konsep siswa ditinjau dari motivasi belajar (tinggi, sedang, rendah) siswa di SMP Shailendra Palembang, dan  (3) Terdapat interaksi antara model pembelajaran (inkuiri dan konvensional) dan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan  pemahaman konsep siswa di SMP Shailendra Palembang Kata kunci : inkuiri, pemahaman konsep, motivasi belajar ABSTRACTThis study aims to determine whether or not the influence of inquiry learning models on the ability to understand concepts in terms of student motivation. The research method used is a 2x3 factorial design. The population in this study were all students of class VIII SMP Shailendra Palembang. The sampling technique uses cluster random sampling technique. The selected sample is students in class VIII.1 and students in class VIII.2. Data collection techniques using questionnaires and tests. Data analysis uses the two-way Analysis of Variance test. The results of this study are (1) There is an influence of Inquiry learning model on the ability of students’ understanding of concept VIII Shailendra Palembang Junior High School, (2) There is a difference between the ability to understand students' concepts in terms of learning motivation (high, medium, low) students at Shailendra Palembang Junior High School, and (3) There is an interaction between learning models (inquiry and conventional) and students’ learning motivation towards students' concept understanding abilities at Shailendra Junior High School Palembang. Keywords : inquiry, concept comprehension, learning motivation  
Pelatihan pembuatan modul ajar bagi guru SMA/SMK di Tebing Tinggi Nila Kesumawati; Destiniar Destiniar; Dina Octaria; Yunika Lestaria Ningsih; Putri Fitriasari; Anggria Septiani Mulbasari; Tika Dwi Nopriyanti; Allen Marga Retta
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 2 No 2 (2021): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v2i2.4589

Abstract

Improving the quality of learning in schools is carried out by various strategies, one of which is developing teaching materials. The development of teaching materials in modules is currently a very urgent need. Because the application of the module can make learning activities more well-planned, independent, complete, and precise results so that educators can assist schools in realizing quality learning. However, in reality, many educators have difficulty making teaching modules that suit the needs of students. Due to educators' lack of knowledge and training to make teaching modules. Therefore, this PKM activity aims 1) to introduce and equip educators about teaching modules, 2) to assist educators in making teaching modules. The implementation method used in this activity is lecture, practice, and discussion. The activities were conducted online using the Zoom application and offline at SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Empat Lawang. The steps in PKM activities are 1) preparation, 2) implementation, 3) reflection. Data was collected through a questionnaire. The implementation of PKM activities showed that the training activities ran smoothly, and the participants were enthusiastic about participating in the training. From the results of data analysis, it can be concluded that 72.8% of the participants stated that this training activity could increase their knowledge and understanding of the module, and 83.3% stated that this training activity could train the skills of educators in doing modules. This activity can contribute to educators producing practical modules to use in the learning process
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android pada Materi Peluang untuk Siswa SMA Ferdy Ariansyah; Ety Septiati; Dina Octaria
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v4i2.7120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis android pada materi peluang yang valid, praktis dan efektif untuk siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan menggunakan metode ADDIE dengan lima langkah tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Objek dalam penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis android yang valid, praktis, dan efektif pada materi peluang untuk siswa SMA. Media ini diujicobakan kepada siswa kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2 SMA Bina Warga 2 Palembang masing-masing sebanyak 26 siswa dan 23 siswa. Penelitian dilakukan pada September 2021 - Desember 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi, angket respons siswa dan soal tes hasil belajar siswa. Tingkat kevalidan yang dinilai oleh validator yang terdiri dari dua dosen dan satu guru mendapat skor 93,66 sehingga dikategorikan sangat valid. Tingkat kepraktisan setelah diujicobakan kepada siswa mendapat skor 82,8 sehingga dikategorikan praktis. Berdasarkan tes hasil belajar siswa diperoleh persentase skor 82,6% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis android yang telah dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Desain E-Modul Berbasis Problem Based Learning pada Materi Program Linear untuk Siswa Kelas XI SMA Achmad Amin Setiabudi; Dina Octaria; Nyiayu Fahriza Fuadiah
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i1.1793

Abstract

Di masa pandemi seperti saat ini dengan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan pembelajaran banyak diterapkan seperti dengan belajar melalui online. Salah satu kendala peserta didik yaitu kurangnya minat, motivasi dan semangat belajar. Dengan kendala tersebut Penelliti akan melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendesain e-modul berbasis Problem Based Learning pada materi program linear. Penelitian akan menghasilkan desain e-modul berdasarkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) yang valid, dan layak digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian Design Research serta menerapkan metode Ken Peffers yang meliputi 6 langkah desain yaitu: 1) mengidentifikasi masalah. 2) Menentukan tujuan dan solusi. 3) Mendesain dan mengembangkan produk. 4) Mendemonstrasikan produk. 5) Melakukan evalusi produk. 6) Mengkomunikasikan pada publik. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah wawancara, angket respon peserta didik dan guru, serta tes hasil belajar yang diberikan kepada 10 orang peserta didik kelas 11 SMA Negeri 7 Palembang. Sekolah ini dipilih karena sesuai dengan hasil wawancara dengan peserta didik dan guru didapatkan permasalahan seperti pembelajaran dan sumber belajar yang kurang bervariasi. Setelah penelitian dilakukan didapatkan hasil bahwa desain e-modul yang telah dirancang sesuai dengan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dinyatakan dapat diujicoba oleh 3 orang validator. Selain itu berdasarkan hasil perhitungan angket yang diberikan kepada guru dan peserta didik menunjukkan menunjukkan persentase respon baik peserta didik sebesar 87% dan guru sebesar 93%.  Setelah itu berdasarkan perolehan hasil soal tes didapatkan 8 peserta didik yang mendapatkan nilai diatas KKM dan hanya 2 orang peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah KKM.Kata Kunci: E-Modul, Design Reseach, Problem Based Learning
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kadek Ana Lestari; Andinasari Andinasari; Dina Octaria
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v9i1.6468

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the Creative Problem Solving (CPS) learning model on students' mathematical problem solving abilities at SMA Negeri 8 Palembang. This research method is a Quasi-experimental method with a Posttest-Only Control Design research design. The subjects in this study were students of class XI MIA 1 and XI MIA 2, SMA Negeri 8 Palembang, totaling 64 students. The instrument used in this study was a test of problem solving ability. Analysis of the data used in this study is the t test. The results showed that there was a positive influence on the application of the Creative Problem Solving (CPS) learning model to students' mathematical problem solving abilities.
Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Ditinjau dari Gender Pada Materi Trigonometri Novita Sari; Destiniar Destiniar; Dina Octaria
Suska Journal of mathematics Education Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v8i2.17933

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih tergolong rendah dimana disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu perbedaan gender dimana hal ini diyakini oleh beberapa ahli sebagai pengaruh atas tinggi dan rendahnya kemamapuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah pada materi trigonometri. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 SMAN 8 Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dimana teknik pengumpulan data yaitu tes. Adapun indikator berpikir kritis yang digunakan yaitu menginterpretasikan, analisis, evaluasi dan inferensi. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki lebih rendah daripada peserta didik perempuan terutama pada indikator menganalisis dan menginferensi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan mengenai kemampuan berpikir kritis antara peserta didik laki-laki dan perempuan.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Google Sites Pada Materi Turunan Fungsi husin saputra; Dina Octaria; Asnurul Isroqmi
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Derivat (Desember 2022)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jderivat.v9i2.4072

Abstract

Google web sites are one of the media created by Google as development, the google web sites themselves are very suitable to be useful learning media because they are easy to operate and do not use coding in the process. The purpose  was study develop mathematics learning media assisted by google sites on functional derivative materials that are valid, practical, and have potential effects. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The analyzed stage carried out by the researcher was needs analyze, curriculum analyze, media analyze. The design stage was designing products and device. The Development stage create media and performs validation. The Implementation stage conducts media trials to obtain practicality and potential effects. Evaluation stage, where the researcher discusses the value of practicality and potential effects. For data collection technique that researchers use, namely questionnaires, and learning outcomes tests. This research activity was carried out at SMA Negeri 15 Palembang with a total of 26 students.  Keywords: ADDIE Model, Development, Google Web sites, Function Derivatives
The Development of Geogebra Assisted E-Module on Integral Course Material Jumroh Jumroh; Dina Octaria; Nia Nia
Jurnal Analisa Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v8i2.19660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul pada materi Integral kelas XII SMA/MA yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan untuk mengetahui efek potensial pengembangan e-modul terhadap hasil belajar siswa. Jenis Penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Objek penelitian ini adalah kualitas e-modul berbantuan GeoGebra pada materi Integral kelas XII SMA/MA yang dikembangkan. Data dikumpulkan menggunakan angket validasi, angket respon, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, penilaian kevalidan terlihat dari hasil validasi oleh expert review (validator) berdasarkan aspek  isi, konstruk, dan bahasa dengan hasil penilaian kevalidan sebesar 97,3%.  E-modul juga memenuhi kriteria sangat praktis berdasarkan angket respon siswa dengan persentase rata-rata 84,7% untuk kelompok kecil (small group) dan 85,3% untuk kelompok besar, dan e-modul dikatakan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai sebesar 82,66 dengan memenuhi kriteria baik. Sehingga dapat dikatakan e-modul berbantuan geogebra pada materi integral dapat digunakan dalam proses pembelajaran. This study aims to produce e-modules on Integral material for class XII SMA/MA that meet the valid, practical criteria, and to determine the potential effects of developing e-modules on student learning outcomes. This type of research is development research using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The object of this research is the quality of the GeoGebra-assisted e-module on the material for Intergal class XII SMA/MA which was developed. Data were collected using validation questionnaires, response questionnaires, and learning outcomes tests. The results show that the developed e-module has met the valid criteria, the validity assessment can be seen from the validation results by expert reviews (validators) based on content, construct, and language with a validity assessment of 97.3%. E-modules also meet the very practical criteria based on student response questionnaires with an average percentage of 84.7% for small groups and 85.3% for large groups, and e-modules are said to have a potential effect on student learning outcomes. Students with an average score of 82.66 by meeting the good criteria. So it can be said that geogebra-assisted e-modules on integral material can be used in the learning process.
Pelatihan Penyusunan Soal HOTS untuk Mengembangkan Kemampuan Pedagogik Guru Destiniar Destiniar; Anggria Septiani Mulbasari; Nyiayu Fahriza Fuadiah; Dina Octaria; Yunika Lestaria Ningsih; Allen Marga Retta; Asnurul Isroqmi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.085 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.585

Abstract

ABSTRACTHigh Order Thinking Skill or abbreviated with HOTS is an ability that is applied in the revised 2013 curriculum. The community service activities aim to (1) help teachers improve their understanding of learning outcomes evaluation, (2) improve teacher understanding of HOTS questions, and (3) improve teachers' ability to make HOTS questions, so that later HOTS questions are in accordance with the standards 2013 revision curriculum. This community service activity was carried out in the form of short training for three meetings. This activity was held in SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, Empat Lawang Regency, South Sumatera Province, which was attended by high school teachers in Empat Lawang District. The method used in the implementation of this activity is the method of lecture, discussion, simulation and demonstration. The results of this activity were the increase in teachers' understanding of the HOTS problem and the teacher's ability to make HOTS questions. ABSTRAKKemampuan berpikir tinggi atau yang disingkat dengan HOTS merupakan kemampuan yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 revisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  (1) membantu guru dalam meningkatkan pemahaman tentang evaluasi hasil belajar, (2) meningkatkan pemahaman guru tentang soal HOTS, dan (3) meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal HOTS, sehingga nantinya diperoleh soal HOTS yang sesuai dengan standar Kurikulum 2013 revisi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan singkat selama tiga kali pertemuan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Propinsi Sumatera Selatan yang diikuti oleh guru-guru SMA dalam Kabupaten Empat Lawang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi, simulasi dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman guru tentang soal HOTS dan kemampuan guru dalam membuat soal HOTS. Â