Claim Missing Document
Check
Articles

Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Aritmatika Sosial Berbasis HOTS Di Kelas VII MTs. Khozinatul ‘Ulum Widya Chilyatun Choirul Ummah; Rita Pramujiyanti Khotimah
Jurnal VARIDIKA Volume 33, No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/varidika.v33i2.16445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal aritmatika sosial berbasis HOTS di kelas VII MTs. Khozinatul ‘Ulum . Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain studi kasus. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis, sedangkan subyeknya adalah Siswa Kelas VII MTs. Khozinatul ‘Ulum. Teknik pengumpulan data meliputi tes, wawancara, dokumentasi. Tes digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kritis siswa, wawancara untuk mengklarifikasi jawaban siswa yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis secara langsung, dan dokumentasi untuk mendokumentasikan hasil tes dan wawancara. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi metode. Data penelitian dianalisis dengan metode alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan  verifikasi data. Hasil dari penelitian ini: 1) siswa kategori tinggi sudah mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis, yaitu elementary clarification, basic support, inference, advanced clarification, dan strategies and tactics pada semua nomor soal. 2) Siswa kategori sedang mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis, yaitu elementary clarification, basic support, inference, advanced clarification, dan strategies and tactics pada soal nomor 1. Pada soal nomor 2, siswa kurang mampu memenuhi indikator elementary clarification dan strategies and tactics, siswa mampu memenuhi indikator basic support, serta siswa belum mampu memenuhi indikator inference dan advanced clarification. Pada soal nomor 3, siswa kurang mampu memenuhi indikator elementary clarification dan siswa mampu memenuhi indikator basic support, inference, advanced clarification, serta strategies and tactics. 3) Siswa kategori rendah belum mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis, yaitu elementary clarification, basic support, inference, advanced clarification, dan strategies and tactics pada semua nomor soal.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) MENGGUNAKAN KONTEKS LINGKUNGAN Rita Pramujiyanti Khotimah; Meilina Cahya Sari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.729 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi sistem persamaan linear dua variabel menggunakan konteks lingkungan, 2) menguji kevalidan dan kepraktisan  dari LKPD berbasis HOTS yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga fase, yaitu investigasi awal, pengembangan atau prototipe, dan penilaian. Penelitian ini hanya dilakukan hingga fase pengembangan atau prototipe. Fase investigasi awal telah dilakukan sebelumnya sebagai dasar pengembangan lembar kerja peserta didik. Fase pengembangan atau prototipe terdiri dari kegiatan mendesain rancangan awal lembar kerja, kemudian melakukan penilaian lembar kerja melalui kegiatan self evaluation, expert review evaluation, one-to-one evaluation dan small group evaluation.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan angket. Proses analis data hasil wawancara dilakukan dengan analisis deskriptif, sedangkan hasil angket kevalidan dan kepraktisan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari uji kevalidan menunjukkan bahwa LKPD berbasis HOTS memenuhi kriteria kevalidan dengan skor 3,385. Hasil dari uji kepraktisan menunjukkan bahwa LKPD berbasis HOTS memenuhi kriteria kepraktisan dengan skor 3,288. Berdasarkan hasil kevalidan dan kepraktisan dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis HOTS pada materi SPLDV menggunakan konteks lingkungan layak digunakan dalam pembelajaran. This study aims to 1) develop student worksheets based on higher order thinking skills in systems of linear equation with two variable using envionmental context, and 2) test the validity and the practicality of  students worksheet based  on  HOTS.  This research is  research and development study with a Plomp development model, consisting of three phases namely, prelimenary investigation phase,  development or prototype phase, and assessment phase. This research is only carried out until development or prototype phase. Prelimenary investigation phase has been carried out before as a basis for development of students' worksheets. Development phase or prototype consists of designing the initial worksheet, then evaluating the worksheet through self evaluation, expert review evaluation, one-to-one evaluation and small group evaluation. Data collection techniques used were interviews and questionnaires. Data analysis process of  interview results was carried out with descriptive analysis, while the results of validity and practicality questionnaire were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. Results of validity test showed that student worksheets based on HOTS met validity criteria with a score of 3.385. Results of practicality test showed that student worksheets based on HOTS met  practicality criteria with a score of 3.288. Based on the validity and the practicality that has been obtained, it can be concluded that the student worksheet based on HOTS in systems of linear equation with two variables using environmental context is appropriate for use in learning.
Pembelajaran Matematika Online Melalui WhatsApp Berbantuan Blog Azzah Amany; Rita Pramujiyanti Khotimah
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.18576

Abstract

Efektivitas pembelajaran matematika online melalui WhatsApp dan blog telah banyak menjadi bahan kajian penelitian terdahulu, namun deskripsi runtut proses pembelajaran kurang dikaji secara mendetail. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, respon siswa dan kendala pembelajaran melalui WhatsApp berbantuan blog. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa kelas VIIIB SMPIT Ar Rahmah Pacitan. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi pembelajaran matematika online melalui WhatsApp berbantuan blog pada tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi pemberian salam pembuka, pemberian rangkuman materi, penjelasan materi berupa gambar dan audio, pemberian kesempatan menyimak, menanggapi dan bertanya, pemberian kuis, penugasan, link blog, link presensi, dan pemberian salam penutup. 2) Respon siswa saat pembelajaran antara lain siswa fast respond, menanggapi penjelasan guru, menjawab pertanyaan guru, 78% siswa menyimak penjelasan guru, tidak terdapat siswa yang membicarakan hal lain, serta siswa tidak mengeluh kesulitan dalam menggunakan aplikasi. 3) Kendala yang muncul saat pembelajaran yaitu jaringan internet kurang stabil. Namun demikian, tidak ditemukan kesulitan berarti bagi siswa untuk menerima penjelasan guru. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam melaksanakan pembelajaran online melalui WhatsApp dan blog.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILL Hanafi Sandra Kurniawan; Rita Pramujiyanti Khotimah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.333 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5563

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berorientasi high order thinking skill. Kemampuan literasi yang digunakan meliputi enam komponen yaitu: 1) komunikasi, 2) matematisasi, 3) representasi, 4) strategi untuk memecahkan masalah, 5) penggunaan operasi dan bahasa simbol, bahsasa formal, dan bahasa teknis, dan 6) penalaran dan pemberian alasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan literasi matematis, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas X SMA Batik 2 Surakarta yang dipilih berdasarkan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian menunjukan siswa dengan literasi tinggi mampu menguasai keenam kemampuan indikator literasi matematis pada ketiga soal. Siswa dengan tingkat literasi sedang mampu menguasai semua indikator pada soal pertama, sedangkan hanya mampu menguasai empat kemampuan literasi matematis pada soal nomer dua dan hanya menguasai indikator kemampuan komunikasi pada soal nomer tiga. Sedangkan siswa dengan tingkat literasi rendah mampu menguasai tiga indikator pada soal pertama, namun pada soal kedua dan ketiga hanya memiliki kemampuan komunikasi saja.This study aims to describe students' mathematical literacy skills in solving high order thinking skill. The literacy skills used include six components, namely: 1) communication, 2) mathematical, 3) representation, 4) strategies for solving problems, 5) the use of operations and symbol language, formal language, and technical language, and 6) reasoning and giving reasons. This research is a qualitative descriptive study. The data collection technique used in this research is a mathematical literacy test, interviews, and documentation. The subjects of this study were three grade X students of SMA Batik 2 Surakarta who were selected based on high, medium, and low scores. Data analysis techniques include data reduction, presentation, and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulation techniques. The results of the study show that students with high literacy are able to master the six abilities of the mathematical literacy indicators on the three questions. Students with moderate literacy levels are able to master all indicators in the first question, while only being able to master four mathematical literacy skills in question number two and only master communication skills indicators in question number three. While students with low literacy levels are able to master the three indicators in the first question, but in the second and third questions only have communication skills.
Implementation of STEAM-Based Mathematics Learning at Junior High School during the Pandemic Ika Indah Pratiwi; Rita Pramujiyanti Khotimah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v%vi%i.2324

Abstract

STEAM approach is one of the learning strategies that connect between fields of science with the aim of training critical, creative, innovative thinking skills and student problem-solving skills. The purpose of this study is to describe the implementation of STEAM-based mathematics learning at one of the junior high schools in Surakarta. This type of research is qualitative descriptive with the subjects were 16 students of class IX and one STEAM learning teacher. Data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. The process of data analysing is through data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of STEAM-based mathematics learning implemented a shift system where the number of student attendance was only 50% of the total number of students in the class. The learning process is using the Project Based Learning model because mathematics learning in one of the junior high schools in Surakarta is implemented into the creation of a STEAM project with group discussion methods. STEAM-based mathematics learning covers aspects of STEAM. Science is associated with everyday problems such as applying pascal’s law to elevators. Technology implemented on the use of tools and materials. Engineering is associated with the ability of students in solving problems, one of which is in assembling a project. Art includes the ability of students to create a project. Mathematics is related to calculating and measuring a project. As for the problems experienced by teachers and students during the pandemic of the new normal era, is the estimated time given to complete a project.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Nadia Octavia Trisnaningtyas; Rita Pramujiyanti Khotimah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.704 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5662

Abstract

Based on the results of PISA 2018, mathematical literacy in Indonesia is low. Mathematical literacy skills are important for every student. One of the government's ways to improve mathematical literacy is with the National Assessment, which includes literacy and numeracy AKM. While each student has a different way of learning. Based on these problems, see the extent to which students' mathematical literacy skills in solving AKM questions with differences in student learning styles. This study expects to depict understudies' mathematical literacy skills in settling AKM type inquiries regarding learning styles. The technique utilized in this research is qualitative. The examination subjects comprosed of 3 students understudies of class X MIPA 4 SMAN 3 Taruna Angkasa with the classes of visual, auditory and kinesthetic learning styles. The instruments utilized in the review were a learning style poll, a mathematical literacy test and an interview. That’s what the outcomes showed: 1) subjects with visual learning styles met the sign of communication, mathematics, picking strategies, utilizing task and image language, formal language and specialized language; 2) subjects with auditory learning styles have met the marks of communication, math, picking techniques, utilization of activities and image language, formal language and specialized language and endlessly thinking; 3) subjects with kinesthetic learning styles just satisfy the marks of communication, math and picking stechniques.
Mathematical Literacy Ability of Junior High School Students on the Material of Ranked Numbers and Root Forms Adistiana Putri Rusyananda; Rita Pramujiyanti Khotimah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.2462

Abstract

The purpose of this research is to provide a descriptive account of junior high school students' knowledge of mathematics, specifically their fluency with ranking numbers and root forms. A qualitative research approach with a descriptive focus is used in this study. Fifty-four students from Sidoharjo, Indonesia, a public junior high school, participated in the research. There were quizzes and interrogations to get information. Triangulation of methods was utilised to ensure the accuracy of the data collected. The analysis of data in this study consists of three parts: data reduction, data display, and conclusion drawing. There are no gaps in high school pupils' ability to read, write, and do computations at a proficient level. Students in this group can build mathematical models and comprehend mathematics, but they struggle with the second question's requirement that they use such models to describe, explain, or estimate a phenomenon or event. Students in the lowest ability level will only be able to answer the first question correctly if they use concepts, processes, and facts to describe, explain, or estimate a phenomenon or event.
PELATIHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS STEM BAGI GURU SMA/SMK/MA MUHAMMADIYAH SURAKARTA Rita Pramujiyanti Khotimah; Aprilia Saputri Riski Pratiwi; Ika Indah Pratiwi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2514

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet di era Revolusi Industri 4.0 yang sangat cepat memberikan dampak besar dalam segala hal, termasuk di bidang pendidikan. Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) merupakan satu pendekatan pembelajaran yang sangat sesuai dengan keterampilan abad 21. Masalah-masalah pembelajaran yang dialami oleh guru matematika SMA/SMK/MA Muhammadiyah di Surakarta adalah: 1) Banyak siswa yang belum aktif dalam pembelajaran, hanya sekedar mendengarkan dan mencatat saja selama pembelajaran. 2) Masih banyak guru yang belum memanfaatkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai media belajar siswa. 3) Pembelajaran matematika dengan pendekatan STEM belum dilaksanakan di SMA/SMK/MA Muhammadiyah Surakarta. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan pembelajaran matematika berbasis STEM bagi guru SMA/SMK/MA Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Pada tahap persiapan, dilakukan identifikasi problem-problem pembelajaran matematika yang dihadapi oleh guru. Selanjutnya ditentukan solusi pemecahan masalah, dan ditetapkan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui metode ceramah atau sosialisasi dan tanya jawab. Tahap tindak lanjut dilaksanakan melalui pendampingan pembuatan LKPD matematika berbasis STEM. Hasilnya, kegiatan sudah berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan ada peningkatan pemahaman peserta terhadap pembelajaran matematika yang berbasis STEM, 94% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang STEM, dan nilai rata-rata peserta meningkat sebesar 81.52%
Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Space and Shape Ditinjau dari Gaya Kognitif Ani Safitri; Rita Pramujiyanti Khotimah
Jambura Journal of Mathematics Education Vol 4, No 1: Maret 2023
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jmathedu.v4i1.18745

Abstract

Students need to have mathematical literacy skills because it can help in making the right decisions and understanding the application or role of mathematics in real life.  The results of the PISA survey, in Indonesia, the ability of mathematical literacy shows that it is still not optimal and similar incidents continue to occur, indicating that mathematical literacy skills are still low. The purpose of this research is to analyze the mathematical literacy skills of students in solving PISA questions on space and shape content in terms of cognitive style. This research method uses a descriptive with qualitative approach.  The research subjects consisted of 2 students of class IX C of Muhammadiyah Junior High School in Surakarta. The instruments used were Group Embedded Figures Test (GEFT), mathematical literacy test, and interview guidelines. Data analysis used the Milles and Hubberman model, namely: data reduction and presentation, and conclusions. The results showed the ability of mathematical literacy in terms of cognitive style and concluded that FI learners can master all indicators of mathematical literacy in the three questions well. FD learners can master all indicators of mathematical literacy skills on questions number one and two whereas, on question number three FD learners have not mastered the indicators of reasoning and giving reasons because they are less careful in understanding the problems given.
ANALISIS TINGKAT LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PELUANG Layli Choirunni’mah; Rita Pramujiyanti Khotimah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2740

Abstract

Literasi matematika sebagai keahlian siswa dalam melakukan interpretasi serta membuat rumusan permasalahan matematika dalam berbagai konteks. Siswa-siswi Indonesia dalam mencapai literasi matematika masih dikatakan rendah, hal tersebut didasarkan pada data asesmen PISA yang diperoleh setiap periodenya. Di SMK Batik 2 Surakarta, peneliti ingin meneliti kemampuan siswa dalam menyelesaikan situasi peluang secara matematis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan siswa kelas XII OTKP SMK Batik 2 Surakarta dengan tingkat literasi matematika tinggi, sedang, dan rendah sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan teknik wawancara saat melakukan validasi soal ujian. Reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan merupakan bagian dari analisis teknis yang dilakukan setelah pengumpulan data. Berdasarkan temuan penelitian, Siswa dengan tingkat literasi tinggi mampu memahami kelima indikator kemampuan literasi matematika pada soal pertama dan kedua, tetapi hanya tiga indikator pada soal ketiga. Siswa dengan tingkat kemampuan literasi matematis sedang mampu memahami kelima indikator pada soal pertama, tetapi hanya satu indikator pada soal kedua dan tiga indikator pada soal ketiga. Siswa dengan kemampuan literasi matematis rendah hanya mampu menguasai dua indikator pada soal kedua meskipun menguasai tiga indikator pada soal pertama dan ketiga.