Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Mathematic Literacy Ability in Solving Problems in Arithmetic Sequences and Series based on Gender View Rizky Mutiara Sari; Rita Pramujiyanti Khotimah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 11, No 2: April 2023
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v11i2.7336

Abstract

This study aims to describe the literacy ability of grade VIII students of SMP N 2 Plantungan in solving row and series problems reviewed from gender. The intended literacy skills are 1) communication skills, 2) mathematical skills, 3) problem-solving strategy skills, 4) symbol, formal, and technical language operation skills, and 5) reasoning and conclusion skills. The subjects of this study were one male student and one female student of grade VIII SMP N 2 Plantungan who were selected based on the highest score, and had good communication skills in solving the test questions that had been given. Research data sources from test results, interviews, and documentation. Data trianggualation is used to test the validity of data. This study showed that female students met all five literacy indicators tested, but male students only met four indicators of mathematical literacy ability. The thing that distinguishes this achievement is that male students have not fulfilled the ability to reason and reason. For the next research, you can conduct research on mathematical literacy skills with a focus on not many indicators so as to provide an in-depth description of the discussion.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Quantity Ditinjau Dari Self-Regulation Anis Santika; Rita Pramujiyanti Khotimah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2359

Abstract

Kemampuan literasi matematika ialah kompetensi kompleks dan esensial yang tidak hanya ditentukan berdasarkan tingkat kecerdasan saja tetapi juga pengaturan diri (self-regulation) pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan literasi matematika siswa SMP saat melakukan penyelesaian soal PISA konten quantity diamati dari self-regulation. Pada penelitian ini diterapkan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek diambil dari 4 siswa kelas IX.8 SMP Negeri 3 Surakarta. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, angket self-regulation, dan tes soal PISA konten quantity. Teknik analisis data terdiri dari penyajian data, reduksi data, dan kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan self-regulation sangat baik di ketiga soal mampu terpenuhi keenam indikator literasi matematika. Siswa dengan self-regulation baik, bisa memenuhi lima indikator di soal nomor dua, empat indikator di soal nomor satu dan tiga terpenuhi. Siswa dengan self-regulation cukup baik, keenam indikator pada soal nomor tiga terpenuhi, empat indikator pada soal nomor satu terpenuhi, dan tiga indikator pada soal nomor dua terpenuhi. Siswa dengan self-regulation kurang baik, mampu memenuhi tiga indikator pada ketiga soal.
Profil Kemampuan Literasi Matematika dalam Menyelesaikan Soal Berorientasi PISA Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Fahrizal Anom Saputra; Rita Pramujiyanti Khotimah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2413

Abstract

Kemampuan literasi siswa masih buruk terutama ketika menyelesaikan soal berorientasi PISA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal matematika berorientasi PISA ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek berjumlah 5 siswa kelas VIII. Untuk pengumpulan data teknik yang digunakan yaitu tes GEFT, tes literasi matematika, dan wawancara. Proses analisis data penelitian dengan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik digunakan sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian mendeskripsikan untuk siswa FD yang mempunyai kemampuan literasi matematika tinggi dapat memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, serta merancang strategi untuk soal nomor satu. Sedangkan pada kemampuan literasi matematika sedang siswa tidak memenuhi seluruh indikator untuk soal nomor tiga. Pada kemampuan literasi matematika rendah siswa tidak memenuhi seluruh indikator untuk soal nomor tiga. Namun, pada soal nomor empat memenuhi indikator komunikasi dan pada soal nomor satu memenuhi indikator matematisasi, merancang strategi, serta penggunaan operasi matematika dan bahasa matematis. Siswa FI yang mempunyai kemampuan literasi matematika tinggi dapat memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, dan penalaran. Sedangkan pada kemampuan literasi matematika sedang mencakup indikator komunikasi pada soal nomor tiga.
ANALYSIS OF STUDENT’S CRITICAL THINKING ABILITY IN SOLVING SOCIAL ARITHMETIC PROBLEMS IN VIEW OF GENDER Annisa Nur Aini Oktaviasari; Rita Pramujiyanti Khotimah
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2023): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v7i2.8384

Abstract

This study aims to develop students' ability to use critical thinking to solve social arithmetic problems. This study adopted qualitative and descriptive methods. The subjects of this study included 3 male students and 3 female students from VII E of SMP Negeri 1 Masaran. The data collection techniques used in this study are tests, interviews and documents. Data validity is based on a triangulation process. Analytical techniques reduce data, display it, and draw conclusions. The results revealed differences in critical thinking skills when solving social computing tasks associated with gender differences. In terms of high critical thinking skills, both male and female students mastered all the indicators of critical thinking, namely interpretation, analysis, evaluation and reasoning. In terms of critical thinking ability, boys in the middle category can master three indicators, namely interpretation, evaluation and conclusion. Female students, on the other hand, can only understand explanatory, analytical and evaluative indicators. In the low category, critical thinking ability has only two indicators of critical thinking, interpretation and analysis.Keywords: critical thinking, gender, social arithmetic
ANALISIS TINGKAT LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PELUANG Layli Choirunni’mah; Rita Pramujiyanti Khotimah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2740

Abstract

Literasi matematika sebagai keahlian siswa dalam melakukan interpretasi serta membuat rumusan permasalahan matematika dalam berbagai konteks. Siswa-siswi Indonesia dalam mencapai literasi matematika masih dikatakan rendah, hal tersebut didasarkan pada data asesmen PISA yang diperoleh setiap periodenya. Di SMK Batik 2 Surakarta, peneliti ingin meneliti kemampuan siswa dalam menyelesaikan situasi peluang secara matematis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan siswa kelas XII OTKP SMK Batik 2 Surakarta dengan tingkat literasi matematika tinggi, sedang, dan rendah sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan teknik wawancara saat melakukan validasi soal ujian. Reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan merupakan bagian dari analisis teknis yang dilakukan setelah pengumpulan data. Berdasarkan temuan penelitian, Siswa dengan tingkat literasi tinggi mampu memahami kelima indikator kemampuan literasi matematika pada soal pertama dan kedua, tetapi hanya tiga indikator pada soal ketiga. Siswa dengan tingkat kemampuan literasi matematis sedang mampu memahami kelima indikator pada soal pertama, tetapi hanya satu indikator pada soal kedua dan tiga indikator pada soal ketiga. Siswa dengan kemampuan literasi matematis rendah hanya mampu menguasai dua indikator pada soal kedua meskipun menguasai tiga indikator pada soal pertama dan ketiga.
Penanaman Karakter Kejujuran Melalui Kantin Anti Korupsi pada Siswa SD/MI Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali Khotimah, Rita Pramujiyanti; Putro, Donny Suryo; Utomo, Ginanjar Wahyu; Hidayah, Anisa Fera; Astriyanti, Nurul Endah; Sari, Yusti Ratna; Alfanani, Tiara Risti; Muthmainnah, Heny Tri; Mazliza, Mazliza; Zakiah, Zakiah
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 1, Juli 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i1.11167

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu karakter yang penting ditanamkan semenjak dini pada siswa. Melalui kejujuran  diharapkan bisa dihasilkan siswa yang cerdas tidak hanya secara intelektual, namun juga cerdas secara moral. Program ini bertujuan untuk menanamkan karakter kejujuran melalui kantin anti korupsi pada siswa SD/MI Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali. Metode pelaksanaan program melalui penyuluhan dan pendampingan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa nilai nilai karakter kejujuran siswa yang diinternalisasikan dalam kantin anti korupsi di SD/ MI Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali telah tertanamkan dengan baik. Siswa sudah  menunjukkan sikap jujur, disiplin dan mandiri dalam program kantin anti korupsi. Keberadaan kantin anti korupsi dengan teknik pelayanan self-service system dapat dijadikan sebagai media yang baik dalam penanaman karakter kejujuran siswa karena bisa melahirkan sikap dan tindakan siswa yang positif.
An exploration of ethnomathematics at Sewu Temple in Yogyakarta Sulistyowati, Dina; Khotimah, Rita Pramujiyanti
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2: November 2022
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v9i2.51756

Abstract

This study explores the elements of mathematics (geometry and arithmetic) in Sewu Temple. As the research is qualitatively discussed, ethnographic design is appropriately implemented with observation, interviews, and documentation for collecting data. The data analysis technique shares four steps; collecting, reducing, presenting, and drawing a conclusion"”the validity of the data using triangulation techniques. The results of this study indicate that there are mathematical elements in the shape of the building and the reliefs of Sewu Temple; flat shapes, spatial shapes, geometric transformations, and arithmetic sequences. The existing flat forms include; squares, rectangles, isosceles trapezoids, right trapezoids, circles, triangles, and octagons. Furthermore, blocks, tubes, and rectangular pyramids are included in existing shapes. The geometric transformations are in the form of reflection (mirror), translation (shift), and dilation (multiplication). The results of the ethnomathematical exploration at Sewu Temple can be used as instructional teaching for mathematics in schools, especially in geometry, geometric transformations, and arithmetic sequences.
Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Linier Satu Variabel Berdasarkan Kriteria Kesalahan Watson Pada Siswa Kelas VII Semester Gasal Prabandari, Radha Sita; Masduki, Masduki; Khotimah, Rita Pramujiyanti; Sutarni, Sri
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 1, No. 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.679 KB) | DOI: 10.23917/jkk.v1i1.7

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan persamaan linier satu variabel menurut kriteria kesalahan Watson serta mengidentifikasi faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan persamaan linier satu variabel. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri 1 Surakarta pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII Program Khusus 2. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan metode tiga alur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kurang teliti dalam membaca dan mengidentifikasi soal dengan benar sehingga siswa gagal dalam menuliskan soal yang diberikan; (2) siswa tidak paham dengan konsep persamaan linier satu variabel dengan baik; (3) siswa yang terbiasa tidak menuliskan kesimpulan jawaban; dan (4) siswa yang tidak menguasai materi prasyarat persamaan linier satu variabel.
Improving Teaching Quality and Problem Solving Ability Through Contextual Teaching and Learning in Differential Equations: A Lesson Study Approach Khotimah, Rita Pramujiyanti; Masduki, Masduki
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Vol. 1, No. 1, January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v1i1.1791

Abstract

Differential equations is a branch of mathematics which is closely related to mathematical modeling that arises in real-world problems. Problem solving ability is an essential component to solve contextual problem of differential equations properly. The purposes of this study are to describe contextual teaching and learning (CTL) model in differential equations course, to improve lecturers’ abilities in implementing CTL, and to improve students’ problem solving ability in differential equations. The study was conducted in the fifth semester of 2015/2016 academic year with 34 students of mathematics education Universitas Muhammadiyah Surakarta as participants. The CTL model was applied by lesson study approach which involved three stages namely plan, do, and see in each cycle. This research was conducted in four cycles. The study results found that discovery-based CTL could be applied in differential equations course. The lecturer abilities to design discovery-based contextual learning plan, to present real-world problem in learning process, to design learning strategy and assessment instruments of problem solving improved significantly. Problem solving ability of students also improved during teaching and learning process.
Etnomatematika: Pengenalan Bangun Datar Melalui Konteks Kain Tenun Troso Jepara Zaky, Haris Muhammad; Khotimah, Rita Pramujiyanti
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2369

Abstract

Pembelajaran matematika tidak hanya menggunakan metode teori ataupun rumus saja, namun bisa juga berkaitan dengan budaya yang Indonesia miliki. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan elemen-elemen matematika yang dapat ditemukan dalam kain tenun Troso Jepara. Pendekatan yang penelitian ini gunakan ialah metode deskriptif kualitatif dan pendekatan ethnomatematika yang menyatukan dimensi budaya dan matematika dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan melibatkan komunitas pengrajin kain tenun Troso Jepara sebagai subjek penelitian. Para peneliti menggunakan berbagai metode pengumpulan data, termasuk dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya terdapat beberapa konsep bangun datar seperti segi empat, segitiga, lingkaran, dan lain-lain yang dapat ditemukan dalam motif dan pola kain tenun Troso Jepara. Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua corak kain tenun troso Jepara bisa diaplikasikan sebagai sarana untuk memahami konsep matematika, khususnya dalam bidang geometri. Jika kita mengamati dengan cermat motif-motif yang terdapat dalam kain tenun troso, kita akan menemukan kesamaan dengan unsur-unsur yang terkandung dalam konsep bangun datar. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya matematika memiliki peran dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks budaya, dan dapat diintegrasikan sebagai materi pembelajaran guna memfasilitasi pengajaran mengenai bangun datar, terutama unsur-unsur matematika yang terdapat pada motif kain tenun troso Jepara. Pendekatan pembelajaran matematika yang bersandar pada nilai budaya dapat dianggap sebagai inovasi dalam dunia pendidikan, dimana hal ini dapat mencegah kebosanan siswa dalam proses belajar matematika. Maka dari itu, konsep matematika seperti konsep bangun datar ini bisa diadaptasi sebagai bahan ajar melalui berbagai format, baik cetak, visual, ataupun bentuk lain selaras dengan kebutuhan pembelajaran.