Claim Missing Document
Check
Articles

IoT-Based System for Pothole Mapping Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan; Aulia, Danny; Wisnutama, William Wafi; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian; Widhi Prabowo, Vinsensius Sigit
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol. 11 No. 1 (2024): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v11i1.7666

Abstract

Technology development allows various kinds of technology to provide convenience and better services. One of them is the development of technology with the Internet of Things. In this research, we have developed a system to detect and map damaged road conditions to give road users a better experience. The user is expected to use this system to collect data. Detection is done using an accelerometer sensor that estimates the speed of a vehicle. In the process of pothole detection, the accelerometer checks the value of each x, y, and z axis. When data meets the axis value, it is taken by Arduino and sent to the Raspberry Pi. Raspberry Pi, which is an integration of systems, processes data and classificates data. Also, Raspberry Pi enables GPS and camera to collect data in visual form. Data that has been processed, sent to the database to be displayed on the dashboard of application. The system was tested along Jalan Radio Palasari, Bandung Regency. From experiments that have been carried out by collecting 50 data, it is known that the delay in sensor detection is set for approximately one minute with a sending delay to the database of six seconds. The accuracy of data in detecting and mapping only differs by 3-6 meters from the real pothole road.
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Sindoro, Clara Gabriel; Pramudita, Aloysius Adya
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2963.072 KB)

Abstract

Jaringan VoIP ad hoc memiliki potensi yang sangat luas dalam pengembangannya seperti sebagai alternatif layanan komunikasi pada daerah yang tidak terjangkau sinyal, peningkatan coverage jaringan selular dan sebagai pengganti PABX. Melihat besarnya potensi yang dimiliki jaringan ini, maka sangat penting untuk menguji kemampuan/kinerja dari jaringan VoIP ad hoc. Kualitas kinerja sistem dapat dilihat dari beberapa parameter QoS seperti delay dan packet loss yang dihasilkan, serta Mean Opinion Score (MOS). Selain itu juga akan dilakukan pengujian kapasitas sambungan dan jarak coverage untuk 1 router. Jaringan VoIP ad hoc dapat dibuat dengan mengoptimalkan kemampuan yang ada pada router. Dengan mengubah firmware asli router dengan firmware open source memungkinkan otoritas pengelolaan dapat dioptimalkan. OpenWRT merupakan salah satu firmware open source yang dapat digunakan untuk router. Selain itu, protokol yang akan digunakan dalam pengujian ini adalah OLSR. Protokol ini mampu mengonfigurasi informasi routing yang ada, sehingga meskipun node berpindah tempat, paket data selalu tetap dapat sampai.
PERANCANGAN APLIKASI PENGOLAHAN LOG DATA PACKET SNIFFER UNTUK MENDETEKSI SERANGAN INTERNET WORMS PADA JARINGAN KOMPUTER Sugiharto, Sugiharto; Lukas, Lukas; Pramudita, Aloysius Adya
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.685 KB)

Abstract

Di tengah perkembangan teknologi, angka pengguna internet semakin meningkat setiap hari, namun keamanan dalam berselancar pada jaringan komputer/internet merupakan faktor yang sering kali dilupakan oleh penggunanya. Salah satu gangguan yang banyak terjadi pada jaringan komputer adalah penyebaran worms. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan dijaringan komputer tersebut contohnya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap paket yang melintas pada jaringan tersebut, namun proses pengamatan tersebut akan menghasilkan suatu log data dalam jumlah yang sangat besar, yang akan memakan waktu untuk melakukan proses analisa. Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan suatu aplikasi untuk membantu mengolah log data hasil packet analyzer untuk menghasilan suatu laporan dengan cepat dan lebih akurat
Antena Mikrostrip Sebagai Sensor Pendeteksi Keretakan Pada Batu Bata Batubara, Raihan Naufalsyah Mumtaz; Pramudita, Aloysius Adya; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retakan pada struktur batu bata dapat mempengaruhi kekuatan dan stabilitas bangunan. Deteksi dini terhadap retakan ini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga keselamatan bangunan. Dalam penelitian ini, antena mikrostrip digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi retakan pada batu bata. Antena mikrostrip dirancang dan diimplementasikan dengan memanfaatkan teknologi gelombang elektromagnetik yang mampu mendeteksi perubahan pada permukaan material. Antena yang digunakan adalah jenis mikrostrip yang dioperasikan pada frekuensi 2,5 GHz. Frekuensi ini dipilih dikarenakan mengikuti standarisasi antena sebagai sensor. Pengujian dilakukan dengan membuat retakan buatan pada batu bata dan mengukur perubahan return loss yang dihasilkan oleh antena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antena tersebut mampu mendeteksi retakan dengan cukup baik. Return loss yang diterima antena menunjukkan perubahan yang signifikan ketika terdapat retakan pada batu bata. Kata Kunci—Antena, Batu bata, Gelombang elektromagnetik, Sensor.
Antena Mikrostrip Sebagai Sensor Pendeteksi Keretakan Pada Bata Ringan Abigail , Rizky ibrahim; Pramudita, Aloysius Adya; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keretakan pada struktur bata dapat mengancam kekuatan dan kestabilan bangunan. Pendeteksian awal retakan sangat krusial untuk mencegah kerusakan lebih parah dan memastikan keamanan struktur. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan antena sebagai sensor untuk mengidentifikasi retakan pada bata. Antena yang dirancang memanfaatkan teknologi gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi perubahan permukaan material. Proses penelitian mencakup desain dan pembuatan antena, uji laboratorium, dan analisis data. Antena mikrostrip yang digunakan beroperasi pada frekuensi 2,5 GHz.Pengujian dilakukan dengan menciptakan retakan buatan pada bata dan mengamati perubahan sinyal yang dihasilkan antena. Hasil menunjukkan bahwa antena tersebut mampu mendeteksi retakan dengan tingkat akurasi tinggi. Perubahan signifikan pada sinyal yang diterima terlihat saat retakan muncul pada bata. Lebih lanjut, karakteristik retakan seperti kedalaman dan lebar dapat diidentifikasi melalui analisis sinyal. Kata Kunci—Antena, Batu bata, Gelombang elektromagnetik, Sensor.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan Dengan Pengembangan Internet of Things Wisnutama, William Wafi; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui.Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan dengan Pengembangan Internet of Things Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan dengan Pengembangan Internet of Things Aulia, Danny; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Desain dan Analisis Antena Ultra Wideband Dengan Penolakan Pita Menggunakan Patch Persegi Panjang Zaam, Kartika Praty Dina; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Ultra wideband mempunyai Rentang frekuensi kerja 3,1 hingga 10,6 GHz dan alokasi bandwidth yang lebar sebesar 7,5 GHz. Antena Ultra Wideand memiliki beberapa layanan mencakup berbagai frekuensi yang berada pada pita sempit. Antena UWB memiliki keunggulan diantaranya adalah konsumsi daya pancar yang rendah dan bandwidth yang dihasilkan oleh sistem UWB sangat besar dengan adanya beragam layanan frekuensi yang dicakup maka akan mengalami gangguan elektromagnetik atau mengakibatkan permasalah interferensi. Interferensi atau gangguan yang terjadi harus dihindari. Dari perancangan antena ultra wideband ini menghasilkan frekuensi yang bekerja pada frekuensi 3,1 GHz hingga 10,6 GHz dengan nilai return loss rentang frekuensi UWB -10 dan lebar bandwidth yang didapat adalah 7,6657 GHz. Dari hasil simulasi antena ultra wideband dengan penambahan slot didapatkan frekuensi penolakan pada rentang 4,8 GHz hingga 7,15 GHz. Pada rentang frekuensi penolakan mampu menolak beberapa frekuensi kerja, antara lain WLAN pada frekuensi 4,9-5,9 GHz, Mid Band 5G pada frekuensi 4,8-6 GHz, DSRC pada frekuensi 5,85 GHz - 5,925 GHz, dan komunikasi downlink. Satelit X-Band pada frekuensi 7,1 - 7,6 GHz.Kata Kunci-Ultra WideBand, notch band, lebar pita, penolakan.
Desain dan Analisis Antena UWB Patch Triangular Dengan Penolakan Pita (Notch Band) Zaam, Kartika Praty Dena; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Antena UWB adalah salah satu teknologi radio yang banyak digunakan saat ini. Setiap rentang frekuensi tertentu pada UWB memiliki layanan yang beroperasi secara bersamaan, hal tersebut akan memunculkan permasalahan baru yaitu akan terjadi interferensi. Untuk itu antena UWB perlu dimodifikasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang bisa diusulkan adalah dengan melakukan penolakan atau Notch Band. Penolakan pita sendiri bisa didapatkan dengan cara menambahkan slot pada antena. Rentang frekuensi penolakan yang diharapkan pada perancangan antena ini menggunakan frekuensi WLAN direntang 5,15-5,85 GHz. perancangan antena UWB yang akan ditambahkan slot pada patch antena yang berfungsi untuk melakukan penolakan pita dan akan menghasilkan frekuensi antena bekerja menjadi dual band. Proses penambahan slot pada patch antena sudah terbukti secara eksperimental menghasilkan penolakan pita pada frekuensi yang diinginkan pada rentang frekuensi WLAN.Kata kunci— antena monopole, penolakan pita, notch band, triangular patch
Co-Authors Abigail , Rizky ibrahim Achmad Cahyo Saputro ADITYA, MUHAMMAD ILHAM Aldi Rivaldi Dwinanda Ali, Erfansyah ALIWARGA, CINTHIA Ambarini, Rizky Andarining Palupi Andini Dwi Pratiwi Antonius Setiawan Aulia, Danny Bambang Setia Nugroho Batubara, Raihan Naufalsyah Mumtaz Budi Prasetya Devy Roro Dinar Adellie Dharu Arseno DHIYANI, AZIZKA AYU Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan DWINANDA, ALDI RIFALDI Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Edwar EDWAR EDWAR Faradila Purnama, Arrizky Ayu Faris Nur Fauzi Athallah Fikana, Zahara Nur Fiky Y. Suratman Fildha Ridhia Hafizha, Syahna Hamdani, Nizar Alam Harfan Hian Ryanu Helfy Susilawati Hendrawan HIDAYAT, MUJIB RAMADAN Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Zulkarnain ISKANDAR Latukolan, Merlyn Inova Christie Levy Olivia Nur LUCIA JAMBOLA Luciana Andrawina Lukas Lukas MAARIF, AHMAD FATHAN Maria Angela Kartawidjaja MARPAUNG, YONATAN EDWIN Maulani, Azka Miftadi Sudjai Muhammad Naufal Darma Putra Nasrullah Armi NUGRAHA, BAMBANG SETIA Palupi, Andarining PRATIWI, HANA Putri Milhatun Ni’mah Queen Hesti Ramadhamy Radial Anwar, Radial Rahmita Rufaidah Rayinda Pramuditya Soesanto Restu Wulansari Rina Pudji Astuti Rizky Ambarini S. Sugiharto Sahara, Ghehena Latipah Adha Sania Uswah Nafisah Satyawan, Arief Suryadi Setiawan, Antonius Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Shabrina Zahira Sindoro, Clara Gabriel Utami Ananda Ridwan Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wisnutama, William Wafi Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zaam, Kartika Praty Dena Zaam, Kartika Praty Dina