Articles
GEDUNG FESTIVAL SENI DAN BUDAYA PAPUA BARAT TEMA: ARSITEKTUR METAFORA
Gayril Aviv Kibas;
Suryo Tri Harjanto;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Festival Seni dan Budaya Papua Barat adalah suatu bangunan yang merupakan pusat aktifitas seni dan budaya, pusat kegiatan masyarakat papua barat, dimana dapat berupa suatu acara besar yaitu festival yang diadakan setiap setahun sekali. Gedung Festival Seni dan Budaya Papua Barat merupakan bangunan komersil dengan fungsi utama sebagai ruang seni tari, drama musical dan music tradisonal yang sifat pemakaiannya incidental, kegiatan yang tidak secara rutin diselenggarakan. Fungsi utama berupa tarian, music tradisional dan juga drama musical dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti toko batik papua, café dan area kuliner khas papua barat.
PUSAT WISATA BELANJA UMKM JAWA TIMUR DI KOTA SURABAYA TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
Shella Rafsanjani;
Gaguk Sukowiyono;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat Wisata Belanja UMKM Jawa Timur di Kota Surabaya merupakan fasilitas komersil bagi produk-produk UMKM Jawa Timur yang memiliki tujuan untuk mempromosikan dan mengenalkan produk-produk unggulan khas daerah Jawa Timur baik kepada masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara. Selain itu, tujuan lain dari adanya fasilitas ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Timur yang bergerak dibidang industri kreatif. Fasilitas ini juga menyediakan fasilitas edukasi, pameran dan pusat penjualan digital sebagai bentuk pengembangan kegiatan promosi produk-produk UMKM Jawa Timur yang disesuaikan dengan era milenial saat ini. Fasilitas hiburan dan rekreasi juga disediakan dalam Pusat Wisata Belanja UMKM Jawa Timur untuk menambahkan kegiatan bersifat rekreatif dalam fasilitas sekaligus menarik minat masyarakat untuk mengunjungi fasilitas ini. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Pusat Wisata Belanja UMKM Jawa Timur di Kota Surabaya melalui sistem sirkulasi dengan pendalaman mengenai penataan dan karakter ruang. Sistem sirkulasi yang tepat dan sesuai digunakan sebagai dasar dalam proses merancang untuk menjawab permasalahan desain yang berfokus terhadap sirkulasi antar retail dan antar ruang sehingga tercipta ruang yang efisien dan dinamis. Urutan dan penataan ruang yang disesuaikan dengan karakter UMKM dan ciri khas daerah-daerah yang ada di Jawa Timur juga digunakan sebagai dasar dalam merancang sehingga muncul karakteristik tertentu baik pada ruang maupun pada bangunan. Untuk menghadirkan dan membawa karakter UMKM Jawa Timur bukan hanya penataan pada sirkulasi dan ruang dalam namun juga penataan ruang luar yang ditata dengan memanfaatkan suasana Sungai Kalimas sebagai pendukung UMKM Jawa Timur serta untuk menarik minat masyarakat dalam mengunjungi fasilitas ini. Dengan demikian diharapkan fasilitas ini mampu menjadi penjembatan bagi para pelaku UMKM khususnya daerah Jawa Timur serta menjadi wadah dalam mengembangkan usahanya. Diharapkan pula, fasilitas ini mampu menjadi ikon bangunan berkembangnya UMKM dalam menyambut perkembangan indutri kreatif dimasa yang akan datang.
PUSAT OLAHRAGA PENYANDANG DISABILITAS (BOLA VOLI DUDUK DAN BOCCIA) TEMA: ARSITEKTUR HIJAU
Rizky Nurdiantimala;
Adhi Widyarthara;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Melakukan olahraga merupakan Aktivitas yang sering dilakukan dan banyak orang yang mengemari aktivitas ini. Akan tetapi, pembangunan untuk memenuhi aktivitas berolahraga ini kerap kali hanya tersedia untuk manusia normal pada umumnya tanpa mempertimbangkan serta memperhatikan pengguna yang memiliki perbedaan kemampuan atau difabel. Hingga saat ini fasilitas yang diberikan masih kurang ramah untuk pengguna disabilitas, sehingga perlu dilakukan pengembangan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tersebut. Dalam perancangan Pusat Olahraga Penyadang Disabilitas ini melalui tahapan-tahapan.tahapan yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis, dan konsep. Bentuk massa bangunan respon terhadap bentuk tapak yaitu bentuk persegi.
GEDUNG SERBAGUNA YAYASAN PENDIDIKAN PRIMA SWARGA BARA TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Arief Waspodo;
Budi Fathony;
Putri Herlia Paramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sangatta merupakan kota kecil yang ada di provinsi Kalimantan timur dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat ini dikarenakan pendatang yang berdatangan dari berbagai macam kota terutama penduduk dari pulau jawa, maka fasilitas- fasilitas umum sangat dibutuhkan untuk memenuhi berbagai macam kegiatan masyarakat, termasuk pengadaan gedung serbaguna. Gedung serbaguna ini akan dibangun untuk mewadahi kegiatan massal, seperti mewadahi kegiatan sekolah yayasan pendidikan prima Swarga bara. Dengan adanya gedung serbaguna, kebutuhan ruang akan terpenuhi dan dapat berdampak positif bagi pengguna gedung, baik dari pihak sekolah YPPSB maupun orang umum yang ingin menggunakan gedung serbaguna ini.
GALERI SENI TENUN IKAT SUMBA TIMUR TEMA: ARSITEKTUR TROPIS
Ignatia Angeline;
Daim Triwahyono;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seni tenun ialah salah satu bidang seni yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, namun bila dibandingkan dengan bidang seni lain, seni tenun masih tertinggal. Seperti misalnya seni tenun ikat dari budaya Sumba Timur. Faktor yang paling berpengaruh dalam hal ini tidak lepas dari jumlah peminat seni tenun ikat Sumba Timur ini sangat banyak dan tidak terbatas untuk masalah umur, baik pelaku seninya maupaun penikmat seni tersebut. Melalui pendekatan arsitektur secara tipologi, yakni pendekatan yang dilakukan dengan mengidentifikasi dan mendnatural objek perancangan, diharapkan Galeri Seni Tenun Sumba Timur dapat menjadi bangunan yang bukan hanya mewadahi senin tenun ikat namun juga menjadi angunan yang menjadi symbol dari kesenian tenun ikat dan wilayah Sumba Timur itu sendiri. Dengan kata lain pendekatan ini mempelajari lebih mendalam tentang kasus dari segi fungsi, langgam dan tentunya bentuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya Galeri Tenun Ikat Sumba Timur diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara kesenian dengan masyarakat, tetapi juga memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui sendiri kondisi perkembangan kesenian itu yang terjadi di Indonesia khususnya di daerah mereka sendiri.
APARTEMEN DI KOTA MALANG TEMA: HIGH - TECH
Hanik Mutia Safitri;
Gatot Adi Susilo;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertambahan penduduk di Kota Malang semakin meningkat maka berakibat tingginya permintaan kebutuhan hunian tempat tinggal. Dengan ketersediaan lahan yang terbatas sehingga tidak memungkinkan penambahan kluster baru maka alternative pembangunaan hunian secara vertical berupa apartemen merupakan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Perkembangan di jaman modern dituntut lebih efisien waktu, sumber daya, rasa aman dan nyaman, maka dibutuhkan rancangan suatu hunian dengan lahan yang terbatas dengan fasilitas yang canggih sesuai dengan kebutuhan manusia. Berdasarkan fenomena tersebut maka dibutuhkan rancangan apartemen high-tech. Apartemen dirancang bertujuan untuk dapat merancang apartemen dengan tema high-tech yang dapat memberi efisiensi pada aktivitas manusia dengan aman dan nyaman. Wilayah Sukun merupakan daerah padat penduduk nomor dua di Kota Malang, maka dibutuhkan pembangunan apartement di wilayah tersebut. Desain perancangan menggunakan pendekatan berdasarkan pada tata letak zoning dan pendekatan tema high-tech lebih mengekspose struktur dan utilitas serta menggunakan banyak material kaca. Hasil rancangan desain apartemen dapat memberikan solusi tentang hunian dengan lahan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan fasilitas yang optimal dan memberikan rasa nyaman dan aman bagi penghuni apartemen.
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU
Dyna Try Puspa Sari;
Gatot Adi Susilo Susilo;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang menjadi salah satu kota yang angka kriminalnya cukup tinggi. Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor utama para oknum melakukan tindakan kriminal. Dibuatnya Lembaga Pemasyarakatan Kelas I ini bertujuan untuk membuat bangunan agar layak dihuni oleh para narapidana tanpa harus merasakan ketidaknyamanan di dalamnya. Tema yang diambil adalah tema arsitektur perilaku dengan dasar bahwa setiap perilaku penghuni dapat berpengaruh terhadap bangunan arsitektur tersebut. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I di Kota Malang ini menggunakan sistem tertutup dengan bangunan massa banyak yang menggunakan penataan dan karakter ruang untuk memberikan keamanan, kenyamanan, ketenangan, dan terkesan luas. Dengan sistem penataan ruang yang tepat maka akan mempengaruhi perilaku penghuninya. Dengan demikian ruang - ruang yang terdapat pada bangunan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi para penggunanya agar proses pembinaan yang terjadi dapat berjalan dengan lancar sehingga para narapidana tidak lagi mengulang kesalahan yang sama jika kembali ke masyarakat.
Potensi Bahan Organik Sebagai Pengatur Kelembaban Udara Pada Bangunan Di Daerah Tropis Lembab
Putri Herlia Pramitasari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.664 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.6
Kelembaban udara yang tinggi pada daerah beriklim tropis lembab berpengaruh terhadap lingkungan termal bangunan, terutama lingkungan termal ruang dalam. Sementara itu, penggunaan jenis bahan sangat berpengaruh terhadap daya serap uap air dalam ruang. Pemilihan material, khususnya material berpori memiliki kemampuan higroskopisitas (absorbsi dan desorbsi uap air) yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan organik yang banyak dijumpai di Indonesia, yaitu sabut kelapa, gambas kering, dan ijuk dikaji lebih lanjut terkait kinerja higroskopisitas dan pengaruhnya terhadap kenyamanan termal. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental berupa uji model fisik melalui observasi lapangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahan organik sangat potensial dijadikan sebagai penyerap kelembaban udara pada ruang dalam bangunan, terutama pada pukul 16.00-06.00.Kata kunci: Bahan organik, absorbsi dan desorbsi, kelembaban udara
KOMPLEKS MARKAS KEPOLISIAN RESOR TULUNGAGUNG TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
Febri Galang Kurniawan;
Suryo Tri Harjanto;
Putri Herlia Pramitasari Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepolisian Resor atau Polres adalah struktur komando Kepolisian Republik Indonesia yang melasanakan tugas dan wewenang Polri di wilayah kabupaten / kota. Peran Polres Tulungagung sebagai pelayan publik hingga pemelihara keamanan di Kabupaten Tulungagung. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, Polres Tulungagung dituntut untuk meningkatkan fasilitas pelayanan, namun Mapolres Tulungagung terkendala lahan yang terbatas. Tema perancangan Arsitektur Neo Vernakular dengan menonjolkan karakteristik sejarah diharapkan nuansa lokal dirasakan masyarakat saat berkunjung ke Mapolres Tulungagung diharapkan mampu menjawab keinginan masyarakat yang ingin tetap ada unsur tradisi lokal dengan pelayanan yang modern. Dengan demikian diharapkan peningkatan fasilitas pada Mapolres Tulungagung dapat membantu pelayanan kepolisian pada masyarakat dan anggota Polri dalam meningkatkan memelihara keamanan di masyarakat Tulungagung.
PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL MOPAH MERAUKE TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Asarias Ari Ayowembun;
Adhi Widyarthara;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan ini merupakan pengembangan terminal penumpang di Bandara Mopah Merauke, yang membantu pengembangan kota Merauke sebagai etalase negara dibidang penerbangan. Pengembangan berfokus pada penyesuain dari terminal Mopah, juga merancang pada penataan letak ruangan yang strategis. Pengembangan ini memiliki dua fungsi keberangkatan Domestik dan Internasioanl, dimana masing-masih jalur memiliki standar proses penerbangan yang berbeda maka dari itu pengembangan ini membuat 2 jalaur standar keberangkatan yang terpisah agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Pada saat kondisi pandemic covid 19 ini pengembangan terminal penumpang sangat perlu diolah untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang, dengan tetap menggunakan standar domestic dan internasional, perlu ditambahkan ruang/lab kesehatan covid 19, yang bisa digunakan sebagai tes PCR dan sebagainya. Selain itu perancangan pada ruangan harus steril dengan penerapan dua jalur dengan menaati protocol kesehatan, Perancangan utilitas menyesuaikan dari terminal Mopah namun pada utilitas limbah menggunakan konsep Ipal. Perancangan ini adalah massa tunggal dengan menerapkan tema arsitektur modern.