Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN Putri Herlia Pramitasari; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3321

Abstract

Arsitektur Sasak di Pulau Lombok merupakan bagian dari arsitektur vernakular nusantara. Pemenuhan kriteria arsitektur hijau pada arsitektur Sasak dari aspek olah tapak dan tata massa bangunan menjadi fokus penelitian ini. Hal ini dimaksudkan sebagai dasar pengetahuan arsitektur vernakular dalam kerangka arsitektur hijau sebagai bentuk perencanaan dan pembangunan arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif analisis kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Objek studi penelitian terletak pada arsitektur Sasak di Desa Sade, Limbungan Timur, dan Limbungan Barat. Hasil penelitian didapatkan bahwa arsitektur Sasak perbukitan memiliki karakter desain tapak dan tata massa bangunan dengan pola pembangunan yang kompak dengan konfigurasi spasial yang teratur dan sistematis, dimana dapat dijumpai pada Desa Sade dan Limbungan Barat dalam pemenuhan karakteristik arsitektur hijau.
Peran Desain Tata Ruang Mushola Al-Hidayah RT.06 RW.05 Kelurahan Penanggungan Kota Malang Terhadap Pemenuhan Fungsi Eko-Desain Sri Winarni; Putri Herlia Pramitasari; Maria Istiqoma
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.4444

Abstract

Permukiman RT.06 RW.05 Kelurahan Penanggungan merupakan permukiman dengan kondisi lahan berkontur yang berada di bantaran Sungai Brantas. Permukiman ini memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi sehingga memiliki lahan terbuka yang terbatas. Ada sebagian lahan terbuka yang dimiliki warga RT.06 RW.05 yang dimanfaakan sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi. Hal tersebut antara lain diwujudkan melalui pemanfaatan lahan terbuka untuk mushola dan ruang bersama sebagai pusat sosial dan keagamaan. Dalam rancangan tata ruang mushola ini diharapkan keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselarasan terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan eko-desain. Potensi tapak yang sudah ada sangat mendukung konsep rancangan eko-desain atau eko-arsitektur (desain yang berbasis alam). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran desain tata ruang mushola ini memberikan suasana lingkungan alam tetap terjaga dengan baik dan juga tidak merugikan lingkunganya. Untuk itu perlu dijaga keseimbangan antara lingkungan alam, manusia dan teknologi.
GEDUNG PERTUNJUKAN TARI DAN MUSIK TRADISIONAL KHAS LOMBOK TEMA : ARSITEKTUR POST-MODERN Sorgia M. Arsyad; Bambang Joko Wiji Utomo; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lombok merupakan pulau akan berlimpah mengenai beraneka ragam budaya dan seni berharga. Keberlimapahan budaya di Lombok ini sudah tampak sedari rautusan tahun kemudian dipusakakan dari generasi ke generasi. Antara lain bagian budaya di Lombok adalah seni pertunjukan Tari, Musik dan berbagai macam seni lainnya. Oleh karena itu gedung pertunjukan tari dan music tradisional khas Lombok merupakan sebuah konstruksi yang menggambarkan sentral kegiatan seni di cabang tari dan musik dan induk aksi pendidikan tari dan musik penduduk Lombok, membagikan juga mengemukakan penjelasan atas tari dan music bagi kalangan masyarakat di Lombok. Berasaskan konteks yang sudah di jabarkan di atas, rumusan masalah pada konsep ini ialah, bangunan apa yang bisa membuat kesenian di Lombok tetap di lestarikan sampai generasi selanjutnya bisa menikmati kesenian yang ada di Lombok?. Dan untuk tujuan dari Gedung pertunjukan tersebut adalah sebagai tempat pertunjukan dan sebagai wadah pelatihan tari dan musik tradisional khas Lombok. Hasil pelatihan yang diperoleh ialah tidak akan hilangnya tari dan musik tradisional khas Lombok dan bisa langsung di pentaskan. Mekanisme skema yang di gunakan adalah ialah kotak kaca (glass box method) ialah mekanisme bekerja pragmatis yang selaku ilmiah dan metodis mengulas suatu hal secara ilmiah dan terlepas atas gagasan dan pandangan yang tidak ilmiah (irasional), perkara yang sebagaimana ini serupa atas pola gawai komputer, dimana reka cipta memerlukan data, lantas tergarap atau terencana. Perolehan yang di dapat dari rumusan Masalah di atas adalah membuat Gedung Pertunjukan Tari dan Musik tradisional khas Lombok, yang isinya adalah tempat pertunjukan dan pelatihan tari dan music tradisional Lombok, sehingga untuk kedepannya tari dan music tradisional khas Lombok akan tetap terjaga kelestariannya bagi generasi selanjutnya Maka Dapat di Tarik kesimpulan bahwa masyarakat Lombok membutuhkan Gedung pertunjukan tari dan music tradisional khas Lombok sebagai tempat pertunjukan dan sebagai wadah pelatihan tari dan musik tradisional khas Lombok.
CITY HOTEL BINTANG 4 DI KOTA MALANG TEMA : ARSITEKTUR MODERN Rey Naldi; Bambang Joko Wiji Utomo; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang ialah satu dari kota terbanyak kedua sehabis Surabaya di Jawa Timur yang pula merupakan kota pembelajaran sebab banyaknya kampus yang tersedia. Kota Malang pula kerap di jajaki turis sebab posisinya yang tidak jauh dari Kota Wisata Batu. Guna mengestimasi kehadiran turis ke kota Malang yang beraktivitas berbisnis ataupun tamasya maka membutuhkan sarana pendukung semacam akomodasi menginap, seperti hotel berbintang yang mempunyai sarana buat pertemuan bisnis sekalian buat tempat hiburan. Oleh sebab itu, fasilitas akomodasi berbentuk hotel pasti di butuhkan turis serta wali mahasiswa dikala bersinggah ke Kota Malang. Konsep perancangan mengakomodasi guna bisnis serta menggunakan posisi Soekarno-Hatta yang terdapat di tengah Kota Malang. Guna bisnis dengan sediakan ruang- ruang buat mengakomodasi aktivitas bisnis, ialah ruang meeting room, ballroom, function room, serta sarana bisnis yang lain. Metode Perancangan yang difungsikan pada City Hotel di Kota Malang berupa analisa perbandingan beberapa opsi obyek serupa. Dari tema modern arsitektur yang dipergunakan pada rancang bangunan terdapat beberapa prinsip yang kedepannya akan diiplementasikan ke dalam desain agar desain bangunan sesuai dengan prinsip yang ada pada tema terkait.
PUSAT KESENIAN DAN KEBUDAYAAN SASAK DI LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT TEMA: ARSITEKTUR BIOPHILIA Tanuwir Azis; Lalu Mulyadi; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya selalu berkaitan dengan kehidupan manusia. Seiring berjalannya waktu kegiatan kebudayaan banyak ditinggalkan karna sudah dianggap kuno dalam kehidupan masyarakat modern. Solusi dalam merespon permasalahan tersebut, dengan menyediakan sebuah wadah atau fasilitas-fasilitas yang dapat merangkul segala aktivitas terkait kegiatan kebudayaan dengan dikemas secara edukatif, menarik, dan kekinian, nantinya wadah tersebut dapat dijadikan sebagai sarana tempat menjalankan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kesenian dan kebudayaan daerah. Fasilitas yang perlu disedikan untuk berbagai kegiatan tersebut berupa Pusat Kenenian Dan Kebudayaan Sasak di Lombok Timur. Pendekatan desain Arsitektur Biophilia diharapkan mampu memberikan ruang tempat bersinggah yang dapat meningkatkan kesehatan manusia secara jasmani dan rohani dengan mengintegrasikan desain dengan alam. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan menjadi penjembatan bagi pelaku seni di daerah Lombok Timur serta menjadi tempat wisata di daerah tersebut.
E-COMMERCE MALL DI KOTA BANDAR LAMPUNG TEMA : HI-TECH ARCHITECTURE Fadilah Prayoga W; Gatot Adi Susilo; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan minat belanja masyarakat di Kota Bandar Lampung bertambah seiring meningkatnya kebutuhan tempat berbelanja. Kebutuhan akan tempat berbelanja yang aman dan nyaman menjadi tuntutan masyarakat untuk mendukung kegiatan berbelanja mereka. Tidak hanya minat belanja offline, minat belanja online masyarakat juga sangat tinggi. Pada desember 2018 sebanyak 86% masyarakat Indonesia melakukan pembelian barang secara online melalui platform media dan marketplace. Namun banyak kasus penipuan jual beli online yang ditemukan dan menjadi permasalahan pembeli online. Hal ini menjadi ide gagasan untuk menciptakan sistem perbelanjaan baru yang menggabungkan antara sistem perdagangan online dan offline. Tema perencanaan yang diterapkan yaitu High-Tech arsitektur yang berarti suatu bangunan menyandang langgam struktur yang high teknologi (Braniati & Aqli, 2020). Tema high-tech dan fungsi perancangan saling berkolaborasi membentuk ruang-ruang seperti ritel online dan offlline, supermarket, dst. Metode perancangan dilakukan melalui isu terkait, pengumpulan data kawasan, kemudian penentuan judul, tema, lokasi hingga membentuk desain yang sesuai kondisi sekitar tapak. Adanya E-Commerce Mall di Kota Bandar Lampung diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan pusat perbelanjaan berteknologi kekinian yang aman dan nyaman baik secara offline maupun online.
STUDY CAFÉ DAN COWORKING SPACE DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR ECO TECHNOLOGY Agnes Claretta Diputra; Gaguk Sukowiyono; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study Café dan Coworking Space di Kota Malang adalah tempat yang ideal sebagai alternatif untuk pelajar yang ingin fokus belajar dan para pebisnis yang ingin membangun usaha. Dengan adanya perancangan Study Café dan Coworking Space khususnya di Kota Malang ini bertujuan untuk mewadahi kebutuhan pelajar, freelancer, dan pebisnis yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung esklusif dengan harapan dapat meningkatkan semangat, konsentrasi, efektivitas, dan produktifitas dalam bekerja maupun belajar. Metode perancangan yang digunakan ialah metode desain thingking dimana proses mendesainnya berawal dari pengumpulan informasi data untuk disintesis sampai menjadi inovasi dan ide karya. Desain konsep yang diterapkan yaitu menggunakan pendekatan arsitektur eco technology yang memperhatikan keberlangsungan bangunan dengan lingkungan sekitar yang tampak pada tampilan dan utilitas bangunan. Dengan dibangunnya fungsi bangunan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari ekonomi Kota Malang yang menghadirkan suasana belajar dan bekerja yang menarik juga nyaman. Dengan demikian hasil perancangan dapat menjadi wadah yang kondusif dengan fasilitas dan lingkungan bagi pengguna bangunan.
DESA EDU WISATA SUMBEREJO TEMA: ARSITEKTUR ORGANIK MODERN Farida Novia; Debby Budi Susanti; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu, Jawa Timur terletak pada bagian timur Pulau Jawa yang mempunyai keunggulan diberbagai bidang seperti pariwisata, perkebunan dan pertanian. Potensi ini berasal dari kekayaan wisata, pertanian, perbukitan, serta panorama pegunungan. Pemerintah daerah melihat potensi ini sebagai peluang untuk menjadikan Kota Batu sebagai kawasan Agropolitan. Desa Sumberejo merupakan salah satu desa yang sedang dikembangkan. Potensi yang dimiliki desa ini yaitu berupa pertanian hortikultura seperti brokoli, seledri, selada, mawar, krisan, tanaman herbal dan sebagainya. Metode yang diaplikasikan ialah metode perancangan arsitektur yang menerapkan tema Arsitektur Organik Modern, merupakan tema yang menyerasikan keseimbangan keperluan alam dengan manusia yang ada di bumi dan mengutamakan unsur kebersihan, kenyamanan, ketenangan, dan alami. Dengan mengusung tema Arsitektur Organik Modern, kawasan desa edu wisata ini bukan hanya akan menjadi seperti hidup kembali, tetapi juga bisa menjadi destinasi wisata yang menarik dan unik untuk pengunjung. Dengan demikian, diharapkan fasilitas ini dapat memberikan solusi inovatif atas permasalahan yang dihadapi desa serta dapat mewujudkan pengembangan wisata edukasi organik modern berbasis agrowisata dengan dilengkapi fasilitas edukasi dan rekreasi.
PERANCANGAN MALANG BIKE CENTER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR TROPIS KONTEMPORER M. Fadhillah Aditya P.; Bayu Teguh Ujianto; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki beberapa problematika diantaranya ketidakefektifan penggunaan Ruang Terbuka Hijau akibat banyaknya masyarakat yang tidak sadar dengan adanya RTH sebagai ruang yang sangat bermanfaat. Selain itu, ditambah lagi dengan adanya pandemi COVID-19 ini justru memunculkan tren positif dikalangan masyarakat Kota Malang yaitu bersepeda. Beberapa isu tersebut melahirhan ide perancangan Malang Bike Center yang dimana dapat mewadahi penggemar sepeda dan Dengan perancangan bertema Arsitektur Tropis Kontemporer diharapkan bisa lebih diterima masyarakat karena tema ini bisa lebih kontekstual dengan sekitar tapak. Metode perancangan yang diterapkan adalah mixed-method yang dimana menggunakan kombinasi dua jenis metode penelitian yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Dengan adanya latar belakang inilah, Malang Bike Center diharapkan bisa menjadi sebuah perancangan yang mampu memfasilitasi kebutuhan penggiat sepeda dan tidak menutup kemungkinan pula bisa memfasilitasi khalayak umum.
MUSEUM ARKEOLOGI DI KOTA MADIUN TEMA: ARSITEKTUR MODERN Achmad Nurali; Breeze Maringka; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap museum, hingga kini, masih jauh dari harapan, artinya: hanya sedikit sekali orang yang tahu dan ingin memahami bahwa museum bermanfaat bagi dunia pendidikan dan rekreasi. Masyarakat umum melihat museum tidak lebih dari gudang tempat penyimpanan barang tua dengan suasana ruangan yang menyeramkan. Untuk mengubah persepsi masyarakat tentang museum merupakan tempat yang kuno, maka diperlukannya pembaruan terhadap konsep museum menjadi modern. Arsitektur modern merupakan suatu bangunan dengan gaya yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala ornamen. Menerapkan prinsip arsitektur modern menjadi bangunan fungsional dan efisiensi. Fungsional yang artinya bangunan tersebut harus mewadahi aktifitas pengunjung dan efisiensi harus mampu diterapkan ke berbagai hal seperti efisiensi biaya, efisiensi waktu pengerjaan dan aspek free maintenance pada museum. Museum Arkeologi yang berisi benda-benda penginggalan sejarah akan dikemas secara modern dalam segi interior dan exsterior untuk membuat suatu kebiasaan baru pada pengunjung agar lebih tertarik pada museum. Pemaduan Museum Arkeologi dengan tema arsitektur modern, yang diharapkan dapat membuat pengunjung tertarik dan dapat juga menjadi bangunan yang memiliki ciri khas.