Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Manajemen Pembiayaan dan Pelaporan Keuangan Program Microfinance Syariah Berbasis Masyrakat (MISYKAT) di Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Mal Aceh Fajri, Nurul; Ibrahim, Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at the Institute of Islamic Microfinance Baitul Mal of Aceh, with the aim to determine the financial management practices of Community-Based Program Islamic Microfinance and financial reporting of financing Islamic Microfinance Community-Based Program.This research using descriptive analysis with an emphasis on understanding the issues based on the conditions of reality to explain the description in the form of the sentence, with the source of the data used are primary data obtained directly from the research.The results showed the distribution of funding for microfinance islamic community based on Micro Finance Institutions Sharia Baitul Mal Aceh distributed to mustahik to approach the concept of 5C + 1S, which includes character, ability / capacity, capital, collateral and economic situation / condition, with the number of mustahik financing receiver as much as 2,083 people with average growth rate of as much as 694 people per year mustahik, and the amount of financing provided as much as Rp 7.963.850.000,- the rate of growth of an annual average of Rp 2,654,616,667, -. Financial reporting conducted by Microfinance Institutions Sharia Baitul Mal of Aceh are in accordance with the statement of financial accounting standards (SFAS) No. 101 concerning the presentation of the financial statements of sharia, which includes the statement of financial position (balance sheet), income / loss, cash flow statement and notes financial statements (CALK).Keywords: Islamic Microfinance Financing and Financial Reporting
Judi Online sebagai Gejala Sosial di Kalangan Pemuda di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Nono, Nurkhalid; Ibrahim, Ridwan; Hatu, Dewinta Rizky R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3849

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena maraknya praktik judi online di kalangan pemuda Desa Saripi yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, pengaruh lingkungan sosial, serta kemudahan akses terhadap teknologi digital yang mempermudah pemuda untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala awal munculnya praktik judi online, bentuk-bentuk permainan yang populer di kalangan pemuda, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan moral masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang terdiri dari pemuda, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Saripi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam judi online berawal dari rasa penasaran, dorongan untuk mendapatkan uang secara cepat, serta pengaruh pergaulan teman sebaya. Jenis permainan yang paling banyak diminati adalah slot karena dianggap mudah dimainkan dan menjanjikan keuntungan instan. Dampak dari praktik ini meliputi kerugian finansial, munculnya perilaku konsumtif, menurunnya produktivitas, hingga rusaknya hubungan sosial dan keharmonisan keluarga. Pemerintah desa telah berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi, penyuluhan, serta pemberdayaan pemuda melalui pelatihan kerja, namun hasilnya belum maksimal karena kurangnya minat dan pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena judi online bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga merupakan cerminan dari lemahnya kontrol sosial, rendahnya kesadaran moral, serta kurangnya kegiatan positif bagi generasi muda di Desa Saripi.
Perspektif Sosiologi Tradisi Motiayo Kelompok Masyarakat Tani di Desa Diloniyohu Kecamatan Boliyohuto Dulahu, Anjeli; Hatu, Rauf A.; Ibrahim, Ridwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3796

Abstract

Tujuan Penelitian untuk memahami bagaimana tradisi Motiayo tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Diloniyohu di tengah perubahan cara kerja generasi muda yang lebih praktis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu Redukasi Data, Penyajian Data dan Penarikan kesimpulan. berdasarkan teori solidaritas mekanik Emile Durkheim dan perspektif sosiologi. Tradisi Motiayo di Desa Diloniyohu merupakan bentuk nyata dari nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Gorontalo. Tradisi ini berfungsi mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan tolong-menolong dalam pertanian, pembangunan rumah, dan acara sosial. Nilai utama yang terkandung dalam Motiayo meliputi kerja sama, keikhlasan, empati, serta rasa kekeluargaan yang tinggi. Keberlangsungan tradisi Motiayo mulai terpengaruh oleh modernisasi, perubahan gaya hidup, dan menurunnya partisipasi generasi muda. Meskipun demikian, masyarakat masih berupaya melestarikan Motiayo melalui kegiatan komunitas dan pendidikan keluarga. Secara teoretis, Motiayo mencerminkan solidaritas mekanik yang dijelaskan oleh Emile Durkheim, di mana kesadaran kolektif menjadi dasar kohesi sosial masyarakat tradisional. Nilai kebersamaan yang kuat membuat Motiayo tetap relevan sebagai perekat sosial di tengah perubahan zaman. Masyarakat diharapkan terus menjaga dan mempraktikkan nilai-nilai Motiayo dalam kehidupan sehari-hari agar tradisi ini tidak hilang.  Tokoh adat dan pemerintah desa perlu berkolaborasi mengadakan kegiatan pelestarian budaya seperti kerja bakti, festival gotong royong, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Generasi muda dihimbau agar aktif terlibat dalam tradisi Motiayo dengan mengadaptasikan nilai-nilai gotong royong ke dalam kegiatan modern, misalnya kerja sama dalam pertanian modern, proyek sosial, kegiatan komunitas digital.
Eksistensi Tradisi Sakey Masyarakat Bajo Tilamuta Usman, Aldi Nanda; Ibrahim, Ridwan; Tanipu, Funco
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih mendalam tentang Tradisi Sakey Masyrakat bajo Tilamuta Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif,penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan telaah literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sakey masih eksis di Masyarakat Bajo Tilamuta, karena tradiis ini merupakan tradisi yang berasal dari nenek moyang mereka atau dalam Bahasa Bajo di sebut Mbo Daulu yang kemudian sudah turun temurun bahkan sudah membudaya dan masih tetap dilaksanakan sampai dengan saat ini, Sakey juga masih sangat relevan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi Masyarakat Desa Bajo. Bagi Masyarakat Bajo Sakey tidak hanya bertujuan untuk mencari hasil laut tetapi juga merupakan warisan budaya dan simbol dari ketangguhan, identitas, serta kearifan lokal mereka dalam menjalin hubugan harmonis dengan laut sebagai sumber kehidupan utama. Sakey merupakan Tradisi yang merujuk pada keguatan melaut yang dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, biasanya berlangsung selama berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan, tergantung pada hasil tangkapan dan kodisi cuaca dilaut. Sakey bukanlah aktivitas melaut biasa melainkan bentuk perjalanan eksploratif dan kolektif yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta pembekalan yang matang. Pada proses pelaksanaan tradisi Sakey terdapat bebrapa tahap yang akan dilakukan oleh para pelaku Sakey yaitu persiapan awal, beristirahat di pulau singgah, aktivitas melaut dan kepulangan serta pembagian hasil.
Adaptasi Sosial Bagi Pelaku UMKM: Studi di Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo Rifki, Moh. Rifki Zulkarnain Baruadi; Hatu, Rauf A.; Ibrahim, Ridwan
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji adaptasi sosial pedagang warung makan UMKM di Lapangan Buladu, Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adaptasi sosial merupakan proses yang dilakukan individu atau kelompok untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial agar dapat hidup dan beraktivitas secara efektif. Proses ini melibatkan penyesuaian perilaku, pola pikir, dan emosi agar selaras dengan norma, aturan, serta nilai budaya setempat. Dalam konteks pelaku UMKM, adaptasi sosial membantu meningkatkan profesionalisme dan komitmen dalam pengelolaan usaha. Hasil penelitian menunjukkan beberapa aspek kunci adaptasi sosial pada pelaku usaha warung makan UMKM di Lapangan Buladu, yaitu: (1) upaya adaptasi sosial yang dilakukan pelaku UMKM; (2) keterlibatan pemerintah dalam mendukung adaptasi sosial pelaku UMKM; dan (3) modal sosial. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan terpadu untuk mengatasi tantangan adaptasi yang dihadapi pelaku UMKM, terutama adaptasi yang belum optimal pada pelaku UMKM baru. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah penting untuk meningkatkan dan memperkuat proses adaptasi bagi pengusaha warung makan UMKM di wilayah tersebut. Dengan demikian, isu adaptasi sosial perlu menjadi perhatian berbagai pihak agar upaya penyelesaian dan penguatan adaptasi dapat dirumuskan secara berkelanjutan.