Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penjadwalan produksi menggunakan metode jadwal aktif di PT. XYZ Kulsum Kulsum; Evi Febianti; Fifi Apriani
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8000

Abstract

Penjadwalan diartikan proses pengurutan pembuatan produk secara menyeluruh pada beberapa mesin. Semua industri membutuhkan penjadwalan yang tepat untuk pengaturan pengalokasian sumber daya agar sistemproduksiberjalandengancepatdantepatsehinggamendapatkanhasilproduksiyangoptimal. PT.XYZ adalah salah satu perusahaan pelayanan jasa General Contractor-Machining dan Recondition. Tipe produksi dari perusahaan PT. XYZ adalah make to order. Dengan demikian, penjadwalan pada proses produksi di perusahaan ini disebut dengan penjadwalan produksi Job Shop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode jadwal aktif dan metode campbell, dudek and smith. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk meminimasi waktu penyelesaian produksi, memperoleh urutan pengerjaan job terbaik, menentukan metode terbaik yang dapat diterapkan pada perusahaan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa makespan yang diperoleh pada penjadwalan eksisting perusahaan dengan aturan FCFS yaitu sebesar 4246,347 menit dengan urutan pengerjaan job yaitu Nut M36–Nut M24–Nut M24. Hasil penjadwalan menggunakan metode jadwal aktif dan CDS memperoleh makespan selama 4088,58 menit dengan iterasi yang dilakukan sebanyak 15 kali pada jadwal aktif dan 4 iterasi pada metode CDS, maka diperoleh urutan job terbaik pada metode jadwal aktif yaitu M24–Nut M24–Nut M36. Metode yang tepat untuk diterapkan adalah metode jadwal aktif.
Penerapan lean manufacturing untuk mereduksi waste pada produksi spare part screw spindle set Evi Febianti; Yusraini Muharni; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12338

Abstract

Aktifitas pada perusahaan yang tidak memiliki nilai tambah akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua produksi di PT.XYZ diketahui bahwa perusahaan ini mengalami keterlambatan waktu penyelesaian produk 1-2 hari setelah due date pesanan pelanggan. Pemborosan yang terjadi diidentifikasi menggunakan metode Waste Assessment Model dan Failure Mode Effect Analysis untuk selanjutnya diberikan usulan perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waste yang paling dominan menggunakan metode WAM, mengetahui penyebab utama masalah dari waste yang paling dominan, mengetahui usulan perbaikan untuk meminimasi waste terbesar dan menghitung banyaknya waktu produksi yang dapat diminimalisasi ketika usulan perbaikan dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste yang paling dominan menggunakan metode WAM adalah waiting (22%) dan defect (20%). Penyebab utama masalah dari waste yang paling dominan tersebut adalah pengulangan proses kerja dan kesalahan operator dalam membaca gambar. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah membuat SOP klasifikasi untuk produk cacat dan memberikan training pada operator khususnya dalam membaca gambar. Waktu yang dapat diminimalisasi setelah perbaikan memiliki selisih sebanyak 379,799 detik.
ANALISIS PROSES PRODUKSI GAS COALESCER FILTER MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING DAN SIMULASI Evi Febianti; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3182

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang pengolahan baja, salah satu produk nya adalah Gas Coalescer Filter. Dalam proses pembuatan Gas Coalescer Filter masih banyak pemborosan (waste) ataupun aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (value added), oleh karena itu dalam proses produksi tersebut perlu dilakukan pengurangan aktivitas yang termasuk waste. Penelitian ini dilakukan untuk mereduksi maupun mengeliminasi aktivitas yang termasuk waste sehingga meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE). Pendekatan Lean Manufacturing digunakan untuk mereduksi atau mengeliminasi waste yang terjadi. Langkah pertama adalah menentukan pembobotan waste yang terjadi pada proses produksi Gas Coalescer Filter yang hasilnya digunakan untuk perhitungan matriks pada Value Stream Analysis Tools (VALSAT), selanjutnya dibuat Process Activity Mapping (PAM) untuk mengkategorikan masing-masing aktivitas kedalam kategori value added, necessary non value added dan non value added activity. Peningkatan PCE dilakukan dengan menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambahberdasarkan hasil brainstorming dengan pihak perusahaan yang hasilnya akan disimulasikan menggunakan software ProModel 2001. Berdasarkan hasil perbaikan, nilai PCE meningkat sebesar 6,553% dari 74,695% menjadi 81,228% dan Manufacturing Lead Time mengalami penurunan dari 328,67 jam menjadi 271,253 jam
ANALISIS FAKTOR OPTIMALISASI GOLDEN AGE ANAK USIA DINI STUDI KASUS DI KOTA CILEGON Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4088

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yangsangat pesat, bahkan bisa dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Hal ini sesuai dengan Teori Bloom yang mengatakan bahwa perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Sekitar 50% kapabilitas kecerdasan manusia terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun. Anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usia selanjutnya karena perkembangankecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi, dan yang sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya kontribusi orang tua terutama perempuan sebagai seorang ibu terhadap pembentukan karakter dan tumbuh-kembang anak untuk menciptakan dasar yang kuat sebagai penunjang lahirnya SDM yang kelak akan meneruskan dan mengembangkan masa depan bangsa.Hasil penelitian ini cukup memberikan gambaran bahwa konsep optimalisasi golden age anak usia dini apabila diukur dari nilai loading factor PLS didapat N1(0,814); N2(0,858); S1(0,740); S2(0,898); S3(0,683); O1(0,908); O3(0,613); L1(0,837); L2(0,644); PAUD1(0,573); PAUD2(0,903); dan PAUD3(0,619). Karena penelitian ini lebih bersifat eksploratori maka metode Partial Least Square ini dapat membantu untuk memprediksi variabel laten endogenous atau mengidentifikasi variabel-variabel utama.
Review Produktivitas Mesin Menggunakan Total Productive Maintenance (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur) Kulsum Kulsum; Evi Febianti; Dyah Lintang Trenggonowati; Yanuar Sutanto
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9472

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan dibidang industri manufaktur otomotif. Saat ini, terdapat kendala pada mesin Cold Forging yang digunakan untuk memproduksi Housing 2W, yakni masih terdapat breakdown time sehingga kondisi tersebut menyebabkan terganggunya proses produksi. Perusahaan berharap bisa mendapatkan solusi untuk meminimalkan breakdown time tersebut. Oleh karena itu, maka diperlukan langkah perbaikan dan usulan kebijakan perawatan (maintenance) yang tepat sehingga produktivitas mesin menjadi optimal. Adapun solusi dari permasalahan tersebut yakni menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengetahui kerugian loss time terbesar pada mesin Cold Forging berdasarkan six big losses. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai OEE pada bulan Juli 2019 sebesar 81,68%, bulan Agustus 2019 sebesar 83,23%, bulan September 2019 sebesar 86,02%, bulan Oktober 2019 sebesar 83,37%, bulan November 2019 sebesar 82,63%, bulan Desember 2019 sebesar 73,13%. Loss time terbesar berdasarkan six big losses yaitu setup and adjustment losses. Langkah perbaikan yang direkomendasikan yaitu membuat SOP setiap kejadian yang anomali, melakukan preventive maintenance rutin setiap bulan, menyiapkan tools dan material sebelum dandory.
Upaya Peningkatan Produktivitas menggunakan Perancangan Pemodelan Business Process Modelling Notation (BPMN) Kulsum Kulsum; Hafair Mubarak; Evi Febianti; Yusraini Muharni; Putiri Bhuana Katili; Dyah Lintang Trenggonowati; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62016

Abstract

Bahan baku utama untuk pembuatan polyethylene adalah ethylene, untuk memenuhi bahan baku dalam pembuatan polyethylene PT XYZ melakukan impor bahan baku. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan memproduksi berbagai macam resin High-Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE). Dikarenakan bahan baku yang diimpor, maka PT XYZ harus membayar pajak kepada Bea Cukai, dalam pembayaran pajak kepada Bea Cukai terdapat sebuah permasalahan seperti telatnya pembayaran pajak impor bahan baku kepada Bea Cukai karena dokumen-dokumen terkait pembayaran bahan baku seperti PIB dan SPPB belum siap, terdapat tambahan pembayaran (Regulasi Pemerintah) karena keterlambatan tersebut, dan dampak lainnya adalah produktivitas divisi PPIC menjadi terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tugas divisi PPIC dalam proses pembayaran barang impor (Ethylene) dan membuat perancangan proses bisnis. Dengan adanya proses bisnis yang baik menjadikan arus informasi lebih cepat sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang terbaik dan membuat standar operasional prosedur untuk departemen PPIC pada pelayanan pembayaran pajak impor bahan baku dan peningkatan produktivitas. Bussiness Process Model and Notation (BPMN) adalah standar untuk memodelkan proses bisnis dan proses-proses web services. BPMN menyediakan notasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua pengguna bisnis. Hasil penelitianp pada bisnis proses usulan terdapat sebanyak 6 tahap, dan untuk kegiatan terdapat 6 kegiatan dengan masing masing fungsi yang berbeda-beda, jumlah aktivitas terdapat 30 aktivitas, total waktu sebesar 14 jam, Waktunya berkurang sebesar 71,43%. dan dibuatnya Standar Operasional Prosedur terkait pembayaran pajak impor bahan baku kimia pada departemen PPIC.
Green strategy pada sistem produksi agroindustri kedelai di kota Cilegon Kulsum Kulsum; Ade Irman; Intan Nauroh; Evi Febianti; Akbar Gunawan; Ani Umyati; Bobby Kurniawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12722

Abstract

Green strategy berfokus kepada aspek lingkungan suatu organisasi perusahaan. Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan konsep Lean. Lean  merupakan suatu pendekatan sistematik yang digunakan untuk mengeliminasi pemborosan serta mengubah proses. Pemborosan tersebut mengakibatkan tidak tercapainya target produksi harian berdasarkan permintaan konsumen. Pemborosan tersebut kemudian diidentifikasi serta diminimasi dengan menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM) dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Objek penelitian adalah agroindustri kedelai di kota Cilegon yakni Pabrik Tahu x. Pabrik tahu x merupakan suatu industri makanan yang membuat produk berbahan dasar kedelai yaitu tahu bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis pemborosan, mengetahui urutan pemborosan, mengusulkan perbaikan yang dapat dilakukan serta mengetahui nilai process cycle efficiency (PCE). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis pemborosan dengan nilai terbesar yaitu waiting. Kemudian terdapat persentase pemborosan (waste) menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM) dari yang paling dominan yaitu waiting (19,07%), motion (17,48%), defect (17,12%), overproduction (16,79%), transportation (12,65%), inventory (10,24%) dan process (6,64%). Terdapat beberapa usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu membuat desain alat bantu yang berkapasitas besar dengan memberikan roda, menambah pekerja, meletakkan peralatan dekat dengan stasiun, melakukan pemantauan pada saat perendaman kedelai, membuat prosedur baku, merubah tata letak produksi. Adapun nilai Process Cycle Efficiency (PCE) yaitu 92,08% dan terjadi peningkatan sebesar 5,87%.
Partisipatori Ergonomi: Redesain Hand Tools Pertanian Menurunkan Kebosanan Kerja Wahyu Susihono; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.316

Abstract

Alat bantu tani sangat bervariatif, namun demikian masih banyak desain alat-alat pertanian yang baru sekedar memperhatikan fungsinya, belum mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan pengguna, sehingga beberapa tools yang belum ergonomis seperti desain arit yang beredar di pasar tradisional pada umumnya. Penggunaan tools yang tidak mempertimbangkan keinginan pengguna berdampak pada kebosanan atau penurunan gairah kerja. dibutuhkan desain yang sesuai dengan keinginan pengguna. Penelitian ini masuk pada kategori penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan sama subjek (treatment by subject design). Subjek dipilih secara rundom (Random Sampling). Sampel berjumlah 48 orang yang telah dipilih dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perlakuan subjek terdiri dari kondisi sebelum intervensi (Periode I), kemudian subjek menjadi kelompok intervensi (Periode II). Uji Normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk dengan taraf kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya terdapat penurunan secara bermakna antara rerata skor kebosanan kerja subjek atau nilai P < 0,05. Rerata skor kebosanan kerja sebelum intervensi sebesar 96,39 ± 5,65 dan setelah intervensi 68,96 ± 3,75. Redesain tools berdasarkan kebutuhan pengguna dapat menurunkan kebosanan pekerja sebesar 28,45 %. 
Analisis Faktor Prioritas Penilaian Kinerja Internal dan Eksternal Divisi C&SBU di PT XYZ Menggunakan Metode Analytical Network Process (ANP) Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62012

Abstract

Persaingan di era globalisasi dan informasi baik untuk perusahaan yang bermain di pasar domestik atau merambah ke pasaran internasional sangat ketat. Perusahaan yang ingin berkembang dan ada terus di pasar harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya disamping barang dan jasa yang bermutu baik. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi dan jasa terkait, misalnya pemasangan jaringan listrik, penambahan maupun penurunan daya, dan perbaikan gangguan jaringan konsleting jaringan instalasi listrik baik untuk rumah tangga, perumahan, perkantoran, hotel dan pabrik di sekitar wilayah industri Banten. Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan, PT XYZ senantiasa melakukan survey kepuasan pelanggan, namun penilaian tersebut hanya berasal dari sisi eksternal perusahaan. Penilaian dari sisi internal terhadap kondisi eksisting yang terdapat di PT XYZ juga perlu dilakukan. Oleh karena itu pada penelitian kali ini dilakukan survey terhadap internal karyawan guna mengetehaui prioritas penilaian kinerja dari sisi internalnya, yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan hasil survey kepuasan pelanggan. Penelitian kali ini dilakukan pada divisi commerce and service business unit di PT XYZ. Metode yang digunakan dalam penentuan prioritas penilaian kinerja terhadap karyawan yaitu metode Analytical Network Process (ANP), dan software yang digunakan yaitu Super Decision. Hasil yang didapatkan dari penelitian kali ini yaitu yang menjadi faktor prioritas penilaian kinerja internal PT XYZ yaitu kriteria kompetensi & profesionalisme personil, kriteria kemampuan personil dalam memahami kebutuhan, dan kriteria ketepatan waktu proyek. Sedangkan yang menjadi faktor prioritas penilaian kinerja dari sisi eksternal yaitu kriteria penawaran harga yang kompetitif & reasonable, dan kompetensi dan profesionalisme personil.
ANALISIS PRODUKSI PRODUK PANGAN YANG BERSERTIFIKASI HALAL Kulsum Kulsum; Faris Aryadi
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5148

Abstract

PT Kanemory Food Service berdiri pada tahun 2012, dan merupakan joint venture antara Kanematsu Corporation dan Cimory Group, yang memusatkan bisnis pada dapur sentral produk pangan. Pabrik pertama perusahaan ini berada di Cikupa, di gedung yang sama dengan Macroprima Panganutama (salah satu perusahaan utama Cimory Group di Indonesia). PT Kanemory Food Service adalah salah satu perusahaan make to order (MTO) yang memproduksi berbagai jenis makanan frozen (beku) yang telah tersertifikasi halal. Salah satu permalasahan yang terjadi pada PT Kanemory Food Service adalah kekurangan bahan baku ketika konsumen melakukan pemesanan yang melonjak. Melonjaknya pemesanan tersebut bersifat musiman. Apabila kekurangan bahan baku, maka waktu penyelesaian pesanan akan lebih lama dikarenakan perusahaan akan membeli bahan baku yang kurang terlebih dahulu. Apabila waktu penyelesaian produksi menjadi lebih lambat, maka konsumen akan tidak puas. Untuk itu, PT Kanemory Food Service perlu melakukan peramalan permintaan agar pemesanan yang akan datang dapat diperkirakan sehingga bahan baku yang dibutuhkan pun dapat diperkirakan.