Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI PIPA ERW MENGGUNAKAN METODE NAWAZ ENSCORE HAM DAN GENETIC ALGORITHM Yusraini Muharni; Kulsum Kulsum; Devara Aulia Utami
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6385

Abstract

Penjadwalan merupakan suatu kegiatan pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan. Proses penjadwalan timbul jika terdapat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Permasalahan penjadwalan biasanya berkaitan dengan pengurutan pembuatan atau pengerjaan produk secara menyeluruh terhadap sejumlah mesin yang tersedia. Penelitian ini fokus pada penjadwalan  produksi pipa ERW pada perusahaan produsen pipa spiral. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  dengan menerapkan metode heuristic dan metaheuristic. Hasil dari kedua metode akan dibandingkan untuk mendapatkan makespan terbaik. Penjadwalan eksisting perusahaan dengan metode First Come First Served (FCFS) dan penjadwalan usulan dengan Metode Nawaz Enscore Ham(NEH)  dan Genetic Algorithm (GA). Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu metode usulan lebih baik dan memiliki efisiensi sebesar 5.77%.
Determinan penerapan protokol kesehatan, pengetahuan tentang covid-19 dan minat beli terhadap keputusan pembelian dalam melakukan dine in Putiri Bhuana Katili; Akbar Gunawan; Khairiyyah Rusydi; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.13981

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkumpul dan bersosialisasi bersama orang lain. Salah satu tempat berkumpul yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul adalah restoran. Restoran dapat menjadi tempat menikmati makanan dan berkumpul kepada semua orang. Pada akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan munculnya virus baru Covid-19 yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat. Sehingga diberlakukan PSBB pertama di kota Cilegon yaitu pada tanggal 10 September 2020 selama 2 minggu. Restoran XYZ juga mengikuti penutupan layanan dine in saat berlakunya PSBB. Pada 1 Juni 2020 pemerintah Indonesia memberlakukan new normal, maka restoran diperbolehkan kembali membuka layanan dine in dengan kebijakan protokol kesehatan yang sangat ketat disertai dengan pembatasan jumlah konsumen. Dengan diberlakukannya new normal maka restoran XYZ dapat membuka kembali layanan dine in pada tanggal 8 Juni 2020 dengan penerapan protokol kesehatan, social distancing, dan pembatasan waktu dibukanya layanan dine in. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan protokol kesehatan, pengetahuan tentang Covid-19 dan minat beli terhadap keputusan pembelian dalam melakukan dine in. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan populasi masyarakat Cilegon yang telah melakukan dine in di restoran XYZ minimal satu kali sejak protokol kesehatan diterapkan. Sampel yang digunakan berjumlah 205 sampel. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan software LISREL 10.3. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan protokol kesehatan dan pengetahuan tentang Covid-19 berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian dalam melakukan dine in, sedangkan minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dalam melakukan dine in.
Measurement of effectiveness of food processing machine through overall equipment effectiveness (OEE) Evi Febianti; Kiki Dwi Safitri; Kulsum Kulsum; Bobby Kurniawan; Putro Ferro Ferdinant; Hadi Setiawan
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14076

Abstract

Machinery and equipment are critical facilities for the sustainability of production. The company needs to conduct intensive evaluation and maintenance of production machinery to maintain engine performance to work optimally. PT. XYZ is a manufacturing company engaged in food producers in Indonesia. The problem that often occurs is a breakdown of the production machine. This causes the company to be unable to meet the production target so that the company's productivity decreases. The method used is Overall Equipment Effectiveness (OEE) to determine how effective the machine is on Kuroma PC-211 machines and proposed repairs. This study aims to determine the value of Overall Equipment Effectiveness (OEE), find out the causes of six big losses, and provide suggestions for improvement. The results showed the average percentage availability rate on Kuroma PC-211 machines was 84.40%, performance rate with 93.23%, quality rate with 98.59%, and OEE with 77.53% percentage.
Strategi peningkatan produktivitas dengan pendekatan green productivity pada agroindustri kedelai Kulsum Kulsum; Yanuar Sutanto; Evi Febianti; Dyah Lintang Trenggonowati; Restu Wigati; Akbar Gunawan; Bobby Kurniawan
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14445

Abstract

Agroindustri kedelai XYZ merupakan industri rumahan yang membuat produk tempe. Pada produksi industri rumahan sering kali menghasilkan limbah dari proses produksi yang dilakukan. Oleh sebab itu diperlukan usaha pengelolaan yang tepat, salah satunya dengan melakukan usaha reduksi limbah. Melalui pendekatan Green Productivity diharapkan dapat mereduksi limbah yang dihasilkan dari proses produksi serta mampu mengurangi penggunaan sumber daya dan energi material yang berdampak pada pengurangan pemborosan maka akan lebih efisien dalam proses produksi yang dilakukan. Penelitian diawali dengan mengindentifikasi limbah yang dihasilkan dari setiap proses produksi tempe, kemudian menghitung nilai Green Productivity Index pada kondisi awal, lalu menentukan alternatif solusi perbaikan untuk mereduksi limbah dan menghitung nilai estimasi GPI setiap alternatif solusi perbaikan. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat, limbah cair dan limbah gas. Limbah padat berasal dari kulit kedelai dan abu kayu bakar, limbah cair berasal dari limbah air sisa proses produksi, dan limbah gas berasal dari asap pembakaran kayu bakar. Alternatif perbaikan yang dipilih yaitu penggunaan kembali air pada proses penyaringan. Alternatif ini mendapatkan nilai estimasi dampak lingkungan 1,2862, nilai produktivitas sebesar 1,3501 dan nilai GPI sebesar 1,04.
Implementasi lean service dengan metode WAM dan VALSAT untuk meminimasi waste pada loading steel plate Evi Febianti; Kulsum Kulsum; Adrian Rizki Pratama; Lely Herlina; Bobby Kurniawan; Muhammad Adha Ilhami; Ade Irman Saeful Mutaqin; Yusraini Muharni; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17538

Abstract

Lean service adalah sekumpulan metode dan peralatan yang digunakan untuk meminimasi biaya, memperbaiki performance, mengurangi waktu tunggu, serta mengeliminasi waste agar kualitas jasa yang dihasilkan dapat maksimal. Waste yang terjadi dalam proses pelayanan jasa loading steel plate akan memberikan dampak keterlambatan pelayanan ataupun cacat dalam prosedur pelayanan. Waste yang terjadi di dalam proses ini perlu dihilangkan atau diminimasikan untuk membuat proses pelayanan menjadi lebih baik dan tidak merugikan pihak perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi urutan waste tertinggi hingga terendah, mengidentifikasi faktor-faktor dominan pada pemborosan, memberikan usulan perbaikan dan mengetahui nilai process cycle efficiency (PCE). Penelitian ini menerapkan Waste Assessment Model (WAM) untuk mengidentifikasi waste dan Value Analysis Stream Tools (VALSAT) untuk melakukan pemilihan detail mapping tools yang digunakan sebagai analisis perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan dengan nilai tertinggi sampai terendah adalah Waiting (26,97%), Defects (19,88%), Motion (14,83%), Inventory (12,88%), Transportation (10,36%), Processing (9,91%), dan Overproduction (5,16%). Faktor yang menyebabkan pemborosan dominan adalah kargo masih dalam proses pendinginan yang menyebabkan proses loading steel plate terhambat. Nilai PCE saat ini sebesar 46,25% dan usulan sebesar 67,30% perbaikan ini meningkatkan nilai PCE sebesar 21,05%.
Penerapan Konsep Lean Manufacturing Pada Proses Produksi Protector Coil Dengan Pendekatan Single Minute Exchange Of Die (SMED) Evi Febianti; Kulsum Kulsum; Melwita Delfi Anggraeni; Shanti Kirana Anggraeni; Muhammad Adha Ilhami; Ratna Ekawati; Nuraida Wahyuni; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22224

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan pelaksana konstruksi  dengan salah satu produk nya adalah pelindung (protector) untuk coil. Pelindung coil yang di produksi terdapat dua jenis yaitu pelindung bagian dalam coil (Inner Corner Protection) dan pelindung bagian luar coil (Outer Corner Protection). Dalam proses produksi terdapat banyak pemborosan (waste) pada saat pembuatan produk protector coil. Penelitian ini menggunakan konsep lean manufacturing dengan pendekatan SMED (Single Minute Exchange of Die). Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner seven waste serta brainstorming. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kategori pemborosan yang berpengaruh pada proses produksi protector coil, mencari perbandingan nilai PCE pada current dan future state, dan menentukan waktu set up optimal proses produksi protector coil menggunakan SMED. Hasil penelitian ini menunjukan pemborosan (waste) yang berpengaruh yaitu waiting sebesar 23,57%. Hasil perbandingan nilai PCE current state produk inner corner protection sebesar 44,22% dan future state sebesar 56,73%. PCE produk inner corner protection mengalami peningkatan sebesar 12,51%, sedangkan pada produk outer corner protection mengalami peningkatan sebesar 12,29%. Hasil waktu set up optimal pada proses produksi inner corner protection  menggunakan SMED sebesar 874 detik, sedangkan pada produk outer corner protection sebesar 917 detik