Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Hubungan Karakteristik Sedimen dan Kandungan Bahan Organik Terhadap Distribusi Makrozoobentos di Desa Pambang Pesisir Kabupaten Bengkalis Azuga, Nabila Afifah; Fauzan, Ikhwan; Ilahi, Ilham; Zulkifli, Zulkifli; Khaira, Annisa Ulfa; Sari, Gita Purnama
Jurnal Pasir Laut Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2025.76692

Abstract

This study was conducted in Desember 2024 in the Pambang Pesisir village Bengkalis Regency in Desember 2024, aiming to determine the size of sediment grains and the abundance of macrozoobentos and analyze the relationship of the sediment grain size and macrozoobentos abundance. The method used in this study is a survey method, namely samples taken directly from the waters and then analyzed in the laboratory. The research location was divided into 3 stations with 5 sampling point at each stasion. Sampling using a cement spoon spatula with 1x1 square meter. The average diameter of the sediment at station I is 5,23-5,56Ø which is classified as silt, with macrozoobentos abundance ranging from 7-10 ind/m2. Station II has an average sediment diameter of 5,36-7,20 which is classified as silt with an average macrozoobentos abundance ranging from 3-7 ind/m2. While station III ranges from 2,33-7,16 classified as fine sand to silt with macrozoobentos abundance ranging from 5-10 ind/m2. Based on this study, sediment grain size with macrozoobentos abundance has a strong relationship with a coefficient determination (R2) of 0,5870 and a correlation coefficient (r) of 0,619. The finer the sediment grain size, the higher the abundance of macrozoobentos, and vice versa.
Modeling of Water Surface Elevation Using MIKE 21 Based on Rupat Strait Bathymetric Data Ahmad, Alianisa; Mubarak, Mubarak; Tanjung, Afrizal; Rifardi, Rifardi; Ilahi, Ilham
Jurnal Natur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.23.2.79-84

Abstract

The Rupat Strait, a strategically crucial marine channel separating Sumatra Island from Rupat Island, exhibits complex hydrodynamic characteristics influenced by tidal propagation from the adjacent Malacca Strait. As a vital shipping corridor, the strait's navigational safety is fundamentally governed by its bathymetric profile and tidal regime. This study implements an integrated methodological framework combining in situ bathymetric surveys with MIKE 21 hydrodynamic modeling to assess morphological dynamics quantitatively. Systematic validation of model outputs against field measurements revealed significant spatial variations in seafloor topography, including pronounced shallowing (>6.6 m) and substantial deepening (≤17 m) at distinct locations. Concurrent analysis of tidal data demonstrated extreme water level fluctuations, ranging from -2.36 m during the lowest astronomical tides to +6.28 m during peak tidal surges. These geomorphological alterations appear correlated with anthropogenic pressures, particularly intensive shipping traffic and coastal zone modifications, suggesting a coupled natural-anthropogenic forcing mechanism governing the strait's evolving morphodynamics. The findings highlight the critical need for ongoing monitoring to ensure maritime safety and sustainable coastal management in this rapidly changing marine environment
Analisis Pemahaman Pengguna Fitur Cardless Withdrawal pada BSI Mobile Banking dalam Transaksi Tarik Tunai (Studi Kasus Mahasiswa Perbankan Syariah Angkatan 2021 UIN Bukittinggi) Khairimatulhusna, Khairimatulhusna; Ilahi, Ilham
ARZUSIN Vol 5 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v5i6.7807

Abstract

This study is motivated by the low level of understanding among some students of the Sharia Banking program at UIN Bukittinggi regarding the cardless withdrawal feature on BSI Mobile Banking for cash withdrawal transactions. The primary objective is to identify the factors influencing students' understanding of this feature. A qualitative method was employed, with primary data collected through interviews and documentation. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that 90% of informants understand the concept and functionality of the cardless withdrawal feature, indicating the effectiveness of BSI’s outreach efforts. Approximately 65% of informants have used the feature, while the rest have not, citing reasons such as habitual reliance on traditional methods, lack of necessity, or limited technical information. Based on the Diffusion of Innovations framework, the feature is perceived to have a relative advantage due to its convenience, time efficiency, and enhanced security compared to conventional withdrawal methods. It is also considered compatible with students’ digital transaction habits and aligns with the modernization of sharia banking services. The feature is rated as low in complexity, with initial technical barriers easily overcome. Its high trialability—allowing use without financial risk—and observability, through visible use at ATMs and app notifications, further influence adoption. The study concludes that factors such as perceived advantage, alignment with values and habits, and ease of use significantly contribute to enhancing students’ understanding and adoption of the cardless withdrawal feature in the context of sharia banking.
Review Dampak Penambangan Pasir Laut terhadap Dinamika Abrasi Garis Pantai di Kawasan Pesisir Indonesia Azuga, Nabila Afifah; Zaza A Zahra; Athiyyah Salwaa Andini; Ikhwan Fauzan; Annisa Ulfa Khaira; Ilham Ilahi; Delilla Suhanda; M. Irsyad Nur
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.112

Abstract

Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, garis pantai Indonesia menjadi garis pantai terpanjang nomor dua dan menjadikan wilayahnya sangat rentan terpapar berbagai dinamika perubahan lingkungan, seperti terjadinya abrasi yang disebabkan oleh faktor alam ataupun antropogenik. Aktivitas penambangan pasir laut menjadi salah satu kegiatan antropogenik yang berdampak besar terhadap fluktuasi di wilayah pesisir. Penambangan pasir laut merupakan proses ekstraksi pasir dari lingkungan laut yang dilakukan oleh sekelompok orang atau masyarakat dengan tujuan memanfaatkan sumber daya tersebut untuk kebutuhan material konstruksi, reklamasi lahan, kebutuhan industri, maupun permintaan ekspor. Kegiatan ini memicu dampak signifikan terhadap dinamika wilayah pesisir, terutama pada proses abrasi pantai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak penambangan pasir laut terhadap perubahan garis pantai di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa eksploitasi pasir laut secara berlebihan mengakibatkan kerusakan fisik ekosistem wilayah pesisir, termasuk  tergerusnya wilayah pantai akibat abrasi, degradasi ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove serta peningkatan risiko bencana seperti potensi bencana banjir dan tanah longsor. Lebih dari itu, kegiatan penambangan pasir laut juga diketahui memicu munculnya konflik sosial-ekonomi pada masyarakat. Artikel ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam merumuskan strategi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Analisis Spasio-Temporal Perubahan Garis Pantai di Wilayah Timur Kepulauan Bengkalis Tahun 2004-2024 Khaira, Annisa Ulfa; Rifardi; Dessy Yoswaty; Zulkifli; Ilham Ilahi
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i2.130

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang didorong oleh interaksi proses alami dan antropogenik, termasuk transportasi sedimen, arus laut, aktivitas gelombang, dan intervensi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Desa Pambang Pesisir, Kabupaten Bengkalis, selama periode 20 tahun (2004–2024) menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS C1 Level 2 tahun 2004, 2014, dan 2024. Metodologi yang digunakan meliputi analisis perubahan garis pantai melalui teknik penginderaan jauh dan pengukuran parameter fisika air laut seperti kecepatan arus dan tinggi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penambahan garis pantai (akresi) di tiga stasiun pengamatan. Stasiun I, yang terletak di kawasan hutan mangrove, mengalami kemajuan garis pantai dengan laju 7,81 meter per tahun. Stasiun II, yang terletak di zona galangan kapal mengalami akresi sebesar 6,1 meter per tahun, sedangkan Stasiun III sebagai kawasan pariwisata, menunjukkan penambahan garis pantai sebesar 6,90 meter per tahun. Analisis pasang surut menunjukkan pola pasang surut campuran dengan dominasi semi-diurnal. Kecepatan arus bervariasi di berbagai stasiun, yaitu 0,29 m/s di Stasiun I, 0,33 m/s di Stasiun II, dan 0,36 m/s di Stasiun III, sedangkan tinggi gelombang masing-masing diukur sebesar 0,3 meter, 0,08 meter, dan 0,7 meter. Studi ini menyimpulkan bahwa perubahan garis pantai terutama dipengaruhi oleh kecepatan arus, energi gelombang, dan aktivitas antropogenik, terutama pembangunan struktur perlindungan pantai seperti tanggul. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengelolaan dan perencanaan pembangunan pesisir yang berkelanjutan, dengan menekankan pentingnya mengintegrasikan dinamika alam dan dampak manusia ke dalam tata kelola wilayah pesisir.
Analisis Spasio-Temporal Perubahan Garis Pantai di Wilayah Timur Kepulauan Bengkalis Tahun 2004-2024 Khaira, Annisa Ulfa; Rifardi; Dessy Yoswaty; Zulkifli; Ilham Ilahi
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i2.130

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang didorong oleh interaksi proses alami dan antropogenik, termasuk transportasi sedimen, arus laut, aktivitas gelombang, dan intervensi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Desa Pambang Pesisir, Kabupaten Bengkalis, selama periode 20 tahun (2004–2024) menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS C1 Level 2 tahun 2004, 2014, dan 2024. Metodologi yang digunakan meliputi analisis perubahan garis pantai melalui teknik penginderaan jauh dan pengukuran parameter fisika air laut seperti kecepatan arus dan tinggi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penambahan garis pantai (akresi) di tiga stasiun pengamatan. Stasiun I, yang terletak di kawasan hutan mangrove, mengalami kemajuan garis pantai dengan laju 7,81 meter per tahun. Stasiun II, yang terletak di zona galangan kapal mengalami akresi sebesar 6,1 meter per tahun, sedangkan Stasiun III sebagai kawasan pariwisata, menunjukkan penambahan garis pantai sebesar 6,90 meter per tahun. Analisis pasang surut menunjukkan pola pasang surut campuran dengan dominasi semi-diurnal. Kecepatan arus bervariasi di berbagai stasiun, yaitu 0,29 m/s di Stasiun I, 0,33 m/s di Stasiun II, dan 0,36 m/s di Stasiun III, sedangkan tinggi gelombang masing-masing diukur sebesar 0,3 meter, 0,08 meter, dan 0,7 meter. Studi ini menyimpulkan bahwa perubahan garis pantai terutama dipengaruhi oleh kecepatan arus, energi gelombang, dan aktivitas antropogenik, terutama pembangunan struktur perlindungan pantai seperti tanggul. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengelolaan dan perencanaan pembangunan pesisir yang berkelanjutan, dengan menekankan pentingnya mengintegrasikan dinamika alam dan dampak manusia ke dalam tata kelola wilayah pesisir.