Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Karakterisasi Minyak Nilam serta Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth) Natasya Delarespita; Aulia Fikri Hidayat; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14219

Abstract

Abstract. Patchouli is one of the natural ingredients that can be utilized in the health sector, one of which is as an antimicrobial. Essential oil contained in patchouli plants (Pogostemon cablin Benth) is known to have antimicrobial activity in the form of patchouli alcohol compounds. This study aims to determine the characteristics of patchouli oil and evaluate a good patchouli oil nanoemulsion preparation. This research began with characterizing patchouli oil and continued with formulating patchouli oil nanoemulsion preparations. The results of the study obtained good patchouli oil characteristics including organoleptic test, specific gravity, refractive index, solubility in 90% ethanol, and compound content analysis using GC-MS by producing content patchouli alcohol compounds of 57.17%. The resulting patchouli oil nanoemulsion preparation has good characteristics and meets the evaluation requirements including organoleptic, homogeneity, pH, viscosity and rheology, % transmittance value, and particle size. Abstrak. Nilam merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan salah satunya sebagai antimikroba. Minyak atsiri yang terkandung dalam tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) dikenal memiliki aktivitas antimikroba berupa senyawa patchouli alcohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minyak nilam serta evaluasi sediaan nanoemulsi minyak nilam yang baik. Penelitian ini diawali dengan melakukan karakterisasi minyak nilam dan dilanjutkan dengan melakukan formulasi sediaan nanoemulsi minyak nilam. Hasil penelitian diperoleh karakteristik minyak nilam yang baik meliputi uji organoleptis, bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam etanol 90%, dan analisis kandungan senyawa menggunakan GC-MS dengan menghasilkan adanya kandungan senyawa patchouli alcohol sebesar 57,17%. Sediaan nanoemulsi minyak nilam yang dihasilkan memiliki karakteristik yang baik dan memenuhi persyaratan evaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan rheologi, nilai % transmittan, dan ukuran partikel.
Pengembangan Emulsi Pickering Minyak Atsiri sebagai Antibakteri Rafika Susun Nursunda; Aulia Fikri Hidayat; Sani Ega Priani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14285

Abstract

Abstract. Bacteria are organisms that can enter the digestive tract which can cause several diseases, so it is necessary to be given an antibacterial. Essential is the result of the secondary metabolism of plants containing volatile compounds known to have antibacterial activity that can fight pathogenic bacteria. However, essential oils have a disadvantage, namely that they are volatile so they can affect their activity as an antibacterial. Therefore, the ideal delivery system for essential oils is Pickering emulsion. Pickering emulsion is an emulsion that is stabilized by solid particles that have different characteristics so that they can encapsulate essential oils to overcome their limitations, improve stability, and increase their antibacterial activity. This study aims to determine the characteristics of Pickering emulsions and to determine their ability to inhibit bacterial growth using the Systematic Literature Review (SLR) method, where the data used are sourced from scientific journals published in the last 10 years. The results obtained from the literature review show that the characteristics of the resulting solid particles meet the requirements with small particle size, zeta potential value of >30 mV, and wettability close to 90°. In addition, essential oil Pickering emulsions are generally known to have more effective antibacterial activity and can inhibit bacterial growth compared to pure essential oils. Abstrak. Bakteri merupakan organisme yang dapat masuk ke dalam saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan beberapa penyakit sehingga perlu diberikan suatu antibakteri. Minyak atsiri merupakan minyak hasil metabolisme sekunder tumbuhan mengandung senyawa-senyawa volatil yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang dapat melawan bakteri patogen. Namun minyak atsiri memiliki kekurangan yaitu mudah menguap sehingga sapat mempengaruhi aktivitasnya sebagai antibakteri. Oleh karena itu, sistem penghantaran yang sesuai untuk minyak atsiri yaitu Emulsi pickering. Emulsi pickering merupakan emulsi yang distabilkan oleh partikel padat yang memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat mengenkapsulasi minyak atsiri untuk mengatasi keterbatasannya, meningkatkan stabilitas dan meningkatkan aktivitas antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik emulsi pickering dan untuk mengetahui kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dimana data yang digunakan bersumber dari jurnal-jurnal ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu 10 tahun ke belakang. Hasil yang didapatkan dari penelusuran pustaka menunjukkan bahwa karakteristik partikel padat yang dihasilkan memenuhi persyaratan dengan ukuran partikel yang kecil, nilai potensial zeta >30 mV dan keterbasahan yang mendekati 90˚. Selain itu, emulsi pickering minyak atsiri diketahui secara umum memiliki aktivitas antibakteri yang lebih efektif dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri dibandingkan dengan minyak atsiri murni.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Emulgel Ekstrak Daun Tanjung (Mimusops elengi L.) Nashita Rafawziya; Aulia Fikri Hidayat; Sani Ega Priani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14507

Abstract

Abstract. Antioxidants are compounds that function to prevent, inhibit, or reduce free radical and oxidant reactions, and prevent tissue damage. One of the plants as an antioxidant to counteract free radicals is the cape leaf. Antioxidant activity testing of ethanol extract of cape leaves by DPPH method shows that ethanol extract of cape leaves has strong antioxidant activity with IC50 value of 53.87 ppm. The purpose of this study was to determine the formulation and antioxidant activity test of cape leaf extract in emulgel preparations with cape leaf extract concentrations of 0.25, 0.5 and 0.75%. The results showed that 1.5% cape leaf extract emulgel preparation was 41.21 ppm (very strong), 1% cape leaf extract emulgel preparation was 47.49 ppm (very strong) and 0.5% cape leaf extract emulgel preparation was 50.46 ppm (strong). Cape leaf extract emulgel preparations meet the evaluation requirements of emulgel preparations which include organoleptics, homogeneity, pH, spreadability and viscosity and are stable in accelerated tests based on statistical analysis of t-Test Paired Two Sample for Means. Abstrak. Antioksidan merupakan senyawa yang berfungsi untuk mencegah, menghambat, atau mengurangi reaksi radikal bebas dan oksidan, serta mencegah kerusakan jaringan. Salah satu tanaman sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas yaitu daun tanjung. Pengujian aktifitas antioksidan ekstrak etanol daun tanjung secara metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tanjung mempunyai aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 53,87 ppm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan uji aktifitas antioksidan ekstraks daun tanjung dalam sediaan emulgel dengan konsentrasi ekstrak daun tanjung 0,25, 0,5 dan 0,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan emulgel ekstrak daun tanjung 1,5% adalah 41,21ppm (sangat kuat), sediaan emulgel ekstrak daun tanjung 1% adalah 47,49 ppm (sangat kuat) dan sediaan emulgel ekstrak daun tanjung 0,5% adalah 50,46 pmm (kuat). Sediaan emulgel ekstrak daun tanjung memenuhi persyaratan evaluasi sediaan emulgel yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan viskositas serta stabil pada uji dipercepat berdasarkan analisis statistic t-Test Paired Two Sample for Means.
Formulasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Biji Rosehip Ratnasari; Aulia Fikri Hidayat; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14563

Abstract

Abstract. The skin is the outermost organ of the body which plays a role in the process of protecting against UV radiation which can trigger ROS (Reactive Oxygen Species). Rosehip seed oil (Rosa canina L.) has activity as an antioxidant which can be used to ward off ROS because it is rich in polyunsaturated fatty acids (especially linoleic acid and alpha-linolenic acid), so it can function as an antioxidant. This research aims to develop a formula and evaluate a nanoemulsion preparation containing rosehip seed oil. To increase the penetration ability and effectiveness of the active compound, it was developed into a nanoemulsion preparation. This research aims to determine the antioxidant activity and determine the optimum formulation and antioxidant activity of the rosehip seed oil nanoemulsion preparation. Optimization of the nanoemulsion formula was carried out using surfactant (Tween 80), cosurfactant (PPG), preservatives (methyl and propyl paraben), and aquabidest. Nanoemulsions were evaluated through physical tests that met characteristics including globule size, PDI, and were stable without phase separation based on heating cooling, centrifugation, and freeze thaw tests and antioxidant tests using the DPPH method. The rosehip seed oil nanoemulsion formula that was successfully prepared consisted of 3% rosehip seed oil, 30% Tween 80, 15% propylene glycol, 0.18% methyl paraben, and 0.02% propyl paraben. The nanoemulsion is bright yellow; clear; distinctive smell; globule size 9.167 ± 0.058 nm; and polydispersity index 0.135 ± 0.0788 nm. The results of the antioxidant activity test of rosehip seed oil nanoemulsion showed that rosehip seed oil had an IC50 value of 15,684 ± 2,106 ppm. Abstrak. radiasi sinar UV yang dapat memicu ROS (Reactive Oxygen Species). Minyak biji rosehip (Rosa canina L.) ini memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang dapat digunakan untuk menangkal ROS karena mengandung kaya akan asam lemak tak jenuh ganda (terutama asam linoleat dan asam alfa-linolenat), sehingga dapat berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula dan mengevaluasi sediaan nanoemulsi yang mengandung minyak biji rosehip. Untuk meningkatkan kemampuan penetrasi dan efektivitas senyawa aktif, maka dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan mengetahui formulasi optimum serta aktivitas antioksidan dari sediaan nanoemulsi minyak biji rosehip tersebut. Optimasi formula nanoemulsi dilakukan menggunakan surfaktan (Tween 80), kosurfaktan (PPG), pengawet (metil dan propil paraben), dan aquabidest. Nanoemulsi dievaluasi melalui uji fisik yang memenuhi karakteristik meliputi ukuran globul, PDI, dan stabil tidak ada pemisahan fasa berdasarkan pengujian heating cooling, sentrifugasi, dan freeze thaw dan uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Formula nanoemulsi minyak biji rosehip yang berhasil dibuat terdiri dari minyak biji rosehip 3%, Tween 80 30%, propilen glikol 15%, metil paraben 0,18%, dan propil paraben 0,02%. Nanoemulsi berwarna kuning cerah; jernih; berbau khas; ukuran globul 9,167 ± 0,058 nm; dan indeks polidispersitas 0,135 ± 0,0788 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak biji rosehip menunjukan bahwa minyak biji rosehip memiliki nilai IC50 15,684± 2,106 ppm.
Formulasi dan Karakterisasi Nanogel Ekstrak Etanol Daun Katuk (Breynia androgyna L.) Fika Nur Hasyaeni; Aulia Fikri Hidayat; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14645

Abstract

Abstract. Katuk leaf is a medicinal plant in Southeast Asia, including Indonesia. Nanogels are gels with small particle sizes and large surface areas that can increase the penetration of active compounds. Objective: Formulation and characterization of nanogel preparation of ethanol extract of katuk leaf (Breynia androgyna L.). Methods: Simplisia of katuk leaves were dried, characterized, and screened. Extraction by maceration method using 96% ethanol. Formulation of nanoparticle preparations with sodium alginate and CaCl2, concentration variations (4:1; 3:2; 2:3; 1:4). Nanoparticle characteristics: organoleptic, transmittance, particle size, and zeta potential. Evaluation of nanogels: organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, and stability. Results: The results of the characteristics of katuk leaf simplisia are moisture content, total ash, acid insoluble ash, water soluble essence, ethanol soluble essence, drying shrinkage of 8.26, 6.96, 0.87, 31.55, 26.59, and 9.09% respectively. Simplisia and extracts contain alkaloids, flavonoids, saponins, anthraquinones, monoterpenoids/sesquiterpenoids, tannins, polyphenolics, and triterpenoids. The characteristics of the best nanoparticle formula: percent transmittance of 93.33%, particle size of 209nm, and zeta potential of -41.4mV. The resulting nanogel preparation: clear yellow, odorless, homogeneous, pH 6.4-6.9, spreadability 6.08-6.17cm, viscosity 3812-3846 cPs, stable during 1-week storage. Conclusion: The ethanol extract of katuk leaves can be formulated in a nanogel preparation that is stable during storage and meets the requirements for evaluating the physical properties of nanogel preparations. Abstrak. Daun katuk dikenal sebagai tumbuhan obat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Nanogel adalah gel dengan ukuran partikel kecil dan luas permukaan luas sehingga dapat meningkatkan penetrasi senyawa aktif. Tujuan: Formulasi dan karakterisasi sediaan nanogel ekstrak etanol daun katuk (Breynia androgyna L.). Metode: Simplisia daun katuk dilakukan proses pengeringan, karakterisasi dan skrining. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Formulasi sediaan nanopartikel dengan natrium alginat dan CaCl2 dengan variasi konsentrasi (4:1; 3:2; 2:3; 1:4). Karakteristik nanopartikel meliputi organoleptik, uji transmitan, ukuran partikel dan potensial zeta. Evaluasi nanogel meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan stabilitas. Hasil: Hasil karakteristik simplisia daun katuk yaitu kadar air, abu total, abu tidak larut asam, sari larut air, sari larut etanol, susut pengeringan berturut-turut 8,26, 6,96, 0,87, 31,55, 26,59 dan 9,09%. Simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, antrakuinon, tanin, monoterpenoid/seskuiterpenoid, polifenolat serta triterpenoid. Hasil karakteristik formula nanopartikel terbaik meliputi persen transmitan 93,33%, ukuran partikel 209nm, dan potensial zeta -41,4mV. Sediaan nanogel yang dihasilkan berwarna kuning jernih, tidak berbau, homogen, pH 6,4-6,9, daya sebar 6,08-6,17cm, viskositas 3812-3846 cPs, stabil selama penyimpanan 1 minggu. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun katuk dapat diformulasikan dalam sediaan nanogel yang stabil selama penyimpanan dan memenuhi syarat evaluasi sifat fisik sediaan nanogel.
Dendrimer sebagai Sistem Penghantaran Obat Terapi Kanker Payudara Azmi Aziz; Aulia Fikri Hidayat; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15274

Abstract

Abstract. Breast cancer is one of the most common types of cancer in women and a leading cause of cancer-related deaths over the past two decades. Current breast cancer therapies using anticancer drugs face challenges such as non-specific toxicity, poor drug solubility, and low bioavailability. Dendrimers, as drug delivery systems, offer potential solutions to these issues. Dendrimers are branched polymers with controllable structures that allow for more effective and targeted drug delivery. This study aims to explore dendrimer synthesis, characterize dendrimers as potential breast cancer drug delivery systems, and evaluate their cytotoxicity against breast cancer cells. A systematic literature review of 11 journals revealed that dendrimers can be synthesized using the divergent method with base materials like NH₃ or ethylenediamine (EDA). Dendrimers are effective as drug delivery systems due to their spherical shape, size under 100 nm, loading efficiency of 61.8%, and low cytotoxicity in normal cells. However, they exhibit high cytotoxicity against cancer cells, with a cell viability of 27.1%. Abstrak. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum pada wanita dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker selama dua dekade terakhir. Terapi dengan obat antikanker menghadapi tantangan seperti toksisitas non-spesifik, kelarutan obat yang buruk, dan bioavailabilitas rendah. Dendrimer, sebagai sistem penghantaran obat, menawarkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Dendrimer adalah polimer bercabang dengan struktur yang dapat dikendalikan, memungkinkan pengiriman obat yang lebih efektif dan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sintesis, karakteristik, dan sitotoksisitas dendrimer terhadap sel kanker payudara. Melalui tinjauan pustaka dari 11 jurnal, ditemukan bahwa dendrimer dapat disintesis menggunakan metode divergen dengan bahan dasar seperti NH₃ atau etilendiamin (EDA). Dendrimer efektif sebagai sistem penghantaran obat dengan karakteristik bulat berukuran kurang dari 100 nm, efisiensi pemuatan 61,8%, dan sitotoksisitas rendah pada sel normal, namun menunjukkan sitotoksisitas tinggi terhadap sel kanker dengan viabilitas sel 27,1%.
Investigasi Pengaruh Daya RF terhadap Morfologi Silicon Nanowire pada Penumbuhan dengan Metode PECVD Hidayat, Aulia Fikri; Winata, Toto
Jurnal Fisika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i1.18811

Abstract

Silicon nanowire (SiNW) merupakan material berstruktur nano yang pemanfaatannya cukup luas, diantaranya yaitu sebagai material divais elektronik, sebagai material biosensor, dan sebagai sistem pembawa obat. Penumbuhan SiNW salah satunya dapat dilakukan dengan metode PECVD (plasma-enhanced chemical vapor deposition). Nikel digunakan sebagai katalis dalam penumbuhan SiNW pada penelitian ini. Lapisan tipis nikel diberi perlakuan annealing pada suhu 600°C selama 6 jam untuk memperoleh butiran nikel sebagai pemandu tumbuhnya nanowire. Penumbuhan SiNW dilakukan dengan metode PECVD dengan memvariasikan daya frekuensi radio (RF) reaktor sebesar 8 watt, 10 watt, dan 20 watt. Diameter rata-rata untuk daya 8 watt, 10 watt, dan 20 watt berturut-turut adalah 1143,17 nm; 1490,27 nm; dan 2605,26 nm. Morfologi permukaan dilihat dengan pencitraan scanning electron microscope (SEM). Rasio aspek wire dengan daya RF penumbuhan 8 watt, 10 watt, dan 20 watt diinvestigasi dengan pencitraan SEM penampang lintang dengan hasil berturut-turut sebesar 23,3; 3,13; dan 0,33.
Pengaplikasian Nanoteknologi dalam Terapi Gagal Ginjal Akut Putri Aulia Silvana; Aulia Fikri Hidayat
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3115

Abstract

Abstract. Acute kidney injury is a condition when kidney function decreases marked by decreased glomerular filtration rate and increased metabolic end products (BUN and creatinine). Currently, the treatment of acute kidney failure is still supportive, expensive and most of the drugs that have the potential to treat acute kidney failure are generally hydrophobic, easily degraded, low bioavailability, non-specifically targeting the kidney which causes increased side effects to other organs. Nanotechnology is the solution to this problem. Therefore, this study aims to determine the type and method of synthesis of nanoparticles for the treatment of acute kidney injury and to determine the effect of nanoparticles on the function of the renal biomarkers, namely BUN and creatinine. This research was conducted using a systematic literature review (SLR) method. Based on the results of the literature search, nanoparticles that can be used in the treatment of acute kidney failure include synthetic polymer nanoparticles, metallic liposomes, and carbon dots. Can be synthesized by sonication, hydrothermal, self-assembly, and high pressure application. It can also reduce BUN and creatinine levels.Abstrak. Gagal ginjal akut merupakan kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan ditandai dengan menurunnnya kadar filtrasi glomerulus dan meningkatnya produk akhir metabolisme (BUN dan kreatinin). Saat ini, pengobatan gagal ginjal akut masih bersifat suportif, mahal dan sebagian besar obat yang berpotensi dalam terapi gagal ginjal akut umumnya bersifat hidrofobik, mudah terdegradasi, bioavailabilitas rendah, tidak spesifik menargetkan ginjal yang menyebabkan efek samping ke organ lain meningkat. Nanoteknologi menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan metode sintesis nanopartikel untuk terapi gagal ginjal akut serta untuk mengetaui pengaruh nanopartikel terhadap biomarker fungsi ginjal yaitu BUN dan kreatinin. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic literature review (SLR). Berdasarkan hasil penulusuran pustaka, nanopartikel yang dapat digunakan dalam terapi gagal ginjal akut diantaranya yaitu nanopartikel polimer sintetik, metalik liposom, dan carbon dots. Dapat disintesis dengan metode sonikasi, hidrotermal, self-assembly, dan pemberian tekanan tinggi. serta dapat menurunkan kadar BUN dan kreatinin.
Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Asam Ferulat dan Turunannya dari Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) sebagai Inhibitor Enzim Tirosinase Fakih, Taufik Muhammad; Wisnuwardhani, Hilda Aprilia; Dewi, Mentari Luthfika; Ramadhan, Dwi Syah Fitra; Hidayat, Aulia Fikri; Prayitno, Robby
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.208-220.2021

Abstract

Enzim tirosinase merupakan enzim utama pada proses pembentukan pigmen melanin. Penghambatan aktivitas enzim tirosinase secara kompetitif maupun non-kompetitif menjadi kunci utama pengembangan agen pencerah kulit. Asam ferulat merupakan salah satu senyawa antioksidan yang kuat dan mampu melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV yang menginduksi stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi molekuler antara senyawa asam ferulat dari kulit buah nanas (Ananas comosus) dan turunannya dengan enzim tirosinase menggunakan motode dinamika molekuler. Molekul senyawa uji dimodelkan menggunakan perangkat lunak Quantum ESPRESSO v.6.6. Model terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Konformasi terbaik hasil penambatan molekuler kemudian dikonfirmasi stabilitasnya dengan simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Gromacs 2016.3. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler, senyawa asam iso-ferulat memiliki afinitas yang paling baik, yaitu dengan nilai energi bebas ikatan −25,06 kJ/mol dan memilki ikatan dengan logam seng (Zn) pada sisi aktif enzim tirosinase. Kemudian senyawa tersebut memiki stabilitas interaksi yang baik berdasarkan grafik RMSD, RMSF, Rg, SASA, RDF, dan H-Bond. Dengan demikian, senyawa asam iso-ferulat diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat inhibitor kompetitif dan non-kompetitif enzim tirosinase
Analisis, pengembangan, dan sertifikasi produk madu trigona hasil budidaya masyarakat Fakih, Taufik Muhammad; Hidayat, Aulia Fikri; Soewondo, Budi Prabowo; Darma, Gita Cahya Eka; Nuzulfikri, Rizki; Radina, Faqih; Prayitno, Robby
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19680

Abstract

Permasalahan pokok yang dihadapi oleh Desa Tenjolaya, yang menjadi mitra dalam Program Pengembangan Produk Unggulan Mitra (P3UM), melibatkan tantangan terkait praktik budi daya lebah madu serta mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT) dan Sertifikat Halal dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam rangka mencapai hasil yang diharapkan, rencana kegiatan P3UM telah dirancang dan melibatkan beberapa tahap penting, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengajuan produk yang telah bersertifikat, tahap pemantauan dan evaluasi aktivitas, serta tahap pelaporan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan tersebut, sejumlah pencapaian signifikan telah berhasil diperoleh. Pertama, melalui proses identifikasi lebah madu, spesies lebah tersebut diidentifikasi sebagai Tetragonula drescheri. Selanjutnya, dalam analisis kualitas madu dari sampel Madu Trigona, hasil menunjukkan bahwa produk ini memenuhi standar kualitas madu budidaya sesuai dengan ketentuan SNI 8664:2018. Selain itu, pelatihan dalam rangka membangun pengetahuan tentang Budidaya Lebah Madu Trigona diadakan, dengan fokus pada potensi wirausaha di bidang ini. Terakhir, produk Madu Trigona dinamai MAZALI dan telah melewati proses pengemasan serta berhasil mendapatkan SPP-PIRT dengan nomor pendaftaran P-IRT 1073204010491-27. Semua pencapaian ini mendukung aspirasi agar produk MAZALI mampu menjadi salah satu produk unggulan yang mewakili Desa Tenjolaya.