Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analyzing Knowledge Networks in Health Care through Collaborative Research Exploration Diki Prayugo Wibowo; Ria Mariani; Novian Aldo; Sulistyo Andarmoyo
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 10 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i10.293

Abstract

The exploration of collaborative research in healthcare is a dynamic and multifaceted endeavor, as evidenced by analysis of influential articles, citation patterns, and keyword frequencies. Davenport and Prusak's seminal work on knowledge management serves as a foundational foundation, emphasizing the critical role of effective knowledge utilization and sharing in collaborative healthcare research. This research explores linkages with other influential articles, including Scott's examination of social network analysis, Star and Griesemer's insights on institutional ecology, and Tranfield et al.'s methodology on evidence-based knowledge management. Further analysis extends to works on thematic analysis, inter-organizational collaboration, cancer genomics, and qualitative research methods, all of which contribute to a rich tapestry of collaborative healthcare research. Keyword analysis revealed thematic priorities, with a major focus on "Care" and "Experience", emphasizing the human dimension of healthcare. Challenges, technology and organizational aspects emerged as prominent themes, reflecting a holistic approach to collaborative exploration. The interplay between keywords such as "Dynamic", "Mechanisms", and "Performance" underscores the evolving nature of collaborative efforts and the need for strategic mechanisms to address challenges and improve performance. The analysis also highlights contemporary concerns, including the impact of the COVID-19 pandemic, barriers to collaboration, and the intersection of mental health and social media.
WORKSHOP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENULISAN ARTIKEL INTERNASIONAL TERINDEKS SCOPUS MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE Diki Prayugo Wibowo; Teguh Arifianto; Muhammad Umar Kelibia; Budi Mardikawati; Baiq Fina Farlina; Diah Afrianti Rahayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21712

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penulisan artikel internasional terindeks SCOPUS melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Dengan melibatkan 44 peserta dari berbagai kalangan, termasuk dosen, mahasiswa, dan guru, kegiatan pelatihan dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom pada tanggal 25 Oktober 2023. Metode penyampaian materi melibatkan sesi diskusi kelompok, demonstrasi praktis penggunaan teknologi AI, dan sesi tanya jawab interaktif. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan penulisan artikel internasional dalam mendukung reputasi institusi dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Metode pelatihan difokuskan pada penerapan teknologi AI dalam penelitian, dengan penekanan pada strategi penulisan yang terindeks SCOPUS. Hasilnya mencakup peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik-teknik penulisan artikel internasional dan kemampuan praktis mereka dalam memanfaatkan teknologi AI. Kegiatan ini bukan hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan pribadi peserta, tetapi juga menciptakan jejaring akademis yang luas dan dinamis.
Tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cibiru Diki Prayugo Wibowo; Andhika Lungguh Perceka; Nurani Ai Erlinawati; Muntasir Muntasir; Riski Dwi Prameswari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 7 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i7.13086

Abstract

Background: The prevalence of hypertension based on the results of blood pressure measurements in the population aged ≥18 years in Indonesia is 34.11%. Based on the Bandung City Health Service Profile, in the 10 biggest diseases in Bandung City, hypertension ranks third.Purpose: To determine the relationship between knowledge and public attitudes towards the incidence of hypertension.Method: A cross sectional design was used with the population being people aged between 30-70 years. Accidental sampling technique was used and the total sample was 81 people. Data collection uses a questionnaire. Data analysis used the chi square test.Results: The results showed that there was a significant influence between knowledge and the incidence of hypertension (p=0.002). There was a significant influence between attitude and the incidence of hypertension (p=0.043).Conclusion: People who have low knowledge are 4.7 times more likely to experience hypertension and people who have a negative attitude are 2.8 times more likely to experience hypertension.Suggestion: It is recommended that health workers educate the public about hypertension, efforts to prevent it and control hypertension.Keywords: Attitude; Hypertension; KnowledgePendahuluan: Prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk usia ≥18 tahun di Indonesia yaitu sebesar 34,11%. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Bandung, dalam 10 penyakit terbesar di Kota Bandung, penyakit hipertensi menempati urutan ketiga terbesar.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kejadian hipertensi.Metode: Desain cross sectional digunakan dengan populasi adalah masyarakat usia antara 30-70 tahun. Teknik accidental sampling digunakan dan jumlah sampel 81 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil: Didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p=0.002). Ada hubungan yang  signifikan antara sikap terhadap kejadian hipertensi (p=0.043).Simpulan: Orang yang memiliki pengetahuan rendah berpeluang 4.7 kali lebih besar mengalami hipertensi dan orang yang memiliki sikap negatif berpeluang 2.8 kali lebih besar mengalami hipertensi.Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hipertensi, upaya pencegahannya dan pengendalian hipertensi.
Pelatihan Pembuatan Parem dan Minuman Herbal Sebagai Peningkat Imunitas dan Peluang Usaha Mandiri Siti Uswatun Hasanah; Diki Prayugo Wibowo; Hesti Riasari; Sani Nurlaela
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2023): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i3.1767

Abstract

Conditions after the COVD-19 pandemic still require residents to maintain their immunity, one of which is by using family medicinal plants. Ginger plant is a traditional spice that is found in many areas. This community service activity aims to provide knowledge about the benefits of herbal plants as immune boosters and processing ginger spices to become herbal drink products and parem, as daily consumption. The method of activity is to provide counseling to residents and make products directly, along with packaging and brochures as product companions. As a result of community service activities, people get additional knowledge about herbal plants that can increase body immunity as well as get knowledge about simple ways to process herbal plants.
Phytochemical Screening And Antioxidant Activities Of Several Bamboo Leaves Species From Garut Indonesia Diki Prayugo Wibowo; Ahmad Wahid Muharom; Noviyanti Noviyanti; Ria Mariani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46935

Abstract

Tumbuhan kaya akan senyawa antioksidan yang memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang berkaitan dengan radikal bebas. Senyawa antioksidan tersebut umumnya disintesis sebagai metabolit sekunder. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan adalah bambu. Beberapa spesies bambu yang tumbuh di daerah Garut antara lain bambu kuning, bambu aur, dan bambu tali. Penelitian mengenai metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari daun bambu yang berasal dari Garut belum ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari daun ketiga spesies bambu tersebut. Penapisan fitokimia dilakukan dengan menggunakan beberapa pereaksi identifikasi, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa serbuk simplisia dan ekstrak daun bambu kuning, bambu aur, dan bambu tali mengandung senyawa fenol, saponin, dan steroid/triterpen. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak daun bambu kuning, bambu aur, dan bambu tali memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 51,64; 82,04; dan 76,67 µg/ml. Penelitian ini menunjukkan bahwa daun bambu kuning, bambu aur dan bambu tali yang berasal dari Garut memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan stres oksidatif.
Review: Antioxidant Activity Of Indonesian Banana Peels Ria Mariani; Noviyanti Noviyanti; Rahifa Inayah; Diki Prayugo Wibowo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50701

Abstract

Pisang merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kulit pisang, yang sering dianggap sebagai limbah, ternyata mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan yang signifikan. Aktivitas antioksidan dari kulit pisang telah banyak dilaporkan, termasuk kulit pisang dari Indonesia. Review ini membahas aktivitas antioksidan kulit pisang Indonesia serta kandungan senyawa aktif di dalamnya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terdapat ekstrak kulit pisang dari Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, antara lain ekstrak kulit pisang Ambon mentah, kulit pisang Barangan mentah, dan kulit pisang Muli. Penelitian juga menunjukkan bahwa kulit pisang yang masih mentah memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah matang, yang disebabkan oleh kandungan flavonoid dan tanin yang lebih tinggi. Potensi antioksidan dari kulit pisang terutama disebabkan oleh keberadaan flavonoid, saponin dan tanin yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas.
Review: Antibacterial Activity of Citrus Peel Against Staphylococcus aureus Ria Mariani; Diki Prayugo Wibowo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57725

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen yang ditemukan pada saluran pernapasan, pencernaan, dan urogenital. Bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan. Kulit buah jeruk mengandung metabolit sekunder penting dan minyak atsiri, meskipun biasanya dibuang sebagai limbah agroindustri. Salah satu manfaat kulit jeruk adalah aktivitas antibakterinya. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai aktivitas antibakteri kulit jeruk, termasuk terhadap S. aureus. Oleh karena itu, tujuan artikel review ini adalah untuk mengkaji aktivitas antibakteri kulit jeruk terhadap S. aureus. Artikel review ini mengumpulkan sejumlah studi ilmiah yang menunjukkan bahwa kulit jeruk memiliki potensi antibakteri yang menjanjikan terhadap S. aureus. Berbagai spesies jeruk, baik dalam bentuk ekstrak, fraksi, maupun minyak atsiri, mampu menghambat pertumbuhan S. aureus. Limonen merupakan salah satu komponen dalam minyak atsiri kulit jeruk yang berkontribusi terhadap aktivitas antibakterinya. Minyak atsiri kulit jeruk memiliki kemampuan membunuh sel S. aureus dengan cara menembus membran bakteri dan bekerja pada membran sel, sehingga menunjukkan potensinya sebagai agen antibakteri alami yang representatif.
Edukasi Berbasis Literasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Khasiat Rimpang Herbal Siti Uswatun Hasanah; Diki Prayugo Wibowo; Hesti Riasari; Sani Nurlaela Fitriansyah; Irma Erika Herawati
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2026): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i3.3225

Abstract

Medicinal plants can consist of herbs or specific parts of plants, such as spices commonly used in cooking. In today’s digital era, the dissemination of information regarding the use of herbal medicine plays an important role in public education. During the Industry 4.0 era, people can easily access various information independently through websites and online learning platforms. However, the utilization of local herbal plants remains relatively low due to limited public understanding of their potential as medicinal herbs. This community service activity aimed to improve the knowledge and understanding of the residents of Ciburuan Hamlet, Jingkang Village, Bandung Regency, regarding herbal plants, particularly the rhizomes of ginger, turmeric, aromatic ginger (kencur), and galangal (lengkuas). Education was carried out through interactive education sessions and brochure distribution. The methods included preliminary observation, interviews, and questionnaires. The results showed a significant increase in participants’ knowledge about the active compounds and pharmacological activities of herbal plants. Before the activity, most participants were unfamiliar with the bioactive components of herbal rhizomes and only knew their traditional uses. After the interactive session, all participants were able to recognize the chemical constituents and mechanisms of action of these herbs as antioxidants, antibacterials, and anti-inflammatory agents. This activity demonstrates that digital and visual literacy-based education can effectively enhance public awareness (83%) and confidence in using herbal medicine as an alternative for maintaining family health.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI Z YANG BERIMAN Novriyanti Lubis; Salma Annafiah; Diki Prayugo Wibowo; Salma Firyal Fadhilah; Awang Sudrajat; Riska Prasetiawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30365

Abstract

Abstrak: Generasi Z atau Gen Z merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012. Perkembangan pola pikir kritis adalah pada saat usia remaja. WHO menyebutkan penduduk dengan rentan usia 10-19 tahun menyumbangkan sebanyak 16% beban penyakit, cedera, dan gangguan mental emosional. Hal ini disebabkan oleh kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap penanggulangan kesehatan mental pada anak dan remaja. Kasus-kasus ini disebabkan oleh ketidaktahuan dan dan kurangnya kesadaran mengenai kesehatan mental. Penyuluhan ini dilakukan agar kondisi kesehatan mental remaja di MTS Babussalam yang berlokasi di Desa Barusuda Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat lebih baik lagi dan adanya peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan mental. Metode penyuluhan dilakukan melalui presentasi langsung. Total siswa yang berpartisipasi dalam peenyuluhan ini sebanyak 57 siswa. Instrumen yang digunakan dalam metode ini adalah lembar kuisioner. Hasil penyuluhan menunjukkan sebanyak 77,2% siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi diketahui telah paham terhadap pentingnya kesehatan mental pada remaja. Selain itu, pemahaman responden terhadap perilaku tidak baik bagi kesehatan mental yakni sebanyak 82,5% siswa dan sebanyak 75,4% siswa paham akan kondisi ketika kesehatan mental tidak baik. Diharapkan penyuluhan ini dapat menjadi landasan untuk mengetahui cara penanganan dalam kesehatan mental secara preventif dan promotif pada kesehatan jiwa remaja yang di dalamnya melibatkan di lingkungan sekolah termasuk guru dan teman sebaya sehingga remaja mampu memiliki faktor protektor yang baik dan mampu mengatasi masalah yang terjadi dengan adaptif.Abstract: The development of critical thinking is during adolescence. WHO states that the vulnerable population aged 10-19 years contributes as much as 16% of the burden of disease, injury and mental-emotional disorders. This is caused by a lack of education and public awareness of mental health management in children and adolescents. These cases are caused by ignorance and lack of awareness regarding mental health. This counseling was carried out to find out how students know about adolescent mental health at MTS Babussalam which is located in Barusuda Village, Cigedug District, Garut Regency, Total participating in this counseling were 57 students. The instrument used in this method is a questionnaire sheet. Data were analyzed with descriptive analysis techniques. The results of the counseling showed that 77.2% of the students who took part in the socialization activities were known to have understood the importance of mental health in adolescents. In addition, respondents' understanding of behavior that is not good for mental health, namely as many as 82.5% of students and as many as 75.4% of students understand the conditions when mental health is not good. It is hoped that this counseling can become the basis for knowing how to deal with preventive and promotive mental health in adolescent mental health which involves the school environment including teachers and peers so that adolescents are able to have good protective factors and are able to overcome problems that occur adaptively.