Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Editing Video Guru SMK Walisongo Dengan Adobe Premier Basworo Ardi Pramono; Galet Guntoro Setiaji; Ahmad Rifa'i
TEMATIK Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i2.2549

Abstract

The development of technology in this modern era is very fast, currently technology has provided many benefits in advancing in various aspects. This development is not only in a matter of years, months or days, but hours, even minutes or seconds, especially in relation to information and communication technology supported by electronic technology. The use of technology by humans to help complete work is a necessity in life. The development of this technology must also be followed by developments in Human Resources (HR). The concept of service will teach vocational teachers who have minimal knowledge in the field of video editing. The video editing training with Adobe Premiere is expected to be a learning tool to create content for the learning of Walisongo Vocational School teachers. This training activity is carried out at the Walisongo Vocational School Lab and is supported by a question and answer session, a practicum module will also be given to each training participant. The purpose of implementing this community service is to increase the creativity of the Walisongo Vocational School teachers who will create learning content for their students. From the implementation of community service, it is hoped that it can improve skills and creativity by using Adobe Premiere software, so that later when they create interactive and interesting learning content, either making videos to be given to students or uploaded on YouTube and they can have an in-depth understanding of multimedia, especially the field. video editing with adobe premiere.
Pelatihan Editing Video Guru SMK Walisongo Dengan Adobe Premier Basworo Ardi Pramono; Galet Guntoro Setiaji; Ahmad Rifa i
TEMATIK Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i1.2551

Abstract

The development of technology in this modern era is very fast, currently technology has provided many benefits in advancing in various aspects. This development is not only in a matter of years, months or days, but hours, even minutes or seconds, especially in relation to information and communication technology supported by electronic technology. The use of technology by humans to help complete work is a necessity in life. The development of this technology must also be followed by developments in Human Resources (HR). The concept of service will teach vocational teachers who have minimal knowledge in the field of video editing. The video editing training with Adobe Premiere is expected to be a learning tool to create content for the learning of Walisongo Vocational School teachers. This training activity is carried out at the Walisongo Vocational School Lab and is supported by a question and answer session, a practicum module will also be given to each training participant. The purpose of implementing this community service is to increase the creativity of the Walisongo Vocational School teachers who will create learning content for their students. From the implementation of community service, it is hoped that it can improve skills and creativity by using Adobe Premiere software, so that later when they create interactive and interesting learning content, either making videos to be given to students or uploaded on YouTube and they can have an in-depth understanding of multimedia, especially the field. video editing with adobe premiere.
PELATIHAN WEB CONTENT PRODUK UMKM PROPINSI JAWA TENGAH Atmoko Nugroho; Susanto Susanto; Basworo Ardi Pramono
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.3054

Abstract

Di Era Revolusi Industri 4.0 dimana internet mulai memiliki peranan   penting dalam setiap aspek kehidupan, terutama bidang usaha. Sehingga pelaku usaha berusaha untuk mengikuti perkembangan internet dan teknologinya agar tetap eksis dalam dunia usaha. Salah satunya adalah dengan pembuatan dan pengelolaan website.   Web content merupakan bagian dari pengelolaan website, oleh pengelola website, isi website (web content) akan diatur informasinya agar tidak ketinggalan. Tujuannya agar pengguna atau pelanggan mengetahui informasi terbaru dari pihak pemilik website.Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Propinsi Jawa Tengah tersebar di seluruh wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang dengan beragam jenis usaha produk ataupun jasa dan dengan sebaran usaha yang beragam. Pelaku usaha, khususnya UMKM tentunya harus bisa mengikuti perkembangan teknologi agar tidak kehilangan peluang usaha, oleh sebab itu perlu pelatihan promosi melalui web content.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN DESAIN GRAFIS INTERAKTIF DAN MENARIK BAGI SISWA MAN 1 SEMARANG MENGGUNAKAN CANVA Basworo Ardi Pramono; Susanto Susanto; Soiful Hadi
Jurnal DIMASTIK Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v1i1.6085

Abstract

Perkembangan teknologi informasi tidak hanya berperan dalam bidang bidang perekonomian, tapi juga bidang pendidikan. Dewasa ini setiap siswa di sekolah mulai diajarkan pelajaran teknologi informasi salah satunya adalah desain. Hal ini dilakukan agar dapat memenuhi permintaan industri akan generasi yang memiliki kemampuan presentasi yang baik dan interaktif dengan menerapkan teknologi informasi. Perkembangan teknologi semakin pesat dan maju, setiap orang diharapkan dapat mengerti teknologi sebagai penunjang segala aktivitas yang ada, begitupun dalam ranah pendidikan. Guru serta peserta didik dapat memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi salah satunya ialah aplikasi Canva. Canva merupakan aplikasi berbasis online dengan menyediakan desain menarik berupa template, fitu-fitur, dan kategori-kategori yang diberikan di dalamnya. Dengan desain yang beragam dan menarik, membuat proses pembelajaran menjadi tidak membosankan. Dengan menggunakan aplikasi Canva, guru dan siswa dapat mengajarkan ilmu pengetahuan, kreativitas, serta keterampilan yang akan didapatkan untuk peserta didik, sehingga media ini juga dapat dimanfaatkan dalam media presentasi. Dan kususnya para siswa dapat membuat presentasi yang interaktif dengan menggunakan canva.
PEMANFAATAN PARENTAL APP UNTUK PENGAWASAN ANAK DALAM MENGGUNAKAN GADGET DI SMP NEGERI 21 SURAKARTA Basworo Ardi Pramono; Pratama Angga Buana; susanto susanto
Jurnal DIMASTIK Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v1i2.7242

Abstract

Menurut data yang disampaikan oleh Situs web data Indonesia, pada tahun 2022, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah pengguna ponsel pintar atau gadget terbesar di dunia, mencapai 192,15 juta pengguna. Selain itu, jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal tahun 2022 mencapai 204,7 juta orang, meningkat dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi yang hanya sebanyak 150 juta orang. Pertumbuhan ini dapat diatribusikan kepada situasi pandemi COVID-19 yang memaksa masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah menggunakan gadget dan internet. Survei KPAI pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 79% anak menggunakan gadget bukan untuk keperluan belajar selama pandemi. Mayoritas kepemilikan gadget juga didominasi oleh anak-anak, di mana sebanyak 71,3% milik mereka sendiri, 17,1% dimiliki oleh orangtua, dan 11,6% merupakan kepemilikan bersama. Data tersebut menunjukkan potensi adanya kecanduan terhadap gadget dan internet pada anak-anak. Survei CNN Indonesia pada tahun 2020 mencatat bahwa 19,3% remaja dan 14,4% dewasa muda mengalami kecanduan internet. Pada tahun 2023, hasil riset dari data.ai yang dikutip oleh CNBC Indonesia dalam laporan "State of Mobile 2023" mengungkapkan bahwa anak-anak cenderung menghabiskan waktu 5-6 jam per hari di depan gadget, meningkat dari 3-4 jam pada tahun 2019. Mengingat hal ini, KPAI menekankan pentingnya peran orangtua dalam mengawasi dan mengontrol penggunaan gadget oleh anak-anak. KPAI juga menyadari risiko anak menjadi rentan terhadap informasi hoaks, konten negatif, atau bahkan menjadi korban atau pelaku kejahatan siber. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dan pengenalan tentang aplikasi pengawasan orangtua (parental app) kepada orangtua. Parental App adalah aplikasi yang dirancang untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan gadget oleh anak-anak. Salah satu contohnya adalah Kidsguard Pro, yang memungkinkan orangtua untuk melacak lokasi terakhir anak, memantau aktivitas di gadget secara real-time, membatasi akses ke aplikasi pada jam tertentu, dan memblokir situs web yang dianggap berbahaya tanpa pengetahuan anak. Diharapkan pengetahuan tentang aplikasi pengawasan ini dapat membantu orangtua dalam mengawasi dan mengontrol penggunaan gadget oleh anak-anak, serta mencegah terjadinya kecanduan gadget dan risiko kejahatan siber
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYUSUNAN KARYA TULIS MENGGUNAKAN MANAJEMEN REFERENSI DAN TOOLS AI BAGI SISWA SMAN 4 SEMARANG Nur Wakhidah; Basworo Ardi Pramono; Prind Triajeng Pungkasanti; Fajriannoor Fanani
Jurnal DIMASTIK Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v4i1.13668

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyusunan karya tulis siswa SMAN 4 Semarang melalui pemanfaatan manajemen referensi dan tools Artificial Intelligence (AI). Kegiatan diikuti oleh 25 peserta dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Tahap persiapan meliputi koordinasi tim, penyusunan materi, dan penyiapan instrumen evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pemaparan materi terkait karya tulis ilmiah, manajemen referensi, dan etika penggunaan tools AI, dilanjutkan dengan praktik langsung. Evaluasi monitoring dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal sebesar 73%, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 92%. Dengan demikian, terjadi peningkatan kemampuan peserta sebesar 18,8%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode pelatihan yang mengombinasikan pemaparan materi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran etika akademik siswa dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan terhadap peningkatan literasi akademik siswa.