Claim Missing Document
Check
Articles

Degradasi Kekuatan Beton Akibat Intrusi Mikroorganisme Hanafi Ashad; Amrinsyah Nasution; Iswandi Imran; Saptahari Soegiri
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 3 (2006)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2006.13.3.4

Abstract

Abstrak. Makalah ini merupakan hasil studi eksperimental perilaku degradasi kekuatan beton di bawah kondisi intrusif mikroorganisme. Media intrusi yang digunakan berupa air kelapa dengan proses fermentasi alamiah. Produksi dominan mikroorganisme dengan media ini adalah dari golongan jamur dan ragi. Mikroorganisme dapat berkembang di dalam beton karena tersedianya nutrisi berupa kapur bebas dari hasil sampingan proses reaksi. Mikroorganisme dalam aktivitasnya memproduksi asam sulfur (H2SO4) yang jika bereaksi dengan kalsium hidoksida (CaOH), dapat berakibat degradasi/penurunan kekuatan beton. Hasil penelitian menunjukkan beton mutu rendah lebih sensitif terhadap degradasi kekuatan akibat intrusi mikroorganisme. Degradasi kekuatan beton dalam interval waktu dua tahun dapat mencapai kehilangan kekuatan sampai 60% untuk fc' = 25 MPa, 50% untuk fc' = 40 MPa, dan sampai 33% untuk fc' = 60 MPa. Abstract. This paper presents the experimental study on concrete strength degradation under intrusive of microorganism. The intrusion media of coconut water with natural fermentation process produces microorganism with dominant elements are aspergillus niger and sacchromycode ludwigi. The microorganism may be well spread in concrete due to nutrition such as free lime from reaction process. The microorganism in its present in concrete produces sulfuric acid (H2SO4) and its reaction with calsium hydroxide (CaOH) causes strength reduction in concrete. Experimental result shows that for concrete of minimum strength, its strength degradation is more sensitive due to intrusion microorganism. The degradation in strength concrete may be of range 60% for concrete strength fc' = 25 MPa, 50% for fc' = 40 MPa, and 33% for fc' = 60 MPa.
Kontribusi Bubuk Slag Nikel di dalam Meminimalkan Dampak Intrusi Mikroorganisme terhadap Perilaku Fisik Material Beton Hanafi Ashad; Amrinsyah Nasution; Iswandi Imran; Saptahari Soegiri
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2008.15.1.1

Abstract

Abstrak. Makalah ini adalah hasil studi eksperimental mengenai  penggunaan limbah nikel di dalam meminimalkan dampak intrusi  mikroorganisme terhadap perilaku fisik pada material beton. Mikroorganisme yang diintrusikan ke dalam pori-pori beton adalah golongan jamur (Aspergillus niger) dan ragi (Sacchromycodes ludwigi). Kedua golongan mikroorganisme ini memproduksi zat organik yaitu asam asetat (CH3COOH) yang dapat bereaksi dengan senyawa kimia di dalam material beton, terutama senyawa kalsium hidroksida dan kalsium silikathidrat. Reaksi tersebut berdampak pada meningkatnya porositas, koefisien permeabilitas, dan hilangnya sebagian massa beton. Dampak intrusi mikroorganisme tersebut dapat diminimalkan dengan menggunakan 16% bubuk slag nikel. Untuk beton tanpa bubuk slag nikel, perilaku fisiknya cenderung mengikuti persamaan fungsi geometri, sedangkan pada beton 16% bubuk slag nikel cenderung mengikuti persamaan fungsi laju pertumbuhan jenuh.Abstract. This paper is presents the experimental study on use of nickel slag powder in the minimization intrusion impact of microorganism to physical properties of concrete materials. The intrusion of microorganism into concrete pores is fungus (Aspegillus Niger) and yeast (Sacchromycodes ludwigi) groups. Both types of this microorganism produce organic matter is acetate acid (CH3COOH) able to react with chemical compound in concrete materials, especially calcium hydroxide and calcium silicate hydrate compound. The reaction affect on the increasing of porosity, permeability coefficient, and loss masses of concrete. The effect of intrusion of microorganism can be minimized by use 16% nickel slag powder. For concrete without nickel slag powder, physical properties tend to follow equation of geometry function (power equation equation), while the concrete of 16% nickel slag powder as indicated by equation of saturated growth rate function.
Optimisasi Bubuk Slag Nikel dengan Sistem Ternary C-A-S Hanafi Ashad; Amrinsyah Nasution; Iswandi Imran; Saptahari Soegiri
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 3 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2008.15.3.4

Abstract

Abstrak. Makalah ini mengkaji tentang optimisasi bubuk slag nikel sebagai bahan substitusi parsial semen dengan sistem ternary C-A-S (CaO-Al2O3-SiO2). Optimisasi dilakukan untuk menentukan kadar bubuk slag nikel di dalam mengkonsumsi senyawa kalsium hidroksida produk sampingan reaksi hidrasi trikalsium silikat (C3S) dan dikalsium silikat (C3S) semen dengan air sehingga membentuk senyawa lain berupa kalsium silikat hidrat (CSH) sekunder. Dalam diagram fase sistem ternary C-A-S, prosentase optimum bubuk slag nikel ditentukan melalui titik perpotongan antara garis keseimbangan reaksi pozzolanik dengan garis pencampuran bahan semen dan bubuk slag nikel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan pendekatan diagram fase sistem ternary C-A-S tersebut, prosentase optimum bubuk slag nikel adalah 14,59%. Abstract. This papers study concerning optimization of nickel slag powder as substitution material to partial cement by C-A-S (CaO-Al2O3-SiO2) ternary system. Optimization conducted to determine procentage of nickel slag powder in the consuming calcium hydroxide compound as hydration product of tricalcium silicate (C3S) and dicalcium silicate (C2S) cement with water so that form secondary of calcium silicate hydrate (CSH) compound. By the phase diagram C-A-S ternary system, procentage of optimum nickel slag powder determined by intersection point between of balance line pozzolanic reaction and mixing line of material cement and nickel slag powder. Analysis result indicate that by approach of C-A-S ternary system, percentage optimum of nickel slag powder is 14,59%.
Pemodelan Retak pada Struktur Beton Bertulang Nuroji Nuroji; Mohamad Sahari Besari; Iswandi Imran
Jurnal Teknik Sipil Vol 17 No 2 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2010.17.2.3

Abstract

Abstrak. Paper ini menyajikan pemodelan retak pada struktur beton bertulang dengan menggunakan nonlinear finite element. Pemodelan retak yang digunakan dalam studi ini adalah discrete crack untuk mensimulasikan diskontinuitas regangan. Discrete crack dimasukkan ke dalam struktur ketika tegangan utama tarik pada titik nodal telah mencapai kuat tarik beton. Penerapan discrete crack ini hanya dilakukan jika hasil kombinasi tegangan didominasi oleh tegangan normal tarik. Meskipun demikian, jika tegangan utama tarik pada Gauss point telah melampaui tegangan tarik beton, retak diperlakukan sebagai retak tersebar dengan merubah perilaku material dari isotropik menjadi orthotropik. Untuk menggambarkan arah dan pola retak retak yang benar, pemasukan discrete crack ke dalam struktur tidak hanya dilakukan dengan melakukan pemisahan titik nodal yang tegangannya telah mencapai kuat tarik beton, tapi juga merotasi retak ke arah tegak lurus terhadap arah tegangan utama tarik dan menggeser titik nodal di ujung retak sejauh perambatan retaknya. Beberapa benda uji dengan kasus yang berbeda yaitu Beam J4 (Burns and Siess 1962), Beam OA (Bresler dan Scordelis 1963) dan Beam A4 (Ahmad et al. 1986). dianalisis untuk memvalidasi model. Model ini bukan hanya mampu menunjukkan bahwa respon struktur dari model sangat mendekati hasil pengujian eksperimental, tapi juga dapat menggambarkan pola retak yang benar.Abstract. This paper presents a crack model for reinforced concrete structures by using nonlinear finite element method. The crack model used in this study is a discrete crack to simulate strain discontinuity, Discrete cracks are inserted into the structure when the principal tensile stress of nodes have reached the tensile strength of concrete. Insertion of discrete cracks into the structure is only performed when resulting stress combinations are dominated by normal tension stress. Nevertheless, if the principle tension stress on a Gauss point has exceeded the tensile strength of concrete, the craks is treated as a smeared crack with a change in material behavior from one isotropic to another orthotropic character. To find the appropriate direction and pattern of cracks, insertion of discrete cracks into the structure is not only performed by node separation at nodes which have reached the tensile strength of concrete, but also by rotation of the crack perpendicular to the direction of the principle tension stress and dragging the crack-tip node as far as the crack has propagated. Some specimens with different cases e.i Beam J4 (Burns and Siess 1962), Beam OA (Bresler dan Scordelis 1963) and Beam A4 (Ahmad et al. 1986) were analyzed to validate the model. The model is not only able to shows that the structure response is very close to the experimental test, but also can describe the proper crack pattern.
Studi Eksperimental Penggunaan Tulangan Pengekang Tidak Standar yang Dimodifikasi pada Kolom Persegi Beton Bertulang Anang Kristianto; Iswandi Imran; Made Suarjana
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.3.1

Abstract

Abstrak. Salah satu persyaratan penting untuk konstruksi tahan gempa yang terkait dengan pengekangan adalah pemasangan tulangan pengekang dengan kait gempa 1350 pada sengkang. Dalam pelaksanaannya banyak pelaksana konstruksi menggunakan tulangan pengekang dengan kait 900 atau dengan konfigurasi dobel C (tidak sesuai standar). Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan beberapa catatan dari kejadian gempa di Indonesia akhir-akhir ini, pemasangan tulangan pengekang yang tidak sesuai standar untuk kolom beton bertulang menghasilkan kinerja yang buruk sebagai struktur tahan gempa. Makalah ini memaparkan hasil eksperimen yang bertujuan mengembangkan elemen tambahan (pen-binder) untuk meningkatkan efektivitas pengekangan kolom beton dengan tulangan pengekang yang tidak sesuai standar. Efektivitas dari tambahan elemen untuk meningkatkan kinerja pengekangan pada beberapa konfigurasi tulangan pengekang yang tidak standar ini diuji dengan beban aksial dan lateral siklis. Benda uji berjumlah 5 buah kolom, dimensi penampang 260 mm x 260 mm dan tinggi 1500 mm. Variabel pengujian adalah jenis material pen-binder,level beban aksial dan sudut kait yang digunakan dalam tulangan pengekang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modifikasi terhadap tulangan pengekang tidak standar efektif mengekang inti beton, meningkatkan daktilitas dan kemampuan disipasi energikolom benda uji.Abstract. One of the important requirements for earthquake resistant buildings associated with confinement is the use of seismic hook (135-degree hook) in hoop. Therefore, in practice many construction workers use confining reinforcement 90-degree hook or with double C configuration (code non-compliance). Based on some research and some records of recent earthquakes in Indonesia, the use of the code non-compliance confining reinforcement for reinforced concrete columns can result in structures with poor seismic performance. This paper presents the results of experimental study with an objective to develop an additional element (pen-binder) expected to improve the effectiveness of concrete columns confined with non-compliance confining reinforcement. The effectiveness of  this additional element in improving the performance of some configuration of non-compliance confining reinforcement in columns under axial and lateral cyclic loading was investigated in this study.The specimens tested in the study were 5 column specimens, with 260 mm x 260 mm in cross section and 1500 mm in height. The test variables were types of pen-binder material, level of axial load, angle of hook applied. The test results indicate that confining reinforcement modification can be effective in confining the core concrete, improving ductility and dissipation energy of column specimens.
Studi Eksperimental Perilaku Hubungan Pelat-Kolom terhadap Kombinasi Beban Gravitasi dan Lateral Siklis Riawan Gunadi; Bambang Budiono; Iswandi Imran; Ananta Sofwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.2

Abstract

Abstrak. Struktur flat slab digunakan secara luas pada bangunan gedung karena beberapa kelebihan dalam aspek struktural maupun arsitektural. Disamping kelebihan tersebut, terdapat kelemahan yang mengakibatkan perilaku yang tidak ideal pada saat struktur menerima kombinasi beban gravitasi dan lateral. Kelemahan tersebut terdapat pada hubungan pelat-kolom, dimana tegangan lentur dan geser terakumulasi sebagai resultan dari beban gravitasi dan momen tak imbang yang disebabkan oleh beban lateral seperti halnya gempa. Untuk mengatasi masalah tersebut, terutama di daerah gempa potensial seperti halnya sebagian besar wilayah Indonesia, perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan perilaku hubungan pelat-kolom. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian yang dilaksanakan dengan tiga benda uji berskala 1:2 dari model hubungan pelat-kolom interior yang dirancang dengan ukuran, material, dan detail yang sama, kecuali detail tulangan gesernya. Benda uji pertama, yang digunakan sebagai spesimen kontrol, menggunakan stud rail standar yang dirancang dengan mengacu standar ACI. Benda uji kedua dan ketiga menggunakan stud rail dengan modifikasi detail. Semua benda uji diujidengan beban gravitasi konstan yang dimodelkan dengan blok-blok beton dan simpangan lateral siklis yang mencakup respon elastis sampai inelastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi stud rail secara signifikan meningkatkan perilaku hubungan pelat-kolom khususnya dalam hal kekakuan dan disipasi energi. Abstract. Flat slab structures are widely used for buildings because of its advantages both in structural and architectural aspects. Besides its advantages, there is a weakness leads to a poor structural behavior under combined gravity and lateral load. The weakness is concentrated in slab-column connections, where flexural and shear stresses are accumulated as a resultant of gravity load and unbalanced moment caused by lateral load such as earthquake. To solve the problem, especially in potential earthquake zone such as most of the Indonesia region, it is necessary to conduct researches to improve slab-column connections behavior. This paper reports the result of research conducted using three specimens of half scaled interior slab-column connection sub-assemblages designed using simillar dimensions, materials, and details, except the shear reinforcement details. The first specimen, constructed as a control specimen, used standard stud rails designed to comply with ACI codes. The second and third specimens used modified stud rail details. All specimens were subjected to a constant gravity load simulated by concrete blocks and cyclic lateral displacements ranging from elastic to inelastic responses. The experimental results show that modification of the stud rails significantly improves the specimen behavior especially the stiffness and energy dissipation.
Perilaku Histeretik Subassemblage Balok-Kolom Interior Prategang Parsial Reactive Powder Concrete dalam Pemodelan Finite Element Siti Aisyah Nurjannah; Bambang Budiono; Iswandi Imran; Saptahari Sugiri
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.2

Abstract

Abstrak. Penelitian mengenai beton di beberapa negara telah menghasilkan suatu jenis beton Ultra High Performance Concrete (UHPC) yang memiliki kekuatan, daktilitas, modulus elastisitas, dan durabilitas tinggi, yang disebut Reactive Powder Concrete (RPC). Penelitian struktur yang menggunakan material RPC di berbagai negara telah memperlihatkan kinerja yang lebih baik daripada struktur yang terbuat dari Normal Concrete (NC) ataupun High Performance Concrete (HPC) dalam menahan beban baik monotonik maupun siklik. Hasil penelitian struktur bermaterial RPC yang menahan beban siklik memperlihatkan bahwa perilaku histeretik struktur cukup baik. Dalam penelitian ini, dilakukan penelitian material RPC dan pemodelan struktur dengan metode finite element non-linier (MFE-NL). Hasil pengujian material merupakan bagian dari input pemodelan struktur subassemblage balok-kolom interior prategang parsial (S-RPC) dengan MFE-NL Sebagai pembanding, terdapat model subassemblage balokkolom interior prategang parsial yang menggunakan material NC (S-NC). Untuk menganalisis perilaku histeretik model, terdapat beberapa model S-RPC dan S-NC dengan variasi nilai Partial Prestressed Ratio (PPR). Analisis hasil pemodelan memperlihatkan keunggulan kinerja dan perilaku histeretik semua model S-RPC dibandingkan dengan model S-NC dalam hal daktilitas, disipasi energi, kekakuan, dan kekuatan. Dari hasil pemodelan, terdapat nilai PPR optimum untuk model S-RPC yang berkisar antara 21,39% sampai dengan 37,34%. Sedangkan, nilai PPR optimum untuk model S-NC adalah 34,15%.Abstract. Research on concrete in some countries has produced a concrete type of Ultra High Performance Concrete (UHPC) which has the strength, ductility, modulus of elasticity, and high durability, namely Reactive Powder Concrete (RPC). Research on structural engineering using RPC material in various countries have shown better performance than structures made of Normal Concrete (NC) or High Performance Concrete (HPC) in resisting both monotonic and cyclic loads. Research showed that structures using RPC that resisted cyclic loading had an appropriate hysteretic performance. In this study, research was conducted using RPC material and structure modeling with non-linear finite element method (NL-FEM). The material test results were used as parts of the input of the interior partial prestressed beam-column subassemblage structures (S-RPC) modelled using the NL-FEM. As a comparison, there were models of interior partial prestressed beam-column subassemblage used NC materials (S-NC). To analyze the hysteretic behavior of the models, there were variations of Partial Prestressed Ratio (PPR) values of S-RPC and S-NC models. Analysis of modeling results showed superior performance and better hysteretic behavior of all S-RPC models compared with the S-NC models in terms of ductility, energy dissipation, stiffness, and strength. From the modeling results, there were optimum PPR values of the S-RPC models which ranged between 21.39% and 37.34%. Meanwhile, the optimum PPR value of S-NC model was 34.15%.
Studi Eksperimental Penggunaan Pen-Binder dan FRP Sebagai Perkuatan Tulangan Tidak Standar Pada Kolom Lingkaran Anang Kristianto; Yosafat Aji Pranata; Iswandi Imran
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.7

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan kekuatan yang terjadi pada spesimen kolom lingkaran beton bertulang dengan tulangan pengekang tidak standar yang diberi perkuatan pen-binder dan perkuatan FRP. Benda uji berupa kolom lingkaran dengan diameter 190 mm dan tinggi 480 mm dengan mutu beton 15 MPa. Benda uji terdiri dari 4 jenis yaitu kolom dengan tulangan sengkang spiral, kolom dengan tulangan tidak standar/lingkaran, kolom dengan tulangan tidak standar yang diberi perkuatan pen-binder dan kolom dengan tulangan tidak standar dengan perkuatan FRP. Untuk setiap jenis kolom dibuat 3 buah benda uji yang sama. Pengujian dilakukan dengan uji tekan konsentris hingga kolom mengalami kegagalan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pen-binder dan FRP pada tulangan pengekang tidak standar memberikan peningkatan kapasitas aksial berturut-turut sebesar 18% dan 58% dari kolom dengan tulangan spiral. Pen-binder dapat digunakan sebagai solusi perkuatan sederhana untuk tulangan pengekang tidak standar dan lebih ekonomis daripada FRP.AbstractThis study was conducted to evaluate the increasing strength of circular reinforced concrete column specimens with non-compliance confinement reinforcements strengthened by pen-binder and FRP. The test specimens were circular column 190 mm diameter and 480 mm height with 15 MPa concrete strength. The test specimens consist of 4 types of columns where there is a column with spiral reinforcement, columns with non compliance reinforcements, a column with non-compliance reinforcement strengthened by pen-binder and columns with non-compliance reinforcements strengthened with FRP reinforcement. Three specimens were made for each type of column. The axial concentric test was done until the column specimen failure. Test results showed that the use of pen-binder and the FRP with non-compliant confining reinforcement improved axial capacity by 18% and 58% respectively as compared to the columns with spiral reinforcements. Pen-binder can be used as a simple solution for non compliant confining reinforcement strengthening and more economical than FRP. 
Zonasi Hazard Gempa Bumi untuk Wilayah Jakarta Delfebriyadi -; Masyhur Irsyam; Bigman M Hutapea; Iswandi Imran; Asrurifak -
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.2.7

Abstract

AbstrakBeberapa kejadian bencana gempa bumi yang melanda Indonesia dalam satu dekade ini telah dijadikan isu sangat penting yang mengharuskan pemerintah untuk memitigasi dampak bencana alam tersebut ke depan. Salah satu upaya untuk meminimalkan kerusakan dan kerugian dari bencana gempa bumi dilakukan dengan memetakan hasil pengukuran hazard gempa di suatu kawasan dengan mempertimbangkan karakteristik gempa, pengaruh geologi dan kondisi tanah lokal. Makalah ini mepaparkan studi mikrozonasi di wilayah Jakarta. Analisa respons dinamik tanah dikerjakan dengan program NERA. Hasil studi yaitu peta zonasi hazard gempa bumi berdasar pendekatan yang diadopsi oleh DRM-World Institute for Disaster Risk Management.AbstractSeveral damaging earthquakes occured in the last decades in Indonesia have alerted the government to mitigate future damages due to earthquake. One of method to minimize the damages is by performing seismic hazard assessment and risk evaluation as the hazard zonation with respect to ground motion characteristics taking into account sources, local geological and soil conditions. This paper performs a microzonation study for Jakarta. Local site effects are assessed by carrying out ground response analysis performed with the NERA routines. The zonation maps are produced with respect to ground shaking intensity in accordance with the manual proposed by World Institute for Disaster Risk Management.
Penilaian Kerentanan Seismik pada Jembatan Box Girder Beton Prategang Menerus Bentang Majemuk Eksisting melalui Pengembangan Kurva Fragilitas Analitik Daony Roha Silitonga; Iswandi Imran
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.7

Abstract

Pengembangan kurva fragilitas merupakan salah satu metode penilaian kerentanan jembatan terhadap beban gempa yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan kemampuan layan jembatan selama dan pasca gempa. Kurva fragilitas menunjukkan nilai probabilitas terjadinya suatu tingkat kerusakan pada struktur jembatan akibat suatu intensitas gempa, sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi kerusakan dan menentukan level kinerja jembatan. Studi ini mengembangkan kurva fragilitas untuk Jembatan Box Girder-Beton Prategang-Menerus-Bentang Majemuk eksisting yang berlokasi di Jakarta, dengan studi kasus pada Jembatan JLNT Tendean. Pengembangan kurva fragilitas mengacu kepada standar HAZUS. Kurva fragilitas dikembangkan dengan melakukan Non-Linear Time History Analysis (NLTHA) pada Model Analisis 3D Jembatan menggunakan program MIDAS CIVIL 2011. Input beban gempa pada NLTHA berupa serangkaian ground motion spesifik situs Jakarta, yang telah diskalakan terhadap Respon Spektra Target baik pada kondisi Beban Gempa Rencana Jakarta maupun pada berbagai level intensitas gempa. Tingkat kerusakan struktur jembatan akibat suatu intensitas gempa ditentukan dari respon seismik hasil NLTHA, berdasarkan nilai parameter kinerja jembatan - NCHRP 440 (2013). Kurva fragilitas yang dihasilkan menunjukkan bahwa Jembatan JLNT Tendean berpotensi mengalami tingkat kerusakan menengah akibat Beban Gempa Rencana, dengan kategori level kinerja "Life Safety". Tingkat kerusakan runtuh dengan probabilitas terlampaui 50%, akan terjadi pada kejadian gempa dengan PGA sebesar 1.18g. Dengan demikian, dari studi ini dapat disimpulkan bahwa Jembatan JLNT Tendean memiliki fragilitas seismik yang rendah. The development of fragility curve is one of method to assess the bridge vulnerability to seismic loading in order to ensure bridge"Ÿs safety and serviceability during and after an earthquake. Fragility curve describes the probability of a bridge reaching or exceeding a particular damage state for a given ground motion Intensity Measure (IM). Therefore, it can be used to identify bridge"Ÿs potential damage and performance level at certain level of seismic intensity. This study presents the fragility curve development of an existing Multi Span Continuous-Prestressed Concrete-Box Girder-Highway Bridge, namely JLNT Tendean, which is located in Jakarta. The development of fragility curve refers to HAZUS standard. The fragility curve is developed by performing Non-Linear Time History Analysis (NLTHA) on 3D analytical bridge model using MIDAS CIVIL 2011 program. A suite of Jakarta"Ÿs site-specific ground motion, which has been scaled both to Seismic Design Load and various level of seimic intensity Target Response Spectrums, will be used as seismic load input. Based on bridge performance parameters refer to NCHRP 440 (2013), the bridge"Ÿs structural Damage States due to various earthquake loadings, are defined from the seismic responses resulted from NLTHA. The developed fragility curve shows that moderate damage state can occur at JLNT Tendean due to Seismic Design Load, and the performance level is categorized as "Life Safety". The complete damage state with 50% probability of exceedance can occur on seismic event with PGA of 1.18g. Based on this study, it is concluded that the JLNT Tendean has low seismic vulnerability.
Co-Authors -, Asrurifak Adhijoso Tjondro Adhijoso Tjondro Agus Himawan Alatas, Idrus Muhamad Amrinsyah Nasution Amrinsyah Nasution Amrinsyah Nasution Amrinsyah Nasution Anang Kristianto Ananta Sofwan Ananta Sofwan Ananta Sofwan Anggadinata, Yusmar Antonius Antonius Antonius Antonius Arif Hidayat Aris Aryanto Asrurifak - Asrurifak, Muhammad Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Budiono Bambang Sunendar Bambang Sunendar Bambang Suryoatmono Bigman M Hutapea Bigman M. Hutapea Budiono, Bambang Budiono, Bambang Burhanuddin Burhanuddin Daony Roha Silitonga Delfebriyadi Delfebriyadi, Delfebriyadi Dionysius M. Siringoringo Ediansjah Zulkifli Editia, Rakhma Nur Elvira Elvira Erwin Lim Hanafi Ashad Hanafiah, Hanafiah Hartasurya, Pasca Herlien D Setio Herwani . Hudaya, Chairul Hutapea, Bigman M Hutapea, Bigman M. Ivindra Pane Ivindra Pane Ivindra Pane Ivindra Pane James Michael Johnny Setiawan Kamaruddin, Samira Albati Binti Kartawiria, Andi Kurnia Setiadi Kurniawan, Yusrizal Lim, Erwin Made Suarjana Maharani, Yusuf Manurung, Ardita Elias Masyhur Irsyam Mikhail, Reguel Mohamad Sahari Besari Mohamad Sahari Besari, Mohamad Sahari Muhammad Asrurifak Muslinang Moestopo Nazir, Ramli Bin Nuroji Nuroji Partogi H. Simatupang, Partogi H. Pranata, Yosafat Aji Purwoko, Agus Raden Mariana Sari Badriah Remigildus Cornelis Ria Ananda Riawan Gunadi Ronald Simatupang Sabara, Akhmad Ilham Ramadhan Saptahari Soegiri Saptahari Soegiri Saptahari Soegiri Saptahari Soegiri, Saptahari Saptahari Sugiri Saptahari Sugiri Setiawan, Muhammad Hariyadi Shinsuke Yamazaki Siswantono, Siswantono Siti Aisyah Nurjannah, Siti Aisyah Sugiri, Saptahari Sugiri, Saptahari Sunara Purwadaria Supriadi Supriadi Veby Citra Simanjuntak Wanda Lestari Wibawa, Sholeh Hendra Wibowo, Prasetyo Arief Wihardja, Thavera Yosafat Aji Pranata Yulita Arni Priastiwi