Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Aktifitas Fisik Berhubungan dengan Risiko Jatuh pada Lansia Ratna Agustiningrum; Ambar Winarti; Setianingsih Setianingsih; Suyami Suyami; Ihda Khusnawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.3.2023.645-654

Abstract

Lansia adalah seorang individu yang masuk dalam kelompok rentan karena mengalami degenerasi sel sehingga terjadi penurunan kemampuan pada sistem musculoskeletal. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan aktivitas fisik yang dikaitkan dengan faktor risiko terjadinya jatuh pada lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasi cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dan diperoleh 77 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner GPAQ dan lembar observasi TUGT. Analisa data menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah mayoritas lansia berjenis kelamin laki-laki (50,6%), dengan rerata usia 66,19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 44,2% lansia dalam kategori aktivitas fisik tingkat sedang dan sebanyak 53,2% lansia dalam kategori dengan resiko jatuh mostly independent. Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan hasil p=0,000, r=0,614. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dengan hubungan kuat ke arah positif yang artinya semakin rendah aktivitas fisik lansia maka semakin tinggi risiko jatuh pada lansia.
Hubungan Komorbiditas Dengan Kesembuhan Pasien Covid-19 Arlina Dhian Sulistyowati; Setianingsih Setianingsih; Devi Permatasari; Cahyo Pramono; Agnes Oktaviasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (SARSCoV-2) Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 yang disebakan oleh Coronavirus. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak yang telah menemukan penyakit penyerta (komorbid) sebagai faktor risiko keparahan, dan kematian pasien Covid-19. Prevalensi kasus konfirmasi Covid-19 yang tinggi  dan cenderung meningkat menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara komorbiditas atau penyakit penyerta dengan kesembuhan pasien Covid-19 di RSUD Wonosari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Jenis data yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dimana data yang akan digunakan adalah data yang sudah ada atau data yang sudah jadi. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 509 pasien dengan sampel berjumlah 224 orang dengan komorbiditas yang dikaji, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden berusia 61 tahun. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 125 (55,8%). Hasil penelitian menunjukan tingkat kematian tinggi yaitu dengan total 185 orang. Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan uji Chi Square didapatkan nilai (p-value :  0,002). Kesimpulan terdapat hubungan antara komorbiditas dengan kesembuhan pasien Covid-19.
STUDI KOMPARASI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DENGAN RESIKO GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN KLATEN Setianingsih Setianingsih; Yohana Lifa Ekowati; Retno Yuli Hastuti
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i1.22

Abstract

Kemiskinan, pendidikan, pekerjaan merupakan faktor–faktor sosial ekonomiyang menjadi faktor resiko dari kesehatan mental emosional. Adanya gangguanmental emosional akan mengakibatkan gangguan pada perkembangan anak danakan mempengaruhi dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui mengetahui hubungan status sosial ekonomiorang tua dengan resiko gangguan mental emosional pada anak usia prasekolah diKabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparasikatagorik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anakusia prasekolah di kabupaten Klaten. Responden penelitian ini sebanyak 77responden dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner, teknik analisis data menggunakan uji statistik ChiSquare. Hasil penelitian status sosial ekonomi rendah yang memiliki resikogangguan mental emosional sebesar 16 anak (20,8%), normal 22 anak (28,6%)dan status sosial ekonomi tinggi memiliki resiko gangguan mental emosionalsebesar 7 anak (29,9%), normal 32 anak (70,1%). Hasil uji chi squaremenunjukkan ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan resikogangguan mental emosional pada anak usia prasekolah (p value = 0,039 (p <0,05)). Kesimpulan status sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan denganresiko gangguan mental emosional pada anak usia prasekolah di KabupatenKlaten.
Peningkatan Kapasitas Preceptor dalam Pembelajaran Preceptorship di Rumah Sakit Solo Raya Setianingsih Setianingsih; Istianna Nurhidayati; Sri Sat Titi; Retno Yuli Hastuti; Saifudin Zukhri; Daryani Daryani
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 04 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i04.830

Abstract

Preceptorship is a clinical learning process that aims to help students in their new role to acquire initial competencies in a short period of time. Preceptors are often faced with many demands but they are not well prepared to accomplish these demands. Capacity building of preceptors is an effort for clinical supervisors by providing specialized training for the practice of nursing professional education. This activity aims to ensure harmony and readiness in the nursing professional education process. This capacity building is expected to improve the ability of preceptors to provide guidance to nursing students so that students on the practice field can achieve competence in each phase. Capacity building for preceptors was carried out at Politeknik Insan Husada Surakarta on March 16-17, 2023 with 43 participants. This capacity building increases preceptor knowledge with a significance value of 0.000 (α < 0.005). Participants actively participated in the activity and could immediately play an active role in the role play. Role play was carried out by dividing participants into 5 groups. The materials presented in this activity include effective communication in pre and post conferences, Bed Side Teaching, Journal and Presus Analysis, Mini Cex and DOPS. The ability to facilitate students in learning in the clinic is seen when preceptors do role play. Preceptors can perform their roles very well.
ENHANCING MATERNAL SELF-EFFICACY IN COMPLEMENTARY FEEDING THROUGH HEALTH EDUCATION: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Fitriana Noor Khayati; Setianingsih Setianingsih; Chori Elsera; Dita Tri Wahyuningsih
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/386hpw02

Abstract

Providing good nutrition aims to reduce stunting rates. Giving complementary foods is also influenced by the mother's self-efficacy. It is hoped that education for mothers can increase their self-efficacy in providing complementary foods. This research aimed to determine the effect of education on maternal self-efficacy in providing complementary foods to children aged 6-24 months. The method used was Quasi-experimental with one group pretest-posttest design. It was conducted in Jiwan Village, Karangnongko District, Klaten Regency. The population is mothers who have children under five in Jiwan Village with a total of 224 people. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 29 mothers. The intervention was education, using brainstorming and lecture methods and audiovisual media and booklets. The analysis used is the Wilcoxon test with a confidence level of 95%. The average self-efficacy score before education was 55.86 ± 5.36 and the score after education was 58.79 ± 7.03 an increase in the average mother's self-efficacy score in providing complementary foods. The results show that the Z count is -3.109 and the sig is 0.002. This shows that it is less than 0.05 (5% error rate), so it can be concluded that there is a difference in self-efficacy results before and after education on giving complementary foods. It is hoped that the education program for providing complementary foods will be implemented sustainably with the development of educational media.
Peningkatan Kapasitas Guru BA KBBA Basin III Melalui Edukasi Kesehatan Skrining Tumbuh Kembang Anak Usia Pra Sekolah setianingsih setianingsih; Istianna Nurhidayati; Fitriana Nugraheni
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v3i01.1518

Abstract

Health education with the theme of developmental screening of pre-school children is a necessity, so that teachers have adequate knowledge and skills. SDIDTK is a basic and very easy effort to detect early delays in child development. Through early detection, deviations in children's growth and development can be seen. PAUD as a place of formal education for early childhood, the second place of growth and development stimulation after the family. To know the development that children have achieved, regular assessment of growth and development is needed so that it can be detected early and early stimulation and intervention can be carried out. So it is important for teachers to know about how to screen for early detection and intervention of child growth and development. With the implementation of health education on pre-school children's growth and development screening in BA Basin, it is proven to increase teachers' knowledge of screening and early detection of children's growth and development. The average knowledge before the health education was 10.71 points increased to 14.15 points.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK PRASEKOLAH TAMAN KANAK KANAK DI DESA POGUNG CAWAS Setianingsih; Endang Sawitri; Apriani T
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v17i2.376

Abstract

Abstrak Latar Belakang .Anak usia prasekolah sendiri adalah anak yang rentang usianya antara 4 sampai dengan 6 tahun. Penggunaan gadget merupakan salah satu faktor perkembangan personal sosial anak tidak diberi kebebasan dalam menggunakan gadget. Perkembangan Personal sosial adalah aspek yang berhubungan dengan kemapuan kemandirian dan bersosialisai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan personal sosial anak prasekolah Taman Kanak Kanak Di Desa Pogung Cawas. Metode :Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi ini adalah anak yang berada di Taman Kanak Kanak Pogung Cawas. Responden penelitian ini sebanyak 88 responden yang diperoleh dengan tekhnik total sampling dan jumlah sampel 77 responden. Instrumen dengan menggunakan koesioner dan DDST II. Analisa data bivariat menggunakan uji Kendal Tau. Hasil penelitian anak terbanyak berjenis kelamin laki-laki (55,8%), rerata usia 5,41 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 68,8% anak menggunakan gadget rendah dan 81,8% anak perkembangan personal sosial yang normal. Hasil uji Kendall Tau menunjukkan ada hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan personal sosial p =0,014 sehingga p < α(0.05). Kesimpulan pengguaan gadget memiliki hubungan yang signifikan dengan perkembangan personal sosial anak prasekolah di Taman Kanak kanak di Desa Pogung Cawas Kata Kunci : Pra sekolah, Gadget, Perkembangan Personal Sosial
GAMBARAN MOTIVASI IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA PERENG,PRAMBANAN, KLATEN Endang Sawitri; Setianingsih; Rizky Setya Tama
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 18 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v18i2.935

Abstract

Immunization is essential for the baby's body to be immune to disease. Basic immunization data for October 2021 in Klaten district: new complete basic immunization coverage reached 58.4% of the target of 79.1%. Parents or mothers of babies in the villages of Pereng, Prambanan, and Kladen have not had the awareness to participate actively in the baby immunization activities carried out at each posyandu. The huge support of the baby's family is required to immunize the baby. The purpose of this study is to fi nd out the motivation of mothers to give basic immunization to babies in the villages of Pereng, Prambanan, and Klaten. Quantitative- descriptive research design The population in this study was the total of mothers who had a baby between 0 and 12 months, totaling 31. Sampling technique using total sampling. Data collection tool using a questionnaire. Characteristically, the respondents were 31.3 years of age; the last education of the most respondents was up to the high school level of 19 people; the most common job is that of a housewife, with a total of 24 respondents. The most motivated mother in giving basic immunization to the baby has sufficient motivation (48%).
Student Satisfaction and Learning Outcomes for the Pediatric Nursing Course Through Project Based Learning Fitriana Noor Khayati; Setianingsih Setianingsih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.1883

Abstract

Educational institutions organize education to prepare students to have knowledge, attitudes, and psychomotor skills. The learning process is organized to achieve Graduate Learning Outcomes which refers to the Indonesia's national qualifications framework. The learning process is interactive, holistic, integrative, scientific, contextual, thematic, effective, collaborative and student-centered. Therefore it is necessary to choose a learning strategy that is in accordance with the learning achievements of graduates. Objective: This study aims to determine student satisfaction and learning outcomes in the Pediatric Nursing Course through Project Based Learning (PjBL). Method: This research design is a type of quantitative descriptive research. The population in this study were students from Diploma Nursing Program in Universitas Muhammadiyah Klaten. The population of this study was 350 students, while the research participants were 107 students. The participants were students from Diploma Nursing Program who are currently taking Pediatric Nursing courses. Sampling technique was total sampling. Data collection used a questionnaire designed by the researcher. The data were then analyzed using univariate analysis. Results: Most of them got learning outcomes A, namely as many as 51 people (47.7%) and student satisfaction was mostly very satisfied, namely as many as 90 people or 84.1%. Conclusions: After participating in PjBL activities, student learning outcomes were very good and student satisfaction was very satisfied.
IMPLEMENTASI KULIAH PAKAR MULTIMODAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG ASUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Suyami Suyami; Setianingsih Setianingsih; Fitriana Noor Khayati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.2899-2906

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memerlukan pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif, komunikatif, serta berpusat pada anak dan keluarga. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki pengetahuan yang memadai untuk memberikan pelayanan yang aman dan inklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang asuhan anak berkebutuhan khusus melalui kuliah pakar berbasis multimodal. Kegiatan dilaksanakan pada 123 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan metode edukasi berupa kuliah pakar dan diskusi interaktif menggunakan media presentasi dan video animasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa rerata nilai pre-test sebesar 52,5 meningkat menjadi 95,5 pada post-test, dengan penurunan standar deviasi dari 7,2 menjadi 3,8. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan multimodal efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Pembelajaran yang mengintegrasikan media visual dan audiovisual membantu mahasiswa memahami materi secara lebih konkret dan sistematis. Dengan demikian, kuliah pakar berbasis multimodal dapat menjadi strategi edukasi inovatif dalam penguatan kompetensi mahasiswa keperawatan pada topik anak berkebutuhan khusus