Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aktifitas Fisik Berhubungan dengan Risiko Jatuh pada Lansia Ratna Agustiningrum; Ambar Winarti; Setianingsih Setianingsih; Suyami Suyami; Ihda Khusnawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.3.2023.645-654

Abstract

Lansia adalah seorang individu yang masuk dalam kelompok rentan karena mengalami degenerasi sel sehingga terjadi penurunan kemampuan pada sistem musculoskeletal. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan aktivitas fisik yang dikaitkan dengan faktor risiko terjadinya jatuh pada lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasi cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dan diperoleh 77 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner GPAQ dan lembar observasi TUGT. Analisa data menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah mayoritas lansia berjenis kelamin laki-laki (50,6%), dengan rerata usia 66,19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 44,2% lansia dalam kategori aktivitas fisik tingkat sedang dan sebanyak 53,2% lansia dalam kategori dengan resiko jatuh mostly independent. Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan hasil p=0,000, r=0,614. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dengan hubungan kuat ke arah positif yang artinya semakin rendah aktivitas fisik lansia maka semakin tinggi risiko jatuh pada lansia.
Hubungan Komorbiditas Dengan Kesembuhan Pasien Covid-19 Arlina Dhian Sulistyowati; Setianingsih Setianingsih; Devi Permatasari; Cahyo Pramono; Agnes Oktaviasari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (SARSCoV-2) Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 yang disebakan oleh Coronavirus. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak yang telah menemukan penyakit penyerta (komorbid) sebagai faktor risiko keparahan, dan kematian pasien Covid-19. Prevalensi kasus konfirmasi Covid-19 yang tinggi  dan cenderung meningkat menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara komorbiditas atau penyakit penyerta dengan kesembuhan pasien Covid-19 di RSUD Wonosari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Jenis data yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dimana data yang akan digunakan adalah data yang sudah ada atau data yang sudah jadi. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 509 pasien dengan sampel berjumlah 224 orang dengan komorbiditas yang dikaji, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden berusia 61 tahun. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 125 (55,8%). Hasil penelitian menunjukan tingkat kematian tinggi yaitu dengan total 185 orang. Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan uji Chi Square didapatkan nilai (p-value :  0,002). Kesimpulan terdapat hubungan antara komorbiditas dengan kesembuhan pasien Covid-19.
STUDI KOMPARASI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DENGAN RESIKO GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN KLATEN Setianingsih Setianingsih; Yohana Lifa Ekowati; Retno Yuli Hastuti
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i1.22

Abstract

Kemiskinan, pendidikan, pekerjaan merupakan faktor–faktor sosial ekonomiyang menjadi faktor resiko dari kesehatan mental emosional. Adanya gangguanmental emosional akan mengakibatkan gangguan pada perkembangan anak danakan mempengaruhi dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui mengetahui hubungan status sosial ekonomiorang tua dengan resiko gangguan mental emosional pada anak usia prasekolah diKabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparasikatagorik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anakusia prasekolah di kabupaten Klaten. Responden penelitian ini sebanyak 77responden dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner, teknik analisis data menggunakan uji statistik ChiSquare. Hasil penelitian status sosial ekonomi rendah yang memiliki resikogangguan mental emosional sebesar 16 anak (20,8%), normal 22 anak (28,6%)dan status sosial ekonomi tinggi memiliki resiko gangguan mental emosionalsebesar 7 anak (29,9%), normal 32 anak (70,1%). Hasil uji chi squaremenunjukkan ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan resikogangguan mental emosional pada anak usia prasekolah (p value = 0,039 (p <0,05)). Kesimpulan status sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan denganresiko gangguan mental emosional pada anak usia prasekolah di KabupatenKlaten.
Peningkatan Kapasitas Preceptor dalam Pembelajaran Preceptorship di Rumah Sakit Solo Raya Setianingsih Setianingsih; Istianna Nurhidayati; Sri Sat Titi; Retno Yuli Hastuti; Saifudin Zukhri; Daryani Daryani
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 04 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i04.830

Abstract

Preceptorship is a clinical learning process that aims to help students in their new role to acquire initial competencies in a short period of time. Preceptors are often faced with many demands but they are not well prepared to accomplish these demands. Capacity building of preceptors is an effort for clinical supervisors by providing specialized training for the practice of nursing professional education. This activity aims to ensure harmony and readiness in the nursing professional education process. This capacity building is expected to improve the ability of preceptors to provide guidance to nursing students so that students on the practice field can achieve competence in each phase. Capacity building for preceptors was carried out at Politeknik Insan Husada Surakarta on March 16-17, 2023 with 43 participants. This capacity building increases preceptor knowledge with a significance value of 0.000 (α < 0.005). Participants actively participated in the activity and could immediately play an active role in the role play. Role play was carried out by dividing participants into 5 groups. The materials presented in this activity include effective communication in pre and post conferences, Bed Side Teaching, Journal and Presus Analysis, Mini Cex and DOPS. The ability to facilitate students in learning in the clinic is seen when preceptors do role play. Preceptors can perform their roles very well.
Hubungan Perilaku Merokok dengan Memori Jangka Pendek pada Remaja Setianingsih Setianingsih; Romadhoni Tri Purnomo; Ninda Lilis Qotifah; Agus Murtono
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v10i2.872

Abstract

Smoking behavior is a bad habit that is often encountered in everyday life. Considered as a problem that can interfere with the development of adolescents in the future and these changes affect the behavior of children in the community, besides that it can interfere with health and risk factors of a non-communicable disease. This is a problem throughout the world both developed and developing countries. This study aims to determine the relationship of smoking behavior with short-term memory in class X teenagers at SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. This study uses a descriptive correlational design with a cross sectional approach. The population of this research is teenage boys (16-19 years). The research respondents were 135 students who were obtained by purposive sampling technique in accordance with the inclusion criteria in the study. Data collection instruments used questionnaires and digit span tests. Bivariate data analysis uses the Kendall Tau test. The results of this study averaged age of 61.43 years. The results showed moderate smoking behavior (34.1%), short-term memory in adolescents at SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara is weak memory (52.6%). Kendall Tau test results show there is a relationship between smoking behavior with short-term memory in adolescents p value 0.00 (p <0.05). The conclusion between smoking behavior has a relationship with short-term memory in adolescents at SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. Keywords : Smoking Behavior, Short Term Memory, Teenagers
ENHANCING MATERNAL SELF-EFFICACY IN COMPLEMENTARY FEEDING THROUGH HEALTH EDUCATION: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Fitriana Noor Khayati; Setianingsih Setianingsih; Chori Elsera; Dita Tri Wahyuningsih
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/386hpw02

Abstract

Providing good nutrition aims to reduce stunting rates. Giving complementary foods is also influenced by the mother's self-efficacy. It is hoped that education for mothers can increase their self-efficacy in providing complementary foods. This research aimed to determine the effect of education on maternal self-efficacy in providing complementary foods to children aged 6-24 months. The method used was Quasi-experimental with one group pretest-posttest design. It was conducted in Jiwan Village, Karangnongko District, Klaten Regency. The population is mothers who have children under five in Jiwan Village with a total of 224 people. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 29 mothers. The intervention was education, using brainstorming and lecture methods and audiovisual media and booklets. The analysis used is the Wilcoxon test with a confidence level of 95%. The average self-efficacy score before education was 55.86 ± 5.36 and the score after education was 58.79 ± 7.03 an increase in the average mother's self-efficacy score in providing complementary foods. The results show that the Z count is -3.109 and the sig is 0.002. This shows that it is less than 0.05 (5% error rate), so it can be concluded that there is a difference in self-efficacy results before and after education on giving complementary foods. It is hoped that the education program for providing complementary foods will be implemented sustainably with the development of educational media.