Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberian Asam Sulfat dan Hot Water Treantmet Sebagai Upaya  Pematahan Dormansi Pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria) Rochmadian Istika Suspramirda; Nanang Dwi Wahyono; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/43ywwe48

Abstract

Pendahuluan. Tanaman sengon memiliki nama latin Paraserianthes falcataria L Nilsen. Tanaman sengon masuk dalam familia leguminosae dengan subfamily Mimosoidae. Sengon merupakan tanaman serbaguna, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang bervariasi. Sengon memiliki berbagai manfaat dari daun sampai akar bisa digunakan Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember, dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) Faktorial. Dengan perlakuan Kosentrasi H2SO4 H0 0% atau tanpa perlakuan. H1 0,5% H2 1% H3 1,5% dan perlakuan Suhu air W0 Suhu air normal atau tanpa perlakuan W1 50oc W2 60oc W3 70oc. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil Dan Diskusi. Parameter, kecepatan kecambah dan indeks vigor Penggunakan H2SO4 pada pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor Tidak terdapat interaksi antara penggunakan metode HWT dan metode perendaman H2SO4. Kesimpulan. Penggunakan H2SO4 dan HWT pematahan dormansi tidak berpengaruh nyata pada kecepatan berkecambah dan indeks vigor.
Strategi Pengembangan Kawasan Agribisnis Ikan Gurami Di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Abdilah Mudzakir; Tanti Kuastiari; Nanang Dwi Wahyono
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kawasan agribisnis ikan gurami, mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi, merumuskan alternatif strategi serta menentukan strategi prioritas dalam pengembangan kawasan agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang dilakukan pada bulan Juni-September 2025, dengan menggunakan teknik analisis Statistical Descriptive Analysis, SWOT dan QSPM. Hasil Statistical Descriptive Analysis menunjukkan bahwa kawasan termasuk kategori berkembang dan memiliki potensi yang baik, namun perlu adanya peningkatan terutama pada dari aspek rantai pasok, literasi keuangan dan kapasitas manajerial, serta pendampingan teknis dari pemerintah. Hasil identifikasi faktor internal menunjukkan bahwa kekuatan utama pada sumberdaya air yang memadai dan kelemahan utama pada akses teknologi, sedangkan hasil identifikasi faktor eksternal menunjukkan bahwa peluang utama pada ketersediaan sumber pakan non-komersial dan ancaman terbesar pada harga pakan yang terus mengalami kenaikan. Hasil analisis matriks IE menunjukkan bahwa posisi usaha kawasan pada strategi menjaga dan mempertahankan, dengan cara penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil analisis SWOT menghasilkan formulasi 9 strategi alternatif. Hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas pengembangan kawasan agribisnsi ikan gurami di Kecamatan Umbulsari yakni optimalisasi lahan, air dan pengalaman budidaya melalui pembiayaan dan kemitraan.
Consumer Preferences for Tobacco Waste Diversification in Na Oogst Jember Cigars Nanang Dwi Wahyono; Dewi Kurniawati; Avisenna Harkat; Mohammad Edwinsyah Yanuan Putra; Fredy Eka Ardhi Pratama; Aditya Wahyu Winadi Atmajaya
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol. 26 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/bpsosek.v26i2.1511

Abstract

The high demand for cigarettes yearly produces tobacco waste in the form of unused tobacco leaf stalks. Tobacco leaf stalks have high burning power and sufficient calorific value to produce heat energy, so that tobacco leaf stalks can be used as a mixture of cigarettes and as a substitute for cloves. The purpose of this study is to utilize tobacco waste, especially tobacco leaf stalks, as a mixture of cigarettes to analyze consumer diversification of tobacco waste and to improve consumer preferences for Hand-Rolled Cigarettes (SKT) with a mixture of tobacco leaf stalks—this research as conducted in March-August 2024 using a quantitative method with a non-probability sampling sample data source. The data sources for this study are secondary data and primary data. The total population of respondents is 25 people. This research is based on consumer preferences for the attributes of Taste, Flavor, strength, smoke texture, and taste. The data analysis method employed was multiple linear regression using software and the Quality Function Deployment (QFD) method. The study revealed that tobacco waste affected taste, flavor, strength, smoke texture, and aftertaste. The results of the software analysis tool showed a significant joint influence of 0.423 on each attribute of consumer preferences. The attributes that have a significant partial effect are flavor and aftertaste attributes. Consumer preference assessment using QFD analysis can affect product quality attributes after taste, which need improvement to meet consumer preferences. Fulfillment of product quality attributes after taste that needs improvement are sweet and bitter attributes at the end.
Penerapan Metode Six Sigma dengan Tahapan DMAIC dalam Upaya Mengurangi Defect pada Produksi Cerutu Johnny Short Robusto nurazizah nur; Nanang Dwi Wahyono; Rizal Rizal
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 02 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Dwipa Nusantara Tobacco merupakan salah satu industri pengolahan tembakau di Kabupaten Jember yaitu berupa produk cerutu.  Dalam praktik operasionalnya, perusahaan menghadapi berbagai permasalahan kualitas yang berdampak langsung terhadap performa produk dan persepsi konsumen.  Permasalahan ini masih terdapat produk defect atau produk cacat terutama pada produk jenis Johnny Short Robusto (Short Filler) yang sering sekali dilakukan pembuangan sekitar 8% bahkan hingga 15% dari total produksi bulanan. Pendekatan Six Sigma digunakan pada penelitian ini dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control) dan mencakup   Implementasi Kaizen selama fase perbaikan. Empat kategori kritis terhadap CTQ yakni defect cerutu ekras, cerutu kopong, cerutu bentuk tidak bulat, dan cerutu pecah.  asil perhitungan menggunakan indikator Defect per Million Opportunities (DPMO) menunjukkan nilai sebesar 42.598,79, yang berarti menghasilkan tingkat sigma sebesar 3,2, sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja proses produksi cerutu Johnny Short Robusto masih berada pada level rata-rata industri di Indonesia. Pengendalian yang dapat dilakukan dengan  mengatur komposisi dan pendistribusian scrap agar kebih merata; melakukan sortasi binder berdasarkan ketebalan (tebal dan tipis); melakukan sortasi scrap dari gagang tembakau, kerikil, atau benda lainnya; dan pemeriksaan kualiatas dilakukan secara berkala pada setiap tahapan produksi.
Design and Techno-Economic Evaluation of a Solar Photovoltaic Groundwater Pumping System for Irrigation and Rural Water Supply in Punjab, India Muhammad Zurhalki; Najib Hassan; Andika Prasetiadi; Xinhui Wang; Joydip Saha; Nanang Dwi Wahyono
AMPLITUDO : Journal of Science and Technology Innovation Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/amplitudo.v5i1.603

Abstract

Diesel-powered groundwater pumping remains common in Indian agriculture, contributing to high fuel use, costs, and greenhouse gas emissions. With rising irrigation demand and groundwater stress, an accelerated transition to low-emission irrigation technologies is increasingly urgent. This study assesses the technical and economic feasibility of replacing diesel-powered pumping with a solar photovoltaic (PV) system in Punjab, India. A 10 kWp PV system was found to reliably meet irrigation demand for one hectare of paddy cultivation and typical domestic water needs under seasonal variability. Life Cycle Cost and Break-Even analyses over a 15-year horizon show substantially lower costs than diesel pumping, with a break-even point in the first year under a replacement scenario. The PV system also reduces operational emissions by approximately 4.6 t CO₂e per rice growing season, supporting sustainable irrigation transitions in groundwater-dependent regions
Good Manufacturing Practices Evaluation in the Na Oogst Cigar Industry Center of Jember Regency: A Case Study of CV. Dwipa Nusantara Tobacco Nanang Dwi Wahyono; Kurniawan Muhammad Nur; Mohammad Mirza Pratama; Dyah Kusuma Wardani; Aditya Wahyu Winadi Atmajaya; Fredy Eka Ardhi Pratama
Jurnal Manajemen Agribisnis dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jmaa.v5i2.145

Abstract

Good Manufacturing Practices (GMP) are essential for maintaining product safety, hygiene, and consistency in the cigar manufacturing industry. This study evaluates the level of GMP compliance at CV. Dwipa Nusantara Tobacco, one of the key producers in the Na Oogst Cigar Industry Center of Jember Regency, and identifies areas requiring improvement to enhance product quality and competitiveness. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and checklist assessments based on the Ministry of Industry Regulation No. 75/M-IND/PER/7/2010 and BPOM RI (2012). The evaluation identified three non-conformities-one minor related to inadequate handwashing facilities and two major involving the absence of laboratory testing for nicotine content and incomplete product labeling. The company achieved Level II GMP compliance, indicating that while most standards are met, several aspects still require corrective action. Recommended improvements include providing complete sanitation facilities, conducting regular laboratory nicotine analyses, and updating product labels to meet health regulation requirements. These measures are expected to strengthen GMP adherence, ensure consumer safety, and enhance the sustainability and reputation of the cigar industry in Jember Regency, a leading center for Na Oogst tobacco-based products.
Pemanfaatan Limbah Bulu dan Kotoran Domba untuk Meningkatkan Keberdayaan Peternak melalui Pendekatan Agribisnis Terpadu di Domsky Farm Kabupaten Jember Muksin; Nur Latifatul Laeli; Sri Sundari; Bagus Putu Yudhia Kurniawan; Nanang Dwi Wahyono; Tanti Kustiari
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v5i1.71

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan potensi usaha dan pemberdayaan peternak domba di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember melalui pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi peternak ialah penanganan limbah bulu dan kotoran domba yang belum optimal sehingga menimbulkan pencemaran dan hilangnya peluang ekonomi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi teknis, dan pendampingan langsung di Peternakan Domsky Farm. Inovasi dilakukan dengan mengubah bulu domba menjadi media tanam aquaponik serta memanfaatkan kotoran domba sebagai media budidaya cacing tanah (vermicomposting). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peternak dalam pengelolaan limbah, perbaikan sanitasi kandang, dan munculnya diversifikasi usaha baru. Program ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi melalui produk pupuk organik dan media tanam alternatif. Model pemberdayaan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik peternakan serupa.
Pemberdayaan Teaching Factory Nutrition Care Center Dalam Meningkatkan Pelayanan Gizi Kepada Masyarakat Demiawan rachmatta putro mudiono; Indah Muflihatin; Andri Permana Wicaksono; Nanang Dwi Wahyono; Waridad Umais Al Ayyubi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v2i1.2024.36-43

Abstract

Health is one of the sectors that has rapidly advanced through the application of information and communication technology (ICT) under the concept of e-Health. Nutrition services at the Teaching Factory Nutrition Care Center (TeFa NCC) are still conducted manually, requiring technological innovations to enhance efficiency and accessibility. This community service aims to digitalize nutrition services to facilitate public access to information and support staff operations more effectively. The method involves a participatory approach with three main steps: application development, socialization, and monitoring and evaluation to improve the quality of nutrition services and user satisfaction. The development of the Android-based E-Stagi application has proven successful in increasing service efficiency, with 34% of users finding the application very easy to operate. Monitoring results also indicate that the application simplifies data management for staff and provides easier access to nutrition information for the public compared to traditional methods. Despite technical challenges and user unfamiliarity, further training and application updates are necessary to optimize its utilization.