Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN LUKA BERAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA (Analisis Putusan Nomor : 179/Pid.B/2023/PN Psb) Nur Insani; Muhammad Hatta; Johari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2025): (April)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i2.21694

Abstract

Penganiayaan adalah sengaja menyebabkan rasa sakit atau cedera pada orang lain. Namun suatu tindakan yang menyebabkan rasa sakit atau cedera pada orang lain, tidak bisa dianggap sebagai penganiayaan jika perbuatan itu dilakukan untuk meningkatkan keselamatan tubuh. Pengaturan mengenai tindak pidana penganiayaan di atur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 351 sampai Pasal 358, penganiayaan yang menimbulkan luka berat di atur dalam Pasal 351 Ayat ( 2) seperti kasus pada Putusan Nomor 179/Pid.B/2023/PN Psb. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan hukum dan dasar pertimbangan hakim dalam putusan perkara Nomor 179/Pid.B/3023/PN Psb. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan kasus, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap para terdakwa pada Putusan Nomor 179/Pid.B/2023/PN Psb masih terdapat kekurangan dan ketidakadilan terhadap pertimbangan hakim dan penjatuhan pidana terhadap terdakwa. Terutama dalam alat bukti Visum Et Revertum yang menyatakan bahwa terdapat luka terbuka di jari ke empat kaki kiri korban yang di akibatkan oleh benda tumpul. Kemudian jaksa penuntut umum menuntut terdakwa dengan Pasal 351 Ayat (2) KUHP yaitu penganiayaan yang menyebabkan luka berat, seperti yang di jelaskan dalam Pasal 90 KUHP. Berdasarkan semua fakta persidangan bahwa luka yang di alami terdakwa bukan merupakan luka berat dan tidak memenuhi unsur- unsul Pasal 351 Ayat (2) KUHP dan Pasal 90 KUHP yang menjelaskan tentang luka berat. Penerapan dan pertimbangan hukum pada putusan Nomor 179/Pid.B/2023/ PN terdapat ketidaktepatan dalam penerapan pasal ini sehingga terdapat ketidaksesuaian antara perbuatan yang dilakukan dengan sanksi yang di berikan.
The Effect of Elderly Gymnastics on the Level of Independence of Daily Activities in the Community Nur Insani; Esa Zahirah; Susanti Delina
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 2 No. 3 (2025): September, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v2i3.203

Abstract

Aging is a natural process characterized by a decrease in physical, psychological and social functions, which often affects the independence of the elderly in carrying out daily activities. One of the efforts to maintain the independence of the elderly is through regular and appropriate physical activities, such as elderly Gymnastics. Purpose: this study aims to determine the effect of elderly Gymnastics on the level of independence in daily activities in the elderly in the community. Methods: this study uses quantitative design with quasi-experiment pretest-posttest approach. Samples of 30 elderly were taken by purposive sampling from an elderly community in the working area of Ambacang Padang Health Center. Intervention in the form of elderly Gymnastics is carried out for 4 weeks with a frequency of 3 times a week. Data were collected using the ADL (Activities of Daily Living) instrument and analyzed using the Wilcoxon test. Results: the results showed a significant increase in the elderly independence score after participating in gymnastics (p = 0.001). Before the intervention, most of the elderly were at a mild to moderate level of dependence, while after the intervention, the majority showed complete independence in carrying out daily activities such as bathing, dressing, eating, to walking. Implications: elderly Gymnastics is an effective, easy-to-perform, and routinely feasible intervention in public health programs to support the quality of life and independence of the elderly. Conclusion: elderly Gymnastics has a significant positive effect on increasing the independence of the daily activities of the elderly in the community.
Pemanfaatan Modul Pengasuhan Positif (Modifikasi Triple-P) dan Skrining Perkembangan Anak Melalui Parent Evaluation Developmental Status Monalisa; Nur Insani; Reta Renylda
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.188

Abstract

Masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya pola pengasuhan positif dan belum optimal dalam melakukan deteksi dini perkembangan anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pengasuhan positif, melaksanakan skrining perkembangan anak usia dini menggunakan instrumen Parents’ Evaluation of Developmental Status (PEDS), serta menyusun rencana tindak lanjut program secara berkesinambungan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Penyengat Olak, Kabupaten Muaro Jambi, dengan melibatkan 150 ibu balita, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta perangkat desa. Metode pelaksanaan meliputi edukasi pengasuhan positif berbasis Modifikasi Positive Parenting Program (Triple-P), pembentukan kelompok orang tua pendukung, pelatihan tenaga kesehatan mengenai penggunaan PEDS, dan pelaksanaan skrining perkembangan anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu, terbukti dari perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Sebagian besar anak (90.8%) berada pada kategori risiko rendah, sedangkan 9.2% anak berada pada risiko sedang, terutama pada aspek bahasa, perilaku, dan motorik halus. Kesimpulan pengabdian bahwa berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang pengasuhan positif, melaksanakan skrining perkembangan anak usia dini dengan PEDS, serta menyusun rencana tindak lanjut program secara berkesinambungan.