Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Citra Taylor Swift pada Tahun 2016-2021 Magdeline Priscilia Purwanto; Astri Yogatama; Inri Inggrit Indrayani
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra yang dimiliki Taylor Swift sebagai musisi dan publik figur pada tahun 2016 – 2021. Sebagai sosok yang hidup di hadapan publik, dengan kelangsungan karir Swift. Peneliti menggunakan metode historiografi untuk mengetahui citra berkaitan erat bagaimana citra Taylor Swift pada tahun 2016-2021 dalam dua media massa pilihan yang memotret citra Taylor Swift sebagai musisi dan publik figur: Billboard.com dari sisi musik dan Buzzfeed.com dari sisi personal. Data dalam penelitian ini adalah berbagai pemberitaan Taylor Swift pada 2016-2021 pada Billboard.com dan Buzzfeed.com. Hasil analisis data menujukkan citra terbentuk dari faktor eksternal dan internal, lagu sebagai medium pembawa pesan dalam strategi komunikasi, komunikator yang efektif memahami publiknya, komunikasi verbal dan non-verbal memegang peranan penting, serta citra personal yang negatif tidak selalu berujung pada citra profesional yang negatif pula. Relasi antara Swift dan publiknya mengalami dinamika yang tidak lepas dari peran Entertainment Public Relations (PR) dan pemberitaan media. Dalam proses berkembangnya citra, peneliti menemukan elemen pembentuk citra, jenis citra, dan restorasi citra yang saling mempengaruhi dalam citra itu sendiri.
Strategi Komunikasi Amerta Land Dalam Mengimplementasikan Program “Member Get Member” Audrey Zabrina Silas Darmawan; Inri Inggrit Indrayani; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program promosi “Member Get Member” merupakan bentuk program promosi terbesar dalam Amerta Land dan diadakan setiap tahunnya secara berkelanjutan. Program promosi sudah diadakan sejak tahun 2011 dan hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Komunikasi yang digunakan oleh Amerta Land dalam mengimplementasikan “Member Get Member” pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dan teknik wawancara. Adapun pada penelitian ini, objektif dan keberhasilan suatu program diukur melalui traffic customer yang menjadi member mencapai target. Dengan hanya menggunakan media promosi offline dan hanya menggunakan tiga jenis promosi yaitu iklan, direct marketing, dan personal selling, Amerta Land berhasil mengkomunikasikan program promosi ini dengan berhasil mencapai target mereka.
Efektivitas Pesan #MenujuKulitSehat di Instagram Harletté terhadap Followers Instagram Harletté Felicia Clairine Ariella; Inri Inggrit Indrayani; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas merupakan ukuran hasil kerja tugas atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Sebuah usaha dapat dikatakan efektif ketika usaha tersebut mencapai tujuannya karena efektivitas dapat dipahami sebagai taraf tercapainya sebuah tujuan. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengukuran efektivitas pesan #MenujuKulitSehat di Instagram Harletté terhadap followers Instagram Harletté. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode penelitian e-survei. E- survey dibagikan pada 100 responden yang merupakan followers Instagram Harletté dengan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori S-O-R (Stimulus- Organisme-Respon), efektivitas, dan komunikasi pemasaran. Hasil akhir dari penelitian ini secara keseluruhan adalah pesan #MenujuKulitSehat yang disampaikan oleh Harletté di Instagram tidak efektif karena ada market Harletté yang belum terjangkau.
Opini Pelanggan Millennial Kota Surabaya Tentang Brand Image Indihome Paska Gangguan Jaringan Internet Dea Ardina Paraditha; Inri Inggrit Indrayani; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini pelanggan millennial Kota Surabaya tentang brand image Indihome paska gangguan jaringan internet JaSuKa. Gangguan jaringan internet JaSuKa ini telah menjadi perhatian publik karena kejadian ini menyebabkan jaringan internet Indihome di hampir semua wilayah Indonesia terutama di Kota Surabaya. Namun di tengah kasus ini, terdapat perbedaan opini masyarakat ada yang menganggap penyebab gangguan jaringan ini merupakan karena dampak alam sehingga akan sulit di hindari. Namun, ada juga yang tidak setuju bahwa hal ini wajar karena sebagai perusahaan layanan internet ter besar di Indonesia harus bisa menghadapi atas krisis yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei dengan jumlah 100 responden yang disebarkan ke daerah Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Barat, Surabaya Selatan, dan Surabaya Utara . Hasil penelitian ini menunjukkan Opini Pelanggan Millennial Kota Surabaya Tentang Brand Image Indihome Paska Gangguan Jaringan Internet Jasuka cenderung positif dengan hasil rata-rata 4,27. Hasil dari semua komponen bernilai positif dan tidak ada hasil netral maupun negatif. Nilai rata-rata positif berarti responden menilai brand image Indihome memiliki image yang baik paska gangguan jaringan internet.
Efektivitas Penggunaan Keanu Agl Sebagai Celebrity Endorser Pada Iklan Pantene Bye #RambutCapek, Hello #RambutKeCharge Pada Penoton YouTube Derby Valensia; Astri Yogatama; Inri Inggrit Indrayani
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas endorser ini dikaitkan dengan selebriti pengaruh dan kemampuan mereka untuk mentransfer nilai-nilai mereka ke brand yang mereka dukung. Efektivitas celebrity endorser diukur menggunakan TEARS yaitu trustworthiness, expertise, attractiveness, respect dan similarity. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan menyebarkan kuesioner melalui google form kepada 100 audiens. Subjek pada penelitian ini adalah penonton iklan Pantene Bye #RambutCapek, Hello #RambutKeCharge di YouTube yang mengetahui Keanu Agl sebagai ceberity endorser dan berusia 20-40 tahun. Kemudian dijabarkan menggunakan analisis deskriptif. Peneliti meneliti sejauh mana efektivitas Keanu Agl sebagai celebrity endorser Pantene. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Keanu Agl sebagai celberity endorser Pantene adalah efektif. Indikator yang paling tinggi pada hasil penelitian ini adalah respect atau dihargai dalam hal penyampaian pesan kolaborasi. Dalam hasil crosstab antara jenis kelamin dengan indikator TEARS didapati responden laki-laki lebih efektif untuk indikator trustworthiness, sedangkan sisanya lebih efektif untuk perempuan.
Konten Social Commerce Yang Dilakukan Oleh Usaha Lokal WHITELAB Dan Scarlett di Instagram Sherlly Christina Dewi; Inri Inggrit Indrayani; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang saatnya brand berkembang dari e-commerce menuju social commerce. Hal yang membedakannya dengan e-commerce adalah, social commerce memiliki unsur sosial. Jadi brand dapat melakukan promosi dan menjalin hubungan dengan konsumen melalui media sosial. Inilah yang menjadi salah satu perhatian dari public relations. Sehingga perlu diulik lebih lanjut, bagaimana suatu brand dapat mengaktifkan kemampuan social commerce mereka dengan baik. Pada tahun 2021, industri yang paling banyak mengalami kenaikan adalah industri kecantikan. Menurut orang Indonesia, brand kecantikan lokal yang paling disukai adalah WHITELAB dan Scarlett. Untuk melihat lebih dalam bagaimana WHITELAB dan Scarlett memanfaatkan media sosial Instagram mereka, maka penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Social commerce memiliki tujuh karakteristik yaitu reputation, size, information quality, communication, transaction safety, economic feasibility, dan word-of-mouth referrals. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua brand tersebut sama-sama paling banyak mengimplementasikan information quality dalam caption Instagram mereka. Sedangkan indikator yang paling rendah adalah transaction safety dan word-of-mouth referrals pada WHITELAB, reputation dan size pada Scarlett. Video Scarlett sama sekali tidak berhubungan dengan social commerce. Perbedaan yang membedakan WHITELAB dan Scarlett adalah, Scarlett lebih banyak menonjolkan communication dan transaction safety dibandingkan WHITELAB. Sedangkan WHITELAB lebih banyak menonjolkan size. WHITELAB dan Scarlett jelas telah membangun engagement sampai tingkat create dan kepercayaan melalui konten media sosial.
Sikap Generasi Y dan Generasi Z Kota Surabaya Terhadap Pesan Iklan Youtube Gopay Jago “Mencengangkan! Dompet Ini Bisa Curhat” Aldi Ongkojaya; Inri Inggrit Indrayani; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sikap Generasi Y dan Generasi Z Kota Surabaya Terhadap Pesan Iklan Youtube Gopay Jago “Mencengangkan! Dompet Ini Bisa Curhat”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Skala pengukuran untuk kuesioner adalah menggunakan skala likert. Populasi penelitian ini adalahGenerasi Y dan Z kota Surabaya. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji validitas, reliabilitas dan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas generasi Y dan Z menunjukkan sikap yang positif terhadap pesan yang disampaikan melalui iklan
Sikap Generasi Y di Surabaya Pada Pesan Iklan Youtube OVO Versi “Pake OVO di Indomaret, Bisa Kakak!” Albert Leon Suciadi; Inri Inggrit Indrayani; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap Generasi Y di Surabaya pada pesan iklan YouTube OVO versi “Pakai OVO di Indomaret, Bisa Kakak!”. Sikap terdiri dari tiga komponen diantaranya kognitif, afektif, dan konatif. Peneliti memilih responden yang merupakan generasi Y dengan rentan usia 25-40 tahun, berdomisili di Surabaya, dan pernah menonton iklan YouTube ini sebanyak 3 kali. Peneliti menggunakan metode survey (kuesioner online) dalam mengumpulkan data dan menyebarkan kepada 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap generasi Y di Surabaya pada pesan iklan YouTube OVO versi “Pakai OVO di Indomaret, Bisa Kakak!” untuk komponen kognitif, afektif, dan konatif berada pada kategori positif. Setelah di rata-rata, generasi Y di Surabaya memunculkan sikap positif secara keseluruhan pada pesan iklan YouTube OVO versi “Pakai OVO di Indomaret, Bisa Kakak!”Silahkan Anda memasukkan abstrak yang telah Anda tuliskan di dalam naskah skripsi Anda. Abstrak harus berisi fenomena, teori atau konsep yang digunakan, metode yang dipakai, temuan atau hasil penelitian Anda. Format penulisan menggunakan huruf Calibri 10pt. Untuk abstrak, maksimum 250 kata. Untuk jumlah halaman artikel secara keseluruhan adalah 10-12 halaman, sudah termasuk daftar referensi. Margin yang digunakan adalah 4-3-3-3. Ukuran kertas adalah A4. Penulisan artikel dengan menggunakan 1 spasi. Style pengutipan adalah APA style, bisa Anda lihat di panduan penulisan skripsi UK Petra.
Studi Komparatif: Analisis Isi Tema Pesan Instagram Brand Victoria’s Secret Sebelum dan Sesudah Rebranding Velly Christine Ratu Edo; Inri Inggrit Indrayani; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran isi tema pesan yang digunakan oleh brand retail Victoria’s Secret sebelum dan sesudah rebranding melalui akun Instagramnya yaitu @victoriassecret. Instagram merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan untuk memasarkan produk. Pesan merupakan salah satu unsur komunikasi paling penting agar dapat menarik calon pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan di media sosial. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif. Hasil yang ditemukan, Victoria’s Secret sebelum rebranding dan sesudah rebranding sama-sama lebih sering mengunggah konten di hari Rabu dan Jumat yaitu sebesar masing-masing 10% dan 8%. Selain itu, ditemukan bahwa ketika Victoria’s Secret belum melakukan rebranding, bulan September menjadi bulan paling aktif Victoria’s Secret mengunggah konten ke Instagram yaitu sebanyak 24%. Berbeda dengan periode selanjutnya, Victoria’s Secret paling banyak mengunggah konten setelah melakukan rebranding di bulan Juli, yaitu sebanyak 18%. Tema pesan yang paling terlihat pada kedua periode adalah Seasonal/Event Related dengan total 96 unggahan dan yang paling sedikit adalah Anxieties dengan total 3 unggahan. Victoria’s Secret sebelum rebranding lebih condong berfokus pada visual yang ditampilkan daripada fokus menggunakan tema pesan untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya di Instagram.
Motif Electronic Word of Mouth Pada Akun Instagram Subway Indonesia Grace Emmanuella; Inri Inggrit Indrayani; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public relations telah lama didirikan dalam praktik ekonomi tidak hanya sebagai dukungan untuk kegiatan promosi, tetapi otonom untuk mengelola organisasi. Seorang public relations perlu membangun citra dan reputasi yang baik kepada masyarakat, karena kemampuan masyarakat yang mampu mengkomunikasikan pesan dengan berbagai motif dibaliknya dalam media online. Public relation modern, hadir dengan melibatkan segala bentuk komunikasi dengan memanfaatkan solusi yang ditawarkan oleh teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya electronic word of mouth. Penulisan ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum electronic word of mouth yang terdapat pada Instagram @subway.indonesia. Penggambaran ini dilihat melalui metode analisis isi pada posting yang terdapat dalam media sosial Instagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa electronic word of mouth yang dominan pada akun @subway.indonesia merupakan eWOM positive self enchancement dengan topik frekuensi tertinggi adalah antusiasme. Berdasarkan eWOM yang berkembang, maka citra perusahaan yang dimiliki Subway adalah positif.