Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. PT Masterban Berkat Indonesia, sebuah perusahaan ritel otomotif roda dua yang memiliki 11 outlet di Palembang, menghadapi tantangan dalam pengelolaan sistem informasi yang belum terintegrasi. Permasalahan utama meliputi pencatatan stok manual antar outlet, ketidaksesuaian data inventory, dan proses pendataan barang yang memakan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan strategis sistem informasi menggunakan metode Ward and Peppard agar teknologi informasi dapat selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan SWOT Analysis, PESTEL Analysis, Five Forces Porter, Value Chain Analysis, Balanced Scorecard, dan McFarlan Strategic Grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Masterban membutuhkan pengembangan sistem informasi terintegrasi berbasis website dan mobile application yang mencakup sistem penjualan, inventory, keuangan, dan kepuasan pelanggan. Portofolio aplikasi strategis yang diusulkan meliputi Website Penjualan dan Promosi Terintegrasi, Aplikasi Mobile Penjualan, Sistem Informasi Inventory, dan Sistem Informasi Keuangan dengan estimasi biaya implementasi sekitar Rp 70.000.000 dalam waktu 6-8 bulan. Perencanaan strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses bisnis, mengurangi kesalahan pencatatan, serta memperkuat daya saing perusahaan dalam industri otomotif roda dua melalui transformasi digital yang terukur dan berkelanjutan.