Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Diglossia

JENIS KESALAHAN YANG BIASA TERJADI DALAM KARANGAN BERBAHASA BAHASA JEPANG Sri Aju Indrowaty
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 7 No. 1 (2015): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v7i1.396

Abstract

Abstrak Pengunaan berbagai bahasa menimbulkan berbagai kesalahan berbahasa, baik disadari maupun tidak disadari. Kesalahan merupakan ciri dari pembelajaran. Namun demikian kesalahan dalam berbahasa sangat mengganggu dalam usaha pencapaian tujuan bahasa yang baik. Penggunaan bahasa Jepang dalam penulisan, terutama dalam sebuah karangan sering menimbulkan berbagai kesalahan. Kata kunci : Kesalahan , Karangan, jenis kesalahan Bahasa Jepang Abstrak The use of some languages created verious language errors, whwther it was done consciously or not. Errors are characteristic of learning. Errors in speaking, however, is very disturbing in the way to achieve the objectives of language well. The use of Japanese language in writing, especially in an essay often caused various errors. Key words: errors, essay, kinds of Japanese errors
PENGGUNAAN PARTIKEL HA (?) DALAM BAHASA JEPANG THE USE OF HA (?) PARTICLE IN JAPANESE SRI AJU INDROWATY; Sumarlam Sumarlam Sumarlam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 8 No. 1 (2016): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v8i1.669

Abstract

Sri Aju IndrowatyUniversitas Brawijayaayumirza9220@gmail.com Sumarlam Universitas Sebelas Maret Surakartasumarlamwd@gmail.com   AbstrakBahasa Jepang terdapat banyak sekali partikel satu diantaranya adalah ha (?) dan bukan (?). Seringkali pembelajar awal bahasa Jepang kesulitan dalam menerjemahkan arti partikel ha (?) dan menjelaskan fungsinya pada buku wajib semester awal di perkuliahan yaitu Minna no Nihongo 1 dan Minna no Nihongo 2. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi, arti dan bagaimana pemakaian  partikel ha (?) bahasa Jepang. Penelitian ini meggunakan metode deskriptif  kualitatif karena merupakan pendekripsian dari fungsi dan arti juga pemakaian partikel ha (?). Dari hasil analisis data, dapat dihasilkan partikel  ha (?) apabila dipadankan sesuai dengan pendapat ahli, dalam bahasa inggris biasanya memakai to be (am, is, are) dan to be bentuk lampau (was,were).  Partikel  ha (?) bisa juga ditandai dengan terjemahan bahasa inggris yang memakai tense, present tense dan past tense. Dengan adanya persamaan khususnya fungsi dan pemakaian partikel  ha (?) dengan to be bahasa inggris ini, akan memudahkan pembelajar pemula bahasa Jepang untuk lebih mengerti, sehingga dapat meningkatkan prestasi  pengetahuan bahasa Jepang.Kata kunci: partikel  ha (?), fungsi, makna, to be  AbstractJapanese has many particles, one of them is ha (?) and not (?). Some beginner level students got difficulties in interpreting the meaning of ha (?) particle and explaining its function in Minna no Nihongo 1 and Minna no Nihongo 2 textbooks at the first semester. This research is aimed at explaining the function, meaning and the use of ha (?) particle in Japanese. This research is a kind of descriptive qualitative research. After analysis, it is shown that ha (?) particle compared to English is usually known as to be (am, is, are) and to be in the past tense (was, were). this (?) particle can also be marked with the English translation that uses tenses, present tense and past tense. By understanding the function, meaning and the use of this particle, beginner level students will easily get better understanding, so they can improve their achievement in learning Japanese.            Keyword :  ha (?) particle, function, meaning , to be
Lirik Lagu First Love Dan Prisoner of Love Oleh Utada Hikaru Dalam Analisis Wacana Kritis Sri Aju Indrowaty; Sumarlam Sumarlam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 8 No. 2 (2017): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v8i2.848

Abstract

AbstrakLagu adalah sesuatu yang membuat pendengar menjadi terhibur, apalagi bila lagu itu mempunyai tema yang tak lekang oleh masa yaitu tema Cinta. Pada Japan Pop atau J-Pop nama Utada Hikaru merupakan penyanyi pop dan pencipta lagu yang tidak asing lagi. Disamping itu termasuk bintang besar di Jepang. Sangat menarik apabila teks lagu dari penyanyi ini dianalisis melalui analisis wacana kritis (Anawa). Artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis teks lagu first love dan Prisoner of love oleh Utada Hikaru dan bagaimana unsur kognisi sosial dan konteks yang terdapat dalam kedua lagu tersebut. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Simpulan dari Analisis wacana kritis pada riset mini ini yaitu Tema pada kedua lagu kenangan dan kekaguman kepada orang yang dicintai. Sedang kognisi sosial lebih menekankan bahwa menikah muda bukan suatu halangan untuk berkarir, sedang konteks sosial kekaguman kepada penyanyi yang bilingual yaitu bisa berbahasa Jepang dan Bahasa Inggris.Keyword : Analisis wacana kritis, lirik lagu, kognisi sosial, konteks  AbstractThe song is something to entertain the listener, especially love songs. A famous Japan Pop, Utada Hikaru is a big star in Japan. It will be very interesting to analyze the song lyrics using critical discourse analysis. This study is aimed at explaining the analysis of song texts of Utada Hikaru’s songs, first love and prisoner and how the elements of social cognition and context existed in those songs. By using descriptive qualitative research, there were some conclusions taken. The conclusion of critical discourse analysis in this mini research is the theme on both songs of memories and admiration to loved ones. Medium social cognition more suppressed young married is not an obstacle to a career, is the social context of admiration for bilingual singers that can be watched Japan and English.Keywords: critical discourse analysis, song lyrics, social cognition, context 
Pengembangan Buku Teks BIPA Berbasis Multikulturalisme bagi Penutur Asing Tingkat Pemula Nia Budiana Budiana; Sri Aju Indrowaty; Retno Dewi Ambarastuti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 2 (2018): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i2.1141

Abstract

 1Nia Budiana, 2Sri Aju Indrowaty, 3Retno Dewi Ambarastuti1Universitas BrawijayaNiabudiana@yahoo.com 2Universitas Brawijayaayumirza9220@gmail.com 2Universitas Brawijaya- AbstrakPemberlakuan Era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) berdampak pada perkembangan bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA). Jumlah penutur asing untuk mempelajari bahasa Indonesia meningkat. Besarnya minat penutur asing untuk mempelajari bahasa Indonesia tidak didampingi dengan buku teks yang selaras dengan keinginan penutur asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Buku teks yang tersedia silabus dan kurikulum BIPA tidak mencantumkan komponen budaya Indonesia. Mengenalkan multikulturalisme Indonesia kepada penutur asing juga dapat menumbuhkembangkan sikap positif dan apresiatif penutur asing terhadap kekayaan budaya Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk nendeskripsikan kualitas Buku Teks BIPA Berbasis Multikulturalisme Bagi Penutur Asing Tingkat Pemula yang meliputi kevalidan, kepraktisan (aktivitas pembelajar, tanggapan pembelajar), serta hasil belajar pembelajar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4D. Model ini terdiri atas empat tahap pengembangan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Hasil penelitian menunjukkan dampak yang baik terhadap nilai mahasiswa setelah pengembangan buku dilakukan.Kata kunci: buku teks, BIPA, multikulturalisme AbstractThe era of MEA (ASEAN Economic Community) Enactment has an impact on the development of Indonesian language for foreign speakers (BIPA). The number of foreign speakers learning Bahasa Indonesia is increasing. The high interest of foreign speakers for the Indonesian is not supported by necessary textbooks as speaker's expectation in learning Bahasa Indonesia.  The BIPA syllabus and curriculum textbooks do not include the Indonesian cultural component. Introducing Indonesian multiculturalism to learn the enrichness of Indonesian culture. The purpose of this study is to describe the quality of BIPA Textbook Multiculturalism Based for Beginner Level Speakers. This book includes validity, practices (learner activities and feedbacks), and leraner’s learning result. This research applies 4D development model. It consists of four stages of development that is define, design, develop, and disseminate. The result shows that the development of BIPA text book has a good impact.Keywords: textbook, BIPA, multiculturalism