Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perilaku Bersarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho, Aceh Besar Dalil Sutekad; Iqbar Iqbar; Masykur Masykur; Ilham Fonna
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i3.21008

Abstract

Penelitian tentang perilaku bersarang orangutan sumatera (Pongo abelii) telah dilakukan di Stasiun Reintroduksi orangutan Jantho, Kabupaten Aceh Besar pada April hingga Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang perilaku bersarang orangutan sumatera reintroduksi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Focal Animal Sampling. Parameter yang diukur adalah posisi sarang, tinggi pohon sarang dan tinggi sarang, lama waktu pembuatan sarang dan status sarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi sarang orangutan sumatera reintroduksi yang ditemukan selama penelitian adalah posisi 2 (38,67%), posisi 3 (36%), posisi 1 (24%) dan posisi 4 (1,33%). Tinggi pohon sarang yang sering digunakan adalah kategori 10+ hingga 25+ meter, dengan tinggi sarang kategori 5+ hingga 20+ meter. Waktu yang digunakan orangutan sumatera reintroduksi untuk menyelesaikan pembuatan satu sarang baru berkisar antara 1 hingga 6 menit, sedangkan waktu yang digunakan untuk perbaikan sarang lama berkisar antara 1 hingga 4 menit. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada perbedaan perilaku bersarang antara orangutan sumatera reintroduksi dan orangutan sumatera liar.
Inventarisasi Spesies Tanaman Potensial Invasif di Kawasan Perumahan PT. Arun NGL, Lhokseumawe, Aceh Iqbar Iqbar; Susi Riana; Masykur Masykur
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.152 KB)

Abstract

Penelitian mengenai inventarisasi jenis tumbuhan berpotensi invasif  di kawasan  perumahan PT. Arun Natural Gas Liquefaction (NGL) Lhokseumawe, telah dilakukan pada bulan April - Desember 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendata jenis tumbuhan berpotensi invasif di perumahan tersebut. Penentuan lokasi sampling dipilih secara sengaja  yaitu 5% dari 777 unit total rumah yang ada. Strata tumbuhan yang berbeda yaitu pohon, semak dan tumbuhan bawah telah diamati untuk menentukan tumbuhan asli Indonesia, tumbuhan introduksi, dan tumbuhan berpotensi invasif. Delapan puluh delapan jenis  tumbuhan yang merupakan bagian dari 53 suku telah ditemukan di lokasi penelitian. Enam jenis tumbuhan dari enam suku dari total tumbuhan yang ada di perumahan PT. Arun NGL merupaka tumbuhan asli Indonesia. Selanjutnya, 82 jenis tumbuhan yang merupakan bagian dari 52 suku ditemukan sebagai  tumbuhan yang diintroduksi ke Indonesia, sedangkan jenis tumbuhan invasif hanya 10 jenis yang merupakan bagaian dari 7 suku. Banyaknya jenis dari tumbuhan berpotensi invasif yang ditemukan di wilayah ini akan mengancam tumbuhan lainnya di masa mendatang.
Identifikasi Tumbuhan di Sempadan Sungai Krueng Lamnyong Provinsi Aceh Eka Puspita Sari; Iqbar Iqbar; Dahlan Dahlan
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan, mengetahui jumlah dan jenis tumbuhan, Indeks Nilai Penting dan Indeks Keanekaragaman Jenis (H ) tumbuhan di sempadan Sungai Krueng Lamnyong. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data analisis vegetasi dilakukan pada tiga stasiun, yaitu stasiun I di bagian hulu, stasiun II di bagian tangah dan stasiun III di bagian hilir. Identifikasi jenis tumbuhan dilakukan di Laboratorium Herbarium Acehense Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala. Hasil Penelitian analisis vegetasi di sempadan Sungai Krueng Lamnyong diperoleh sebanyak 4326 individu/0.72 Ha atau setara 6008,3 individu/Ha yang terdiri dari 50 jenis dan 23 suku. Indeks keanekaragaman jenis (H ) vegetasi di sempadan Sungai Krueng Lamnyong berdasarkan tingkat pertumbuhan pada setiap stasiun menunjukan tingkat keanekaragaman jenis yang berbeda.
Identifikasi Bakteri Endofit Asal Tanaman Belimbing Wuluh Risa Nursanty; Iqbar Iqbar
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.475 KB)

Abstract

Isolat bakteri endofit DB2dan BUB2hasil isolasi dari tanaman belimbing wuluh memiliki kemampuan antijamur terhadap Candida albicans. Isolat DB2 memiliki kemampuan menghambat yang lebih luas dibandingkan dengan isolat BUB2. Hasil karakterisasi fisiologi menggunakan MICROBACTTM GNB 24E (OXOID) menunjukkan kedua isolat memiliki karakterisasi fisiologi yang berbeda. Hasil analisis gen 16S rRNA menunjukkan isolat DB2memiliki kemiripan sebesar 99% dengan Pseudomonas montelli.
DIPTEROCARPACEAE INVENTORY AT KETAMBE RESEARCH STATION, GUNUNG LEUSER NATIONAL PARK Essy Harnelly; Iqbar .; Fauziah .; Agus Sara; Nir Fathiya; Rizky Amelia
Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika (Suplemen Desember)
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.7.3.S83-S85

Abstract

This research was about Dipterocarpaceae inventory at Ketambe Research Station, Gunung Leuser National Park. The research was done on July 2015. Determination of sampling plot was using purposive sampling. The parameter observed was species as well as number of species. The result showed that there were 5 species of Dipterocarpaceae found in the sampling plot. All the species found were belongs to tribe of Shoreae namely; Shorea johorensis, Shorea parvifolia, Hopea dryobalanoides, Shorea lepidota, and Parashorea lucida.Key words: Dipterocarpaceae, inventory, Gunung Leuser National Park
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERHABITUS POHON DI STASIUN SORAYA EKOSISTEM LEUSER Iqbar Iqbar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.434 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2681

Abstract

Stasiun Soraya adalah stasiun penelitian di dalam Kawasan Ekosistem Leuser. Stasiun penelitian ini diduga memiliki keanekaragaman tumbuhan yang tinggi termasuk tumbuhan yang berhabitus pohon. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang keanekaragaman tumbuhan maka perlu dilakukan penelitian Keanekaragaman Tumbuhan Berhabitus Pohon yang bertujuan untuk mengetahui Kekayaan Spesies, Suku, Nilai Penting, dan Indeks Keanekaragaman Tumbuhan di lokasi tersebut. Metode Transek Berpetak (Belt Transect) telah digunakan untuk mendata tetumbuhan di stasiun ini pada area cuplikan (sampling) seluas 2 hektar (Ha). Ada 108 spesies tetumbuhan yang merupakan anggota dari 80 marga dan 38 suku. Suku yang memiliki spesies yang dominan adalah Euphorbiaceae (12 spesies) dan Dipterocarpaceae (11 spesies). Beberapa suku lainnya juga memiliki spesies yang relatif banyak yaitu Lauraceae dan Meliaceae (masing-masing 8 spesies), dan Moraceae (7 spesies). Tetumbuhan yang terbatas spesiesnya ada 17 suku yaitu hanya memiliki 1 spesies tumbuhan dalam area 2 Ha. Spesies tumbuhan yang memiliki Nilai Penting tertinggi adalah Streblus elongatus (Damli atau Tempinis) yaitu 29,35 sehingga tumbuhan ini memberi peranan penting di lokasi tersebut. Tumbuhan yang memiliki Nilai Penting terendah adalah Acacia pennata (akar rambut galang) yaitu 0,23 sehingga spesies ini harus menjadi perhatian untuk dikonservasi. Dua belas spesies tercantum dalam daftar merah IUCN dengan kategori critically endangered, vulnerable, dan low risk. Indeks keanekaragaman spesies tumbuhan di lokasi ini adalah 4,0 sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi hutan di lokasi ini masih cukup baik dan memiliki keanekaragaman yang tinggi.
AKTIVITAS HARIAN ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) REINTRODUKSI DI STASIUN REINTRODUKSI ORANGUTAN JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR Ilham Fonna; Dalil Sutekad; Iqbar Iqbar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.118 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2626

Abstract

Penelitian tentang “Aktivitas Harian Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Reintroduksi” telah dilakukan di Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho, Kabupaten Aceh Besar mulai April hingga Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data aktivitas harian orangutan sumatera (Pongo abelii) reintroduksi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Focal Animal Sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapan individu orangutan sumatera reintroduksi yang berhasil diikuti, yaitu dua individu jantan remaja, tiga individu betina remaja, satu individu jantan pradewasa dan dua individu betina dewasa. Persentase aktivitas makan orangutan sumatera reintroduksi sebanyak 45,08%, bergerak 13,76%, istirahat 40,43% dan bersarang 0,73%. Penggunaan waktu harian untuk makan yang tertinggi dilakukan oleh kelompok umur jantan remaja sebanyak 50,10% dan yang terendah oleh jantan pradewasa 30,92%. Kelompok umur jantan pradewasa memanfaatkan lebih besar waktu hariannya untuk melakukan pergerakan, istirahat dan bersarang dibandingkan kelompok umur lainnya.
TUMBUHAN BERGUNA DI LEMBAH SEULAWAH, PROVINSI ACEH Iqbar Iqbar; Masykur Masykur; Rindayu Putri
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.933 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2537

Abstract

Lembah Seulawah berada di Pegunungan Seulawah yang memiliki keanekaragaman hayati khususnya tumbuhan yang tinggi. Kekayaan jenis tumbuhan ini berpeluang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan untuk berbagai keperluan. Oleh sebab itu dipandang perlu dilakukan studi tentang tumbuhan berguna di Kecamatan Lembah Seulawah. Metode studi yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan mencuplik secara disengaja sebagian masyarakat sebagai responden dan metode Survey Exploratif untuk mendapatkan koleksi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 146 jenis tumbuhan dari 57 suku yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Lembah Seulawah. Tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan ini 66,44% diperoleh dari kawasan pemukiman, 31,51 % diperoleh di kawasan hutan, dan sisanya 2,05% diperoleh dari kedua lokasi tersebut. Berbagai jenis kegunaan tumbuhan di Lembah Seulawah adalah untuk obat tradisional (34,27%), bahan makanan/minuman (29,03%), sumber pendapatan (13,30%), bahan bangunan/perabotan (10,48%), kayu bakar (5,64%), pestisida nabati (2,01), pakan ternak (2,41%), adat istiadat/keagamaan, pewarna alami (1,20%), dan indikator keberadaan air (0,80%). Tumbuhan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Lembah Seulawah adalah anggota dari suku Fabaceae dan Euphorbiaceae dengan jenis tumbuhan masing-masing 12 jenis.
TREES VEGETATION DIVERSITY IN PT ARUN NGL HOUSING, LHOKSEUMAWE, ACEH PROVINCE Iqbar Iqbar
Jurnal Natural Volume 16, Number 1, March 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.898 KB) | DOI: 10.24815/jn.v16i1.4359

Abstract

The research about trees vegetation diversity in PT Arun NGL area had been done in December 2012. The objective of the research was to calculate the trees vegetation diversity index. The data had been collected in nine belt transects by length 400 m and  400 m2  (10 m x 40 m) plots  for each belt transect. The collecting data was  including name of species, family, density, frequency and  dominancy.  The data was analyzed to get important value and diversity index. The result showed that there were 39 tree species belongs to 23 families found in the research area.  There were three dominant species namely; Pterocarpus indicus,  Pithecelobium dulce, dan Leucaena leucocephala which had higher important value than others species that lead  influencing the ecosystem. The trees diversity index in this area was about 3,3 which interpreted this area has high diversity index. Moreover, the plants were planted in PT Arun NGL Housing Area have another function as reducing pollutant material in the air.
MOLECULAR IDENTIFICATION OF SHOREA JOHORENSIS IN KETAMBE RESEARCH STATION, GUNUNG LEUSER NATIONAL PARK Nir Fathiya; Essy Harnelly; Zairin Thomy; Iqbar Iqbar
Jurnal Natural Volume 18, Number 2, June 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.158 KB) | DOI: 10.24815/jn.v18i2.10123

Abstract

Shorea johorensis is one of the red meranti plants in Ketambe Research Station, Gunung Leuser National Park, Aceh Tenggara. Currently, Shorea johorensis also is well known as a major source of valuable commercial timber. This research aimed to analyze the phylogenetic of Shorea johorensis based on chloroplast and nuclear DNA in Ketambe Research Station so that it can be known the relationship of Shorea johorensis with other species Dipterocarpaceae in GenBank database. The research was conducted from July 2015 to August 2016 in Ketambe Research Station and Forestry and Forest Genetics Laboratory of Molecular, Bogor Agricultural University. The method used quadrat sampling technique with purposive sampling and experimental laboratory that consisted of DNA extraction, PCR, electrophoresis, and sequencing. The data analysis was done using BioEdit, MEGA6, and BLAST. The results showed that the phylogenetic tree of Shorea johorensis based on the rbcL and matK showed that Shorea johorensis was closely related with some species Hopea; but the phylogenetic tree based on psbA-trnH, 5.8S rRNA, ITS2, and 28S rRNA showed that Shorea johorensis was closely related with Shorea robusta.Keywords: Chloroplast dna, Ketambe Research Station,Nuclear DNA, Shorea johorensis