Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Stres Akademik dan Regulasi Diri terhadap Adiksi Binge-Watching pada Mahasiswa Meinaki, Aldi; Gamayanti, Witrin; Tahrir; Gunawan, Suci Marlianti
Journal of Psychology Students Vol. 4 No. 1 (2025): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v4i1.37967

Abstract

Saat ini, penyedia layanan video on-demand membuat penggunanya semakin mudah mengakses berbagai tayangan. Hal ini, mendorong perilaku binge-watching yang berlebihan hingga berisiko menyebabkan kecanduan. Binge-watching merupakan perilaku menonton beberapa episode acara TV dalam sekali duduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stres akademik dan regulasi diri secara simultan terhadap adiksi binge-watching di kalangan mahasiswa. Rancangan penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 344 mahasiswa pengguna layanan video-on-demand (VOD). Pengambilan data menggunakan alat ukur skala psikologi, seperti Binge-Watching Addiction Questionnaire, Perceptions of Academic Stress Scale, dan Self-Regulation Questionnaire. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa stres akademik dan regulasi diri secara simultan berkontribusi secara signifikan terhadap adiksi binge-watching pada mahasiswa, dengan kontribusi sebesar 13.5%.
Ketangguhan Keluarga Menghadapi Pandemi COVID 19: Perspektif Psikologi dan Islam Djamal, Nani Nuranisah; Hidayat, Ila Nurlaila; Tahrir, Tahrir; Jaenudin, Ujam
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 27 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol27.iss2.art3

Abstract

Often stressful or traumatic events have different effects on different individuals in the family. However, family resilience refers to the ability to maintain the family functions, including to provide supports for all family members. This study aims to explain the relevance of the meaning contained in the concept of family resilience through Islamic values, associated with its implementation in the context of the COVID-19 pandemic. The research method was Islamic Psychology development. The results found that there are a number of verses of the Quran and Hadith that have relevant meaning to the six dimensions of family resilience according to Oh dan Chang (2014). The dimension of collective confidence is relevant to the concepts of patience, self-confidence, firm conviction and being not desperate. Dimension of interconnectedness is relevant to the command to protect oneself and the family, to unite (not being divorced) and to avoid prejudice. The dimension of positive life view is relevant to have the positive thinking (husnudzan) towards the decree of Allah, to believe that after difficulties there will be ease, and to believe that each self is only burdened according to the limits of his ability. The dimension of resourcefulness is relevant to the command to make effort on the things we do and to have th hard work. The dimension of open communication patterns is relevant to have love and affection, to have dialogue with others, and to remind each other. Whereas the dimension of collaborative problem solving is relevant to help each other, to compete in good deeds, and to prioritize others.
Pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa penghafal Alquran Toyibah, Siti A; Sulianti, Ambar; Tahrir, .
Jurnal Psikologi Islam Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.99 KB) | DOI: 10.47399/jpi.v4i2.49

Abstract

Menurut para penghafal Alquran, menghafal Alquran menciptakan makna-makna yang lebih luas tentang kehidupan yang mereka jalani sehingga terhindar dari kondisi kemalasan dan keputusasaan. Hal ini sesuai dengan konsep kecerdasan spiritual yang dikemukakan oleh Zohar dan Marshall, bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang membuat seseorang mampu menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai sehingga seseorang berada pada konteks makna yang lebih luas dan kaya. Kecerdasan spiritual ini membuat para penghafal Alquran memiliki kemampuan untuk menerima dirinya sendiri, memiliki relasi positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup dan pertumbuhan personal. Ciri-ciri ini merupakan sebuah konsep kesejahteraan psikologis yang dikemukakan oleh Ryff. Adapun, tujuan dari penelitian ini ingin melihat korelasi positif kecerdasan spiritual terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa penghafal Alquran. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 43 orang yang merupakan mahasiswa penghafal Alquran di Rumah Qur’an Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan analisis korelasi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kecerdasan spiritual dan kesejahteraan psikologis. Artinya semakin tinggi kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis yang dimilikinya. Selanjutnya, diketahui bahwa variabel kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 60,4% terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa penghafal Alquran.
Gambaran Memaafkan (Forgiveness) pada Korban Bullying Tahrir, Tahrir; Utami, Azni Chaerunisa; Ulfiah, Ulfiah
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.965 KB) | DOI: 10.29080/jpp.v10i2.232

Abstract

Memaafkan adalah sikap mengatasi berbagai hal negatif akibat dari rasa sakit yang dirasakan serta upaya menghindari penghakiman terhadap individu yang bersalah. Penelitian ini melihat gambaran memaafkan pada remaja akhir yang menjadi korban bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek seorang remaja akhir berusia 20 tahun yang pernah mengalami tindak bullying selama dua tahun ketika di sekolah menengah atas. Dari hasil analisis wawancara, disimpulkan bahwa dalam pemaafan yang dilakukan subjek, lebih dominan dalam dimensi intrapsychic atau emosi dan kognisinya namun dalam tindakan sosial subjek belum memaafkan seutuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa subjek berada dalam hollow forgiveness. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk mencari referensi sumber yang banyak sebelum melakukan pengambilan data.
Premarital Sexual Behavior, Sexual Assertiveness, and Sex Guilt Among College Students Al Mutoharoh, Anikmah; Djamal, Nani Nuranisah; Tahrir, Tahrir
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v10i2.30633

Abstract

The phenomenon of premarital sexual behavior in college students is a moral problem demanding serious attention. A key determinant in reducing this behavior is the interplay between sexual assertiveness and sex guilt. Therefore, this study aims to determine the effect of sexual assertiveness and sex guilt on premarital sexual behavior. A quantitative approach is used with multiple linear regression analysis techniques. The participant consists of 153 students residing in Bandung City, aged 18-24 years, who are presently or have been in a relationship and are unmarried. The results show that sexual assertiveness and sex guilt have negative significant effect on premarital sexual behavior both simultaneously and partially with contribution of 35.9%. In conclusion, these variables are crucial for students as they can prevent them from engaging in premarital sexual behavior ranging from mild to severe risks.
The Role of Academic Hardiness in Moderating the Effect of Task Aversiveness on Academic Procrastination Tahrir, Tahrir; Arifah, Fathimah N.; Augustiya, Tasya; Nasrudin, Endin
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v11i2.38638

Abstract

This research aimed to examine the role of academic hardiness as a moderator in the effect of task aversiveness on academic procrastination using quantitative causal and proportional stratified random sampling methods. The sample consisted of 260 psychology students from Sunan Gunung Djati State Islamic University (UIN), Bandung. The data were collected through questionnaires using Task Aversiveness, Academic Procrastination, and Revised Academic Hardiness Scale (RAHS). Additionally, data analysis was performed using simple regression tests and Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that task aversiveness and academic hardiness significantly increased and decreased academic procrastination, respectively. In conclusion, academic hardiness did not moderate the effect of task aversiveness on procrastination.
FORTITUDE SCALE: MEASURING INSTRUMENT CONSTRUCTION Putri, Eltsa; Adnan, Rufaidatul Mutmainnah; Navita, Fitra; Fathya, Raisha; Aula, Fahma; Muhammad, Sultan; Tahrir, Tahrir
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v6i1.4020

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas alat ukur fortitude yang terdiri dari tiga dimensi utama: self-appraisal, family appraisal, dan support appraisal. Fortitude didefinisikan sebagai kekuatan psikologis untuk menghadapi kesulitan secara konstruktif dan mempertahankan kesejahteraan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian terapan, melibatkan 572 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai responden. Proses pengembangan alat ukur mengikuti tiga tahap validitas berdasarkan pendekatan Loevinger, yaitu validitas substansi, struktural, dan eksternal. Hasil menunjukkan bahwa seluruh item valid menurut uji Aiken’s V (V > 0,5), dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,769. Model pengukuran juga memenuhi kriteria model fit dalam analisis CFA (RMSEA = 0,072; CFI = 0,97; NFI = 0,96). Validitas konvergen dibuktikan melalui korelasi positif dengan individual adaptability (r = 0,527) dan resilience (r = 0,650), sementara validitas diskriminan ditunjukkan melalui korelasi negatif dengan helplessness (r = -0,310) dan vulnerability (r = -0,238). Hasil ini menyimpulkan bahwa alat ukur ini layak digunakan untuk menilai kekuatan psikologis individu dalam menghadapi tekanan hidup.Kata Kunci: Fortitude, Pengukuran Psikologi, Penilaian Diri, Penilaian Keluarga, Penilaian Sosial