Claim Missing Document
Check
Articles

Kesejahteraan Psikologis Warga Kota Denpasar Pasca Bencana Banjir Tience Debora Valentina; Firmanto Adi Nurcahyo; Nyoman Trisna Aryanata; I Gde Dhika Widarnandana; Nago Tejena; I Gde Jadendra Kusuma; Komang Rahayu Indrawati; I Made Pasek Mandira; Ni Made Diani Rismiyati; Ida Ayu Hari Chandani; Ayu Suri Afrida
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i1.105528

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan cerminan dari kesehatan mental. Namun, tidak banyak penelitian yang melihat kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar, terutama pasca bencana banjir. Padahal, suatu bencana berdampak terhadap kesehatan mental warga, bersifat langsung atau tidak langsung, jangka pendek atau jangka panjang. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar pasca bencana banjir. Penelitian kuantitatif ini menggunakan alat ukur Depression Anxiety Stress Scale-21 dan Flourishing Scale, pada total responden penelitian 729 orang (Musia= 36.95, SD=11.36). Analisis data dilakukan melalui uji korelasi, uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi negatif antara depresi, kecemasan, dan stress dengan kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar. Implikasi dari penelitian mendorong pembuat kebijakan untuk menurunkan tingkat depresi, kecemasan dan stres warga kota Denpasar dengan pemberian intervensi yang menguatkan kesehatan mental dan keterampilan pemecahan masalah melalui konseling dan psikoedukasi yang dilakukan secara rutin.
ENGKAU BERHARGA BAGIKU: RELASI SAUDARA REMAJA YANG MEMILIKI SAUDARA KANDUNG DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER Kadek Sintia Dwi Pramesti; Tience Debora Valentina
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v7i1.2596

Abstract

Kehadiran anak dengan autism spectrum disorder (ASD) membawa tantangan tersendiri bagi saudara kandung disebabkan ASD sebagai gangguan yang menyebabkan terjadinya defisit pada interaksi sosial dan komunikasi. Karakteristik anak dengan ASD menyebabkan terjadinya beragam interaksi baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relasi saudara pada remaja yang memiliki saudara kandung dengan gangguan ASD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Pencarian literature review melibatkan basis data Google Scholar serta SpringerLink dengan rentang tahun penerbitan mulai dari 2014-2024. Diperoleh 10 artikel terpilih yang yang tergambar melalui empat dimensi yaitu dimensi warmth atau closeness, relative status atau power, conflict, dan dimensi rivalry. Implikasi penelitian menunjukan adanya kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor individual dan konteks sistem keluarga serta konteks lingkungan yang lebih luas untuk menemukan dinamika relasi saudara kandung dengan ASD. Selain itu, perlu adanya dorongan untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mengelola ketegangan dan konflik dalam relasi bersaudara dengan ASD.
TRANSACTIONAL THEORY PERSPECTIVES ON ADOLESCENTS’ CHOICE TO MAINTAIN PREMARITAL PREGNANCY: A LITERATURE REVIEW Putu Davina Suastiari Devi; Tience Debora Valentina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.483-496

Abstract

This narrative literature review aims to explore how transactional theory can explain the perception of stress, the factors that influence it, and the choice of coping strategies among adolescents with premarital pregnancies who decide to maintain their pregnancy. Analysis was carried out on nine open-access articles published between 2019 and 2023 from PubMed and Google Scholar. The review found that adolescents perceive pregnancy as a threatening stressor. Primary appraisal is influenced by fear of social responses, concerns about the future, and the partner’s reaction. Secondary appraisal involves evaluating the responses of family, partner, community, and the adolescent’s level of religiosity. When appraised positively, adolescents adopt adaptive coping strategies such as getting married, strengthening family relationships, increasing religiosity, and accepting their circumstances. In contrast, maladaptive coping includes considering or attempting abortion, avoiding social interactions, and not accessing health services. Reappraisal occurs when adolescents eventually receive social support from their families, enabling them to interpret their pregnancy more positively.
MALE FEMINIST DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR TENTANG PARTISIPASI, REPRESENTASI, DAN TANTANGANNYA Rahmat Noferdy; Tience Debora Valentina
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(2), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i2.47174

Abstract

Abstract. The feminist movement began with women's resistance to gender inequality, which in its development also involved the participation of men as male feminists. This study aims to examine the existence, development, forms of participation, and the meaning of male feminist involvement in Indonesia. This study used a literature review method on six selected articles from 2015-2024 obtained from Google Scholar and Publish or Perish, with inclusion criteria set on discussions of male participation in feminism. Thematic analysis was conducted to identify patterns, variations in findings, and research gaps. The results of this study show that the existence and involvement of male feminists are manifested in gender communities, educational campaigns, media presentations, and the dissemination of education on social media. Religiosity, particularly moderate Islam, is also a contextual factor that plays a role in men's involvement in the feminist movement. However, the existing literature is still dominated by studies on representation and does not explore the experiences and negotiations of men's identities. The findings in this study demonstrate that men's involvement is complex and contextual, so that a deeper and more critical empirical study is needed.   Abstrak. Gerakan feminisme bermula dari perlawanan perempuan terhadap ketidaksetaraan gender yang dalam perkembangannya turut melibatkan partisipasi laki-laki sebagai male feminist. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi, perkembangan, bentuk partisipasi, dan makna keterlibatan male feminist di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap enam artikel terpilih pada rentang tahun 2015-2024 yang didapatkan dari Google Scholar dan Publish or Perish, dengan penetapan kriteria inklusi pada pembahasan mengenai partisipasi laki-laki dalam feminisme. Analisis tematik dilakukan guna mengidentifikasi pola, varian temuan, dan celah penelitian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwasannya eksistensi dan keterlibatan male feminist termanifestasi pada komunitas gender, kampanye edukasi, presentasi media, dan penyebaran edukasi di media sosial. Religiusitas, khususnya islam moderat turut menjadi faktor kontekstual yang berperan dalam keterlibatan laki-laki dalam gerakan feminisme. Akan tetapi, literatur yang ada masih didominasi oleh kajian mengenai representasi dan kurang mengeksplorasi pengalaman serta negosiasi identitas laki-laki. Temuan pada penelitian ini memperlihatkan bahwasannya keterlibatan laki-laki bersifat kompleks dan kontekstual, sehingga diperlukan kajian empiris yang lebih dalam dan kritis.  
KONSTRUKSI MASKULINITAS DAN PERILAKU BUNUH DIRI PADA LAKI-LAKI DALAM BUDAYA PATRIARKI: SEBUAH NARRATIVE REVIEW Ni Ketut Nita Sukarini Sukarini; Tience Debora Valentina
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(2), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i2.48633

Abstract

Abstract. Patriarchal culture continues to be perpetuated in various countries, including Indonesia. This study aims to examine the construction of masculinity in men who engage in suicidal behavior within the framework of patriarchy. The method used is a literature study with a narrative review approach, reviewed through literature searches from three databases, namely Semantic Scholar, ScienceDirect, and ProQuest. The selection process was based on the PRISMA diagram, and 15 journals were obtained that met the inclusion and exclusion criteria. The results show that patriarchal values inherited through social structures and cultural norms shape the meaning of masculinity, where men are required to always be strong, autonomous, and use their bodies as a space to express pressure. The denial of masculine values is often interpreted as a form of social failure that may contribute to suicidal ideation and behavior. These findings imply the importance of cultural approaches in building adaptive masculine identities to prevent suicidal behavior.   Abstrak. Budaya patriarki masih dilanggengkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi maskulinitas pada laki-laki yang berperilaku bunuh diri dalam bingkai patriarki. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative review yang dikaji melalui penelusuran literatur dari tiga basis data, yaitu Semantic Scholar, ScienceDirect, dan ProQuest. Proses pemilihan didasarkan pada diagram PRISMA dan diperoleh 15 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai patriarkal yang diwariskan melalui struktur sosial dan norma kultural membentuk pemaknaan maskulinitas, yaitu laki-laki dituntut untuk senantiasa kuat, berotonomi, dan menjadikan tubuh sebagai ruang ekspresi tekanan. Pengingkaran terhadap nilai maskulin sering kali dimaknai sebagai kegagalan sosial yang dapat berkontribusi terhadap munculnya ideasi hingga perilaku bunuh diri. Implikasi temuan ini mendorong pendekatan budaya untuk membangun identitas maskulinitas yang adaptif untuk mencegah perilaku bunuh diri.  
Co-Authors A.A. Istri Mira Pramitya A.A. Istri Mira Pramitya Anak Agung Istri Indira Kesari Anak Agung Sri Sanjiwani Andini Saputri Anggreni, Ni Made Diah Ayu Ariyanti, Ni Made Putri Asmara, Kadek Yoga Audy Ayu Arisha Dewi Audy Ayu Arisha Dewi Avin Fadilla Helmi Ayu Suri Afrida Carla R Marchira Carla R. Marchira Chandra Astiti, I Gusti Ayu Agung Sri Laksmi Citrawati, Ayu Komang Cokorde Istri Ayu Laksmi Dewi Dewi Puri Astiti Dewi, Frisca Putriana Elvia Agustina Firmanto Adi Nurcahyo Firmanto Adi Nurcahyo Fransiska Klara Olivia Pepe Gede Indra Surya Lasmawan Hadjam, Noor R Handy Wicaksono I Gde Dhika Widarnandana I Gde Jadendra Kusuma I Made Pasek Mandira Ida Ayu Hari Chandani Ida Ayu Intan Yuliana Ida Ayu Widiantari Indar Sugiarto Jesica Handayanita Saragih Kadek Kartika Candra Dewi Kadek Sintia Dwi Pramesti Kadek Yoga Asmara Kesari, Anak Agung Istri Indira Komang Rahayu Indrawati Lasmawan, Gede Indra Surya Nago Tejena Nago Tejena Ni Ketut Nita Sukarini Sukarini Ni Komang Krisnawati Mangna Ni Luh Indah Desira Swandi Ni Made Diah Ayu Anggreni Ni Made Diani Rismiyati Ni Made Putri Ariyanti Noor R Hadjam Nyoman Trisna Aryanata Parwata, Ni Putu Putri Diptasari Pradipta, I Made Rendi Putri, Ni Putu Putri Diptasari Parwata Putu Davina Suastiari Devi Putu Ika Anggaraeni Rahmat Noferdy Sanjiwani, Anak Agung Sri Saputri, Andini Saragih, Jesica Handayanita Susanto, Rachel Cittradewi Tejena, Nago Tina Afiatin Tisyara, Made Kirana Amaradellia Wagiswari, I Gusti Ayu Suryaning Widiantari, Ida Ayu Wisesa, I Made Narendra Nanta Wisjnu Martani Yuliana, Ida Ayu Intan